Pernikahan Terpaksa Tamara

Pernikahan Terpaksa Tamara
Bab 9


__ADS_3

Waktu wisuda akhirnya tiba, Reza datang menepati janjinya. Ia datang ke kota dimana tunangannya itu menuntut ilmu. Mobil merah masuk ke salah satu kampus ternama di Bandung, ini pertama kalinya Reza menelusuri tempat itu. Semua penghuni kampus dibuatnya tak mengedipkan mata oleh penampilannya, terutama para gadis yang mulai terhipnotis.


 


Laki-laki dengan dagu runcing yang di penuhi rambut itu tampak begitu menawan. Langkahnya tegap penuh percaya diri di iringi postur tubuh tinggi dan berkulit putih. Matanya yang kecokelatan dipadu warna dasar putih sangat indah dipandang. Penampilan Reza kali ini berubah sekali, jauh berbeda dengan Reza yang dulu di kenal sebagai anak kampung jago silat.


 


Banyak wanita berbisik bahwa ia adalah mahasiswa baru. Reza yang mendengar itu hanya tersenyum. Padahal kedatangannya ini hanya untuk memenuhi permintaan bidadarinya. Gadis tunangannya itu sudah lama menunggu dirinya datang sejak satu jam lalu.


Muka gadis itu sudah mulai muram sambil menggerutu di depan Mila atas keterlambatan Reza. Beberapa menit kemudian laki-laki tampan itu datang memeluknya dari belakang. Reza tak akan salah orang sebab ia sudah hafal postur tubuh wanita yang sangat dicintainya itu, meski sudah lama berpisah tapi tubuh Tamara tidak pernah berubah.


 


 


Tamara menjerit melihat ada tangan yang melingkar di badannya dari belakang. Ia hendak ingin menampar orang yang berani memeluknya. Tetapi tidak jadi ketika dia melihat ada cincin tunangan yang dulu ia pasangkan melingkar di jari manis tangan orang itu. Wajahnya yang kesal berubah senyuman seketika.


 


Tamara membalikkan badan membalas pelukan Reza, melingkari tubuh kekarnya. Ia menenggelamkan wajah cantiknya ke dalam dada bidang calon suaminya itu.


 


“Za, i miss you. Aku rindu sekali, Za. Terimakasih kamu sudah hadir.” Gadis itu menatap Reza dengan mata yang berkaca-kaca.


 


“Aku juga, sayang. Aku rindu sekali wajah cantik ini yang sebentar lagi akan jadi milikku,” ucap Reza mengelus kepala Tamara lembut.


 


“Za, kamu ga punya wanita simpanan kan?”

__ADS_1


 


“Cuma kamu yang aku simpan dihati ini.” Reza mencubit hidung mancung itu.


 


“Aku gak butuh gombal kamu. Ayo kita masuk, Ayah Ibu sudah ada di dalam.” Tamara menarik tangan kekar Reza ke dalam aula.


 


“Ehem.. Gue jadi obat nyamuk nih.” Mila berdeham sedikit mengganggu.


 


“Maaf, maaf. Mil, terimakasih banyak ya kamu udah jadi sahabat terbaik aku. Kamu juga udah menyayangiku seperti saudaramu sendiri. Love you sayangku,” ucap Tamara bergantian memeluk sahabatnya.


 


 


“Semoga Lo bahagia terus ya, Ra.” Tamara mengangguk. Mila merasakan haru karena hari ini ia akan berpisah dengan sahabatnya di kampus juga kos-kosan.


“Aku juga mau ngucapin makasih, karena kamu udah jagain bidadariku dengan baik,” ujar Reza dengan menyalami tangan Mila.


Reza kemudian menyalami calon mertuanya itu, ketiganya berpelukan bergantian lalu duduk di samping Tamara. Mereka semua tampak sangat bahagia, meski Difa dan ketiga kakaknya tak bisa ikut ke Bandung tetapi keempat saudaranya itu sudah menunggu di rumah Ayahnya.


 


Setelah acara selesai, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah Permana dengan membawa barang-barang Tamara dari kos elitya. Dua mobil itu melaju cepat karena jarak rumah Permana masih sangat jauh, sekitar tiga jam perjalanan. Reza dan Tamara menaiki mobil yang berbeda dengan ayah dan ibunya. Hari ini hari bahagia Tamara, jadi ayah membiarkan mereka berdua dalam satu mobil.


 


Sesampainya di rumah megah itu mereka beristirahat sejenak untuk melepas lelah perjalanan. Difa dibantu kakak-kakaknya menyiapkan masakan spesial atas kedatangan Reza juga sekalian merayakan kelulusan saudara tercantiknya itu.

__ADS_1


 


Reza dengan lahap menyantap semua hidangan yang telah diambilkan Tamara. Sesekali Reza menyuapi gadis yang sedang bermanja dengannya itu.


 


Usai makan siang, Ayah membuka pembicaraan terkait tanggal dan berbagai persiapan yang dibutuhkan bersama Reza. Kali ini Reza hanya datang sendiri tanpa Ayah dan Ibunya, mereka ada acara mendesak yang tak bisa ditinggalkan. Namun kedua orang tua Reza akan menyetujui apa pun keputusan Ayah Tamara terutama penentuan tanggal pernikahan mereka beserta segala persiapannya. Mereka sudah siap dengan semuanya, tidak ada kesulitan bagi mereka mengatur waktu demi hari bahagia anaknya.


 


Pernikahan Reza dan Tamara di tetapkan oleh Permana pada tanggal 5 September tahun ini. Dua minggu lagi penyatuan dua insan yang saling mencintai itu datang. Reza juga sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba. Apalagi Tamara yang sudah jelas sangat berjuang demi semua ini.


 


***


 


Hari pernikahan Tamara dan Reza tinggal tujuh hari lagi. Di layar gawainya yang sedari tadi ia gulirkan tanpa tujuan, Tamara mengerutkan keningnya. Ia heran kenapa Reza tak bisa dihubungi sejak tiga hari yang lalu.


Kemana kah Reza pergi? Apakah ia sudah berpaling secepat itu?


Apa yang akan terjadi selanjutnya????


Nantikan episode berikutnya yaa... Terimakasih untuk semua sayang-sayangku yang sudah setia membaca novel ini. Lopee sekebunnnnnn 🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘😍😍😍😍


Visual Reza



Visual Tamara


__ADS_1


__ADS_2