
Setelah menyelesaikan acara makan dan minum obat keduanya duduk di ruang tamu untuk melihat drama, menonton adalah hal yang sangat suka di lakukan oleh Yu jin,
Mereka memiliki drama kesukaan yang sama, sama sama heboh dan bahkan sama sama saling mengomel
"Fei Fei, kau sudah minum obat, bagai mana keadaan mu sekarang"
"Kau punya mata kan?, Kau bisa melihatnya sendiri"
"Aku hanya memastikan saja Fei Fei, jika kau sudah jauh lebih baik aku akan membawa mu berkeliling"
"Aku malas, lebih baik menonton drama dari pada berada di luaran"
"Kau ini sudah terlalu lama di dalam ruangan bodoh, kau butuh udara segar, kau butuh keluar dan melihat pemandangan, kau ini dasar gadis aneh, semua gadis akan sangat bahagia jika di bawa keluar, kau?, Kau menolak tampa perasaan"
"Aku malas"
"Bersiaplah, kita akan ke panti, kau perlu udara dan mata hari, jadi mandi dan bersiaplah"
"Kau, bisakah memperlakukan ku seperti seorang gadis, sebagai pria kau terlalu lancang, di masa depan siapa yang mau menikahi ku"
"Jika tidak ada yang menikahi mu, biarkan aku yang akan menikahi mu"
"Kau ini?, Siapa yang mau menikah dengan mu"
"Jika kau tak mau menikahi ku maka aku yang akan menikahi mu, sama saja kan?"
"Kau"
"Sudahlah, perihal menikah sudah di bereskan bukan?, Ayok ke kamar mandi, atau kau ingin ku mandikan?"
"Kau gila" Jiang Fei melangkah masuk ke kamar mandi, Yu jin ini,
Ia akan memperlakukan apa yang ia katakan, selama ini Yu jin selalu menepati kata katanya
"Jangan lama lama, ya, bersiaplah aku akan menunggu mu" Yu jin beranjak menuju ruang tamu untuk menonton TV sembari menunggu si bungsu jiang itu menyelesaikan ritualnya.
Beberapa saat berlalu, setelah bersiap Jiang Fei dan Yu jin segera ke halte, dan dalam beberapa menit saja keduanya sudah turun dari bus
Panti yang akan ia kunjungi telah berada tepat di seberang jalan mereka hanya perlu berjalan sebentar agar bisa sampai dengan selamat
"Fei fei apakah kau benar benar baik saja wajah mu pucat, sepertinya aku yang terlalu memaksa mu untuk keluar, jika ingin pulang aku akan membawa mu kembali agar bisa beristirahat dengan baik"
__ADS_1
Wajah Jiang Fei terlihat semakin pucat dari sebelumnya, ini benar benar membuatnya takut, ia yang terlalu bersikeras mengajak Jiang Fei keluar, namun ia tak memiliki niat buruk, ia hanya tak ingin melihat Jiang Fei yang terlalu terpuruk
"Apakah kau bodoh, kita sudah sampai di depan panti asuhan dan kau mengajak ku kembali, bukankah sebelumnya kau sangat bersemangat membawa ku keluar?"
"Maafkan aku, aku tak tau akan jadi seperti ini, jika begini aku menjadi takut, takut jika kau kenapa kenapa"
"Dasar bodoh, aku baik baik saja, jangan terlalu berlebihan, aku tidak selemah itu"
"Tapi Fei Fei, aku, aku minta maaf aku yang memaksa mu dan malah membuat mu seperti ini, aku tak tau jika kau belum sepenuhnya baik"
"Tidak apa, ku katakan sekali lagi aku baik baik saja, kau, jika kau berani mengatakan maaf lagi maka aku akan memarahi mu" Jiang fei dengan kesal
Yu jin menghela nafas pelan, ia hanya bisa mengalah, dan membantu Jiang Fei untuk menyebrangi jalan,
Sebuah mobil hitam melaju dengan kecepatan tinggi, Yu jin dengan panik menarik jiang fei dengan kuat, hingga keduanya terguling di tepi jalan
"Fei Fei, apakah kau baik baik saja?”
"Oh astaga tangan mu terluka, Fei Fei, tahanlah sebentar mari ke rumah sakit, luka ini tak bisa di biarkan" Yu Jin semakin heboh saat melihat lengan jiang fei yang sedikit lecet
"Jangan terlalu berlebihan, hanya sebuah luka lecet saja, tak perlu kau membawa ku ke rumah sakit" Jiang fei perlahan berdiri, membersihkan pakaiannya dan
"Tapi Fei Fei, kau terluka"
"Hm baik lah jika kau mengatakan seperti itu, Fei Fei kau ini sungguh, jangan karena kau teman ku kau bisa sesuka hati seperti ini"
"Aku baik baik saja Yu jin ku yang tampan, aku baik baik saja, aku hanya perlu membersihkan luka saja, jangan terlalu cemas"
"Jangan membujuk ku, aku sedang marah dengan mu"
"Yu jin ku yang tampan, teman baik dan selalu menyebalkan, aku sudah meminta maaf pada mu, jika kau tidak menerimanya... Maka..aku tidak perduli" Jiang Fei menyengir dan hanya mendapatkan dengusan kesal dari Yu jin.
"Sial" Seornag gadis memukul setir dengan keras, ia gagal membunuh si bungsu ****** itu, ia gagal lagi, ia sudah melakukan banyak hal dan menghabiskan banyak anak buah untuk menghabisi Jiang Fei, namun ia gagal
Awalnya ia hanya ingin melihat si bungsu jiang menderita, dengan mengirim teror terornya yang mengerikan, jika Jiang Fei gila maka Shen yi akan meninggalkannya, tuan tua Shen tidak akan diam saja jika keponakannya menikahi orang gila
Namun nyatanya bahkan si bungsu Jiang nampak baik baik saja saat ini, ia harus bergerak cepat, jika tidak maka pria yang sangat ia cintai akan meninggalkan nya
"Sial, sial, sangat sulit membunuhnya, namun jangan senang dulu ini belum berakhir, Jiang Fei" Ucapnya kesal dan segera memacu mobilnya dengan kecepatan penuh,
Menyebalkan bukan saat kau sudah menyusun rencana dengan sangat rapi namun lagi lagi rencana itu gagal.
__ADS_1
Disisi lain seorang pria mengeram tertahan melihat segala kelakuan gadis yang berada di dalam mobil hitam itu
"Kau" Suara tertahan nan datar itu terdengar dari balik kaca mobil mewah berwarna silver yang berada tak jauh dari tempat si penabrak berhenti
"Dasar anak tak tau diri, tidak akan kubiarkan kau menyakiti Fei Fei ku, kau hanya gadis yang di pungut ayah namun dengan begitu bernyali menganggu gadis yang ku cintai" Suara itu berasal dari direktur utama Jin Crop,
yang tak lain adalah Han Zixuan putra kesayangan kota Beijing, pria yang berhasil sukses di usia muda, di sini sangat berbahaya ia akan tinggal lebih lama untuk memastikan keselamatan Jiang fei
Di panti asuhan
"Apakah perih?, Apakah sakit, sudah kukatakan agar berhati hati, jika lelah beristirahat kau ini ceroboh sekali, kalo terjadi apa apa siapa yang akan bertanggung jawab?, Siapa yang akan membayar air mata ku yang jatuh" Yu jin yang masih sibuk mengomel sembari mengoleskan beberapa anti septik untuk membersihkan luka jiang fei
Jiang cheng meringis pelan saat rasa perih itu datang
"Menagis apanya, Ku lihat kau bahkan menyesal karena aku hanya memiliki luka kecil"
"Kau menuduh ku begitu kejam, kau fikir aku pria seperti apa?"
"Lalu mengapa kau menekannya begitu keras, kau ingin mengobati ku atau membunuh ku"
"Siapa yang menyuruh mu bertindak ceroboh, sudah lah kau jangan banyak omong, aku akan membalut luka mu" Yu jin
"Ceritakan apa yang baru saja terjadi" Ucap Xing Cheng yang kini datang dengan kapan berisi minuman untuk kedua tamunya ini,
Ia adalah pemilik panti asuhan ini, sedangkan yu jin adalah anak yang ayahnya besarkan di waktu lalu, panti kecil ini milik keluarga Xing karena tuan tua Xing telah meninggal maka di wariskan pada Xing Chen sebagai pengurus dan pemiliknya
Karana yu jin berasal dari sini tentu saja mereka saling mengenal dan berteman baik
"Aku juga tidak tau pasti, yang jelas aku hanya melihat mobil itu melaju dengan kencang" Yu jin berucap dnegan pelan
"Sudah lah lupakan saja" jiang Fei, berucap dengan nada malas
Hanya sebuah kejadian kecil toh juga baik baik saja, hanya luka lecet saja
"Bagai mana bisa begitu Fei Fei, kebetulan yang di buat, mobil itu yang tiba tiba datang dan menabrak mu, kau bodoh atau bagai mana, kau adalah gadis yang begitu cerdas, bagai mana mungkin kau bisa tak mengerti dengan modus seperti ini" Ia bahkan sudah melihat dengan jelas motif di balik semua ini, si pengemudi benar benar sengaja ingin menabrak temannya,
"Jika pun benar maka biarkan saja, toh aku masih baik baik saja"
"Ia tak berhasil hari ini, lalu bagai mana esok?"
"Aku hanya perlu lebih berhati hati saja, sudah lah, kita datang untuk melihat anak anak bukan?, Jadi jangan bahas perihal orang jahat lagi"
__ADS_1
"Kau ini sangat susah di nasehati, aku hanya mencemaskan mu dan kau malah terlihat sangat baik baik saja" Yu jin berucap