
“Mereka
anak buah dari seseorang yang ingin menyerang saudaraku” wanita itu segera
mengatakan alasan dibalik penyerangan padanya ketika Jin Xia. Mendengar alasan
itu sontak membuatnya terkejut “Ne…”
Wanita
itu pun kemudian menceritakan semuanya secara detail mulai dari perkenalan. Wanita
itu bernama Xiao Bai, sementara saudaranya bernama Xiao An. Mereka merupakan
penduduk desa sebelah. Mereka merupakan orang pemerintahan yang bekerja di
bawah Kepala Kepolisian desa setempat. Mereka seorang juru administrasi di
Kepolisian tersebut. Meskipun demikian, Xiao Bai menguasai sedikit ilmu bela
diri, berbeda dengan Xiao An yang tidak mengerti ilmu bela diri. Xiao An begitu
anggun dengan kecantikannya. Bahkan dia menggunakan kecantikannya untuk
menggoda Kepala Polisi di Kepolisian tempatnya bekerja. Karena tidak terima
dengan perselingkuhan yang dilakukan suaminya dengan saudaranya, Istri dari
Kepala Polisi itu pun menyuruh pembunuh bayaran untuk membunuh Xiao An sebagai
tindakannya untuk menyelamatkan rumah tangga nya.
Xiao
Bai sebagai saudara Xiap An, wanita itu tidak lantas membela saudaranya
sepenuhnya. Sebagai sesame wanita, dia memahami bagaimana perasaan dari seorang
Istri yang dikhianati. Dia hanya berusaha untuk menyelematkan rumah tangganya
dengan menyingkirkan pengganggu rumah tangganya. Namun disisi lain, dia juga tidak bisa menutup mata dengan
membiarkan saudaranya di buru begitu saja tanpa melakukan sesuatu untuknya.
yang bisa dia lakukan hanyalah menasehati saudaranya untuk tidak melanjutkan
hubungan gelapnya itu. Mengakhiri semuanya sampai disini. Tidak boleh ada lagi kejadian serupa dikemudian hari. Mengingat
kalau dirinya juga seorang wanita.
Saling
menghargai merupakan salah satu dasar untuk mendapatkan penghargaan dari orang
lain. Hargai orang lain jika ingin dihargai.
Jin
Xia tercengang mendengar penjelasan yang tidak diinginkan itu sehingga berkata “Kenapa
kamu mengatakan semua itu”
Xiao
Bai secara langsung mengatakan niatnya. Ketika dia melihat ke kejauhan, dia
melihat dua orang laki-laki yang berada di atas kuda. Mereka diam saja. Xiao
Bai menebak kalau kedua laki-laki itu adalah teman Jin Xia. Melihat dari
pakaian yang dikenakan oleh Jin Xia yang begitu bagus membuatnya berfikir kalau
Jin Xia adalah seorang Nona dari suatu tempat. Sehingga Xiao Bai ingin meminta
tolong pada Jin Xia dan kedua temannya untuk menolongnya dan saudaranya
menyelesaikan konflik antara saudaranya dengan Istri Kepala Polisi dengan cara
mendatangi Istri Kepala Polisi untuk meminta maaf dan secara langsung
membiarkan Xiao An mengakhiri hubungannya di depan Istri Kepala Polisi.
Xiao
Bai tidak dapat melakukannya sendiri karena jumlah bawahan Istri Kepala Polisi
__ADS_1
yang tidak sedikit ditambah dengan kemampuannya yang tidak terlalu mahir. “Tolong,
Nona” pintanya dengan penuh harap.
Setelah
semua penjelasan Xiao Bai, seorang wanita keluar dari balik pohon. Wanita itu
adalah Xiao An. Benar saja, sesuai dengan cerita Xiao Bai sebelumnya yang
mengatakan saudaranya begitu cantik dan anggun. “Nona, tolong kami” kata Xiao
An dari kejauhan yang perlahan mendekati Jin Xia.
Jin
Xia tampak berfikir. Dalam hatinya dia ingin sekali membantu, tapi hak untuk
memutuskan ada pada Xia Yue. Dia tidak bisa memutuskannya ditambah dia baru
saja membuat masalah sebelumnya.
Bingung!
Dia berfikir keras hingga dia tidak mengetahui kalau sebuah anak panah melesat
ke arahnya hingga menusuk dada kirinya.
Anak
panah itu berasal dari bala bantuan dari para bawahan Istir Kepala Polisi yang
sebelumnya melarikan diri.
Jin
Xia memuntahkan darah segar dari mulutnya juga dari luka tusukannya pun
mengeluarkan darah yang cukup banyak.
Xiao
bersaudara pun terkejut. Seketika Xiao Bai meraih Jin Xia yang kehilangan
kendali tubuhnya. Pandangan Jin Xia memudar seiring semakin banyaknya darah
Xiao
Bai menuntun Jin Xia untuk duduk sembari menopang tubuhnya. Tubuhnya juga
berbaur dengan darah Jin Xia.
Sementara
itu, Xia Yue yang sebelumnya mengalihkan pandangannya sejenak karena dia
mengira kalau kemenangan sudah menjadi milik Jin Xia begitu juga dengan Yue Qi.
Namun ketika dia kembali untuk melihat ke arah Jin Xia, dia mendapatkan sebuah
kejutan yang tidak pernah terfikir olehnya. Matanya yang selalu rendah dan
tenang, kini melebar. Perasaan panas seketika menjalar keseluruh tubuhnya. “Jin
Xia!!” teriak Xia Yue yang membuat Yue Qi ikut terkejut. Xia Yue dengan cepat
memacu kudanya ke tempat Jin Xia berada.
Yue
Qi pun ikut terkejut ketika dia melihat Jin Xia terkapar di tanah dengan sebuah
panah menancap di dadanya dari kejauhan.
“Kalian
para wanita, berani sekali” kata salah seorang laki-laki yang sebelumnya tidak
termasuk dari empat laki-laki yang sebelumnya melarikan diri.
“Kalian,,”
Xiao Bai merasa tersudut.
Xiao
__ADS_1
An begitu ketakutan ketika melihat kondisi Jin Xia ditambah dengan kedatang
pembunuh bayaran. Dia menggenggam kedua tangannya di dadanya seolah berdoa dan
memohon. Tangannya gemetar di dalam genggamani itu.
“Tuan,
Nona ini tidak bersalah sama sekali” kata Xiao Bai memohon pengertian para
pembunuh bayaran itu. “Obati dia. Lepaskanlah dia.” Dia tidak bisa membiarkan
orang yang menolongnya menjadi korban karena mereka.
“Matilah
kalian semua seperti teman kami” kata salah seorang laki-laki yang merupakan
salah satu dari empat laki-laki sebelumnya dengan nada membentak.
Xia
Yue pun melompat dari kudanya dengan kemampuan meringankan tubuhnya dan mendarat
tepat di depan Jin Xia. Menatap tajam ke arah para segerombolan pembunuh yang
berjumlah delapan orang.
Mata
Xia Yue memerah. Dia begitu marah.
“Siapa
kamu” tanya salah satu dari pembunuh bayaran. Dia merasa tidak asing dengan
pemuda yang tengah menatap tajam ke arahnya.
“Nyawa
kalian bahkan tidak sebanding dengan satu tetes darahnya” Xia Yue murka.
“Apa!”
merasa terhina dengan perbandingan yang dikatakan oleh Xia Yue salah seorang
dari mereka berkata “Maka bergabunglah dengan kekasihmu” katanya sembari
menghunuskan pedangnya kemudian melancarkan serangan langsung pada Xia Yue.
Xia
Yue yang sudah bersiap untuk membunuh mereka semua dengan dimulai dari
laki-laki yang datang padanya pun tertunda karena Yue Qi terlebih dahulu datang
untuk menghalangi laki-laki itu mengarahkan pedangnya pada Xia Yue. Yue Qi
mengajukan mata pendangnya ke arah para pembunuh bayaran dengan tatapan tajam. Dia
juga merasakan amarah yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia juga marah karena
saudaranya terluka oleh mereka.
“Tuan~
uhuk!” Jin Xia kembali memuntahkan darah dari mulutnya sembari merasakan rasa sakit
yang semakin dalam.
Mendengar
panggilan lirih itu, Xia Yue seolah tersadar dari amarahnya kemudian berbalik
untuk melihat keadaan Jin Xia. Pandangannya nanar. Dia kemudian meraih Jin Xia
yang berada di dalam pelukan Xiao Bai.
“Seharusnya
aku tidak membiarkanmu datang” sesalnya. Mendengar ucapak Xia Yue, Xiao Bai
semakin merasa bersalah. Xiao Bai menangkap amarah dan luka yang dalam dari
mata Xia Yue. Dia mengira kalau pemuda yang mengambil Nona penolongnya dari
__ADS_1
pelukannya adalah kekasihnya.