
Malam semakin larut Shen Yi duduk termenung di kamarnya bayangan 5 tahun lalu masih sering melintas di pikirannya rasa bersalah itu, rasa kesepian itu, kekosongan itu dan semua hal tentang fei fei, gadis yang sangat ia cintai selama hidupnya
Flashback 5 tahun lalu
saat ini keduanya sedang berada di ruang ViV restoran min Tinea, restoran yang cukup terkenal di kota ini
*Pada awalnya Shen yi hanya berniat untuk mengenalkan kekasihnya pada sang paman, keduanya sudah bersepakat untuk menjalani hubungan yang serius dan akan menikah setelah Jiang Fei menyelesaikan pendidikan
Namun siapa sangka seorang Shen Su An yang di kenal dengan budinya yang luhur malah menghina Jiang fei dengan begitu kejam, begitu banyak kata keji yang di katakan oleh pria paruh baya itu
Jiang fei hanya terdiam kaku di tempatnya, ia masih diam saat mendengar segala hinaan yang di lontarkan tepat di depan matanya, setelah mengucapkan beberapa kata penutup Shen Su An berlalu begitu saja meninggalkan shen yi yang kini tertunduk lemas*
"*Maaf kan aku fei fei aku tak menyangka akan seperti ini jadinya" Shen Yi meremas tangan Jiang fei dengan penuh rasa bersalah,
Ia bahkan tak menyangka jika pamannya mampu melontarkan kata kata keji itu pada gadis yang sangat ia cintai, Jiang fei menatap Shen Yi dengan senyuman getir,
Semua terjadi begitu saja, dan jiang fei tak tau akan menyalahkan siapa, nyatanya harga diri yang selama ini ia junjung tinggi sudah terhempas jauh ke dasar bumi*
"*Pergilah, jangan pikirkan aku, benar kata paman mu tak seharusnya kita memiliki perasaan ini lagi pula kau harus melanjutkan studi dan menjadi orang yang sukses aku selalu berdoa semoga kebahagiaan selalu bersamamu" Ucap jiang fei lirih sambil menatap ke luar jendela,
Apa lah dayanya yang hanya seorang gadis lemah, anak yatim piatu yang hanya mengantungkan hidup dengan bekerja paruh waktu, yang di katakan Shang Su An memang benar, ia lah yang terlalu berharap dan bermimpi untuk memilikinya
Ia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan, ia hanyalah manusia biasa, memiliki perasaan hatinya terasa sangat sakit saat mendengarkan penghinaan yang di ucapkan langsung di depan wajahnya*
"*Tidak Fei fei aku tak akan meninggalkan mu, kau lah kebahagiaan ku Fei fei, apa yang salah dengan cinta kita kenapa paman sangat membencimu kenapa paman menentangnya" Ucap shen yi lirih mencium punggung tangan jiang fei,
Apa salahnya jika mencintai seorang gadis miskin?, nasib manusia bisa berubah seiring perjalanan waktu, bukankah cinta tak memandang status, kaya ataupun miskin tetap sama di mata cinta, mengapa sang paman menentang keras hubungan mereka*
"*Shen yi mengertilah, benar yang di katakan paman mu, kau tidak akan mendapatkan apa apa jika terus bersama ku, aku tak pantas untuk mu kita dari kalangan yang berbeda, kita memang tidak di takdirkan untuk berama" Jiang fei dengan tubuh bergetar melepaskan genggaman Shen yi,
Wajahnya kini memanas, namun ia masih berusaha sekuat tenaga agar tidak menjatuhkan air mata, memang sungguh menyakitkan jika kau di paksa meninggalkan orang yang sangat kau cintai , namun apalah dayanya, ia tak memiliki hak untuk membuat Shen yi selalu bersamanya*
"Tidak aku tak akan meninggalkan mu, aku akan membawamu pergi, kita akan pergi meninggalkan tempat ini dan hidup bahagia, ku mohon jangan pasrah seperti itu, seakan hanya aku yang mencintaimu" Shen yi memandang bahu Jiang fei untuk menatapnya
"*Tidak, jangan pernah lakukan hal itu lakukan itu, keluargamu lebih berharga dari segalanya, berjanjilah padaku untuk tidak meninggalkan keluarga mu hanya karena diriku" Jiang fei menepis tangan Shen yi,
Runtuh sudah pertahanannya air mata itu berhasil lolos membasahi pipi nya jiang fei segera menepis nya dan menampilkan senyuman yang sangat menyakitkan bagi Shen yi*
__ADS_1
"Jangan katakan itu Fei fei, aku tak akan pernah menjanjikan hal yang tak akan ku lakukan" Shen yi tak senang, ia menarik tubuh Jiang fei dan memeluknya dengan sangat erat
"*Aku akan membawamu pergi, aku akan membawa mu jauh dari sini, maafkan aku karena membawa mu padanya dan bahkan malah menyakiti dan melukai hatimu" ucap Shen Yi dengan nada pelan dan setelahnya menarik tangan Jiang fei meninggalkan restoran,
Jiang fei menepisnya namun gengaman Shen Yi tak bisa di remehkan, jiang fei meringis pelan, Shen Yi mencengkeramnya dengan begitu kuat ia sudah berusaha melepaskan diri itu namun jangan remehkan tenaga Shen Yi, saat ini ia benar emosi hingga tampa sadar menyakiti gadis yang paling ia cintai*
"*Berhenti Shen yi aku tak ingin ikut dengan mu, Aa kau menyakitiku Shen Yi" Jiang fei bahkan membentak Shen yi dengan kasar,
ia sudah benar benar kehabisan stok sabar hingga tampa sengaja berteriak dengan keras pada kekasihnya, seketika langkah Shen Yi terhenti berbalik menatap Jiang fei dengan tatapan tajam
Ia tak suka ini, ia tak suka saat jiang fei memanggilnya dengan nama itu, Shen Yi menatap kekasihnya sebentar dan setelahnya kembali menyeret jiang fei ke mobilnya*
" Lepaskan aku Shen Yi aku tak mau ikut dengan mu aku tak mau pergi, kau dengar itu, lepaskan aku bodoh, apakah gila kau akan membuat pamanmu khawatir" Jiang fei memukul mukul kaca mobil,
"*Se Perduli itukah kau dengan keluarga ku?"Ucap Shen Yi datar tampa memalingkan wajah arah jiang fei,
Ia sangat kecewa karena Jiang fei tidak berusaha untuk mempertahankannya, Jiang fei tak mau memperjuangkan cinta mereka Shen Yi sangat kecewa dan sangat marah pada dirinya seharunya ia tak mengikuti permintaan sang paman dengan begitu fei feinya tak akan terluka,
hubungannya pasti masih baik baik saja, namun?, nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi, ia bahkan tak menyangka jika sang paman mampu mengatakan hal sekeji itu, ia benar benar kecewa pada dunia yang telah merusak cintanya
"Kau tak akan mengerti Shen yi, keluarga lebih dari segalanya, jika aku memiliki kesempatan untuk menujukan bakti pada mereka, jika memiliki waktu maka nikmati dengan baik sebelum Penyesalan datang"
''*Aku tak ingin membuat mu lebih sakit lagi Shen Yi benar yang di katakan paman mu, cinta seperti ini seharusnya tidak ada, kita bukanlah pasangan yang di takdirkan, dari itu mari akhiri semuanya sebelum terlambat" Ucap jiang fei dengan suara bergetar,
Sambil menepis air matanya yang sedari tadi mengalir deras di pipi mulusnya ,namun Shen Yi tak mendengarkannya ia terus memacu mobilnya meninggalkan kota ini,
Ia tak akan membiarkan siapapun mencoba menghalangi cinta mereka*, mengapa harus begitu memperdulikan perasaan orang lain sedangkan mereka bahkan tak pernah ingin perduli dengan perasaan dan keinginan kita
*Setelah berada di perbatasan dan Yuping tiba tiba mobil yang di kendarai Shen Yi hilang kendali dan
"Brakkk" Mobil sport itu kini telah berguling di jurang yang cukup dalam*
"Aku mencintaimu" Ucapnya lirih sebelum kehilangan kesadarannya
Flashback off
"Kakak" Ucap Zhan Li mengetok pintu kamar kakaknya, dan membuat Shen Yi terbangun dari lamunannya,
__ADS_1
Shen Yi menepis air mata yang tampa sadar mengalir saat mengingat kejadian menyakitkan itu Shen Yi menarik nafas pelan dan perlahan membuka gang pintu dan mempersilahkan saudaranya untuk masuk
"Ada apa" Shen Yi dengan suara serak khas orang yang baru habis menagis
Zhan li menatap kakaknya dengan tatapan datar namun Shen Yi jelas tau jika itu adalah tatapan khawatir dari adiknya yang kurang bisa berekspresi ini
"Kau menangis?" Zhan li berucap pelan, Shen Yi hanya tersenyum lembut sembari menggelengkan kepalanya
"Aku tidak apa apa Zhan li"
Ia membukakan pintu lebar membiarkan saudaranya masuk, Zhan li mengerutkan keningnya, bahkan sang kakak tidak menangis saat kematian kedua orang tuanya 6 tahun silam,
Lalu Siapakah yang sudah berhasil membuat kakaknya mengalami kesedihan seperti ini, tiba tiba zhan li merasa kesal dengan orang yang telah menyakiti kakaknya, ia akan mengurusnya nanti, lihat saja ia tak akan melepaskannya dengan mudah, ia sudah di buat kesal saat menemukan tanda lima jari di wajah kakaknya dan kali ini?,
Bahkan lebih perah dari sebelumnya, kakaknya yang kuat menagis?, zhan li jelas tak bisa menerima itu, oh tidak siapapun tak akan membiarkan saudaranya terluka seperti ini
"Akan ku cari" Ucap Zhan li pelan dengan wajah datarnya,
'Jadi yang mau di cari sama zhan li ini adalah orang yang sudah membuat kakaknya menangis, dan memberi pelajaran agar tak menyakiti kakaknya lagi'
"Tak apa, tidak ada yang perlu kau khawatir kan, aku baik baik saja, dan ada apa kau menemui ku" Shen Yi duduk di sofa
"Khawatir, kakak pulang dengan gelisah" Ucap zhan li pelan dan duduk berhadapan dengan kakaknya
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, aku baik baik saja, hmm bagai mana dengan pekerjaan mu?" Shen Yi sambil tersenyum lembut ke adiknya yang datar kayak papan triplek
"Semua baik, dan pemotretan akan segera di mulai minggu depan, saat yuan nian menyelesaikan kontraknya dengan bard pakaian itu" Ucap Zhan li pelan
Sejak awal Zhan li memang bukan ahli dalam berkata kata seperti Shen Yi yang ramah pada semua orang, namun ia selalu mengunjungi Shen Yi ketika melihat ada jejak kesedihan di wajah kakaknya,
Walupun ia tak bisa menghibur dengan kata kata penenang setidaknya ia selalu berada di samping kakaknya dan memastikan jika sang kakak tak melakukan hal yang membahayakan
Shen Yi kembali tersenyum, minggu depan adiknya akan memulai pemotretan di Roseblue, pengajuan kontrak sudah di tandatangani, dan untuk setahun kedepan Yuan Nian akan mempromosikan produk produk Roseblue
"Aku pergi, maaf menganggu waktu istirahat kakak" Zhan li pelan Shen Yi hanya mengguk pelan, setelahnya zhan li segera meninggalkannya dan semua kembai dalam kesunyian,
Seperti biasanya Shen Yi menghela nafas pelan berjalan menuju ranjangnya merebahkan tubuhnya hanya untuk menghilangkan rasa lelah setelah melewati hari yang panjang
__ADS_1
"Fei fei" Shen yi bercap dengan nada lirih mengambil sebuah poto yang terletak di samping tempat tidurnya, Shen Yi memeluk erat poto itu poto gadis tercintanya yang selalu menemani tidurnya sepanjang malam,