Pernikahan Terpaksa Tamara

Pernikahan Terpaksa Tamara
Bab 66


__ADS_3

Ziddan dan Tamara masuk ke Villa nya. Namun, istrinya itu masih terlihat murung padahal Ziddan sudah berusaha meyakinkan.


“Sayang, jangan sedih dong. Mas nggak mau wajah yang tadi sangat bahagia tiba-tiba hilang,” ucap Ziddan dengan mengelus kepala istrinya. Tamara berusaha keras menaikkan kedua ujung bibirnya sehingga terlihat senyum yang terpaksa.


“Nggak kok, aku nggak sedih,” sahutnya membuang muka. Tamara duduk di tepi ranjang yang di bingkai selimut tebal berwarna putih. Ziddan mengikuti langkah kaki Tamara ke mana pun. Ia menekuk lututnya di depan istrinya yang cantik.


“Sayang, lihatlah kedua bola mataku,” ucapnya dengan mengusap-usap lutut wanitanya. Tamara yang geli kemudian menyingkirkan tangan kekar itu dari lututnya. Ia tak mendengarkan apa kata suaminya yang menginginkan dia menatap kedua bola mata indah milik Ziddan.


Ziddan tahu istrinya itu masih ngambek soal acara ulang tahun anak Bu Vera. Namun, tentu Ziddan akan menjaga perasaan Tamara dengan mengabaikan anak bos. Ziddan bahkan tak peduli lagi untuk bersikap menolak yang lebih keras jika nanti anak bosnya itu berusaha menggoda.


“Sayang, mas tak akan menerima godaan itu lagi. Mas akan menghindar, dan akan selalu bersamamu ke mana pun kamu berada,” ucap Ziddan mendekati wajah istrinya.


“Benarkah, Mas? Wanita itu sangat cantik putih mulus dan pasti pakaiannya nanti sangat terbuka. Membuat siapa pun yang melihat pasti tergoda. Aku hanya wanita gendut yang sedang hamil dan berpenampilan apa adanya karena memang aku sedang malas ber makeup apa pun,” ketus Tamara.


Ziddan tak mendengar ucapan ketus istrinya itu. Dia justru berdiri lalu melangkah jauh dari tubuh wanitanya. Ziddan mendekati pintu utamanya Villa. Membuat Tamara berpikir bahwa suaminya sedang marah dan ingin keluar dari Villa. Padahal Ziddan berniat memastikan semua pintu terkunci dan menutup tirai jendela. Ia kembali lagi masuk ke kamar dan melakukan hal yang sama. Mengunci pintu kamar serta menutup tirai kamar.


Tamara bingung apa yang akan di lakukan suaminya. Apakah dia akan marah kepadanya atau bukan. Hati wanita hamil itu rasanya tercampur aduk. Ingin bertanya tapi gengsi karena dirinya kan sedang merajuk.


Setelah semua pintu dan tirai di pastikan Ziddan tertutup rapat, ia kemudian melepaskan pakaian yang membungkus tubuhnya seharian. Ziddan masuk ke bathroom ia menyalakan air untuk mengisi bak mandi dengan air hangat. Lalu ia membawa diri berjalan keluar hanya dengan menggunakan celana pendek di atas lutut. Celana yang cukup ketat membuat sesuatu miliknya terbentuk jelas. Tamara belum menyadari hal itu karena ia masih memalingkan pandangan dari suaminya.


Pria itu perlahan melangkah ke ranjang mendekati istrinya lagi. Tangan kekarnya menangkap wajah Tamara dengan kuat lalu menghadapkannya pada wajahnya. Bibirnya yang merah ia dekatkan. “Mas, kamu mau apa?”

__ADS_1


“Mas mau kamu menuruti saja perintah Mas.”


“Perintah yang--.” Belum sempat Tamara melanjutkan kalimatnya, bibirnya sudah di tahan oleh Ziddan menggunakan bibirnya juga.


“Ikut Mas ke bathroom, Mas ingin mengajakmu mandi bersama. Ini pertama kalinya kita mandi di villa bersama, jadi buang semua pikiran yang mengganggumu, Sayang. Mas ingin kita lalui berdua dengan bahagia. Tanpa ada orang lain.” Setelah mengucapkan itu Ziddan mengecup lagi bibir istrinya lalu membawa tubuh itu ke bathroom tanpa penolakan. Sampai di bathroom Ziddan melakukan apa yang ia inginkan terhadap tubuh istrinya. Hingga mereka sama-sama mendapatkan puncaknya.


Ziddan keluar lagi tanpa sehelai benang pun dengan membopong tubuh istrinya yang juga sama polosnya. Ia menjatuhkan tubuh itu ke ranjang. Lalu keduanya justru tertidur.


Malam ini mereka lalui dengan bersenang-senang berdua sampai Ziddan lupa bahwa ada acara di resto pada malam pertama berada di Villa. Bu Vera dan suaminya akan memberikan sambutan meriah di resto tersebut.


*


*


*


Wajah cantik Tamara terbangunkan oleh kehangatan sinar tersebut. Matanya terbelalak ketika melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul tujuh pagi. “Apa?” Ia berjingkat dari ranjang, saking terkejutnya ia bahkan sampai lupa kalau dirinya sedang hamil. Tamara menatap tubuhnya yang masih polos tanpa pakaian apa pun. Ia kemudian membangunkan suaminya yang masih tengah tertidur di sampingnya. “Mas, Mas ... Mas, ayo bangun. Udah jam tujuh pagi, lihatlah.”


Ziddan menggeliat kecil, mengerjapkan matanya. Mencoba menyerap suara Tamara dengan baik. Setelah dapat mencerna ucapan istrinya yang berulang kali itu ia baru terkejut. “Apa? Jam tujuh pagi?”


“Iya mas, bangunlah. Kita sudah melewatkan banyak kegiatan semalam. Sekarang pun sudah terlewat jatah breakfast di resto. Aku tak dapat mencicipi menu breakfast dan dinner semalam. Huh, menyebalkan.”

__ADS_1


“Nanti Mas belikan makanan yang sama dengan menu dinner semalam dan breakfast hari ini ya, Sayang. Mas minta maaf karena tidur di Villa yang dingin ini bersamamu menimbulkan kehangatan yang tak ingin aku beranjak darinya.”


“Iya Mas, aku juga minta maaf.”


 


 


Bersambung.....


Hai kesayanganku jangan lupa dukung novel ini dengan menekan love dan vote ya. Jika memiliki poin baca bisa juga memberikan bunga. Jika kalian berkenan Author sangat berterima kasih sekali 🥰🥰🥰🥰


follow terus Author @_mukamalah 🥰


💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚


Nah, pagi ini saya membawa lagi novel rekomendasi milik teman yang sangat populer tentunya..


Kinara adalah istri yang tak di anggap kehadirannya oleh Andreas. Penampilan nya yang tak terurus membuat dirinya kerap kali di hina oleh orang-orang sekitar. Setelah melahirkan tubuh Kinara bertambah gemuk membuat Andreas semakin jijik melihatnya. Sehingga suatu malam Andreas membentak anaknya karena menangis di tengah malam membuat Kinara tak terima. Seorang ibu tak akan rela anaknya di bentak?! Ternyata tak hanya dirinya yang tak di anggap. Melainkan buah hatinya juga, Andreas tak menganggap kehadiran anak kandungnya itu. Kinara yang jenuh pun memilih bercerai dengan Andreas! Kinara bersumpah akan membalas dendam pada Andreas dan orang-orang sekitar yang selama ini memandangnya dengan sebelah mata. Lalu bagaimana kisah Kinara yang berjumpa dengan Duda Tampan satu anak


ini dia judulnyaaaa :

__ADS_1



__ADS_2