
"Biarkan aku masuk, tuan tuan yang terhormat, aku hanya ingin menemui teman ku" Ucap Yu jin pada dua orang pria bertubuh besar yang selalu menghalangi langkahnya,
Keduanya hanya diam, seperti patung kayu, bahkan tak terpengaruh dengan segala omong kosong itu, yu jin, pria yang memiliki mulut yang begitu lemas
"Fei fei, kau di dalam kan?, keluarlah, jangan hanya sembunyi di dalam rumah mu, lihatlah kedua pria besar ini menghalangi jalan ku, fei Fei keluar, apa kau tak merindukan ku?, is kau ini sungguh benar benar menyebalkan, hey, keluar fei fei, aku butuh penjelasan dari mu, mengapa memangnya?, aku hanya datang dan ingin menjenguk mu, kau bahkan mengundurkan diri dengan tiba tiba, bahkan kau tak pernah mengangkat telpon ataupun membalas chat ku, hey keluar Fei fei" Teriak yu jin keras, tak bisa di biarkan begitu saja,
Apa yang terjadi pada sosok singa galak itu, mengapa akhir akhir ini bahkan ji ana tak pernah bertemu dengan sahabatnya ini
"Hey Fei Fei keluar kau" Yu Jin berteriak keras pintu apartment perlahan terbuka, bahkan seluruh menghuni apartment pun dapat mendengar suara teriakan dari gadis ji ini
"Fei fei akhirnya kau keluar juga, aku merindukan mu, Fei Fei ku yang cantik aku sangat kesepian tampa mu " Ucap Yu Jin langsung menghambur di pelukan Jiang Fei , ia menghilang selama selama hampir 4 bulan ini
"Lepaskan aku bodoh, apakah kau ingin membunuh ku dengan pelukan mu ini?" Fei ketus,
Pria tak tau malu menubruk itu bahkan menubruk tubuhnya tampa perasaan, ia manapun ia adalah seorang gadis dan masih sakit pula, bagai mana mungkin bisa ia diperlakukan seperti ini
"Ah sudah lah soal itu, lupakan ayo masuk, banyak hal yang di harus kau jelaskan pada ku" Yu jin menarik tangan Jiang fei masuk dan mengunci apartment,
Kedua penjaga itu hanya menatap keduanya dalam diam, mereka hanya di perintahkan untuk menjaga bukan untuk ikut campur urusan orang lain
"Hey lihatlah Fei fei, kau menjadi semakin jelek saja, apakah kau tau?, kau terlihat sangat menyedikan dengan wajah pucat" Yu jin duduk di sofa dan di susul jiang fei
__ADS_1
"Apa yang ingin kau lakukan di sini?" jiang fei datar, ini adalah jam bekerja, bagai mana mungkin yu jin membolos dan memilih untuk mendatanginya
"Tentu saja melihat keadaan dirimu, kau adalah teman ku, saat kau sedang sakit, sebagai sahabat yang baik tentu saja aku harus menjenguk mu, kau terlihat sangat buruk, kau tambah kurus saja, baik lah, kau tunggulah di sini, aku akan membuatkan makanan lezat untuk mu, aku yakin kau sangat sulit jika di paksa makan, kau ini selalu saja seperti itu sudah tau sakit malah tidak ingin makan" Yu jin mengomel,
Ia tau betul dengan sifat Jiang fei yang keras kepala ini, mereka sudah bersama dalam jangka waktu yang cukup lama, hal yang wajar bukan jika mereka saling tau akan kebiasaan masing masing
Yu jin berjalan menuju dapur untuk memasak bubur khas orang sakit untuk temanya ini, jiang fei hanya membuang nafas pelan, ternyata pria cantik ini tak pernah berubah,
selalu saja berbuat sesuka hatinya, jiang fei berjalan menuju dapur, ia khawatir jika dapurnya di hancurkan oleh pria baru baran bernama Yu jin
"Fei fei, bukankah sudah ku katakan, kau hanya perlu menunggu ku di kamar saja, lalu mengapa kau keluar aku mengatakan jika kau harus menunggu ku, aku akan membawa makanan untuk mu, kau masih sakit tak boleh banyak bergerak" omelnya, ia sudah meminta Jiang Fei untuk menunggu namun gadis tengil ini bahkan begitu tak memiliki keinginan, ia selalu saja melawan dan mengabaikan apa yang di katakan oleh Yu jin
"Jangan perlakukan aku seperti orang sakit bodoh, aku sangat sehat, lagi pula aku tak selemah itu" Ucap jiang fei sembari menuangkan air putih ke kelas dan meminumnya secara perlahan,
Jika pria itu benar benar mati dalam kecelakaan ia harus mencari segera makamnya, setidaknya ia bisa merasa lebih tenang setelah bertemu, ia bisa menjalani kehidupan yang baik tak di hantui rasa penyesalan dan seluruh gangguan ini
"Baik lah, baik lah, kau duduk diam diam di sana, sebentar lagi bubur ku akan selesai" Yu jin masih sibuk dengan peralatan masaknya,
Setelah beberapa saat akhirnya proses pembuatan bubur pun selesai, Yu jin berjalan mendekati meja makan dengan semangkuk bubur yang berada di Napan
"Cobalah, kau tau ini pertama kalinya aku memasak, berterima kasihlah pada ku" Sembari meletakan buburnya di hadapan jiang fei
__ADS_1
"Kau ini sangat cerewet" Jiang fei pelan namun ia menarik bubur buatan yu jin ke arahnya, Yu jin sudah memasak dengan susah payah, dengan ragu ia mulai memasukan bubur ke dalam mulutnya
"Bagai mana?, tidak enak ya?" Yu Jin berucap dengan begitu antusias, ini adalah masakan pertamanya dan tentu saja ia sangat penasaran dengan hasilnya
"Tidak terlalu buruk dan masih bisa dan layak untuk di sebut makanan" Jiang Fei masih meneruskan acara makanya
"Kau yang terbaik Fei fei, baiklah sekarang tunjukan di mana obat mu, setelah ini aku akan mengajak mu jalan jalan, apakah kau tak bosan berada di rumah terus" Yu Jin dengan nada pelan,
Karena Jiang fei sudah makan tentu saja ia harus memastikan gadis galak ini meminum obatnya agar dapat sehat
Jiang fei hanya mengguk, ia juga merasa jenuh di rumah sepanjang hari, lagi pula ia butuh udara segar untuk melanjutkan hidupnya, gadis ji ini benar benar memahami yang di inginkan si bungsu Jiang
"Cepatlah katakan di mana obat mu, aku akan segera mengambil dan memberimu Obat agar kau cepat sembuh" Yu jin
"Di kamar, aku akan mengambilnya, sangat tidak layak seorang pria memasuki kamar gadis seperti ku" Ucap jiang fei
"Et kau habiskan makanan mu dulu, lagi pula di kamar mu tidak ada hal yang penting, aku sudah keluar masuk dari sana, dan selama ini kamu tak pernah mempermasalahkannya bukan?" Ucap yu jin dengan nada pelan dan setelahnya segera berjalan menuju kamar Jiang fei,
Ia memang cukup sering keluar masuk apartment bahkan kamar jiang cheng, untuk menjenguk si bungsu jiang
Jiang fei hanya mendengus
__ADS_1
"anak itu" Ucap jiang fei menyantap makanannya,.