
"Aku akan menjaga Fei Fei, dengan seluruh hidup ku" Shen yi berucap dengan penuh tekad
saat pertemuan pertama mereka di bar waktu itu, ia telah menanamkan tekad yang kuat di dalam hatinya, ia akan menjaga, melindungi serta mencintai Jiang Fei selama hidupnya, bahkan mungkin sampai ke alam kematian
Jiang Fei, satu satunya gadis yang ia inginkan, satu satunya gadis yang ingin ia nikahi dan menemaninya melewati hari tua
Jiang Fei datang itu adalah takdir, Jiang Fei melupakan semua tentangnya itu juga takdir, dan takdir jugalah yang mempertemukan mereka, saat Jiang Fei lupa dengan masa lalu maka ia akan merasa jauh lebih baik
"Presedir Shen, jika kau lalai dan menyakiti Fei Fei ku, aku berjanji atas nama dewa, Jiang Fei akan ku bawa ke Beijing dan hidup bersamaku"
Ucapan Han Zixuan selalu terngiang di telinganya, ia sudah berjanji dan bertekad, Fei feinya sudah di sini, dan ia akan membahagiakan Fei feinya dengan seluruh kemapuanya
Ia sempat kahwatir jika Han Zixuan benar benar membawa jiang feinya meninggalkan Shanghai, ia yakin jika dirinya tak akan bisa bertahan lebih lama lagi
Mereka telah berpisah selama beberapa tahun, ia sudah seperti orang gila karena mencari, kali ini mereka di pertemukan oleh tak diri
"Fei Fei, bagai mana keadaan mu?" Ucap lan Xichen berjalan mendekati gadis yang sedang terbaring diam,
Ia sempat termenung sebentar, karena tatapan lembut menyambut kedatanganya kali ini, sangat berbeda dengan beberapa waktu lalu
"Ternyata aku lebih mencintainya, aku bersikeras menolak dan bahkan menyiksa diri ku sendiri, dan kenyataanya dia memang orang yang mengisi hati yang kosong ini" Jiang Fei membatin
Setelah terjaga kali ini ia mengingat semuanya, mengingat perjalanan cinta mereka, mengingat segala penghinaan yang di lontarkan oleh Shen Su an pada dirinya
Namun meskipun begitu ia tak bisa melepaskan Shen yi lagi, ia telah sendirian selama 8 tahun ini, hidup dengan kesepian dan kekosongan,
"Keadaan ku sudah membaik, datanglah" Jiang Fei tersenyum kecil
Merasa di panggil Shen yi melangkah mendekat, Jiang Fei meraih tangan Shen yi dan meletakkannya di pipinya
"Fei Fei?"
"Sampai kapan kau menutupinya?, sampai kapan kau akan menelan rasa sakit ini sendiri?"
"Fei Fei kau?"
"Yah, aku telah ingat semuanya, semuanya, mengapa kau tak mengatakan ya sedari awal?"
"Fei Fei, masa lalu adalah luka, Fei Fei, maaf, luka yang kau dapatkan di masa lalu karena aku, aku tak ingin kau mengingatnya, aku yakin kau masih Fei Fei ku dan di takdirkan untuk ku, meski tampa ingatan aku yakin aku bisa membuat mu mencintai ku lagi" Shen yi berucap lirih sembari memeluk Jiang Fei dengan erat
"Lalu, siapa Han Xiang"
Jiang Fei menggembungkan pipinya kesal, Han Xiang begitu terobsesi pada Shen yi, tentu saja mereka memiliki hubungan yang baik
"Dia adalah teman yang ku jumpai di New Zeland, paman memintaku untuk menjaganya"
__ADS_1
"Apakah kau memiliki perasaan terhadapnya?"
"Apakah Fei Fei ku ini sedang cemburu?"
"Tentu saja tidak, sudah bertahun tahun setelah kita berpisah, dan jika kau memiliki perasaan itu pada orang lain aku akan.."
Ucapan Jiang Fei belum terselesaikan dan Shen yi sudah membungkamnya dengan sebuah ciuman, Shen yi mengenal Jiang Fei dengan baik, bahkan ia tau apa yang akan Jiang Fei katakan sebelum ucapan itu keluar dari mulutnya
"Jangan pernah membuang ku lagi, kau tak boleh berkata jika kau sudah tidak menginginkan ku lagi, aku tak akan menerima itu"
Shen yi berucap dengan nada lirih, terakhir kali Jiang Fei meninggalkannya hanya karena tak mendapat restu, dan kali ini Jiang fei akan kembali meninggalkannya hanya karena Han Xiang, ia tak bisa menerima itu
"Jika kau ingin bersama ku, maka kau harus berjanji tak akan ada Han Xiang lain di masa depan, kau di larang untuk berhubungan baik dengan Han Xiang"
"Baiklah, aku berjanji"
"Aku bisa memegang janji mu, dan jika kau berani mengingkarinya maka, ku pastikan aku akan meninggalkan mu dan bahkan kau tak akan pernah melihat ku lagi"
"Fei Fei, aku berjanji, selain dirimu aku tak menginginkan gadis lain, aku akan selalu mengikuti keinginan mu"
"Aku hanya bisa memegang kata kata mu, dan sekarang..."
"Sekarang..?"
"Cium aku lagi"
"Kau mencium ku terlalu sebentar, aku bahkan belum bersiap" Jiang Fei berucap dengan nada kesal
Mendengar ucapan Jiang Fei Shen yi tersenyum lebar dan dalam sekejap sebuah ciuman yang begitu mesra
"Fei Fei aku..." Ciuman panas mereka di hentikan oleh gebrakan pintu dari seorang pria
"Ah?, Apakah aku menganggu kalian?"
"Sudah terlanjur, masuklah, apa yang kau inginkan?" Jiang Fei berucap pelan
Setelah mendapat izin dari pemilik ruangan tentu saja Yu Jin tak kan sungkan lagi
"Fei fei, apa kau baik, mana yang sakit, katakan pada ku siapa yang sudah menculik mu, aku akan memukulnya sampai mati" Yu Jin heboh
"Bisakah kau diam?, Kau ini sangat bersemangat"
"Kau.. " Yu Jin berdecak kesal, temanya satu ini, menyebalkan sekali
"Baik lah baik lah, jangan menatap ku seperti itu lagi, membuat ku takut saja, aku hanya mengkhawatirkan mu, kau tahu aku hampir saja mati ketakutan karena mu, jika kau mati siapa yang menjadi teman ku?, siapa yang mengomeli ku hah,kau menyebalkan sekali" Yu jin malah memeluk Jiang Fei dengan begitu erat
__ADS_1
Sedangkan Shen yi hanya bisa melihat itu di dalam keheningan saja
"Aku tidak apa apa, tenang lah, kau memeluk ku terlalu erat bodoh, aku kesulitan bernafas"
"Hehe maaf kan aku, hm baik lah, baik lah, kau tak perlu menatap ku seperti itu, aku membawakan makanan kesukaan mu, cepat makan agar segera sembuh dan kembali bekerja"
Yu jin sibuk memeriksa serta mendengarkan segala ocehan dari Jiang Fei, hingga gang pintu terbuka
"Bibi fei" Akhinya keheningan di pecahkan oleh suara melengking milik Han ling
"Hey lihat lah, ada gadis manis di sini, hey siapa nama mu anak manis?"
"Paman apakah kau pacar bibi Fei?, Mengapa kau bahkan lebih cantik darinya"
"Anak nakal, kau sedang mengejek ku?" Jiang Fei berucap dengan nada malas
"Paman, mengaku, apakah kau pacar bibi Fei?, Aku melihat kau memeluknya tadi"
"Tidak, aku adalah pria yang lembut dan sopan, bagai mana mungkin bisa bersama dengan bibi Fei mu"
"Huh, syukurlah"
"Kau begitu lega"
"Karena paman tidak cocok dengan bibi Fei"
"Bibi Fei mu telah memiliki kekasih, dia adalah kekasih bibi mu"
"Paman itu baru cocok dengan bibi Fei, dia tampan dan tubuhnya bagus"
"Anak nakal, dari mana kau belajar kata kata menjijikan itu?"
"Bibi Yuan yang mengajarkan"
"Yuan, kau mengajarkan hal buruk lagi pada kponakan ku?"
"Dia juga kponakan ku Fei Fei, sebagai seoang gadis tentu saja harus memilih pria yang tepat, tampan dan memiliki tubuh yang indah"
"Bibi Fei, jangan memarahi bibi Yuan, yang di katakan bibi Yuan juga sama dengan yang di katakan oleh ayah dan ibu"
"Han Ling, kau menggoda ibu mu?"
"Ayah, A Ling hanya mengatakan kebenaran"
"Baiklah, karena semua gadis malah menginginkan pria yang memiliki tubuh bagus maka aku hanya bisa sendiri seumur hidup ku"
__ADS_1
"Paman cantik kau jangan patah hati, saat aku besar aku akan menikahi mu"
"Fei Fei, apakah kau mendengarnya?, Kponakan mu telah melamar ku, bibi Fei, sekarang kita menjadi keluarga" Yu jin berucap dengan wajah konyol dan itu mengundang tawa orang yang ada di dalam ruangan.