
“Cherly kamu mau ke mana?” tanya Vera tengah mengejar putrinya. Tapi Cherly tidak menjawab bahkan tidak menghentikan langkahnya. Vera masih terus mengikuti langkah cepat putrinya itu. Hingga akhirnya Cherly berhenti di dalam kamarnya, Vera ikut masuk lalu duduk di sebelah.
“Kamu kenapa sih, Cher?”
“Aku kesal dengan ustad Ziddan.”
“Kenapa?”
“Mom bisa lihat sendiri kan apa yang dia lakukan,” sahut Cherly cepat.
“Memangnya kenapa? Tidak ada yang salah.”
“Tentu salah. Dia sudah melukai hatiku, Mom.”
“Apa maksudmu?” tanya Vera terkejut.
“Mom! Cherly suka sama ustad Ziddan. Kenapa Mom tak mengerti juga. Aku berharap banyak padanya. Bahkan aku rela jika dijadikan istri keduanya,” ucapnya tegas. Membuat Vera melayangkan telapak tangannya ke pipi putrinya itu.
“Kamu mabuk? Sadar, Cherly!”
“Cherly nggak mabuk, Mom. Seratus persen Cherly sadar,” sahut Cherly tanpa merasa membuat Mamanya marah.
“Jangan gila kamu. Kamu itu anak pemilik perusahaan di mana dia bekerja. Lagi pula dia sudah beristri. Buka matamu!” bentak Vera yang sudah terlihat memuncak amarahnya.
“Mom, jika hari ini benar hari ulang tahun Cherly. Bahkan Cherly tak akan meminta hadiah apa pun dari Mom and Dad. Cherly hanya ingin pegawai Mom itu!” ucapan Cherly membuat Vera kembali menampar putrinya untuk yang kedua kali.
“Jangan jadi wanita perusak rumah tangga orang, Cherly! Naikkan harga dirimu lagi! Buang jauh-jauh perasaan bodohmu itu!” sentak Vera dengan nada tingginya. Vera kemudian meninggalkan Cherly sendirian di ranjang yang masih terlihat menangis dengan memegangi pipi.
__ADS_1
Vera kembali ke pesta menyusul suaminya yang tengah berbincang asyik dengan karyawan.
“Di mana Cherly?” tanya suaminya.
“Ada di Villa, Pah.”
“Sakit dia?”
“Iya.” Bohong Vera kepada suaminya. Karena banyak karyawan di tempat itu jadi tak mungkin Vera mengatakan yang sebenarnya.
Setelah acara selesai, dan resto sudah sepi. Malam yang semakin larut di selimuti kabut yang turun tiba-tiba menemani perbincangan bos besar. Vera menarik nafasnya kasar lalu menghembuskannya dengan perih sebelum ia bercerita kepada laki-lakinya.
“Ada apa sebenarnya, Mah?”
“Cherly menyukai Ziddan.”
“Apa?” ucap Reyfan terkejut dengan berdiri dan menggebrak meja.
“Mana Cherly?”
“Masih di tempat yang sama mungkin, Pah.”
“Papa perlu bicara dengannya!” Reyfan melangkah menuju Villa Cherly. Membuka setiap ruangan yang ada ketika tak menemukan sosok putrinya di kamar. Tetapi dia tidak berada di sana. “Kemana Cherly?”
“Mama juga tidak tahu, Pah. Terakhir Mama bicara dengannya di kamar ini.”
Karena keduanya tak menemukan keberadaan putrinya, ia kemudian melapor pada pihak keamanan Villa untuk membantu mencari di area Villa yang sangat luas. Butuh waktu lama untuk menelusuri Villa yang sangat luas itu.
Semua penghuni Villa terbangun tengah malam ikut mencari gadis yang sedang berulang tahun itu. Termasuk Ziddan dan Tamara, mereka juga terbangun karena mendengar keributan di luar. Tidak di sangka jika anak bosnya menghilang. Ziddan mencari ke semua sudut Villa nya. Tapi tidak ia temukan. Ziddan tidak bisa ikut mencari lebih jauh karena harus menemani istrinya.
__ADS_1
“Mas, ikutlah mencari. Aku tak apa sendiri di Villa. Nanti biar aku kunci semua pintu sambil menunggu kepulanganmu.”
“Enggak, Sayang. Mas khawatir denganmu. Biarlah mereka sudah banyak yang mencari.”
“Tetapi aku yakin, Cherly menginginkan kamu yang menemukannya.”
“Mas lebih baik tetap berada di sini menjagamu daripada menemukannya.”
“Kenapa begitu, Mas. Dia kan anak bos kamu. Mas bisa kena SP jika tak ikut.”
“Ya, lebih baik seperti itu, Sayang. Sudahlah lebih baik kita menunggu kabar saja.”
“Baiklah jika Mas sudah bulat membuat keputusan.”
Tamara dan Ziddan hendak masuk ke kamarnya setelah menutup pintu utama. Namun, mereka dikejutkan oleh adanya seseorang yang tidur di ranjang mereka. Padahal saat mereka tinggal keluar tadi tidak ada siapa pun di sana. Mata mereka terbelalak tak percaya memandangi gadis seksi dengan pakaian yang terbuka itu. Hampir saja Tamara menjerit karena saking terkejutnya.
“Mas ....” Tamara menatap seraya meraih tangan Ziddan. Pria tampan bertubuh tinggi itu mendekap. Mereka melangkah bersama ke arah ranjang. Dimana terdapat gadis asing yang tengah tertidur. Lalu mengigau memanggil nama ‘Ziddan’ berulang kali.
“Cherly!”
bersambung ...
Hai kesayanganku jangan lupa dukung novel ini dengan menekan love dan vote ya. Jika memiliki poin baca bisa juga memberikan bunga. Jika kalian berkenan Author sangat berterima kasih sekali 🥰🥰🥰🥰
follow IG Author @_mukamalah 🥰
💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚💚
Mampir ke karya temanku yaa..
__ADS_1
Jingga yang gendut berubah menjadi cantik setelah bertemu dengan Langit. Akhirnya berniat membalas dendam pada keluarganya yang selalu menyiksa dia sejak kecil. Bahkan Kakak tirinya berusaha untuk melecehkannya. Mereka juga selalu menghinanya. Kini dia sudah cantik. Jingga juga menjadi anggota perkumpulan rahasia. hubungannya dengan Langit hanya sebagai teman walau Jingga mencintai Langit. Jingga tahu Langit adalah playboy. Langit takut dengan komitmen dan pernikahan. Sampai suatu hari Langit benar-benar merasa kehilangan Jingga. Dia berjanji tidak akan melepaskan Jingga dan akan menikahinya.