Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
episode 14 bimbang


__ADS_3

aku sadar rasa cintaku hanya bersembunyi ketika guruh pergi, Dan ketika kita bertemu cinta itu kembali hadir, tapi rasa sakit ini?


setelah pertemuan itu aku kembali kemeja kerjaku, guruh memintaku bekerja professional, tak bisa aku bayangkan setiap hari aku harus bertemu dengannya, bahkan banyak berinteraksi, perjuanganku selama 3 tahun terasa sia-sia, cinta itu datang lagi Dan sakit ini terasa lagi.


waktu menunjukan pukul 16.00 semua karyawan bergegas untuk Pulang, begitupun aku, hari pertama ini membuatku lelah, bukan karena pekerjaan tapi karena hatiku bimbang.


kreakkkk


suara pintu terbuka


"kian kamu Pulang kemana? " tanya guruh


" masih ke tempat lama " jawabku sambil berpura-pura sibuk merapikan meja ku


"aku antar ya? " ajaknya..dia masih berdiri di depan mejaku


"gak usah pak, saya bisa naik ojol " tolakku,


" aku ingin menjelaskan semuanya" ucapnya sedikit memaksa


" baiklah..... "jawabku, kami menuju parkiran mobil terlihat beberapa karyawan memandangiku, ternyata mobilnya masih yang lama, mobil dimana untuk pertama kali aku jalan bareng bersamanya


" masuk ki, " guruh membukakan pintu mobil untukku


" makasi pak" ucapku sambil masuk Kedalam mobil, guruh berlari menuju pintu sebelah kanan


" kita mau makan dulu? jalanan pasti macet banget" ajaknya


"tidak usah pak, kita langsung Pulang saja" jawabku menolak ajakannya


" tapi saya lapar, kamu tega melihat saya kelaparan di dalam mobil" rengeknya memaksa


"pak... saya capek, bisa kita langsung Pulang? " paksaku


" gak, saya laper ki sebentar aja kita makan dulu, tempat makannya searah kok" jelas guruh masih terus memaksa ku


" baiklah pak, tapi sebentar aja " akhirnya aku mengiyakan ajakannya

__ADS_1


" Okk, pakai save belt ya.... " ledeknya,


mobil melaju dengan kecepatan sedang, kebetulan jalan jakarta sangat padat, jelas saja semua kendaraan memadati jakarta di jam Pulang kantor, sempat beberapa kali mobil kita terhenti karna macet, sampai akhirnya mobil berhenti di tempat makan siap saji


" yuk turun " ajak guruh


aku segera membuka pintu mobil Dan jalan menuju tempat makan siap saji


" kamu mau makan apa? " tanya guruh sambil menunjukan kertas menu


" burger aja pak " jawabku


" burger lagi... " ledeknya tersenyum, teringat awal pertemuan kita, aku memilih burger saat itu


setelah semua selesai, kami duduk menunggu makanan datang,


"kian sebelumnya aku minta maaf" ucap guruh membuka pembicaraan


"aku sudah maafin bapak, tapi aku belum Lupa rasa sakit hati aku ketika bapak pergi gitu aja" jawabku...


" menurut bapak? " tanyakku balik


" silahkan makanannya", seorang pramusaji membawa beberapa makanan pesanan kita


" sudah semua ya pak" jelasnya sambil pergi meninggalkan meja


" lalu apa alasan bapak menghilang gitu aja?" tanyaku


" boleh saya makan dulu gak? " dia malah balik bertanya sambil melempar senyuman kearahku


" silahkan" jawabku ketus, akupun mulai menyantap makanan yang tersedia


"kamu kalo lagi marah Lucu ya... " ledeknya sambil tersenyum


" gombalannya basi.... " jawabku dengan ketus, entah kenapa melihat sikapnya yang begitu ramah membuat aku Lupa Akan perlakuannya dulu..


" kalau basi di angetin " ledekknya ,

__ADS_1


" kalau basi di buang " balasku, suasana sedikit tegang,, aku sedari tadi hanya bicara seperlunya, tanpa senyum atau basa basi, sedang dia berusaha mencairkan suasana dengan joke-joke yang dia berikan.


" yakin mau di buang " tannyanya....


" makan tar keburu basi " suruhku, karena di buat kikuk olehnya


" baiklah...... " ucapnya sambil menikmati makanan yang sudah ia pesanan


tak ada pembicaraan yang serius saat itu, dia hanya sesekali bercanda agar membuat aku tersenyum, tapi aku berusaha memantapkan hatiku untuk tidak tergoda lagi olehnya.


selesai makan kami melanjutkan perjalanan pulang,, jalanan masih sangat macet. untuk menghilangkan jenuh, guruh memutar lagu vidi aldiano berjudul "kunanti candamu"


"ki.. semoga kamu gak terpaksa ya kerja bareng saya" ucapny membuka percakapan


" saya coba pak" jawabku singkat


"kamu masih sakit hati banget ya? " tanyanya, aku gak ngerti sama jalan fikirannya, harusnya pertanyaan itu tak keluar dari mulutnya


" ohh ya, katanya bapak mau menjelaskan, kenapa dulu menghilang di telan bumi ? " tanyaku kesal


" nanti aja ya, kayanya udah mau sampai, dari sini kosanmu gak jauhkan? " tanyanya memastikan,


aku tak menjawab pertanyaan, hanya mengangguk saja.


tak lama mobil berhenti di depan pagar kosanku, perjalan malam ini terasa panjang, selain karena macet suasana dalam mobil tak mengasikan.


"makasi udah anter saya" ucapku sambil membuka pintu mobil


" okay... good night" ucapnya sambil tersenyum


hatiku kembali bergetar, melihatnya aku teringat perlakuannya padaku dulu, tapi berada disisinya, memang itu yang ku mau


aku berjalan memasuki kamar kosanku, ssetelah membersihkan diri aku merbahkan badanku di kasur, aku teringat kembali pada senyumannya, perhatiannya, tapi dalam hatiku serasa ada penolakan, aku seakan diingatkan kembali semua yang telah dia lakukan padaku


"tuhannn tolong aku " teriakku


hari ini aku merasa bimbang.

__ADS_1


__ADS_2