
Krek!
Suara ranting lain terdengar terinjak oleh seseorang lagi tetapi dari arah yang lebih jauh dari tempatnya berdiri. Ziddan menengok ke belakang melihat istrinya masih pulas tertidur. Ia melanjutkan langkah lagi namun, suatu bayangan ia lihat samar-samar di bawah jendela samping rumah Meli. Ziddan terkejut ketika ia melihat seseorang bertopeng yang sedang berusaha mencungkil jendela yang terkunci, Ziddan segera mencari senjata apa pun di sekelilingnya yang bisa ia gunakan untuk menyerang. “Tamara harus tahu soal ini. Aku harus membangunkannya dulu agar ia tidak kaget,” gumam Ziddan memundurkan langkah.
“Sayang ... Bangun. Rumah Meli sedang ada penyelundup.” Mendengar bisikan itu di telinganya, Tamara langsung membuka matanya lebar-lebar.
“Apa kamu bilang, Mas?” tanyanya terkejut. Mengucek mata yang terasa pedas karena kurang tidur.
“Mas, melihat ada seseorang masuk dari arah samping rumah Meli. Mas kesana dulu, ya. Sebelum orang itu berhasil lolos. Kamu tetap disini jangan ke mana-mana.”
Setelah Tamara mengerti, Ziddan beranjak dengan senjata yang ada di tangannya.
“Mas, hati-hati. Aku akan menghubungi polisi,” ucap Tamara khawatir.
“Iya Sayang, doakan.”
Tamara menekan nomor telepon kantor polisi saat punggung suaminya itu sudah tidak terlihat lagi.
Dengan beribu kecemasan tergambar di raut wajah. “Ya Allah, ada apa ini. Siapa yang menyelundup ke rumah Meli. Apa itu perampok yang menginginkan hartanya. Semoga semuanya akan baik-baik saja. Lindungi suamiku ya Allah.”
Kini ia hanya bisa berdoa dan menunggu kedatangan polisi. Ia berharap polisi tidak datang terlambat.
Bruk! Bruk! Bruk!
“Suara apa itu?” Tamara bangkit karena kaget atas kerasnya suara seperti pukulan benda ke benda. Setelah itu terdengar teriakan Meli.
“Aaaaaa ....”
“Ada apa ini ya Allah, aku ingin ikut masuk.” Istri Ziddan menggedor pintu rumah Mel dengan keras.
“Mel, Meli. Apa yang terjadi? Kamu ada di dalam? Buka pintu, Mel!” teriaknya semakin keras.
“Mas, Mas Ziddan. Kamu tak apa kan? Kamu jangan luka, Mas. Kamu harus menang,” ucapnya bergetar.
Karena tidak terdengar sahutan dari kedua akhirnya Tamara mendobrak pintu namun, tak berhasil. Kemudian ia mengambil kayu pipih yang ada di halaman rumah. Wanita itu menyelipkan di tengah bagian kunci antara pintu kanan dan kiri yang menutup ruangan. Beberapa saat kemudian akhirnya pintu berhasil dibuka. Tamara melihat suaminya sedang di keroyok sedangkan Meli di ikat dan mulutnya di tutup dengan lakban.
__ADS_1
Sigap, Tamara mengambil sebuah guci agak besar dan langsung memukulkan benda itu ke bagian belakang kepala di tiga pelaku.
Prak! Guci itu pecah akhirnya. Ketiganya memegang kepala yang terkena pukulan. Pada kesempatan itu Ziddan bergerak cepat, ia langsung menendang bagian sensitif laki-laki dengan sangat keras hingga akhirnya mereka kesakitan.
Tamara berlari ke arah Meli. Cepat ia membukakan ikatan tali di tangannya dan lakban yang menyegel mulutnya.
“Mel, kamu tak apa kan?” Nanar mata sahabatnya memanas. Tangisnya pecah di pelukan Tamara. “Ra, kenapa kamu nekat nyelametin aku, bagaimana kandunganmu? Aku akan jadi orang yang paling bersalah jika terjadi dengan kandunganmu, Ra.”
“Aku baik-baik saja. Bagaimana semua ini bisa terjadi. Siapa mereka?”
“Gue tidak –.” Meli belum selesai menjawab tapi di potong Ziddan dari arah belakang Tamara.
“Ini dia pelakunya. Kalian mengenal bukan?”
“Apa? Kamu?” Keduanya menjawab bersamaan. Mereka benar-benar terkejut saat melihat seseorang yang berhasil di lumpuhkan Ziddan ke hadapan Meli. “Jojo!”
Suara sirene polisi terdengar sangat dekat. Dan akhirnya mobil itu berhenti di depan rumah Meli. Mereka gegas turun dan langsung mengambil alih dari Ziddan.
“Gue bener-bener nggak nyangka,” gumam Meli. Tamara memeluk sahabatnya lagi.
“Mel, kamu yang kuat ya. Aku harap kamu tetap menjadi wanita kuat dan energik seperti biasanya. Jangan ada air mata yang membasahi pipimu. Jangan kau tangisi pria brengsek itu, Sayang. Bentar lagi kau akan menikah. Semoga masalah ini tak akan ada lagi.”
Bersambung.....
Hai Reader setia, terima kasih atas dukungan kalian semua 🥰🥰🥰
Author berharap kalian bisa memberikan komentar demi kemajuan novel ini..
Tekan love dan favoritkan yaa 😍😍😍
Lope lope sekebun buat kalian 😍😍❤❤❤😘😘😘
__ADS_1
__ADS_1