Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
50


__ADS_3

“Di mana aku?” jiang fei menatap sekeliling, lagi lagi ia terbangun di tempat aneh ini, dan suara keributan itu?,


Ia bahkan dapat mendengarnya dengan jelas, ia menatap jengah ke sekitarnya, lagi lagi mimpi buruk dan bahkan mimpi yang hanya akan berakhir dengan kesedihan dan luka, mengapa ia harus menganggu, Jiang Fei sudah hampir di katakan gila oleh semua orang, karena rasa takut dan bayangan bayangan itu


Sejak awal ia tak pernah mengerti mengapa ia sampai di sini, mengapa ia memimpikan tempat ini?, ini adalah tempat yang begitu elit, tentu saja  bukan tempat yang biasa ia kunjungi


Karena terlalu jengah dengan segala keadaan ia hanya duduk di kursi yang tersedia, ia seperti menonton drama langsung, ia hanya bisa melihat tampa bisa protes apa lagi ikut serta dalam perdebatan ini,


Ini bukan kali pertama mimpi seperti ini datang, ia benar benar sudah terbiasa, drama drama ini sangat menggelikan membuatnya muak, namun ia tak bisa meninggalkan mimpi ini dengan sesuka hati


Karena hanya sebuah mimpi buruk maka ia hanya bisa duduk dan menikmati semua tontonan ini, nasib yang menyedihkan, keputusan asaan dan kekecewaan, ia hanya bisa menelan semuanya di dalam keheningan


Masalah sudah datang dan ia tak bisa kabur lebih lama, selama ini Yuan nian selalu menutupi penyakitnya, beberapa saat sebelumnya ia telah menjalani pemeriksaan, dan ia sempat terkejut dengan itu


Ia memiliki beberapa trauma, ia memiliki trauma terhadap hal yang bahkan tak pernah ia ketahui


Sejak terjaga beberapa waktu lalu ia seolah kehilangan dirinya, kehidupan masih berjalan seperti biasa namun ia selalu


"Ada apa dengan mu, huan?, Sudah Ku katakan tinggalkan dia, hubungan ini sungguh tak pantas, hubungan ini adalah kutukan dan pembawa sial, kalian bahkan sangat tidak sepadan, kau dan dia bagaikan langit dan bumi" Ucap seorang pria tua, pada pria yang lebih muda yang kini berdiri di hadapannya


"Aku tidak menginginkan siapapun, hanya dia yang ku inginkan paman, di dalam cinta tidak ada yang namanya hal yang tidak pantas, aku bisa menerima semua yang ada pada dirinya, aku menikahinya bukan untuk aliansi bisnis, aku menginginkannya hanya untuk diriku, karena dia satu satunya gadis yang aku cintai" Ucap pria bernama huan tersebut sembari berlutut di hadapan pria yang lebih tua


"Huan kau gila, sampai kapan pun akan ada yang namanya pernikahan apa lagi sebuah penolakan, katakan tinggalkan dia maka kau harus meninggalkan dia"


"Tidak paman, apapun yang terjadi aku tak akan pernah mengorbankan cinta ku hanya untuk mu, kau tau dengan jelas aku tak akan meninggalkannya, usaha mu menghentikan kami adalah sia sia"


"Huan kau?, Kau, kau sungguh mengerikan, ayah dan ibu mu pasti menagis di atas langit saat melihat putranya yang Tumbuh menjadi orang yang keras kepala dan tak tau bagai mana mencari pasangan yang cocok"


"Aku mengikuti jejak ayah ku, apakah kau lupa?, Di masa lalu ibu adalah gadis biasa, mereka juga mendapat pertentangan dari keluarga Shen yang terhormat, lalu apa yang terjadi?, Mereka hidup dengan baik bukan, dan bahkan sejak keberadaan ibu bisnis semakin lancar dan keluarga Shen semakin besar dan di kenal oleh seluruh dunia"


"Kau, kau"


"Orang yang seperti kau tak akan pernah mengerti bagai mana rasanya jatuh cinta, setiap hari dan setiap saat kau hanya memperhitungkan untung dan rugi"


"Apapun alasan mu dan bagai mana pun kau mengatai ku kau tidak akan pernah bisa bersama dengan gadis miskin ini"


"Aku akan bersamanya, dengan atau tampa persetujuan dari mu"


"Huan, sejak kepergian ayah dan ibu mu, kau dan adik mu sepenuhnya menjadi tanggung jawab ku, ku katakan sekali lagi tinggalkan dia, kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik darinya dan lebih sepadan dengan mu, mengapa harus dia?"


"Karena aku mencintainya, bukan gadis gadis yang kau katakan"


"Kau adalah penerus keluarga Shen ini, jika kau bersikeras maka jangan salahkan aku untuk menjadi kejam, aku sudah memutuskan untuk memindahkan mu keluar negri, aku tidak bisa menerima ****** murahan ini, setelah menyelesaikan pendidikan kau akan ku kenalkan pada putri tuan Xian Shi” ucapnya dengan begitu  tegas, tampa menerima penolakan apapun


"Paman" pria berna Huan itu bahkan hanya bisa meneriaki pamannya, ia tak ingin pergi dan tak menginginkan gadis lain, ia hanya mencintai satu gadis dan selamanya akan seperti itu


Pria yang di sebut paman berjalan mendekati si gadis yang bahkan hanya bisa terdiam saat mendengar dirinya di katakan ******


"Kau, kau hanyalah gadis dari kalangan kelas bawah, jangan berharap pada apapun yang tak bisa kau gapai"


"Paman"


"Huan, aku berbicara dengan gadis tidak tau diri ini, ku katakan lagi, kau segera buang mimpi mu itu, aku sangat tau bagai mana akal bulus mu, kau hanya menginginkan harta dan kekayaan yang dimiliki oleh keluarga Shen ini"

__ADS_1


"Tuan Shen, aku tau kenapa Huan sangat tak menyukai mu, kau tau?, Huan tak pernah mau menemui mu, kau tak bisa menjaga dan mencintai keponakan mu, yang kau pikirkan hanya harta harta dan harta"


"Bukankah kau juga demikian?, Kau mendekati Huan karena kau tau jika Huan adalah sulung keluarga Shen"


"Cinta tak bisa di ukur dengan harta yang kau miliki tuan Shen, kau memang pamannya, aku menghormati mu karena itu, namun?, Aku adalah gadis yang di cintai kponakan mu, apakah kau tidak bisa menerimanya?, apakah kau tak bisa menghormatinya, kau adalah pria yang berpendidikan tinggi kau mengatakan hal seperti itu, bukankah kau sangat kejam?, dan, Gadis miskin seperti ku memang setiap hari kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang, dan kau bisa bertanya padanya, apakah aku memanfaatkanya?, Harta bukan apa apa bagi ku, aku hanyalah gadis yang puas dengan apa yang ku miliki, pria kaya seperti mu tak akan tau bagai mana perjuangan kami orang kelas bawah"


"Fei Fei" pria bernama Huan itu berucap dengan nada sendu


"Biarkan aku berbicara, paman mu begitu membenci ku, paman mu hanya tau bahwa aku adalah gadis miskin yang harus bekerja keras untuk bertahan dari itulah ia menghina ku, mengatai ku ****** dan murahan, biarkan aku berbicara"


"Fei Fei"


"Dan kau tuan tua Shen, kau terlalu memandang tinggi harta yang kau miliki, dengan harta itu pernahkan kau merasa sebuah ketenangan?, Kedamaian dan ketentraman sebuah kehidupan, kau tak tau itu kan?"


"Orang kelas bawah sepertimu tak pantas membicarakan perihal ketenangan"


"Lalu pembahasan apa yang bisa ku katakan?, Kami kelas bawah hanya akan sedikit kerepotan prihal perekonomian, namun itu tergantung pada individunya apakah ia bisa bersyukur atau tidak, kami bisa hidup dan melakukan hal seperti yang kami mau, kami memiliki kemerdekaan dan kehidupan yang  tenang dan damai, sedangkan kalian?, Kalian menjual harga diri dan tubuh kalian pada harta"


"Kau"


"Aku belum selesai, sebelumnya aku diam karena aku ingin memberikan mu kesempatan, sejauh mana kau bisa mengomentari gadis kelas bawah seperti ku ini, aku diam bukan karena aku takut atau bahkan tak bisa melawan, aku bukan gadis yang terikat dengan hal yang bahkan membuat hidup ku sulit"


"Gadis ******, lihatlah, selain miskin ia juga tidak berpendidikan, tidak memiliki sopan santun, seperti ini gadis yang kau inginkan Huan?"


"Tuan Shen, sebelum kau mempertanyakan ke sopanan ku apakah aku bisa bertanya?, Apakah kau sopan?, Apakah kau sudah memperlakukan ku seperti Seornag manusia?, Sedari tadi kau hanya mengomentari ku dan menghina ku, mengapa?, Saat gadis kelas bawah membuka mulutnya apakah kau tidak bisa melawannya?"


"Fei Fei, cukup, jangan lanjutkan"


"Kenapa aku harus diam, katakan mengapa aku harus diam, paman mu mempertanyakan kesopanan dan pendidikan ku?, Aku gadis yang berjuang sendiri untuk pendidikan ku, aku bangga, dan aku juga seorang gadis yang tau di mana meletakan kata sopan, jika seseorang memperlakukan ku sebagai manusia aku akan memperlakukannya dengan hal yang sama, namun jika seseorang mempertanyakan sisi kemanusiaan ku, maka di mata ku ia tak lebih dari hewan yang hidup sepanjang jalan, aku egois, kau tau itu dari awal kan Huan?, Aku sudah mengatakannya pada mu, aku menyayangimu, namun di bandingkan diri ku?,  Aku bahkan lebih sayang pada diriku sendiri setidaknya diriku sendiri tak akan meninggalkan ku di saat aku berada dalam kesulitan"


"Kalian orang  orang kaya begitu aneh, sebelumnya kau bersikeras untuk  membuatnya meninggalkan ku, lalu?, Apakah kau fikir aku akan berkorban pada orang yang menyakiti ku?, Kau Lucu dan sangat kekanak kanakan tuan Shen"


Kepala Jiang fei tiba tiba pusing ia dapat melihat dengan jelas jika gadis yang di hina itu adalah dirinya sendiri, ia ingin sekali marah dan berteriak, bagai mana bisa ia menjadi begitu bodoh, membuat dirinya berada dalam kesulitan yang begitu menyebalkan


Kenapa ia tak bisa mengingatnya, ia meraung frustasi, ini semua terasa begitu nyata, hinaan, makin bahkan perasaanya pun nyata, ia jatuh cinta dengan pria yang bernama Huan itu, tapi bagai mana ia bisa mengenali pria bernama Huan itu,


Sejak awal wajahnya tak begitu jelas.


Jiang fei merasakan saat ini ia berada di dalam mobil, dua pria yang berada di depan sana nampak berdebat kecil


"Tidak Huan, ku katakan bahwa ini tak bisa di lanjutkan, ini tidak benar, kau tau itu dengan jelas paman mu pasti sangat khawatir, Huan kau tak bisa meninggalkan keluargamu dan tanggung jawab begitu saja, aku memang melawan paman mu, itu karena aku bukan orang yang berarti baginya, sedangkan kau?, kau adalah keponakannya, jangan korbankan mereka demi aku" Jiang fei dapat mendengar suara itu dengan jelas,


Ia bahkan dapat melihat bayangan dirinya disana, dengan wajah sembab dan mata yang membengkak akibat menagis


"Ku mohon, jangan katakan itu Fei fei, aku tak akan pernah meninggalkan mu, aku akan selalu memperjuangkan mu dan cinta kita, aku tak perduli dengan apa yang di katakan oleh dunia, aku hanya ingin kau dan hanya kau saja, aku tak membutuhkan mereka akan ku mohon jangan buang aku, perjuangkan kan cinta kita, ku moho jangan menyerah"


"Tidak, aku tak bisa Huan, kau bisa mengatai ku egois, namun aku tak akan bisa melanjutkan ini"


"Fei Fei, sebelumnya kau melawan paman dengan begitu kuat, lalu mengapa kau meninggalkan ku begitu saja"


"Ku katakan pada mu, aku memang mencintai mu, tapi aku lebih mencintai diriku sendiri, anggap saja aku egois, dan kau sudah mengetahui itu sedari awal bukan?, Aku meninggalkan cinta pertama ku untuk keluarga dan kakak ku, lalu mengapa aku tidak bisa meninggalkan mu"


"Fei Fei, kau sengaja mengatakan hal kejam seperti ini agar aku membenci mu akan?, Aku tak akan pernah membenci mu, aku memperjuangkan cinta kita"

__ADS_1


"kita sudah bersama selama beberapa tahun kan?, Kau mengenal ku dengan sangat jelas, kau tau jika aku tak bisa bersama dengan orang yang bahkan rela meninggalkan keluarganya demi cinta, dimataku cinta hanyalah sebuah kata yang indah namun akan lekang di makan waktu, hari ini kau pergi dan memilih untuk meninggalkan mereka, di masa depan saat cinta itu memudar kau akan meninggalkan ku Tampa sebuah penjelasan"


"Aku tidak akan melakukan itu, aku akan mencintai dan menyayangimu sampai kapan pun"


"Aku tak bisa, kita sudah berakhir cukup sampai di sini"


“jangan katakan itu, kau adalah milik ku, dan aku milik mu, kita di takdirkan untuk bersama, jika pun tidak aku akan menentang dewa, dan memaksakan takdir kita” ia berucap d dengan nada tinggi, perdebatan penuh air mata itu bahkan terjadi cukup lama hingga


"Huan" Teriak Jiang fei yang langsung terduduk sembari memeluk lututnya


"Fei fei ada apa" Ucap Yuan Nian menerobos masuk ke kamar sang saudara, semenjak keluar dari rumah sakit jiang cheng mengurung diri di kamar, ia tak menerima siapapun, dan bahkan tidak berbicara pada siapapun


"Aku baik baik saja, kau mengapa masih di sini?"


"Aku menunggu mu, aku takut jika kau memerlukan sesuatu dan malah tak bisa mengambil"


"Aku baik baik saja Yuan nian, dan terimakasih telah menjaga ku" Jiang Fei memeluk Yuan nian dengan begitu erat


"Kau ini kenapa?"


"Aku baik baik saja"


"Apakah kau benar benar baik?, Kau tidak sedang membohongi ku kan?"


"Aku baik baik saja, kau bisa kembali ke kamar mu dan beristirahat, jangan berjaga setiap malam demi aku, aku bukan anak kecil lagi"


"Fei Fei, kau yang seperti ini membuat ku takut, marah lah Fei Fei, jangan menjadi gadis yang seperti ini, aku sangat kahwatir karena ini"


"Aku baik baik saja Yuan nian, sekarang kembalilah biarkan aku beristirahat"


"Fei Fei"


Namun pintu kamar sudah di tutupi dan Jiang Fei bergerak menuju ranjang dan duduk dengan kepala tertunduk


"Mimpi itu lagi, mengapa mimpi seperti itu selalu mendatangi ku, huh, mimpi yang sama setiap hatinya, aku akan Benar benar gila karena ini"


Yuan nian menghela nafas pelan, ia menatap Zhan Li dengan tatapan sedih


"Dia akan baik baik saja"


"Bagai mana dengan pencarian mu Zhan, kita tak bisa membiarkan Fei Fei seperti ini"


"Semua masih di selidiki, pelaku sudah di temukan"


"Ayo ke kantor polisi, kita harus melihatnya"


"Pelaku hanyalah suruhan, penjahat aslinya belum di temukan"


"Zhan kau akan menemukanya untuk ku kan?"


"Yah, kita akan mencari mereka, sudah banyak yang tertangkap, namun adalah orang orang yang keterbelakangan, tak bisa menulis dan bahkan berbicara, mereka bisu"


"Pelaku benar benar cerdik, di zaman seperti ini bahkan masih menggunakan metode seperti itu untuk menghambakan identitas jahatnya"

__ADS_1


"Sepertinya itu adalah penjahat kelas atas, tak ada jejak yang bisa di temukan oleh mereka, dan bahkan para pembunuh hanya tak mengeluh saat hukuman di tetapkan"


"Mereka berani menyakiti saudara ku, aku tak akan melepaskannya begitu saja, aku akan mencarinya bahkan keujung dunia"


__ADS_2