Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
Chapter 77 - "Sebuah Pertanyaan"


__ADS_3

“Katakan


saja” kata Xia Yue datar.


Mendengar


sepatah dua patah kata dari mulu Xia Yue membuat Lin Yuan tersenyum kesal. Dia


merasa di permainkan dan tidak di hargai.”Apa kamu tahu siapa aku”


“Tentu


saja kamu tidak mengenal ku” Xia Yue membalikan pertanyaan Lin Yuan padanya.


Jin


Xia berlari dari belakang pondok langsung menuju Xia Yue berada. Dia sana dia


langsung berkata “Apa yang kalian inginkan?” .  sementara Xiao An bersama dengan Xiao Bai melihat mereka dari samping


pondok. Xiao Bai melarang Xiao An menunjukan dirinya di depan Lin Yuan. Jika


dia tahu tentang keberadaannya dan apa yang dialaminya, keadaan kemungkinan


akan menjadi lebih buruk antara Xiao An dengan istri Lin Yuan. “Jangan tunjukan


dirimu, apalagi apa yang terjadi. Jangan!”


“Jika


Lin Yuan bisa menyelamatkan kita, kenapa harus bersembunyi” Xiao An tidak ingin


tahu. Xiao Bai menggelengkan kepalanya dan menarik nafas panjang yang kemudian


dilepaskannya perlahan. “Aku bilang jangan. Turuti saja jika kamu masih


mengganggapku saudaramu” Xiao Bai tidak memiliki pilihan lain selain mengancamnya


dengan persaudaraannya. Karena berkali-kali dia sudah mengingatkan saudaranya


kalau tindakannya sudah kelewatan dan tidak pantas. Sebagai seorang perempuan,


Xiao Bai memang menyalahkan Xiao An.


Xiao


An merasa kecewa dengan Xiao Bai yang menggunakan persaudaraannya sebagai


ancaman. Dia kecewa. Tanpa berkata, Xiao An meninggalkan Xiao Bai untuk kembali


ke dapur dan melanjutkan masakannya.


Xiao


Bai merasakan sakit yang sama. Dia memandangi saudaranya tanpa berkata dan


mengikutinya untuk menyelesaikan masakannya.


Sementara


itu di dalam pondok masih tetap tenang tanpa pergerakan yang berarti. Tabib


kini mulai membersihkan luka dan darah yang ada pada laki-laki pemalak itu.


sementara pemuda baik hati kini duduk dan berbincang ringan dengan pemilik kios


dan anak perempuannya dengan tenang. Mereka menyerahkan urusan diluar kepada


yang bersangkutan.


“Kami


hanya mencari seseorang yang tengah berbuat kerusuhan di desa” kata bawahan Lin


Yuan mewakilinya untuk menjawab pertanyaan dari seorang gadis kecil melihat


postur tubuhnya yang cukup mungil dan bagi mereka tidak penting.


“Menurutmu


dia ada disini” sahut Jin Xia sembari melangkah di depan Xia Yue seolah dia


tengah melindunginya dari seseorang yang datang untuk mengomelinya.

__ADS_1


“Menurutmu?”


kata Lin Yuan sembari melangkahkan kakinya dan mendekat ke Jin Xia untuk


membuatnya mundur. Hal ini bukannya membuat Jin Xia gentar dan melakukan apa


yang di inginkan Lin Yuan. Hal ini justru membuat Jin Xia semakin kesal. Diapun


membusungkan dadanya, mengangkat wajahnya untuk menatap langsung wajah Lin Yuan


sembari berkata “Tidak ada “ dengan tatapan mata yang menyala.


“Hey


Nona kecil, jangan mengganggu pekerjaan kami. Kamu masuklah dan sembuhkan dulu


lukamu” kata bawahan Lin Yuan yang menyadari kalau bahu Jin Xia tengah terluka.


“Siapa


yang kamu panggil kecil” Jin Xia murka dan hendak memberikan pukulan pada orang


yang mengatainya. Dengan segera, Xia Yue meraihnya dan membawanya ke


belakangnya sembari menahannya dan berkata “Apa yang kalian inginkan?”


“Membawa


pelakunya dan mengadilinya” kata Lin Yuan dengan tatapan tajam yang mengarah


langsung ke Xia Yue.


“Kalau


menolak” kata Xia Yue ringan. Dia tidak memperdulikan Lin Yuan yang tampak


begitu tajam padanya.


“Sayangnya


tidak ada pilihan” kata Lin Yuan dengan penuh intimidasi. Sesekali dia melirik


ke arah Jin Xia yang ada di belakang Xia Yue. Xia Yue pun mengetahuinya dengan


luka, aku memastikan kalau kemampuanmu cukup tinggi” tebak Lin Yuan dengan benar


setelah memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa hal. Xia Yue hanya diam.


Dia enggan untuk membalas kata-kata dari Lin Yuan.


Karena


tidak ada respon dari kata-katanya, Lin Yuan tertawa kecil kemudian melanjutkan


“Tapi sayangnya tidak cukup tinggi melihat kekasihmu masih terluka begitu


dalam”


“Kekasih?”


ulang Jin Xia dalam benaknya. Sesaat dia merasa sedikit senang dengan sebutan


itu. karena itu adalah harapannya. Namun dengan cepat dia menepisnya untuk


kembali fokus dengan keadaan.


“Langsung


saja” Xia Yue tidak tertarik dengan cara Lin Yuan memprovokasinya. Meskipun dia


merasa sedikit tersinggung karenanya. Karena benar, dia tidak cukup mampu untuk


melindungi Jin Xia hingga membuatnya terluka dan terus terluka.


Lin


Yuan tidak menangkap perubahan ekspresi yang berarti dari wajah Xia Yue. Kini


dia berfikir ulang dan berkata “Ah, ataukah dia hanya pelayan kecilmu”


Mendengar


kata-kata Lin Yuan, mata Xia Yue seketika menyala. Lin Yuan menangkap tatapan

__ADS_1


itu dengan tawa senang. Ketika dia hendak berbicara, dia terhenti oleh


kata-kata Jin Xia “Apa yang kamu inginkan dengan memprovokasi Tuan Muda”


“Tuan


Muda?” Lin Yuan mengulangi. Dengan cepat dia memperkirakan hubungan diantara


mereka dan berkata “Ah~ hubungan antara Tuan dan Pelayan, sungguh mengharukan”


ejeknya.


“Sayangnya


Tuan Muda sudah bertunangan. Kamu bisa menelan kembali ocehanmu” ketika


mengatakannya, Jin Xia bisa mengatakannya dengan begitu lancar dan mudah. Namun


setelah semua kata-kata itu keluar, dia memikirkan kembali tiap kata yang di


ucapkannya dan justru merasa terluka olehnya.


Sementara


Xia Yue, dia juga merasa terluka dengan kenyataan itu.


“Ah


begitu ya” Lin Yuan merasa tidak tertarik lagi setelah mendengar pernyataan


itu. “Tuan Muda mu sudah mengakui kalau dia adalah pelakunya. Mari kita permudah


semua ini” Lin Yuan langsung berkata pada intinya. Dia tidak lagi ingin


memprovokasi untuk mendapatkan amarah dari Xia Yue. Karena yang dia inginkan


hanya bermain-main sebentar.


Untuk


beberapa saat Xia Yue terdiam. Dia tampak tenggelam dalam fikirannya.


“Kenapa?”


tanya Lin Yuan yang melihat Xia Yue diam tanpa berkata ataupun bergerak.


Setelah


beberapa saat, akhirnya Xia Yue berkata “Menurutmu jika aku membunuh kalian


semua apakah pertuanangan itu bisa dibatalkan?”


Jin


Xia tercengang. Dia terdiam dan memikirkan kata-kata Xia Yue dengan dalam.


Lin


Yuan tampak berfikir dengan pertanyaan Xia Yue. Namun dia bisa menangkap ada


luka di balik kata-kata itu, sama seperti halnya yang dia rasakan. “Kamu


berharap terlalu tinggi” bukannya memberikan kata-kata yang diinginkan, Lin


Yuan justru memprovokasi. Justru karena dia mengerti, karena itulah dia


melakukannya. Dengan begini, dia mendapatkan amarah Xia Yue.


Jin


Xia menangkap tatapan diantara Xia Yua dan Lin Yuan saling bertautan. Dia


merasa kalau sebentar lagi Xia Yue akan mengambil langkah untuk memulai


kata-katanya, yaitu ‘membunuh mereka semua’ . ketika Xia Yue hendak melangkah,


Jin Xia yang ada di belakangnya sedari tadi melangkah jauh kedepan untuk


memulai langkahnya mewakili Xia Yue. Dia memberikan serangan kejutan kepada


salah satu bawahan Lin Yuan kemudian mengambil paksa pedang yang dibawanya.


Mengambilnya kemudian mengacungkannya ke Lin Yuan dengan tatapan tajam.

__ADS_1


__ADS_2