Pernikahan Terpaksa Tamara

Pernikahan Terpaksa Tamara
Bab 74


__ADS_3

“Alhamdulillah, itu mobilnya Reza udah dateng,” ucap Tamara yang sedari tadi menyetrika lantai menunggu kedatangan Reza. Tentu dia cemas karena dia tidak ingin pernikahan sahabatnya itu gagal seperti pernikahannya dulu dengan Reza.


“Za, lama banget sih datengnya,” sapa Tamara seraya menepuk pundak Reza.


“Sory, jalanan macet, Ra. Meli di mana?”


“Masih rias, Za.”


“Hai Om, Tante.” Tamara menyalami kedua orang tua Reza. Tak lupa mencium tangan. Meski mereka dulu mantan calon mertuanya namun, Tamara tetap hormat dan menyayangi mereka. Sebab kedua orang tua Reza sangat baik kepada Tamara. Bahkan lebih baik dari sikap kedua orang tua Ziddan. Kendati demikian, Tamara tetap menyayangi juga ayah dan ibu Ziddan.


“Hallo Sayang, apa kabar?”


“Alhamdulillah baik, Om, Tan. Mari masuk,” ajaknya ke sebuah meja. Tamara mengarahkan keduanya lalu mengajak berbincang sembari menunggu Meli selesai. Ziddan dengan Reza berbincang di tempat lain. Sedangkan ayah dan ibu Tamara nanti akan menyusul ke hotel bersama Difa.


“Sudah masuk berapa bulan usia kandunganmu, Sayang?”

__ADS_1


“Empat bulan, Bu,” ulas Tamara dengan senyuman manis. Ibu Reza mengusap-usap perut Tamara. “Semoga persalinanmu lancar, sehat ibu dan bayinya,” ucap ibu memberikan doa untuknya.


“Terima kasih, Bu.” Keduanya berpeluk hangat membuat Ziddan yang melihat dari kejauhan merasa sedikit iri. Bukan karena iri dengan kemesraan itu. Namun, mengingat orang tua Ziddan sendiri yang memperlakukan istrinya seperti itu membuat hatinya teriris sakit. Berbeda dengan orang tua Reza yang menyambut hangat dan penuh kasih sayang kepada Tamara. Meskipun ia tak jadi menjadi menantunya.


Lima menit kemudian, seorang wanita dari dalam ruangan menggunakan gaun yang mewah keluar dengan langkah yang sangat anggun diiringi dua wanita cantik di belakangnya. Difa dan sepupu Meli.


Semua langsung berdiri melihat Meli yang tampak siap untuk berangkat ke hotel. Keluarga besar, teman, sahabat serta para tamu undangan lalu berdiri dan menuju mobil masing-masing. Meli terlihat memasuki mobil yang berada paling depan di gandeng Reza. Sopir sudah siap menjalankan mobil mewah berwarna merah milik Meli yang telah di rias sedemikian cantiknya.


Iring-iringan mulai berjalan ketika mobil utama melaju. Diikuti mobil orang tua Meli dan Reza, lalu di belakangnya mobil Ziddan bersama Tamara. Selanjutnya baru keluarga, rekan dan tamu undangan. Sangat terkesan meriah dan ramai, semua orang yang dilewatinya tersenyum memandang kebahagiaan pengantin hingga tiba di hotel berbintang yang telah di siapkan keluarga Meli.


“Gila, ini keren banget. Aku jadi ingin cepat menikah,” celetuk teman kampus Meli yang menjadi tamu undangan.


“Lo kira menikah itu cuman karena kepengen dekor doang? Kalo semua orang punya pikiran kaya Lo hancur pengadilan negeri,” serobot teman lainnya.


Acara ijab kabul akan segera di mulai. Setelah semua para tamu undangan dipersilakan duduk, Reza masuk bersama pengiring mempelai lelaki. Semua mata tertuju pada sosok pria tampan dengan jas putih yang serasi dengan pengantin wanita. Langkah Reza tegap melewati hamparan karpet merah menuju pelaminan. Reza menjemput Meli untuk kemudian duduk di meja penghulu. Ijab kabul berlangsung haru, Meli meneteskan air matanya. Tidak menyangka  ia akan menikah hari ini bersama orang yang dulu menjadi kekasih sahabatnya. Bukan karena ia merebut, tapi karena jalan cinta yang diberikan memang seperti ini. Cukup unik dengan berbagai rintangan yang ia lalui. Masa lajangnya kini telah terhapus berganti status menjadi seorang istri dari laki-laki tampan pemilik tubuh kekar dan berwajah Turki. Beribu kali Meli mengucap syukur karena ia pun tak jadi melanjutkan cintanya dengan Joshua. Allah telah membuka keburukan tentang mantannya sebelum ia terlanjur menikah dengannya. Sungguh Meli merasa sangat bahagia. Begitupun Reza, bola matanya berkaca-kaca merasa tak percaya. Namun, hatinya merasakan kebahagiaan yang lebih dari masa lalunya.

__ADS_1


 


Bersambung...


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2