
Beberapa hari setelah kejadian itu Reza mengajak kekasihnya untuk jalan-jalan seharian.
“Mel, semua masalahmu dengan Jojo sudah beres. Dia tak akan berani lagi mengganggu hidup kita,” ucap Reza.
“Kamu yakin, Za?”
“Tentu. Aku melakukannya untuk kita. Sudah kuberi peringatan keras untuknya.”
Senyum mengembang di wajah cantik Meli. Gadis itu tampak lega dengan pernyataan tunangannya. Reza menggenggam tangan Meli lembut lalu mengecupnya.
“Kamu jangan takut ya, aku akan selalu disisimu mulai sekarang.”
Sudut mata Meli yang sipit berusaha ia buka lebar, pandangan tajam menyerbu mata pria di depannya.
“Kamu harus jagain aku sampai aku tua, sampai rambutku memutih, dan tak lagi cantik. Setuju?” ucap Meli girang dengan memberikan jari kelingkingnya kepada Reza.
“Ya, aku akan melakukannya jika aku diberikan kesempatan hidup lebih lama.” Jari kelingking mereka kini sudah saling melingkar kuat. Membuat sebuah ikatan janji.
Kedua pasangan itu kembali dalam tatapan tajam. Sinar matahari yang ingin bersembunyi dibalik malam menambah kehangatan pelukan tubuh mereka. Meli menyimpan wajahnya di dada pria yang sangat tampan itu.
“Manusia tampan, terima kasih.”
“Sama-sama gadis dekilku,” goda Reza.
“Eh, apa kamu bilang?” Meli bangkit dari duduknya. Reza juga bangkit kemudian ia berlari kecil di rerumputan taman kota. Meli mengejarnya dengan langkah premannya. Lalu memukuli pria itu. Tawa dari keduanya terdengar sangat bahagia, memberikan nuansa senja yang indah di sebuah kota.
Saat Reza hendak menghindari cubitan Meli, kakinya tersandung sesuatu yang membuatnya terjatuh. Tubuh Meli yang berjarak dekat dengannya tentu juga ikut jatuh karena ia bersandar pada tubuh Reza.
“Aaaaa ...,” teriaknya saat jatuh. Tubuh tingginya kini tepat di atas tubuh Reza, mereka terlihat menyatu seperti adegan film romantis. Dalam waktu yang cukup lama, pasangan itu saling menikmati detak jantung satu sama lain. Nafas mereka juga saling bertukar. Meli tak pernah melihat wajah Reza sedekat ini. Hatinya tak bisa berbohong.
“Manusia ini kenapa sangat tampan, aku takut khilaf,” ucapnya dalam hati. Ia memejamkan matanya.
__ADS_1
Sementara Reza masih tersenyum manis memandangi gadis yang berada di atasnya tubuhnya itu. Reza berkata dalam hatinya.
“Kamu wanita yang cantik dengan keunikan tersendiri, bola matamu begitu indah, hidungmu mancung, dan bibirmu yang merah ....” Reza yang terbawa suasana mengagumi gadis itu tiba-tiba mengecup bibir Meli dengan cepat.
“Za ...,” ucapnya tak percaya. Meli terkejut, ia membuka matanya lebar-lebar, lalu bangkit dengan mendorong tubuh Reza. Meli memegangi bibirnya. Entah dia harus bahagia atau sedih.
“Kenapa kamu lakukan itu,” gumamnya pelan namun terdengar oleh Reza.
“Maaf Mel, aku ... khilaf. Bibirmu terlihat sangat manis membuat pikiranku berlari ingin menciummu,” jelas Reza terbata.
“Lebih baik kita pulang. Orang-orang sepertinya sedang memberikan pandangan tak enak pada kita, Za.”
“Mari aku antar.” Reza menggandeng tangan Meli hingga ke mobilnya.
“Kamu tak ingin mampir makan malam dulu denganku? Aku mendengar bunyi aneh dalam perutmu.”
“Ohh? Kamu mendengarnya, Za? Keras sekali rupanya suara cacing perutku.”
“Mau makan di mana? Tunjuk saja sesuka hatimu. Aku akan membawamu ke tempat yang kamu mau.”
“Baiklah, aku tahu tempatnya. Tidak lama lagi segera sampai.”
Setelah mereka sampai di restoran masakan China itu Meli memesan makanan favoritnya. Reza hanya mengikuti pesanan Meli.
“Fu yung hai satu ya Mbak,” ucapnya menjawab pertanyaan pelayan.
“Kamu mau makan apa, Za?”
“Apa aja, asal sama kamu.”
“Gombal. Malu nih ada Mbaknya.”
“Mbak, aku pesan makanan yang sama kaya dia ya,” sambung Reza kemudian.
__ADS_1
“Baik. Saya bacakan ulang pesanannya ya, Pak, Bu. Fu yung hai dua porsi, cap cay kuah seafood dua porsi, dim sum dua porsi, nasi dua porsi, dan minumnya jus jeruk dua gelas. Ada tambahan lain?”
“Tidak, tidak. Ternyata banyak sekali makan saya malam ini.”
“Masih pake nasi pula. Porsi makanmu tak kalah banyak dari tukang bangunan ya, Mel.”
“Hahahaha,” Meli terpingkal pingkal oleh ucapan Reza. Pelayan itu kemudian mengundurkan diri dari hadapan mereka untuk menyiapkan pesanan.
“Ini baru porsi makan seorang gadis, Za. Bagaimana kalau nanti aku sedang hamil seperti Tamara. Pasti dua kali lebih banyak dari ini. Kamu harus bekerja lebih keras untuk jajanku, ya,” canda Meli.
“Tidak masalah. Aku akan membuatmu gendut, tubuhmu akan aku buat membulat seperti bola,” ledeknya.
Bersambung.....
Hai Reader setia, terima kasih atas dukungan kalian semua 🥰🥰🥰
Author berharap kalian bisa memberikan komentar demi kemajuan novel ini..
Tekan love dan favoritkan yaa 😍😍😍
Lope lope sekebun buat kalian 😍😍❤❤❤😘😘😘
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Promo Novel Temanku, mampir ya 🥰
Reza Firto Adijaya adalah CEO muda, berusia 27 tahun. Seorang pria berlimpah akan harta, tahta, dan wanita. Bersiteru dengan Aurora Safitri, seorang mahasiswi miskin yang mendapat SISTEM KEKAYAAN: HACKER. Setiap misi yang diselesaikan, akan dibayar mahal oleh SISTEM. Misinya antara lain adalah Mengeksploitasi keamanan data pada perusahaan. Kebetulan Reza mendirikan perusahaan dalam bidang Online, membuat dia selalu menjadi bulan-bulanan misi dari NONA HACKER yang satu ini. Suatu saat Aura ditangkap oleh bandit suruhan Reza. Lalu terjadi hal yang tak terduga membuat Reza akhirnya tergila-gila pada gadis itu. Namun, Aura sedang mencintai pria masa sekolahnya. Bagaimana perjuangan Reza untuk mendapatkan hati Aura?
__ADS_1