Pernikahan Terpaksa Tamara

Pernikahan Terpaksa Tamara
Bab 71


__ADS_3

“Baik. Terima kasih. Kalau begitu kami permisi,” ucap Tamara lalu gegas meninggalkan ruangan privat bersama Ziddan. Sesampainya di Villa, mereka berkemas barang. Dua koper telah terisi penuh. Ziddan mengangkat kedua benda itu masuk ke bagasi mobil. Hari ini juga mereka akan kembali ke kota. Namun, Ziddan akan mengajaknya untuk berlibur di hotel sebagai ganti berlibur di Villa yang berujung sakit hati.


Pria manis itu memilih hotel berbintang yang dekat dengan puncak. “Kita sudah sampai,” sahut Ziddan tiba-tiba.


“Jadi ini tempatnya?”


“Kamu suka?”


“Suka sekali, Mas. Waah, arsiteknya luar biasa. Hotel serasa kerajaan.” Bola mata istri Ziddan berbinar indah. Membuat wanita itu terlihat sangat cantik dengan rona di pipinya.


“Jika hotel ini seperti kerajaan, maka kamulah permaisurinya. Mari tuan putri saya antar ke kamar. Semuanya sudah siap karena saya sudah memesan secara online sebelum berangkat,” ucap Ziddan seraya menunduk setelah turun dari mobil lalu menaiki anak tangga yang menuju lobby.


“Selamat datang Tuan, Nyonya,” sambut pegawai hotel tersebut dengan ramah. Seorang laki-laki berseragam memberikan kunci kamar. Ziddan menerima lalu menggandeng tangan istrinya. Sesampainya di kamar, Tamara kembali dibuat tercengang oleh arsitek serta desain ruangan tersebut. Bulu mata lentiknya beberapa kali mengerjap. Ia juga mengusap wajahnya dengan kasar.


“Mas, sungguh ini mewah sekali. Berapa biaya menginap semalam di hotel ini?”


“Untuk apa kamu tahu, Sayang. Kamu tinggal menikmatinya saja. Aku akan menggantikan suasana yang tidak nyaman ketika di Villa di hotel ini. Kita akan bersenang-senang tanpa pengganggu lagi.” Ziddan mencium kening wanita yang sangat di cintainya itu dengan lembut. Lalu turun ke hidung, turun lagi ke bibir merah muda wanitanya dan semakin menuntut. Keduanya larut dalam nikmat kasih sayang.

__ADS_1


*


*


*


Hari ini tepat dua hari sebelum acara pernikahan Meli dan Reza. Tamara dan Ziddan sudah berjanji akan datang sebelum hari itu tiba. Jadi karena itu mereka terburu-buru segera pergi ke Bandung. “Mas, pelan-pelan jangan ngebut. Aku sudah bilang ke Meli kalau kita akan sampai sana tetap hari ini namun tengah malam,” ucap Tamara menepuk lutut suaminya yang sedang mengemudi cepat. Ziddan menganggukkan perkataan itu.


Setelah perjalanan berjam-jam mereka akhirnya sampai di rumah Meli. Benar kata Tamara, mereka tiba di tengah malam. Wanita yang sedang hamil itu mengetuk pintu rumah yang menjulang tinggi di depannya. Namun, Meli tak kunjung membukakan. Ia lalu mengambil ponsel yang tersimpan di tas untuk menelepon Meli. Tetapi hasilnya nihil. Tamara mencari cara lain, ia memutar otak untuk bisa menghubungi orang yang berada di dalam rumah sahabatnya. “Kamu punya nomor telepon rumah ini, Sayang?” tanya Ziddan dengan kening berkerut.


“Em, sepertinya tidak, Mas,” jawabnya dengan menggulirkan layar ponsel.


“Coba saja dulu. Barangkali masih aktif.”


Tanpa menjawab Tamara langsung menekan tombol hijau. Hanya ada jawaban dari operator selulernya bahwa nomor tersebut tidak aktif, Tamara mendengus kesal. Karena itu artinya mereka akan menunggu di luar sampai Meli terbangun dan membukakan pintu. Ia hanya bisa pasrah.


Ziddan duduk di sofa teras samping istrinya yang terlihat muram. Pria tampan juga manis itu membawa kepala Tamara ke pangkuannya lalu ia mengelus dengan lembut hingga wanitanya tertidur. Meski lelah dan mengantuk tetapi Ziddan tidak bisa tidur, karena ia hanya ingin menjaga istrinya.

__ADS_1


Ziddan terkejut ketika mendengar suara ranting dari samping rumah seperti terinjak seseorang dengan kasar. Di letakkanlah kepala istrinya itu dengan hati-hati agar tidak terbangun. Ziddan hendak ingin memeriksa sumber suara tadi dengan sorot mata yang tajam, netranya memancar penuh curiga setelah menemukan sesuatu di dekat ranting yang patah.


 


 


Bersambung.....


Hai Reader setia, terima kasih atas dukungan kalian semua 🥰🥰🥰


Author berharap kalian bisa memberikan komentar demi kemajuan novel ini..


Tekan love dan favoritkan yaa 😍😍😍


Lope lope sekebun buat kalian 😍😍❤❤❤😘😘😘


 

__ADS_1


 


__ADS_2