
Hari hari sudah berlalu kini jiang fei sedang mengerjakan pekerjaannya seperti biasa, dan seperti biasa pula Yuan Nian selalu menggangunya,
Dengan menawarkan beberapa kenalan tampannya, Perlu di ketahui untuk saat ini jiang fei bahkan sangat tak tertarik untuk menjalani sebuah hubungan yang serius, ia tak ingin terlibat dalam urusan asmara yang penuh drama
Hubungannya dengan Shen yi pun masih sama sebelumnya, Shen yi yang mengejar dan ia yang mengomel dan mengatakan hal hal kejam
Namun meskipun begitu Shen yi bahkan tak pernah merasa keberatan, baginya kemarahan Jiang Fei adalah wujud dari cinta dan kasih sayangnya
"Fei fei kenapa kau belum pulang, saat hari sudah hampir malam, dan bahkan kau belum juga kembali" Itu pesan dari Yuan Nian
malam memang sudah menyapa dan Jiang Fei masih berada di kantor untuk bekerja, lembur maka akan menambah gaji dan pendapatannya di bulan berikutnya
"Bekerja" Balas jiang fei singkat
Yuan nian selalu menghebohkan notifikasi ponselnya, ia tak akan berhenti mengirimi pesan atau bahkan menelpon sebelum mendapatkan jawaban dari Jiang Fei
Yah begitulah Yuan nian ia menjadi saudara yang sangat posesif selama beberapa waktu ini, Jiang Fei tau jika Yuan nian sangat mengkhawatirkannya hanya saja ini juga tidak benar, memperlakukannya seperti tahanan hanya untuk alasan tak masuk akal ini
Bagai manapun Jiang Fei adalah manusia yang memiliki pemikirannya sendiri dan merek tak akan bisa mengaturnya
"fei fei, mari bertemu di Restoran Min Ming" Pesan selanjutnya datang dan tentu saja setelah notifikasi berbunyi
"Aku tak punya waktu untuk menemani ke gilaan mu, aku sibuk, banyak hal yang harus di selesaikan, aku memiliki pekerjaan ku sendiri, Jagan menganggu ku" Balas jiang fei lagi
Setelah mengirim balasan ia meletakan ponselnya kembali ke atas meja dan memfokuskan diri ke komputer yang berada di hadapannya
Tak butuh waktu lama ponselnya kembali berbunyi, dan kali ini sebuah panggilan dari saudaranya
"Ya"
"Kau masih di kantor?"
__ADS_1
"Kukatakan jika aku senang bekerja, jangan menganggu ku"
"Jam kerja sudah selesai saat malam hari, temani aku makan malam"
"Aku sibuk"
"Pokoknya kau harus datang, akan ku tunggu, jangan sampai telat, jika tidak aku akan menjemputmu di tempat kau bekerja, dan kau tau kan setelahnya" Ucap Yuan Nian dengan sedikit mengancam Jiang fei menghela nafas kesal bagai mana bisa ia membiarkan Yuan Nian ke tempatnya bekerja,
Bisa bisa ia kembali membuat onar, ia tak ingin saudaranya membuat kekacauan lagi, dan pada akhirnya tetap dirinya bukan yang harus menyelesaikan?, dari itu akan lebih baik Jiang fei menghindar dari segala kemungkinan
"Hmm baiklah aku akan datang, jangan menjemput ku ke tempat kerja, keberadaan mu hanya akan membuat semuanya kacau"
Jiang Fei menghela nafas pelan, ia tak ingin orang lain tau jika ia dan Yuan nian memiliki hubungan, bukan ia tak bersyukur dengan karir cemerlang yang di miliki saudaranya
Hanya saja ia merasa sedikit tidak nyaman, jika muncul di antara keramaian ia hanya akan menjadi bahan perbincangan
Cukup sudah ia menjadi bahan pembicaraan di kantor karena Shen yi, ia tak ingin ia kembali di bicarakan karena ternyata ia adalah saudara dari seorang model terkenal seperti Yuan nian ini
Itulah isi pesan terakhir dari Yuan Nian yang membuat jiang fei meletakan ponselnya asal
Jiang fei menghela nafas pelan merentangkan tanganya untuk melemaskan otot otot yang terasa kaku, pekerjaannya hari ini sungguh melelahkan
"Lelah?" Suara itu seketika membuat jiang fei merinding, karena nafas hangat itu mengenai area sensitifnya(telinga), Jiang fei membalikan tubuhnya,
Didapatinya wajah sang presdir yang berada di hadapannya hanya ada jarak beberapa senti saja, ini terlalu dekat, jiang fei sondak menarik diri untuk menjauh, sejak kapan mahluk ini di sini?, mengapa ia tak menyadarinya?
Shen Yi tersenyum lembut namun melangkah maju untuk kembali mendekatkan diri pada sang kekasih, jiang fei bergidik ngeri takut dengan tatapan singa lapar itu, benar benar gila, lihat lah?, bahkan Shen Yi kembali mengikis jarak di atara mereka,
"Plak" Tamparan itu mulus tepat di pipi kiri Shen Yi, jiang fei segera menarik wajahnya untuk menjauh, ia sangat tak ingin terlibat dengan segala hal gila yang di lakukan Presdirnya
"Bajingan sialan, bisakah kau membiarkan ku tenang?" Jiang fei dan hanya di balas dengan wajah bodoh milik Presdir Shen itu
__ADS_1
"Mari pulang bersama" Ucap Shen Yi lembut sambil tersenyum lembut tak perduli dengan wajah garang sang terkasihnya ini
"Dalam mimpimu" Ucap jiang fei ketus meraih tas kerjanya dan berlalu meninggalkan Shen Yi
"Ah fei fei kau sangat memahami aku rupanya, aku memang sekarang suka bermimpi dan itu tentang mu tapi aku sangat yakin suatu saat aku pastikan kau akan menjadi istri ku, mendesah nikmat di bawah kungkungan ku" Shen Yi tersenyum lebar sembari mengikuti langkah jiang fei
"Dasar Presdir gila" Bentak jiang fei kesal, namun terus melangkah menuju halte, ia sudah berjanji akan datang, dan ia tak ingin membuat saudaranya mengacau di tempatnya bekerja,
"Apa yang kau lakukan?" Bentaknya saat Shen Yi duduk di sampingan
"Mengantar mu pulang, tak apa jika kau tak suka dengan mobil ku, bus pun akan terasa baik jika bersamamu" Shen Yi tersenyum manis menatap wajah kesal milik kekasih hatinya
"Dasar penggoda ulung, setidaknya jika kau ingin menggoda goda lah gadis lain, aku terlalu muak dengan kegilaan mu Presdir," Ucapnya ketus,
Presdir ini sungguh menyebalkan, dengan wajah tampan dan reputasi baik seperti ini wanita mana yang bisa menolak pesonanya, mengapa harus merepotkan diri dengan mengejar gadis yang jelas jelas tak menginginkan keberadaanya,
"Aku tak menyukai mereka aku menyukai mu" Ucap Shen Yi ringan sambil terus menatap jiang fei
Perdebatan pun tak terhindarkan dan berjalan begitu asik, perdebatan itu terhenti saat mendengar sebuah notifikasi pesan, Shen Yi membacanya
Bus sudah berhenti di hadapannya jiang fei segera bangkit dari duduknya berjalan menuju bus, namun tangan Shen Yi lebih dulu menarik nya hingga saat ini jiang fei berada dalam pelukannya
"Lepaskan aku sialan"
Saat Shen Yi malah menarik tengkuknya dan lagi lagi Shen Yi berhasil mengambil ciuman darinya, kali ini Shen Yi mencium bibir ranum nan manis itu menyesap ******* saat jiang fei sudah mulai kehabisan nafas barulah ia melepaskannya
"Bajingan sialan" Bentak jiang fei memegang bibirnya yang terasa panas,
"Maaf aku tak bisa menemani mu pulan, ada beberapa hal yang harus ku lakukan, Sampai jumpa besok" Belum sempat jiang fei memberikan pelajaran pada pria kurang ajar itu, Shen Yi sudah berlari kecil meninggalkannya,
“Dasar laki laki bajingan bahkan ia pergi saat mendapat untung dari ku” batin jiang fei pelan, entah kenapa ia mejadi begitu kesal karena Shen Yi yang pergi begitu saja
__ADS_1
"Lihat saja akan ku balas besok" Ucap jiang fei dan masuk ke bus, beberapa orang menatapnya lekat, jiang fei terlalu lelah untuk menanggapinya dan berakhir pada jiang fei memejamkan matanya.