Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
33


__ADS_3

Didalam ruangan Jiang fei menghela nafas pelan dan mendudukkan dirinya dengan kesal, ia mengambil minuman yang ada di tas dan meneguknya perlahan, ia harus mengontrol emosi


Jangan marah dan jangan terpancing lagi pula untuk apa ia marah?, Apakah ia memiliki hak untuk itu?, Tentu tidak bukan?


"Hey fei fei kau ini, seharusnya aku yang menarik mu lalu apa ini, kenapa malah kau yang menarik ku, dan ku fikir kau cemburu melihat Presdir bersama gadis tadi, ia memang cukup cantik dan begitu elegan, terlihat dengan jelas berasal dari garis keluarga berada" Yu Jin berucap dengan nada kesal,


Jiang fei tidak memiliki niat untuk mendengarkan protes dari sahabatnya ini, saat ini ia sedang kesal dan marah, rasanya sangat tak senag saat melihat Shen yi memeluk gadis lain,


Apanya yang akan mencintainya selamnya, Shen yi bahkan dengan mudah terpikat oleh kecantikan, dan ia berfikir jika pria yang seperti itu tak pantas untuk mengejarnya, dan takan pantas untuk mendapatkan hatinya


"Kenapa aku harus cemburu pada mereka" Ucap jiang fei menghidupkan komputernya


Ia tak menyukai Shen yi, untuk apa ia cemburu dengan gadis naïf itu, melakukan begitu banyak upaya untuk mengejar shan yi, jika benar benar mau maka silahkan ambil, ia tak akan memaksa


"Kau ini menyebalkan fei fei, Sudah jelas kau cemburu karena melihat Presdir Shen berpelukan dengan orang lain, masih tak ingin mengaku " Ucap Yu Jin dengan suara pelan sambil mengerjakan pekerjaannya


Hal seperti ini memang sangat wajar terjadi,


Selama ini Jiang fei bersikap terlalu semana mena namun Presdir shen masih menyukainya, ia juga tau jika tampa di sadari jiang fei sudah mulai tertarik dengan shen yi, hanya saja ia sedang berusaha menyangkal dan menolak perasan dan kenyataanya


"Benarkah aku cemburu?, ah tidak mungkin, ini pasti bohong, oh tidak seorang jiang fei cemburu?, tidak tidak, kamu tidak cemburu fei fei, tidak akan pernah!!! Tapi kenapa rasanya?" Batin jiang cheng sedang berperang dengan logikanya.


Tidak mungkin, tak mungkin ia menyukai pria mesum itu, pria murahan yang dengan mudah beralih pada gadis lain, jiang fei tau jika dirinya bukan gadis yang lembut, ia tau dengan pasti kemampuan dan dirinya sendiri, ia tak menyukai pria mesum itu


"Ah kau ini Fei Fei kau bisa menipu semua orang tapi aku adalah teman mu, orang yang bersama mu setiap hari bagai mana mungkin kau bisa menipuku, dan jangan mencoba menipu dirimu sendiri, terimalah kenyataan jika kau sudah tertarik dengan presedir”


“Ku tidak, sampai kapan pun tetap tidak, aku tidak menyukainya dan tak akan pernah menyukainya dengar, jadi ku mohon berhentilah untuk mengungkitnya lagi”


“hm baiklah terserah kau saja lah aku akan bekerja, kau juga bekerjalah, aku tak sabar bertemu idola ku”


“Aku tau, jangan cerewet, lanjutkan bagian mu jangan menganggu ku”


“Baiklah baiklah”


Keduanya menyibukkan diri dengan pekerjaan masing masing hingga tak sadar jika beberapa waktu telah berlalu


“Pekerjaan ku selesai, mari aku ingin melihat pemotretan itu, untung saja pekerjaannya hanya sedikit hingga dapat kita selesaikan sambil mengobrol dengan santai, dan waktunya telah tiba, kau harus menepati janjimu Fei Fei" Ucap Yu Jin sembari membereskan mejanya


Pekerjaan baru saja selesai, seperti yang telah di rencanakan yu jin akan melihat pemotretan idolanya

__ADS_1


"Hm sedikit lagi pekerjaan ku selesai, kau bisa mengemasi barang mu, terlalu lama di tempat ini akan mempersingkat usia ku" Ucap Jiang Fei pelan,


Ia mengambil beberapa kertas di meja dan memasukannya ke dalam map merah yang ia bawa,


Karena sudah selesai maka ia tak ingin menghabiskan lebih banyak waktu lagi di tempat ini, ia akan segera pergi dan bekerja di tempatnya


"Krek"


Pintu perlahan terbuka, bukan Jiang fei ataupun Yu jin yang membukanya, melainkan pria yang saat ini telah berdiri dengan gagah di antara mereka,


Pria tampan dengan stelan formal dan wajah menawan milik sang Presdir Shen, Jiang fei memutar matanya malas, ia terlalu malas dengan wajah memelas itu


Keberadaan mahluk ini sangat tak ia inginkan, hanya akan membuatnya kesal dan merasa tak nyaman saat mengingat kejadian sebelumnya


"Fei Fei" Shen Yi langsung memeluk tubuh Jiang Fei dengan begitu erat, ia ketakutan dan cemas,


Jiang fei tentu saja masih terkejut dengan gerakan yang sangat tak terduga ini sehingga untuk beberapa saat ia terdiam mematung,


Sedangkan Yu jin sudah bergerak keluar, ia mersa tak pantas untuk tetep berada di tempat ini, terlebih hatinya terasa begitu sakit saat melihat Shen yi memeluk Jiang Fei dengan begitu erat dan bahkan tak mendapatkan perlawanan dari Jiang Fei


Hatinya sakit akan lebih baik ia keluar dan membiarkan keduanya menyelesaikan masalah mereka merasa


Ini bukan lah posisi yang baik, jika ada yang melihatnya, dimana ia akan meletakan harga dirinya


"Tidak sebelum kau mendengarkan penjelasan ku, kau salah faham Fei Fei kau salah faham, dengarkan penjelasan ku terlebih dahulu" Ucap Shen Yi pelan, dan mempererat pelukannya, ia tak akan melepaskan pelukan itu sebelum mendapatkan maaf dari sang terkasih


"Tidak ada yang perlu di jelaskan, kau bukan siapa siapa bagi ku, jangan menganggap dirimu sepenting itu"


Memangnya siapa jiang fei?, siapa dia yang mendapat hak istimewa itu, ia dan Shen Yi  tak memliki hubungan apapun, dan lagi penjelasan seperti apa yang akan di katakan Shen Yi


Mereka tak memiliki hubungan apapun, lalu untuk apa penjelasan itu?, ia merasa sangat tak pantas untuk menerimanya


"Fei fei kau salah faham, dengarkan aku Fei Fei beri aku waktu dan, biarkan aku menjelaskannya beri aku kesempatan" Ucap Shen Yi dengan suara yang sedikit bergetar,


Ia tidak ingin jika perihal ini akan berkelanjutan, sungguh ia sangat takut dengan kehilangan, ia telah mencobanya sekali,


Itu bahkan lebih buruk dari pada kematian Shen Yi sudah bertekad agar tak melepaskan jang fei apapun yang terjadi


"Ku katakan itu bukan urusan ku bodoh, apapun yang kau lakukan dengannya tak memiliki sangkut paut dengan ku, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan, kau bisa memeluknya, menciumnya atau bahkan tidur bersamanya, aku sama sekali tak perduli kau dengar?, Aku tak perduli dan tak mau perduli tentang mu, sekarang lepaskan aku, aku tak bisa bernafas kau ingin membunuh ku?" jiang fei berteriak dengan penuh amarah

__ADS_1


Shen Yi memeluknya terlalu erat hingga menyulitkannya untuk menarik oksigen,


"Fei fei, maaf, maaf kan aku hiks hiks maaf, jangan tinggalkan aku, hiks hiks ku mohon, maaf aku aku salah, ku mohon jangan pergi, maaf, jangan tinggalkan aku aku mohon jangan membuang ku lagi" Ucap Shen Yi melonggarkan pelukanya namun tak melepaskan pelukanya,


Air matanya mengalir begitu saja, hatinya terasa begitu sakit saat mendengar ucapan jiang fei dan lagi ia tak mungkin sanggup jika kembali ditinggalkan, tidak, itu tak akan pernah terjadi, cukup sekali saja cukup, ia tak akan membiarkan jiang fei menghilang lagi TIDAK AKAN PERNAH


"Apa yang sedang kau lakukan, apakah kau ini bodoh, apa yang sedang kau tangisi, cepat lepaskan aku, kau memeluk ku terlalu erat" Ucap jiang fei menghela nafas pelan


Tak ada nada ketus seperti biasanya, entah mengapa saat sulung shen ini menagis hatinya terasa sakit, ini tidak mungkin cinta kan? Tidak sungguh tidak mungkin, jiang fei bukan gadis yang mudah jatuh dalam rayuan pria buaya seperti Shen Yi


"Tidak, kumohon, jangan, jangan tinggalkan aku lagi, jangan pergi, maaf, ku mohon jangan lagi" Shen Yi berucap dnegan begitu lirih dengan suara sedikit serak akibat menagis


"Aku harus kembali ke divisi ku, pekerjaan ku di sini sudah selesai" Ucap Jiang Fei pelan,


Bahkan ia tak percaya jika ia mengucapkan hal ini, lah tidak bagai manapun jiang fei adalah seorang manusia, memiliki hati, dan tak mungkin tega melihat pria agung ini (Shen Yi) menagis di hadapannya.


Dengan enggan Shen Yi melepaskan pelukanya, dan beralih menggenggam tangan Jiang fei dengan begitu erat, bahkan sangat erat seakan jika lengah sedikit Jiang fei akan


meninggalkannya, Shen Yi tak akan membiarkan hal itu terjadi


"Lihat lah apa ini, dasar, berapa usiamu, mengapa kau malah menagis di depan sembarangan orang, apakah kau tak malu?, menagis dengan begitu mudah, seperti anak kecil saja" Ucap Jiang fei menepis jejak air mata Shen Yi dengan lembut,


"Aku hanya akan menagis di hadapan mu, aku akan menjadi anak kecil bersama mu, aku berjanji untuk menyayangimu selamanya" Shen yi tersenyum sembari menatap wajah jiang fei yang sangat dekat dengannya


"Berhentilah menatap ku seperti itu, apakah di wajah ku ada kotoran sapi? " jiang fei ketus sembari menarik dirinya untuk membuat jarak di antara mereka


"Kau sangat cantik" Ucap Shen Yi lembut


"Jangan ucapkan itu lagi, sangat menjijikan, kau adalah seorang Presdir yang terhormat, sangat tak pantas jika berprilaku seperti seorang bajingan jalan" Ucap jiang fei malas


"Tapi kau benar cantik fei fei" Ucap Shen Yi lembut mengelus pucuk kepala jiang fei


"Terserah kau saja lah" Ucap jiang fei kesal berjalan untuk meninggalkan Shen Yi,


Namun niat hanya tinggal niat, Shen Yi malah menarik tangan jiang fei dan kembali menarik si gadis jiang dalam pelukanya


"Jika kau tak melepaskannya ku saat ini maka kau tak akan pernah melihat ku lagi, aku dapat memastikannya" Jiang Fei  berubah datar dan terkesan dingin,


Ini adalah ekspresi yang Shen Yi benci, ia tak masalah jika mendapat amukan dari si bungsu jiang ini, namun ia sungguh tak sanggup melihat wajah datar dan dingin nya benar benar tak sanggup

__ADS_1


"Jangan katakan itu, kau akan selalu di sini, aku akan melepaskan pelukan, tapi kau harus berjanji untuk tidak menjauh dari ku" Ucap Shen Yi lembut dan menarik tangan jiang fei keluar ruangan


__ADS_2