
Dengan kesal Han Zixuan berjalan menuju ruangan nya dengan begitu kesal, ia membuang nafas
Mengapa si adik tiri tak tau dirinya itu ingin mencelakai Fei Fei nya, ia tak akan pernah membiarkan Fei feinya terluka
Jiang Fei marah padanya dan ia pergi ke luar negri selama bertahun tahun, saat kembali ia masih memiliki perasaan yang sama, sama seperti sebelumnya
Selama ini ia hanya diam melihat kelakuan menjijikan Han Xiang ini, ia diam karena ia tak ingin perduli dengan kelakuan buruk Xiang itu
Ia selalu bermimpi untuk memiliki keluarga Shen, ia bermimpi terlalu jauh hingga bahkan hanyut dalam anganya sendiri
Fei feinya di kejar oleh Shen yi, dan Han Xiang melakukan berbagai macam cara untuk menyingkirkan Jiang Fei hanya untuk menarik perhatian Shen yi
Tok tok tok
Ia menghela nafas dengan pelan, suara ketukan dan bekerja, kepalanya pusing namun harus tetap bekerja
"Masuk" Jin Zixuan
Seorang gadis kini membungkuk pelan,
"Presdir Han, hari ini anda memiliki pertemuan dengan klien Amerika dan anda juga harus melihat proyek yang baru di buat"
"Kau urus saja jadwalnya, sekarang aku memiliki beberapa hal"
"Baik Presdir, jika demikian saya akan kembali keruangan"
"Hm"
Setelahnya si gadis memberikan beberapa map sang gadis berlalu meninggalkan ruangan, Han Zixuan tak mengizinkan siapapun di ruanganya terlalu lama.
Setelah melihat beberapa laporan itu Han Zixuan segera menuju ruangan manager yang tidak lain adalah adik tiri ke 2 nya yaitu Han Xiang Yao
Dengan wajah angkuh Han zixuan berjalan menuju ruangan sang manager
Mereka akan berada di Shanghai selama beberapa waktu, banyak hal yang harus di selesaikan, perusahaan Beijing masih bisa di urus dengan baik oleh bawahnya
__ADS_1
"Brak" Pintu itu terbuka paksa
Menampilkan sosok mungil yang sedang duduk di balik meja kerjanya, si mungil berjalan mendekati Han Zixuan dengan senyuman palsunya
Tanpa bicara sepatah kata pun Han Zixuan duduk di sofa, lagi pula Jin crop adalah miliknya, dan ia bebas melakukan apapun di sini
"Ada hal apa kakak menghampiri ku disini?" Han Xiang masih mempertahankan senyuman yang dan duduk di sofa tak jauh dari Han zixuan
"Jangan mengusiknya, jika kau berani menyentuhnya maka kau akan mendapatkan hal yang bahkan tak pernah kau bayangkan" Han Zixuan datar, ia tak akan membiarkan siapapun melukai wanyinnya, tidak akan
"Apa yang ingin kakak sampaikan, katakan dengan jelas, adik ini tak memahami maksud mu"
"Apakah kau sangat bodoh hingga kau tak mengerti, ku ingatkan, jangan mencoba mengusik nya, atau kau akan menyesal"
"Kakak, aku tidak mengerti apa yang sedang kau bicarakan"
"Kau hanyalah gadis kecil yang di pungut ayah, aku membiarkan mu menikmati semuanya dengan baik"
"Kakak meskipun kau membenci ku, namun ayah adalah ayah ku juga, apakah aku tidak memiliki hak untuk berada di dalam keluarganya?"
"Xiang, jangan berlebihan, kau fikir kau bisa masuk keluarga ini jika tidak mendapat dukungan dari istri ku, jika tidak kau tak akan memiliki kesempatan Ini"
"Jika kau tau itu kau seharusnya juga tau jika tampa nya kau takkan bisa berada di sini hari ini"
"Kakak, kau sedikit keterlaluan, aku tau kau tidak menyukai ku, aku sudah bekerja dengan baik selama beberapa tahun ini, namun kau bahkan tak bisa menghargainya"
"Kau bahkan tak menghargai ku, lalu?, Kau menyakiti Fei Fei itu tandanya kau juga telah menyakiti istri ku, dan aku tak akan diam saja jika ada yang menyakiti istriku"
"Kakak, kau ini lucu sekali, kau mencintai Jiang Fei tapi menikahi kakak ipar, kau bahkan tak berani untuk berjuang, aku menjadi ragu, apakah kau benar mengkhawatirkan kakak ipar atau Jiang Fei"
"Tutup mulut mu kau tak memiliki hak untuk mengomentari Fei Fei"
"Kakak, kau ini lucu sekali, Jiang Fei bukan gadis baik dan kau bahkan masih mencintainya, ia hanya gadis kejam, dan kau bersikap seolah ia adalah malaikat yang sempurna"
"Kau tidak memiliki hak untuk mengatakan itu, kau hanya gadis rendah dan tak memiliki hak untuk mengomentarinya"
__ADS_1
"Aku tidak berhak, lalu siapa?, Dia gadis yang kejam, meninggalkan mu begitu saja, dia kabur dari masalah"
"Ku ingatkan, jika kau berani menyakitinya aku akan memastikan jika kau akan kehilangan segalanya"
"Aku akan menunggunya Kak, bagai mana kau menghentikan ku" Han Xiang terkekeh pelan
"Aku telah bertoleransi selama ini, dan di masa depan tak akan ada lagi, aku tak akan melepaskan mu" Han Zixuan berucap dan setelahnya meninggalkan ruangan
Han Xiang menghela nafas sembari terkekeh pelan
"Dia hanya pria yang menyedihkan, berani sekali mengancam ku, Fei Fei, kau bernasib begitu mujur, semua orang menyukaimu, semua orang mencintai mu bahkan saat kau adalah seorang gadis yang kejam" Han Xiang tersenyum penuh kelicikan mengambil ponsel dan mengotak atiknya beberapa saat
"Hallo"
"..."
"Kau tau apa yang harus kau lakukan, kali ini jangan biarkan dia lepas"
".."
"Benar, aku akan menghabisinya dengan tangan ku sendiri, aku tak akan membiarkanya lepas kali ini"
"Baiklah" Setelahnya sambungan telpon terputus begitu saja
Karena Han Zixuan melarangnya maka ia akan dengan senang hati melakukan apa yang di benci oleh kakak laki laki nya itu
Selama ini Han Zixuan begitu angkuh dan sombong, ia tak memiliki kecemasan dan ketakutan apapun, bahkan pada istri dan anaknya sendiri, Han Xiang tak bisa menggunakan Jiang Yanli untuk menyakiti Han Zixuan maka ia akan menggunakan Jiang Fei
Ia akan menujukan pada Han Zixuan ia bukan gadis lemah, selama ini ia hanya diam, bukan karena ia takut, ia hanya menunggu waktu yang tepat membuat Han Zixuan menderita bahkan lebih menyakitkan dari sebuah kematian
"Milik ku akan ku pertahankan, jika ada yang berani merebut maka harus mendapat izin ku terlebih dahulu, dan Jiang Fei kau tidak memiliki izin untuk mengambil Shen ge dari ku" Han Xiang berucap dengan nada mengejek
Ia melangkah kembali ke meja dan mendudukkan diri dengan begitu angkuh, selama ini ia lemah, karena?, Tuan tua Han sialan itu
Ia bahkan terus berusa untuk membuatnya tersingkir, Han Xiang sudah berada dalam lingkungan dunia kejam sedari muda, hal seperti ini tak akan membuatnya kesulitan
__ADS_1
"Fei Fei yang malang, kau berurusan dengan ku Karana kekeras kepalaan mu, dan maaf aku tak akan menghentikannya begitu saja pada pria sialan itu"
Melempar pas yang berada di hadapnya, ia kesal namun harus terlihat baik dan anggun, beginilah image yang ia bangun selama ini dan ia harus mempertahankannya bukan?