Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
Chapter 83 - "Pilihan Kaisar"


__ADS_3

Setelah berfikir dengan matang,


Xia Mei memutuskan dengan pasti kalau dia akan ikut bersama dengan kakaknya


untuk menemui Kaisar dan mengetahui semua yang ingin dia ketahui. “Aku ikut”


tatapan matanya begitu yakin.


Xia Lan tertawa kecil, dia


terkesan kalau adik kecilnya akan menunjukan tatapan mata seperti itu di


depannya. Meskipun dia tahu kalau apa yang ada di fikiran saudara kecilnya itu


masih begitu naïf. Jikapun dia mengetahui semuanya, saudara kecilnya itu tidak


akan secara langsung bisa memahami apa yang dia lakukan dan cenderung akan


menentangnya. Begitulah, karena saudara kecilnya memang tumbuh sebagai gadis


baik dan naïf. Meskipun demikian, Xia Lan tetap memilih agar adiknya itu tetap


menjadi adik kecilnya yang lugu dan naïf. Sebagai kakaknya, dia akan


melindunginya dan memberikan padanya yang terbaik tanpa harus mengotorinya.


“Baiklah, mari” Menteri itu pun


mempersilahkan ketiga tamu undangan Kaisar.


Lan Sifan pun mengikuti Xia Lan,


meskipun nanti ketika sampai di ruang kerja Kaisar dia akan berada di luar


ruangan.


Mereka bersama-sama menuju ruang


kerja Kaisar memenuhi panggilan  Kaisar.


Setelah beberapa saat akhirnya


mereka sampai di depan ruang kerja Kaisar dengan Kaisar tampak begitu serius


dengan beberapa dokumen kerajaan yang harus di periksanya. Kaisar tampak begitu


lelah dengan urusan kerajaannya yang sedemikian pelik.


“Kaisar, Putra Mahkota bersama


dengan Tuan Muda Wen telah tiba” kata sang Menteri dari luar ruang kerja Kaisar


untuk memberi tahu Kaisar yang berada di dalam apakah Kaisar akan


mempersilahkan mereka untuk segera masuk ataukah harus menunggu beberapa saat


hingga Kaisar senggang dari pekerjaannya.


Kaisar berhenti membaca dokumen


ketika mendengar suara Menterinya kemudian meletakkan dokumen itu ke mejanya


“Masukklah” kata Kaisar sembari merebahkan punggungnya ke kursinya yang nyaman.


“Baik,” sahut sang Menteri


kemudian beralih kepada Xia Land an yang lainnya “Kaisar mempersilahkan. Silahkan”


sembari mengulurkan tangannya sebagai tata krama mempersilahkan.


Xia Lan masuk terlebih dahulu


ketika para pelayan yang berjaga di depan ruang kerja Kaisar membukakan pintu


ruangan kemudian disusul oleh Wen Yihuai baru kemudian Xia Mei dan sang Menteri


di urutan terakhir.


Setelah mereka berempat masuk ke


dalam ruangan, para pelayan menutup kembali pintu ruangan itu.


Kaisar nampak terkejut ketika


melihat satu tamu yang tidak diundangnya, yaitu Putri kecilnya yang tercinta.

__ADS_1


“Kenapa kamu disini?” tanya Kaisar kepada Xia Mei.


“Ayahanda, saya juga ingin


mengetahui sesuatu yang ingin Ayahanda ketahui” jelas Xia Mei langsung pada


intinya. Dia tidak berani berbelit di depan Ayahandanya apalagi dengan kasus


dan situasi ini.


“Bukankah lebih baik kalau kamu


berada di Qingshan?” tanya Kaisar dengan maksud untuk menyuruhnya keluar dari


tempat itu.


“Saya akan kembali ke Qingshan


setelah semuanya jelas” kata Xia Mei dengan tatapan matanya yang bersinar penuh


keyakinan. Kaisar merasa terheran dengan keberanian yang di miliki putri


kecilnya saat itu. Saat itu putri kecilnya tidak terlihat seperti putri


kecilnya lagi. Kaisar pun tersenyum kecil dan mengingat kalau putri kecilnya


sudah tidak lagi putri kecilnya. Putri kecilnya telah menjadi Tuan Putri yang


sudah dewasa.


“Baiklah, seperti yang kamu mau”


Kaisar menyetujui keberadaan Xia Mei di ruangan itu bersama dengan yang


lainnya.


“Terima kasih, Yang Mulia” kata


Xia Mei sebagai sebuah penghormatannya.


Mengabaikan Xia Mei, kini Kaisar


beralih kepada Xia Lan dan Wen Yihuai. Tatapan matanya berubah serius dari yang


awalnya biasa. “Mengenai rumor tentang Nona Gu Xie dari Xihua, aku butuh sebuah


“Seperti yang Kaisar sudah


ketahui kalau Nona Gu Xie terkena racun dari barat dan lebih tepatnya dari


Donghua” Wen Yihuai berkata dengan pasti tanpa keraguan di nada bicaranya


maupun ekpresinya. Kaisar memperhatikan dengan seksama “Lantas?”


“Saya tidak mengelaknya” sahut


Wen Yihuai dengan pasti.


Mendengar pengakuan dari Wen


Yihuai, semua yang berada di ruangan itu tercengang kecuali Xia Lan yang hanya


diam dan menyimak hingga akhir.


Xia Mei ingin segera membuka


mulutnya, namun dia menahan dirinya dengan keras. Dia harus bisa berfikir


dengan tenang dan membaca keadaan bukannya bersikap impulsif.


“Jadi maksudmu kamu mengakui


kalau kamu yang melukai Nona Gu?” tanya Kaisar mencoba untuk mengkonfirmasi


ulang pengakuan Wen Yihuai.


“Benar” jawab Wen Yihuai tanpa


ragu.


“Lalu kenapa kamu melakukannya?”


Kaisar mencoba bertanya dengan dalam dan memahami keadaan. jika kebanyakan


hakim akan memberikan hukuman kepada terdakwa ketika kejahatan telah

__ADS_1


terkonfimasi, tapi kali ini Kaisar Xia bersikap lebih lamban.


“Karena Kaisar telah mengumumkan


pertunangannya dengan Pangeran Xia Yue” kata Wen Yihua. Kali ini dia menatap


langsung mata Kaisar meskipun bukan tatapan permusuhan.


Kaisar kembali dikejutkan dengan


pengakuan Wen Yihuai.


“Maksudmu?” tanya Kaisar yang


tidak yakin dengan penafsirannya terhadap pengakuan Wen Yihuai tersebut.


“Malam itu aku datang kepadanya


untuk menolak pertunangan itu. Tapi dia tidak bisa menolak lantaran Kaisar


telah mengumumkannya. Jadi aku melukainya dengan racun itu agar tidak ada yang


memilikinya kecuali aku yang memiliki penawarnya dan itupun hanya jika dia


menjadi milikku atau aku akan mati bersama dengannya karena kasus pembunuhan


Putri Xihua di dalam Istana”


Kaisar berusaha mencerna


penjelasan Wen Yihuai. Kaisar menyadari satu hal di dalam ceritanya yaitu


ancaman. Kaisar menyadari kalau Wen Yihuai mengancamnya dengan nyawa Gu Xie.


Jika dia membiarkan Gu Xie terbunuh begitu saja setelah pengakuan Wen Yihuai,


maka Xihua dan Donghua akan menyalahkannya


Terlepas dari apakah mereka


memiliki hubungan istimewa atau tidak, jika pengakuan Wen Yihuai saat ini


terdengar keluar, maka penilaian public adalah Wen Yihuai membunuh gadis yang


di cintainya karena tidak merelakannya menikah dengan pria lain meskipun


disetiap perkataannya Wen Yihuai tidak menyebutkan kalau mereka saling


mencintai.


“Ayahanda, kenapa Ayahanda


memisahkan mereka hingga mendorong Tuan Muda Wen melakukan tindakan kriminal?


Bukankah jika seperti ini, Ayahandalah yang bersalah atas keduanya?” Xia Lan


angkat bicara untuk menyudutkan Kaisar.


Sekarang apapun yang menjadi


keputusan Kaisar akan membuatnya terlihat seperti Kaisar yang bersalah dalam


kasus ini.


Sang Menteri terdiam seribu


bahasa. Dia menyadari situasi kali ini sangat sulit. Rencana mereka menyerang


dari berbagai titik. Sang Menteri pun menghela nafas panjang. Dia tidak bisa


melakukan apapun untuk menolong Kaisar dari situasi kali ini.


Keputusan yang dianggap terbaik


mungkin saja justru adalah yang terburuk.


Xia Mei berfikir sebaliknya. Dia


kini merasa menyesal karena sempat berfikir buruk terhadap saudaranya sendiri.


Ternyata masalah kali ini hanya sebuah kesalahpahaman. “Ayahanda, kenapa


Ayahanda tidak menikahkan Tuan Muda Wen dengan Nona Gu Xie jika mereka saling


mencintai? Bukankah tidak mungkin membiarkan Nona Gu dan Tuan Muda Wen terbunuh

__ADS_1


sia-sia ataupun membiarkan Tuan Muda Wen dipersalahkan atas kematian Nona Gu oleh


Xihua?”


__ADS_2