Pernikahan Terpaksa Tamara

Pernikahan Terpaksa Tamara
Bab 75


__ADS_3

“Selamat ya, Sayang. Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah. Aku bahagia banget Mel, akhirnya kalian berdua termakan omongan kalian sendiri kan?” ucap Tamara mencium pipi Meli. Mereka berempat tertawa di atas pelaminan. Terlebih Reza. “Hahaha, jangan kau ledek kami seperti itu. Aku benar-benar geli jika mengingat diriku yang sangat ilfil terhadapnya.” Reza melirik istrinya dengan sudut mata yang memojokkan. Meli yang tak terima juga cepat menimpali ejekan Reza.


“Eh, enak aja kamu! Kamu kira kamu doang yang ilfil. Aku justru sangat sangat sangat ilfil ... Hanya saja aku menutupinya rapat-rapat. Biar kamu nggak sakit hati, suamiku.”


“Suamiku?” ledek Ziddan.


“Ciyeeeee ...” Semua tertawa lagi. Suasana di hari pernikahan Meli sangat membahagiakan. Walaupun sebelumnya menuai cobaan dan ujian terus menerus. Terutama semua tindakan Jojo yang mencoba menggagalkan pernikahannya itu. Hampir saja Jojo menculik Meli. Untungnya ada Ziddan yang sigap menolong juga pemberani. Jika dulu Tamara awal tertarik dengan Reza karena keberaniannya ketika menolong dirinya dari godaan preman, pasti sekarang dia juga menemukan keberanian itu dari suami yang datangnya dari keterpaksaan dulu.


 Beberapa kali wanita yang sangat cantik itu menghela nafas. Tamara dan Ziddan sedang menikmati hidangan di halaman luar ballroom. Lebih tepatnya memilih makan di halaman luar sekaligus menghirup udara segar. Tamara mengambil semua makanan di sebelas stand yang tersedia dan meminta pelayan untuk mengantar semua makanan itu ke meja yang ia tunjuk. Ziddan hanya menggelengkan kepala dengan heran. Ketiga kalinya Ziddan menanyakan apakah dia serius akan menghabiskan sebelas menu yang berbeda itu? Tapi selalu di jawab dengan anggukan kepala yang mantap dari istrinya.


“Jelas, akan habis. Jangan khawatir, Mas. Aku masih ingin nambah es krim. Adakah disini?”


“Ada sayang. Kalau kamu mau nanti aku pesankan. Tetapi hati-hati nanti kalau kegendutan.”

__ADS_1


“Emang kenapa kalo aku gendut? Mas jadi gak sayang lagi sama aku? Begitu kah? Aku jadi jelek?”


“Bukan sayang, kamu tetap cantik apa pun bentuk badanmu. Meski kamu berubah gendut kek, kurus kek, pendek kek. Kamu tetap cantik di hati Mas.”


“Bohong ah. Itu pasti hanya gombalan mas saja supaya aku gak jadi marah kan?” Bibir Tamara dimajukan hingga membentuk sudut lancip. Mukanya ia tekuk. Membuat Ziddan tertawa keras. Karena ia tak sanggup lagi menahannya.


“Mas ... kenapa malah tertawa. Kau ini membuatku semakin kesal.”


“Aww sakit, Mas.” Tamara menjingkat kesakitan. Ziddan lalu mengusap pipi yang tampak merah bekas cubitannya.


“Maaf, habis kamu selalu membuat mas gemas.”


Tak berapa lama kemudian beberapa pelayan datang silih berganti membawakan porsi demi porsi pesanan Tamara.

__ADS_1


“Maaf untukmu aku tunda, sekarang aku ingin menikmati makanan ini dulu. Hmmm tampaknya begitu lezat,” ucap Tamara dengan menjulurkan lidahnya. Andai saja mereka saat ini berada di rumah pasti Ziddan sudah menggigitnya.


 


 


 


Bersambung


Selamat Malam reader kesayanganku..


Terimakasih untuk kesetiaannya hingga pada waktu lebaran ini. Author meminta maaf jika selama ini ada kesalahan kata dalam menulis. Selamat hari raya idul fitri...🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2