Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
Chapter 64 -"Xiao Bersaudara"


__ADS_3

“Mereka


anak buah dari seseorang yang ingin menyerang saudaraku” wanita itu segera


mengatakan alasan dibalik penyerangan padanya ketika Jin Xia. Mendengar alasan


itu sontak membuatnya terkejut “Ne…”


Wanita


itu pun kemudian menceritakan semuanya secara detail mulai dari perkenalan. Wanita


itu bernama Xiao Bai, sementara saudaranya bernama Xiao An. Mereka merupakan


penduduk desa sebelah. Mereka merupakan orang pemerintahan yang bekerja di


bawah Kepala Kepolisian desa setempat. Mereka seorang juru administrasi di


Kepolisian tersebut. Meskipun demikian, Xiao Bai menguasai sedikit ilmu bela


diri, berbeda dengan Xiao An yang tidak mengerti ilmu bela diri. Xiao An begitu


anggun dengan kecantikannya. Bahkan dia menggunakan kecantikannya untuk


menggoda Kepala Polisi di Kepolisian tempatnya bekerja. Karena tidak terima


dengan perselingkuhan yang dilakukan suaminya dengan saudaranya, Istri dari


Kepala Polisi itu pun menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh Xiao An sebagai


tindakannya untuk menyelamatkan rumah tangga nya.


Xiao


Bai sebagai saudara Xiap An, wanita itu tidak lantas membela saudaranya


sepenuhnya. Sebagai sesame wanita, dia memahami bagaimana perasaan dari seorang


Istri yang dikhianati. Dia hanya berusaha untuk menyelematkan rumah tangganya


dengan menyingkirkan pengganggu rumah tangganya. Namun disisi lain,  dia juga tidak bisa menutup mata dengan


membiarkan saudaranya di buru begitu saja tanpa melakukan sesuatu untuknya.


yang bisa dia lakukan hanyalah menasehati saudaranya untuk tidak melanjutkan


hubungan gelapnya itu. Mengakhiri semuanya sampai disini. Tidak boleh  ada lagi kejadian serupa dikemudian hari. Mengingat


kalau dirinya juga seorang wanita.


Saling


menghargai merupakan salah satu dasar untuk mendapatkan penghargaan dari orang


lain. Hargai orang lain jika ingin dihargai.


Jin


Xia tercengang mendengar penjelasan yang tidak diinginkan itu sehingga berkata “Kenapa


kamu mengatakan semua itu”


Xiao


Bai secara langsung mengatakan niatnya. Ketika dia melihat ke kejauhan, dia


melihat dua orang laki-laki yang berada di atas kuda. Mereka diam saja. Xiao


Bai menebak kalau kedua laki-laki itu adalah teman Jin Xia. Melihat dari


pakaian yang dikenakan oleh Jin Xia yang begitu bagus membuatnya berfikir kalau


Jin Xia adalah seorang Nona dari suatu tempat. Sehingga Xiao Bai ingin meminta


tolong pada Jin Xia dan kedua temannya untuk menolongnya dan saudaranya


menyelesaikan konflik antara saudaranya dengan Istri Kepala Polisi dengan cara


mendatangi Istri Kepala Polisi untuk meminta maaf dan secara langsung


membiarkan Xiao An mengakhiri hubungannya di depan Istri Kepala Polisi.


Xiao


Bai tidak dapat melakukannya sendiri karena jumlah bawahan Istri Kepala Polisi

__ADS_1


yang tidak sedikit ditambah dengan kemampuannya yang tidak terlalu mahir. “Tolong,


Nona” pintanya dengan penuh harap.


Setelah


semua penjelasan Xiao Bai, seorang wanita keluar dari balik pohon. Wanita itu


adalah Xiao An. Benar saja, sesuai dengan cerita Xiao Bai sebelumnya yang


mengatakan saudaranya begitu cantik dan anggun. “Nona, tolong kami” kata Xiao


An dari kejauhan yang perlahan mendekati Jin Xia.


Jin


Xia tampak berfikir. Dalam hatinya dia ingin sekali membantu, tapi hak untuk


memutuskan ada pada Xia Yue. Dia tidak bisa memutuskannya ditambah dia baru


saja membuat masalah sebelumnya.


Bingung!


Dia berfikir keras hingga dia tidak mengetahui kalau sebuah anak panah melesat


ke arahnya hingga menusuk dada kirinya.


Anak


panah itu berasal dari bala bantuan dari para bawahan Istir Kepala Polisi yang


sebelumnya melarikan diri.


Jin


Xia memuntahkan darah segar dari mulutnya juga dari luka tusukannya pun


mengeluarkan darah yang cukup banyak.


Xiao


bersaudara pun terkejut. Seketika Xiao Bai meraih Jin Xia yang kehilangan


kendali tubuhnya. Pandangan Jin Xia memudar seiring semakin banyaknya darah


Xiao


Bai menuntun Jin Xia untuk duduk sembari menopang tubuhnya. Tubuhnya juga


berbaur dengan darah Jin Xia.


Sementara


itu, Xia Yue yang sebelumnya mengalihkan pandangannya sejenak karena dia


mengira kalau kemenangan sudah menjadi milik Jin Xia begitu juga dengan Yue Qi.


Namun ketika dia kembali untuk melihat ke arah Jin Xia, dia mendapatkan sebuah


kejutan yang tidak pernah terfikir olehnya. Matanya yang selalu rendah dan


tenang, kini melebar. Perasaan panas seketika menjalar keseluruh tubuhnya. “Jin


Xia!!” teriak Xia Yue yang membuat Yue Qi ikut terkejut. Xia Yue dengan cepat


memacu kudanya ke tempat Jin Xia berada.


Yue


Qi pun ikut terkejut ketika dia melihat Jin Xia terkapar di tanah dengan sebuah


panah menancap di dadanya dari kejauhan.


“Kalian


para wanita, berani sekali” kata salah seorang laki-laki yang sebelumnya tidak


termasuk dari empat laki-laki yang sebelumnya melarikan  diri.


“Kalian,,”


Xiao Bai merasa tersudut.


Xiao

__ADS_1


An begitu ketakutan ketika melihat kondisi Jin Xia ditambah dengan kedatang


pembunuh bayaran. Dia menggenggam kedua tangannya di dadanya seolah berdoa dan


memohon. Tangannya gemetar di dalam genggamani itu.


“Tuan,


Nona ini tidak bersalah sama sekali” kata Xiao Bai memohon pengertian para


pembunuh bayaran itu. “Obati dia. Lepaskanlah dia.” Dia tidak bisa membiarkan


orang yang menolongnya menjadi korban karena mereka.


“Matilah


kalian semua seperti teman kami” kata salah seorang laki-laki yang merupakan


salah satu dari empat laki-laki sebelumnya dengan nada membentak.


Xia


Yue pun melompat dari kudanya dengan kemampuan meringankan tubuhnya dan mendarat


tepat di depan Jin Xia. Menatap tajam ke arah para segerombolan pembunuh yang


berjumlah delapan orang.


Mata


Xia Yue memerah. Dia begitu marah.


“Siapa


kamu” tanya salah satu dari pembunuh bayaran. Dia merasa tidak asing dengan


pemuda yang tengah menatap tajam ke arahnya.


“Nyawa


kalian bahkan tidak sebanding dengan satu tetes darahnya” Xia Yue murka.


“Apa!”


merasa terhina dengan perbandingan yang dikatakan oleh Xia Yue salah seorang


dari mereka berkata “Maka bergabunglah dengan kekasihmu” katanya sembari


menghunuskan pedangnya kemudian melancarkan serangan langsung pada Xia Yue.


Xia


Yue yang sudah bersiap untuk membunuh mereka semua dengan dimulai dari


laki-laki yang datang padanya pun tertunda karena Yue Qi terlebih dahulu datang


untuk menghalangi laki-laki itu mengarahkan pedangnya pada Xia Yue. Yue Qi


mengajukan mata pendangnya ke arah para pembunuh bayaran dengan tatapan tajam. Dia


juga merasakan amarah yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia juga marah karena


saudaranya terluka oleh mereka.


“Tuan~


uhuk!” Jin Xia kembali memuntahkan darah dari mulutnya sembari merasakan rasa sakit


yang semakin dalam.


Mendengar


panggilan lirih itu, Xia Yue seolah tersadar dari amarahnya kemudian berbalik


untuk melihat keadaan Jin Xia. Pandangannya nanar. Dia kemudian meraih Jin Xia


yang berada di dalam pelukan Xiao Bai.


“Seharusnya


aku tidak membiarkanmu datang” sesalnya. Mendengar ucapak Xia Yue, Xiao Bai


semakin merasa bersalah. Xiao Bai menangkap amarah dan luka yang dalam dari


mata Xia Yue. Dia mengira kalau pemuda yang mengambil Nona penolongnya dari

__ADS_1


pelukannya adalah kekasihnya.


__ADS_2