
Sesampainya di ruang dosen, Meli izin kepada dosennya hari ini untuk mengurus mobilnya yang rusak.
“Saya izinkan. Silakan urusi dulu masalahmu. Lagi pula tugas kamu sudah selesai semua.”
“Baik, Pak. Terima kasih.”
Meli ingin menelepon Reza dan meminta bantuannya. Tapi ia menganggap jika melakukan itu berarti dia lemah. Meli ingin mandiri dalam menghadapi masalah dengan masa lalunya.
Namun, ponselnya berdering. Tampaknya orang yang sedang berada di pikirannya itu menelepon.
“Hallo, Za, ada apa?”
“Perasaanku gak enak, Mel. Apa yang terjadi padamu?”
Lama Meli berpikir, sebelum akhirnya menjawab. “Tidak ada. Aku baik-baik saja.”
“Kamu serius? Tidak ada yang kamu sembunyikan dariku?”
“Iya, tenanglah.”
“Baiklah, kalau ada apa-apa segera hubungi Abang Reza yang tampan ini.”
“Iya-iya siap.”
Usai mengangkat telepon dari Reza, Meli mengecek saldo tabungannya. Gadis itu tidak mungkin meminta uang pada Papanya untuk memperbaiki mobilnya.
“Alhamdulillah, cukup nih. Gue harus cepat menelepon bengkel langganan gue,” gumamnya masih menatap layar handphone-nya.
“ ....”
“ ....”
“Gimana, bisa gak kalian ambil mobil gue ke kampus gue ini?”
“Bisa, bisa. Tunggu aja.”
“Okey, sip. Cepat ya!”
“Beres.”
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah mobil itu telah berada di bengkel Meli ternyata berubah pikiran. Dia berniat menemui Reza dan mengatakan apa yang terjadi. Meski ini terjadi karena masa lalunya, tapi Reza kini adalah calon suaminya. Apa pun alasannya dia harus mengatakan, jika suatu saat terjadi apa-apa dengannya.
Meli hanya mengirim pesan singkat kepada Reza bahwa ia akan meluncur ke toko cabangnya yang terletak tak jauh dari kampus. Saat ini Reza sedang berada di sana. Namun, pesan Meli tak terbaca oleh Reza.
Meli menghentikan sebuah mobil yang sedang melaju ke arahnya. Meli yang masih sibuk menatap layar telepon genggamnya tidak sadar telah menghentikan mobil seseorang. Bukan taksi.
“Ke toko baru daerah A, Pak.”
Pengemudi bertopi itu mengangguk tanpa mengangkat wajahnya sedikit pun, begitu juga Meli. Ia masih melamun. Namun, lamunannya tersadar ketika mobil itu mulai menepi ke tempat yang sangat sepi. Terdapat pepohonan dan semak belukar di sebuah bangunan pabrik terbengkalai.
“Loh, di mana ini?” Meli sedikit cemas, ia menatap curiga pengemudi. “Siapa kamu?”
Saat pria yang duduk di depannya itu menoleh ke arahnya, betapa Meli terkejut. Senyum kemenangan terpancar dari wajah pria itu.
“Mau apa kamu!” teriak Meli kepada pria yang telah merusak mobilnya. Ya, pria itu adalah Jojo.
“Tentu aku mau kamu, Sayang.”
“Apa maksudmu pria ber*ngs*k!”
“Aku ingin membuatmu hamil, agar kamu tidak jadi menikah dengan laki-laki miskin itu.”
“Tidak semudah itu,” ucapnya sengit meski ada ketakutan dalam dirinya. Ia mencoba membuka pintu mobil namun rupanya tetap terkunci. Meli mulai panik, tetapi tidak ia perlihatkan di depan Jojo. Dengan cepat Meli mengirim lokasinya saat ini kepada Reza. Pria itu langsung merebut ponselnya ketika menyadari Meli mengetik sesuatu.
Joshua mulai bermain dengan aksi brutalnya. Ia membuka kancing kemeja gadis itu satu persatu dengan perasaan nafsu yang memburu. Joshua tidak ingin melewatkan kesempatan emas untuk membuat hidup Meli hancur dan tidak jadi menikah dengan Reza. Saat hendak membuka kancing terakhirnya, Meli kembali tersadar. Ia menendang bagian sensitif milik Jojo kedua kalinya.
“Aaaw ...,” teriak Jojo.
Wajah gadis itu mulai memerah penuh amarah. Tangisnya pecah melihat tubuhnya terbuka. Meli membenarkan lagi kancing bajunya hingga tertutup sempurna sementara Jojo masih kesakitan. Keduanya masih bertengkar hebat di dalam mobil.
Kenekatan Jojo kembali memuncak, ia ingin rencananya berhasil. Jojo membungkam mulut Meli dan mengikat tangannya. Meli sangat ketakutan, ia tidak ingin sesuatu di renggut mantan pacarnya itu. Air matanya berderai di titik lemahnya wanita.
Namun, tiba-tiba suara keras menghantam mobil itu. Benda keras beberapa kali terdengar menghancurkan pintu bagian depan. Seorang pria datang tepat waktu menyelamatkan Meli. Pintu terbuka, dia menarik paksa Jojo untuk keluar dari mobil. Reza memukuli pria yang hampir saja merenggut kesucian tunangannya.
Melihat kedatangan Reza, Meli merasa lega. Bulir bening kembali mengaliri wajah cantiknya.
__ADS_1
Setelah Reza berhasil melumpuhkan Joshua. Dia segera menghampiri Meli di dalam mobil dengan tubuh yang lemah. Tangannya yang terikat dan mulutnya yang terbungkam dengan perekat telah dilepaskannya. Reza memeluk kekasihnya yang masih terlihat ketakutan itu. Tidak menutup kemungkinan meski Meli pemberani tetapi dia tetap seorang wanita biasa, yang bisa saja lemah melawan laki-laki dengan cara seperti itu.
“Za ... aku takut, Za,” lirih Meli di pelukan Reza.
“Mel, kamu tenang, ya. Sekarang udah ada aku di sini. Kita harus segera pergi dari tempat ini, Sayang.” Reza mengusap punggung kekasihnya.
“Makasih, Za. Kamu datang sebelum dia berhasil merenggut kesucianku.”
“Aku tidak akan membiarkan siapa pun melakukannya padamu.”
Reza menyeka air mata Meli yang terus saja membasahi pipinya. Setelah berpindah ke mobil Reza, mereka segera meninggalkan tempat itu. Selama di perjalanan Meli hanya menangis.
“Sebenarnya bagaimana ini bisa terjadi, Mel.”
“Mobilku di rusak olehnya saat kemarin aku titipkan di kampus. Dan setelah itu aku menghampiri dia. Dia mengatakan tidak terima aku dilamar olehmu, Za ... yang dia inginkan aku kembali padanya.”
“Kurang ajar!” Reza menepikan mobilnya. Dia merasa sangat emosi.
“Za, bagaimana bisa kamu cepat datang. Aku tidak tau apa yang akan terjadi jika kamu tidak mengerti maksudku mengirimi pesan itu.”
“Sudah kukatakan saat aku meneleponmu tadi pagi kan, perasaanku tidak enak memikirkan kamu, saat kamu bilang baik-baik saja, aku masih saja tidak enak. Lalu beberapa saat kemudian kamu mengirimkan lokasi yang tempatnya aneh saat aku telusuri melalui gadgetku. Aku mencoba menghubungimu tapi tak ada jawaban. Jadi aku putuskan untuk segera mencarimu di lokasi yang kamu tunjukkan. Ohya, di mana ponselmu, Sayang? Apa dia membawanya”
“Jojo membuangnya keluar mobil. Entah aku tidak tahu kemana, Za.”
“Ya sudah, nanti aku belikan yang baru untukmu.”
Bersambung.....
Hai Reader setia, terima kasih atas dukungan kalian semua 🥰🥰🥰
Author berharap kalian bisa memberikan komentar demi kemajuan novel ini..
Tekan love dan favoritkan yaa 😍😍😍
Lope lope sekebun buat kalian 😍😍❤❤❤😘😘😘
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Promo Novel Teman 💚
__ADS_1
Alisa adalah gadis biasa yang berwajah jelek dan cacat. Dia juga mempunyai saudara kembar bernama Alena yang rupa dan wataknya berbeda dengan Alisa. Karena suatu kejadian sewaktu masih kecil, wajah Alisa jadi cacat dan jelek. Semua teman kampusnya tidak ada yang mau berteman dengannya, namun Alisa selalu percaya diri meski berwajah jelek, meski perlakuan ibunya selalu berbeda jauh padanya di banding kembarannya yang berwajah cantik. Apakah Alisa bisa merubah dirinya menjadi cantik, setelah dia bertemu dengan Richard sang bintang kampus? Bagaimanakah jadinya jika Alisa benar-benar berubah jadi cantik