
Gang pintu perlahan terbuka, suara bocah kecil kini menggema di dalam ruangan, dan membuat pelukan antara Jiang fei dan Shen yi terlepas secara spontan, keduanya sama sama terkejut dengan suara cempreng bocah 6 tahun itu
"Bibi fei" ia berteriak penuh semangat dan langsung menghambur ke dalam pelukan Jiang Fei dan tentu saja di sambut dengan hangat oleh Jiang fei
Itu adalah gadis kecil yang cantik keponakan satu satunya yang ia miliki, ia adalah Han Ling Ling satu satunya nona besar dan nona kesayangan keluarga Han
"Hiks, hiks, bibi, a Ling telah menelpon bibi dari kemarin, tapi bibik tidak bisa di hubungi, ayah mengatakan jika bibi harus beristirahat, tapi kenapa bibi istirahat begitu lama?"
"Bibi hanya sedikit kelelahan, sekarang bibi sudah berada di hadapan A Ling kan?"
"Bibi tau?, Saat ayah mengatakan bibi tidur ibu menagis terus, bahkan ibu sangat suka berbicara dengan Poto bibi, apakah Poto itu bisa menjawab dan menghapus air mata ibu?"
"Ling kecil bibi yang cantik, kau semakin menggemaskan setelah besar"
"A ling adalah gadis yang paling cantik di sekolah, tapi jika dibandingkan dengan ibu dan bibi a Ling masih berada di nomor tiga?"
"Lalu, apakah bibi Yuan ini tidak cantik?" Yuan nian terkekeh pelan sembari mendekati Han Ling
"Bibi Yuan juga cantik, berada di no dua bersama bibi Fei"
"Mengapa begitu,"
"Karena nomor satu adalah ibu dan nomor tiga a Ling"
"Kau semakin pandai bicara saat ini, dasar anak kecil yang nakal"
"Ibu suka mengatakan jika a Ling nakal mengikuti bibi Yuan"
"Kakak, ternyata kau sering membicarakan ku?" Yuan nian memeluk Jiang Yanli dengan erat
Mereka berada di negara yang sama namun berada di kota yang berbeda, kesibukan membuat mereka kesulitan berjumpa,
Setiap hari selalu sibuk untuk bekerja dan menjalani aktivitas hidup sehingga tak memiliki waktu untuk ke Beijing hanya untuk bertemu dengan saudaranya
"Jika bukan kakak lalu siapa lagi yang akan merindukan Yuan yang nakal ini"
Jiang Yanli tersenyum lebar mengelus pucuk kepala saudaranya, mereka tak bertemu dalam waktu begitu lama, hanya saling menyapa dan memperhatikan melalui sosial media saja
"Kakak, kau sangat kesulitan memikirkan ku, mengapa kau tak datang dan menemani ku di sini"
"Dasar adik tak tau diri, kau adalah adik, seharusnya kau yang ke Beijing menemui kakak, kalian berada di negara yang sama namun mengalahkan ku yang berada di luar negri"
"Fei Fei, kau ini pemarah sekali, aku sangat sibuk kakak juga memiliki banyak urusan"
"Setiap hari kau hanya diam diam saja, alasan mu mengerikan" Jiang Fei berucap dengan nada mengejek yang menimbulkan kekehan pelan dari orang lain
Percakapan ketiganya di hentikan oleh perut Han Ling yang berbunyi
__ADS_1
"Ayah, A Ling tidak menyuruh mereka berbunyi"
"Gadis kecil ini sedang kelaparan?"
"Hm, bibi Fei, ibu menagis selama di pesawat, A Ling kehilangan selera makan, jangan salahkan a Ling"
"Baiklah putri ayah yang pintar, mari mencari makanan"
"Yan Li, aku akan menemani a Ling"
"Hmm"
"Presdir Shen ada yang ingin ku bicarakan dengan mu"
"Baiklah"
Para pria keluar dan hanya meninggalkan ketiga saudara yang saling melepaskan rinduÂ
"Kakak jangan menangis lagi, aku baik baik baik saja" Jiang Fei menggenggam tangan kakaknya dengan erat
"Fei Fei, kau membuat kakak begitu cemas, jika hal buruk terjadi pada mu, maka kakak hanya menyalahkan diri, karena tidak mampu membuat mu bahagia" Ucap jiang yanli, ia tak bisa berkata apapun, ia hanya bisa mengungkapkan isi hatinya dengan sebuah tangisan
Mereka telah berpisah selama bertahun tahun, tiga gadis keluarga Jiang yang saat ini telah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik
"Kakak ku mohon jangan menagis untuk ku lagi, kakak aku salah, maafkan aku, aku berjanji tak akan membuat mu khawatir lagi" Jiang Fei berucap pelan
Hatinya ikut sakit saat melihat air mata yang di keluarkan kakaknya dan ia adalah penyebab segala kesedihan itu
"Jangan mengais kak, ini salah ku dan aku mengakuinya"
"Kita baru bertemu setelah bertahun tahun, kakak jangan menangis, adik mu ini memang nakal, namun aku berjanji untuk menjaganya"
"Yuan nian, kau juga, jangan pernah merahasiakan apapun dari kakak, saat dunia tak menginginkan mu kau bisa datang, kakak akan menyambut dan menginginkan kalian selamanya"
"Kakak kau adalah kakak terbaik di dunia"
Ketiga saudara itu saling berpelukan dan menagis bersama, suasana haru pertemuan tiga saudara yang di pisahkan oleh keadaan
Di sisi lain, Han Ling dan yang lain berada di cafe untuk memberikan waktu untuk ketiga saudara itu
"Ayah, a Ling sudah kenyang"
"Jika a Ling sudah kenyang maka biarkan Lu Pen membawa a Ling kembali ke bibi Fei, apakah a Ling setuju?"
"Baiklah, apakah ayah tidak akan melihat bibi Fei, saat di rumah ayah selalu melihat gambar bibi Fei, dan saat ini bibi Fei sudah di depan ayah, apakah ayah tak ingin melihat dan membawanya pulang"
"Sayang, bibi Fei memiliki kehidupan dan kesibukannya sendiri, sekarang Lu Pen bawa a Ling kembali"
__ADS_1
"Baik Presdir"
"Apakah ayah akan menyusul?"
"Iya"
"Kedua paman tampan ini?"
"Iya, mereka akan ikut, apakah ada pertanyaan lain lagi?"
"Tidak"
"Baiklah"
"Ayah, dan kedua paman tampan a Ling kembali"
Setelah Han Ling pergi Han Zixuan menghela nafas pelan
"Presdir Shen, bagai mana pendapat anda perihal hal ini?"
"Presdir Han, aku lalai membuat Fei Fei begitu menderita, namun di masa depan aku akan menjaga dan memastikan jika ia hidup bahagia"
"Presdir Shen tau dengan jelas bagai mana tempramen Fei Fei"
"Hanya karena anda tak mampu berjuang bukan berati orang lain tidak bisa" Zhan Li berucap dengan nada ringan
Pria ini, apakah ia sedang menyudutkan saudaranya?, ia tau jika kali ini Shen yi lalai, namun ia sudah menyesali semuanya
"Tuan kecil Shen, mereka adalah tiga bersaudara, mereka memiliki sifat dan pendirian yang sama persis, jika ia memilih untuk lepas maka sekuat apapun berjuang maka hanya akan berakhir sia, kau fikir aku tak pernah berjuang?, Namun hasilnya adalah ia pergi?, Ia menghilang dari pandangan ku, dan aku tak ingin itu terjadi"
"Tuan Han, Fei Fei tak akan melepaskan ku begitu saja, saat ini ia sedang kehilangan ingatannya untuk beberapa saat dan saat ini ingatannya telah kembali, ia tak akan membuang ku"
"Aku berharap itu benar, dan ingat Presdir Shen, ini adalah kesempatan terakhir mu, jika kau tak bisa menjaganya, maka Beijing akan selalu mengganggunya"
"Presdir Han bisa mempercayai ku, aku tak akan pernah membiarkan Fei Fei meninggalkan ku, aku berjanji akan membahagiakannya di sisa hidupnya"
"Ku harap begitu, karena jika tidak maka Fei Fei ku akan ku bawa ke sisi ku, aku menghormati mu karena ia adalah orang yang ia cintai"
"Aku mengerti presedir Han"
Setelahnya Han Zixuan meninggalkan cafe meninggalkan kedua Shen bersaudara
"Kakak, apakah dia mengancam mu?"
"Zhan, dia adalah orang yang mencintai Fei Fei, aku tau bagai mana perasaanya"
"Baiklah Kak, apakah kau akan kembali?"
__ADS_1
"Biarkan Fei Fei tenang terlebih dahulu"
"Baiklah jika begitu"