
hari ini aku sangat sibuk mengantarkan surat lamaran ke berbagai perusahan, aku berharap salah satu ada yang aku dapatkan.
seminggu sudah berlalu, belum ada panggilan untuk interview dari perusahan yang aku masukan lamarannya
terdengar suara ponsel, ku lihat ini nomer kantor semoga saja ini panggilan interview ku
"hallo selamat siang" sapaku
"hallo dengan mbk kiandra putri? " tanyanya
" iya pak, ada yang bisa saya bantu? "
"mbak saya sudah menerima surat lamaran mbak, Dan besok mbak bisa ke kantor untuk interview, nanti saya whatsapp alamat kantornya" jelasnya,
"ohhh baik pak terima kasih banyak ya pak" ucapku senang, akhirnya ada panggilan juga untukku...
kulihat ponselku ternyata ini adalah perusahan yang cukup besar bergerak di bidang saham
aku berharap bisa di terima di perusahan ini..
pagi pukul 06.30, aku segera bergegas meninggalkan kosanku menuju tempat interview di daerah jakarta selatan, jarak dari kosanku lumayan jauh, kurang lebih 1 jam menggunakan ojek online.
waktu interview pukul 08.00 aku sampai tepat pukul 07.30 , ku lihat sudah banyak para pelamar sepertiku, dengan pakaian hitam putih.
tepat pukul 08.00 kami semua memasuki ruangan berukuran 10 x 6 dengan beberapa kursi di dalamnya, disini kami di jelaskan apa saja syarat lolos bekerja disini, dari mulai interview, tes kesehatan, dan tes psikotes. aku mengikuti semua proses dengan baik Dan akhirnya dari 50 orang hanya 3 orang yang lolos, termasuk aku, akhirnya aku sudah tidak menjadi pengangguran lagi.
hari pertama aku bekerja di kantor yang belokasi di pusat kota, dengan tinggi bangunan 15 lantai, aku seperti mimpi akhirnya cita-citaku tercapai, aku Dan kedua pelamar yang lolos memasuki ruangan bersama 1 orang HRD.
"selamat pagi semuanya" sapa perempuan berparas cantik dengan badan yang sangat proporsional
"pagi bu" jawab kami serentak
" kalian adalah tiga orang beruntung yang bisa bergabung di perusahan kami, sebelumnya saya mengucapakan selamat kepada kalian" jelasnya sambil menyalami kami satu persatu
perempuan ini bernama Mira, dia menjelaskan apa saja peraturan di kantor, Dan beberapa job desk yang Akan kami kerjakan nanti, kebetulan aku di pilih untuk menjadi sekertaris kepala bagian, karna menurut bu Mira aku lebih cocok menjadi sekertaris di banding bekerja di bagian admin.
setelah semua selesai bu Mira mengantarkan ku ke sebuah ruangan 3x4, di depan pintu tertata tapi meja Dan kursi yang kosong
" kian itu meja kamu,,, " jelas bu Mira menunjuk ke arah meja
" baik bu " jawabku mmenganggukan kepala
__ADS_1
" ini beberapa jadwal si bos, kamu Jangan sampai Lupa, kamu juga harus mempersiapkan ruanganya agar selalu rapih, snack di meja tidak boleh sampai kosong, jika sudah setengah segera kamu laporakan pada saya" jelas bu Mira dari A-z
aku hanya mengangguk mengerti
" ohh ya, Jangan sampai telat karna bos kamu tidak suka karyawannya telat " tambah bu Mira..
" setelah kamu selesai semuanya, kamu aku antar ke ruangan pak bos " jelasnya tersenyum
" baik bu " jawabku mulai merapikan meja kerjaku, Dan membuka laptop yang sudah tersedia di atas meja
tak lama bu Mira kembali menghampiriku
"sudah siap? " tanyanya
" siap bu " jawabku
" yuk" ajaknya memasuki ruangan yang tertutup rapat
tok tok tok bu Mira mengetuk pintu, Dan membukanya
" pagi pak.... " sapanya
.
" pak ini sekertaris baru bapak..... " jelas Mira
" ayo masuk... " ajak bu Mira menarik tanganku
aku memasuki ruangan, terliht seorang pria sedang asik dengan laptopnya. terkejut aku ketika pria itu mengangkat wajahnya.
" pak guruh"teriakku kaget
bu Mira hanya tersenyum, sepertinya dia tau aku mengenal atasannya ini, pantas saja dari tadi bu mira hanya menyebut bos tidak menyebut nama
" hai kian apa kabar? sudah lama tidak bertemu " sapa guruh tersenyum
aku bingung aku abaikan sapaannya, entah harus senang atau sedih, aku bertemu dengan pria yang sudah membuatku sakit hati.
" pak saya pamit ya, masih ada kerjaan" pamit bu Mira meninggalkan kita berdua,
" baik Mir, terima kasih ya" ucap guruh
__ADS_1
" kian.... " panggil guruh
.
" bapak sudah tau aku melamar ke perusahaan ini" tanyaku
" ya, saya sudah tau, semua surat lamaran masuknya ke saya sebelum saya serahkan ke HRD "jelasnya
" lalu kenapa bapak memanggil saya? "tanyaku ketus, rasanya aku ingin pergi dari sini
" loh apa alasan saya tidak memanggil kamu, kamu, toh semua persyaratan sudah kamu penuhi", jelasnya
" terus saya jadi sekertaris ,bapak juga tau? " tanyaku
"ya.... " jawab ya tersenyum senang
"kenapa pak? kenapa bapak membuatku menjadi sekertaris bapak? tanyaku kesal
" kamu lihat dua temanmu yang diterima, apa mungkin aku menjadikan mereka sekertaris ku? dari penampilan nya saja sudah tidak menarik" jelasnya
"aku mengundurkan diri" ucapku lemas
" kamu sudah tanda tangan kontrak kian, kamu mau bayar dendanya? jelasnya meledek
" terus aku harus gimana? " teriakku
" yah kamu harus bekerja, dengan baik bareng saya, kenapa? kamu gak mau? " tanyanya
"pak aku sudah melupakan bapak, tiga tahun pak aku menghapus nama bapak dari fikiranku, aku bekerja, aku kuliah semua kulakukan agar fokusku tidak ke bapak, bapak ngerti gak sakit hatinya aku? " Nada suaraku mulai meninggi, air mataku jatuh tak terbendung
" aku minta maaf... " suaranya lirih, dia menghampiriku yang berdiri di depannya,
" bapak tau rasa rindu yang harus aku pendam, ketika bapak pergi? " tanyaku, tangisku makin menjadi rasanya semua memori yang hilang kembali lagi
" kian ini kantor jangan terlalu kencang bicaranya " pintanya sambil menaruh telunjuk di bibirnya
" terus sekarang mau bapak apa? kenapa kita harus ketemu lagi? " tanyaku
" iya saya minta maaf, saya Akan jelaskan semuanya nanti, kamu jangan nangis lagi" pintanya memelukku ...
aku sedih aku kecewa aku bingung semua perasaan itu campur aduk, aku menangis di pelukannya sehingga membasahi kemeja yang dia kenakan.
__ADS_1