Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
episode 1. prolog


__ADS_3

Aku Kiandra putri, biasa orang memanggilku kian, usiaku saat ini 20 tahun, Dan Aku bekerja di salah Satu mall terbesar di jakarta sebagai customer service.


untuk penempatan customer service ada di lobby utama, lobby timur Dan office, hari ini Aku bertugas di bagian office. seperti hari biasanya Aku sampai loker (tempat CS berkumpul Dan bersiap) pukul 08.00, setelah berganti seragam Dan sedikit berdandan, Aku segera naik ke lantai 4 karna office mall berada di lantai 4, Aku langsung merapikan meja kerjaku, partnerku hari ini dinda datang lebih siang yaitu pukul 09.00.


"Okk meja kerjaku sudah rapi, " sambil menupuk kedua tanganku Dan merebahkan badanku di kursi CS yang sangat empuk,


baru saja duduk, terdengar dering telpon


kring..... kring..


"PT. griya cahaya, dengan kian bisa di bantu? " greating kian dengan jelas


" mbak saya guruh, tolong siapkan ruang meeting ya, saya ada meeting jam 10.00 , Dan klo ada yang mencari saya tolong langsung kabari saya, terima kasih" jelas pria di sebrang telpon


" baik pak" jawabku


pria itu langsung menutup telponya, entah kenapa hatiku sedikit berdebar ketika mendengar nama guruh, dia adalah kepala divisi fitout , divisi fitout itu berhubungan dengan tenant tau toko yang ada d mall, mencangkup pembukaan tenant, renovasi tenat atau tempat2 yang ada di dalam mall.


"huft, ternyata dia sudah dluan sampai, " gumam kian


waktu menunjukan pukul 08.50, karyawan mulai berdatangan, termasuk dinda


"pagi kian " sapa dinda, dengan gayanya yang centil, Dan langsung duduk di samping kian


"pagi dinda centil... " jawab nya,


"Aku ke kamar mandi dlu ya" ijin dinda dengan senyumnya yang lebar


"kebiasaan dewh..... " kebiasaan dinda setiap datang pagi pasti ke kamar mandi, untuk merapikan dandanannya


"belum pake eye liner, sama maskara" sahut dinda sambil berlari menuju toilet yang ada di dalam kantor.


"pagi mbak..... " sapa karyawan yang mulai berdatangan


"pagi.. " jawab kian sambil mulai menyiapkan keperluan meeting pak guruh..


yahh Aku sangat bersemangat, kalau berurusan dengan pak guruh, Aku penasaran dengan pria ini, pria ganteng, dengan sifatnya yang calm Dan suaranya yang lembut, dia jarang sekali terlihat bersama karyawan wanita,, sepertinya dia masih jomblo, padahal posisi nya disini dia adalah kepala divisi loh, muda,keren, tapi memang dia sedikit dingin


"ahh selesai... " suaranya dinda, sambil tersenyum Dan duduk di sampingku

__ADS_1


" udh selesai? " tanyaku


" udh dong" jawab nya sambil sedikit merapikan poninya


" yasudah, Aku mau nyiapain ruang meeting buat pak guruh ya, dia mau meeting jam 10.00 " jelas ku sambil berjalan meninggalkan dinda


"ihhh Aku aja dong " sahut dinda,, namun agak berbisik


Aku hanya tersenyum Dan menggerakan tanganku, pertanda tidak..


ruang meeting di kantor ini ada 4 , masing2 ruang an berukuran 6x6 m letaknya dua ruangan di sebelah kanan Dan dua ruangan di sebelah kiri saling berhadapan.


aku masuk ruang meeting A dan mulai menyiapkan segala keperluan meeting , mulai Dr proyektor, spidol, beberapa kertas sampai makanan yang tersedia di meja, setelah memastikan semua selesai kian kembali ke meja kerjannya


" pak guruh dateng jam berapa? " tanya dinda


" gak tau, Aku datang dia udah di dalam" jawab ku


ruangan CS mulai sepi, semua karyawan masuk ke dalam, Dan belum ada tamu yang datang.


kitapun belum ada tugas


tak lama ada 3 pria dengan pakaian rapi, mungkin usia nya 40tahunan


" pagi mbak, saya mau ketemu pak guruh, pak guruh nya ada? tanya pria berbaju baru


" ada pak, silahkan tunggu sebentar " jawab dinda sambil tersenyum


akupun segera menelpon ruangan pak guruh, ku pencet angka 111


" selamat pagi pak, tamunya sudah dateng " info kian pada guruh


" Okk baik mbak, suruh masuk ruangan, nanti saya menyusul ada beberapa yang belum saya siapkan" jelas guruh


" baik pak terima kasih" Aku segera menutup telpon Dan mengantar tamu pak guruh ke ruang meeting yang sudah di siapkan


" silahkan masuk pak.. " suruhku sambil membukakan pintu dan mulai menyalakan AC, baru saja keluar ruangan, badanku bertabrakan dengan seorang pria yang ternyata adalah guruh


duk.... brak.

__ADS_1


kertas yang d pegang pak guruh berhamburan, degg akupun kaget, takut grogi semua bercampur aduk


"maaf pak,,, " kataku sambil merapikan kertas yang berceceran di lantai


" gak papa kok, lain kali hati-hati" sahut nya sambil masuk ke dalam ruangan Tanpa senyum Dan agak sedikit kesal


" bodoh banget sih kenapa bisa tabrakan, " gumam ku


Aku langsung merebahkan badanku di sofa


" kenapa ki, tadi aku lihat kamu nabrak pak guruh? " tanya dinda memang posisi meja dengan ruang meeting sejajar jadi pasti terlihat jelas


" iya, Aku gak liat baru tutup pintu, pas mau balik badan dy mau masuk" jelasku


"gimana rasa nya? tanya dinda menggodaku


" rasa apaan? malu iya " jawabku sambil mengambil beberapa surat izin untuk renovasi tenant


" coba tadi Aku aja ya " kata dinda sambil tersenyum


"hmm dasar maunya" Aku langsung mendorong lengan dinda


kerajaan hari pagi ini tidak terlalu banyak, karena belum ada tamu, atau perintah dari dalam ruangan office, jadi Aku Dan dinda sedikit bergosip atau sekedar cerita kecil.


•••••••••••••••


waktu menunjukan pukul 17.00


semua karyawan Satu demi satu meninggalkan ruangan, begitu juga aku sedang dinda masih harus meninggalkan 1 jam lagi, tapi aku sengaja belum meninggalkan meja CS menunggu pak guruh keluar ruangan terlebih dahulu, dengan alasan menunggu dinda


pucuk di cinta ulampun Tiba, akhirnya pak guruh ke luar ruangan, tepat pukul 17.30 , Aku segera bergegas menuju tempat absen (finger print) begitu juga pak guruh


"Dan dinda Aku duluan ya " Aku mengejek dinda yang terlihat sebel melihat pak guruh sudah pulang duluan


" silahkan bapak dlu" kataku sambilm mempersilahkan pak guruh untuk absen duluan


"ladies first " serunya sambil tubuhnya mundur ke belakang


" makasi pak " Aku segera menempelkan jari ku pada mesin absen, setelah selesai Aku turun Dan sengaja melambatkan langkahku

__ADS_1


tapi dengan cueknya dia melewatiku.....


ku lihat tubuhnya Dr belakang tingginya kurang lebih 170cm , dengan tubuh yg ramping tp sedikit berisi, rambut yang tertata rapi Dan yg Aku suka dia selalu wangi, entah berapa botol parfum yg ia pakai.


__ADS_2