
"fei fei tenang lah, apa yang terjadi" Yuan Nian memeluk tubuh Jiang fei yang sedari bergerak dengan begitu gelisah
"Fei fei tenang lah" Ucap Yuan Nian lagi mengelus punggung Jiang fei memberikan kehangatan dan kasih sayang dari seorang kakak,
Dokter yang di panggil kedua Shen pun datang, dan langsung memeriksa keadaan Jiang fei, sedangkan kedua tuan muda keluarga Shen sedang menunggu di luar ruangan
"Apa yang terjadi dokter" yuan Nian berucap dengan begitu cemas,
Jiang fei sudah mulai tenang dan tak berteriak namun ia masih terlihat begitu ketakutan, tangannya masih menggengam erat tangan mungil sang saudara bayangan itu bisa datang kapan saja, oh tidak ia tak ingin bayangan menyeramkan itu mengusiknya
"Hm, nona Jiang tidak baik baik saja, ia hanya butuh istirahat lebih lama serta jangan biarkan dia tertekan dan benyak pikiran, akan memperburuk keadaannya" dokter pelan, setelah memeriksa dokter berlalu
"Fei fei, kau dengar itu, kau tak boleh banyak pikiran, jangan membuat ku takut setiap saat, jangan sembunyikan apapun dari ku, jika ada sesuatu yang membuat mu tak senag maka kau bisa ceritakan pada ku" Yuan nian pelan mengambil posisi duduk di samping Jiang fei, ia menggeleng lemah
Ingatan yang ia dapatkan sungguh tidak mengenakan belum lagi teror yang datang akhir akhir ini, awalnya ia mengabaikan hal itu namun lama kelamaan teror itu menjadi semakin meresahkan,
Membuatnya kepikiran, orang itu selalu mengirim boneka yang telah di tusuk dan di lumuri darah sebuah surat yang di tulis menggunakan tinta darah
"Tidak ada" Ucapnya pelan,
Ia tak ingin membuat saudaranya cemas ia akan menghadapinya sendiri, ia sudah merepotkan banyak orang, ia bahkan sudah membuat semua orang menjadi repot, ia tak ingin menambahnya lagi, biarkan hal ini menjadi urusannya
"Hm baik lah, kau beristirahat lah aku akan kembali, aku akan membelikan makanan" Yuan Nian pelan,
Ia sangat mengenal saudaranya yang sangat anti dengan yang namanya makana rumah sakit, ia harus keluar untuk membelikan beberapa makanan untuk mengisi perut kecil saudaranya ini
__ADS_1
Yuan nian berjalan pelan menuju pintu, setelahnya menutup pintu dan melanjutkannya dengan menyusuri koridor rumah sakit,
Jarak dari ruangan ke kantin memang sedikit jauh ia akan menghabiskan banyak waktu untuk menyusuri koridor ini hingga sampai di tempat yang di tuju
"Kakak ipar"
"Bagai mana keadaanya?" Shen yi khawatir
"Bisakah aku meminta tolong"
"Katakan aku akan melakukan apapun untuknya" Shen yi mantap
Jika bisa membantu ia pastikan akan mengorbankan apapun untuk Jiang Fei, asal Jiang Fei baik baik saja maka ia tak akan menyesal untuk berkerja keras
“Baiklah kakak ipar, beberapa hal penting akan lebih baik berbicara di cafe dekat sini, fei fei butuh istirahat, biarkan dia menenangkan diri”
"Hmm maafkan aku sebelumnya bukan aku tak mendukung mu tapi aku sangat berharap jika untuk sementara ini kakak ipar tak perlu menemui fei fei, dokter bilang ia mengalami depresi akibat banyaknya tekanan, akhir akhir ini memeng ia sangat aneh bahkan selalu bermimpi buruk, ia selalu murung dan bahkan sangat tertutup, aku harap kakak ipar mengerti," Ucap yuan nian ia tentu tau wajah khawatir saudaranya walaupun ia tak pernah mengatakan jika dirinya sedang tidak baik baik saja,
Jiang fei adalah gadis yang sangat keras kepala, ia sudah mengamati saudaranya selama bertahun tahun ia jelas tau saat saudaranya memiliki masalah berat yang mustahil akan ia ceritakan dengan mudah,
"Apakah tidak ada lagi kesempatan untuk ku?'' Shen Yi lirih benar benar tak ada lagi kesempatan untuk bersama, apa tidak ada lagi kesempatan utuk mereka?,
"Ini hanya masalah waktu kakak, biarkan dia tenang dulu, setelah itu kalian bisa membicarakan ya dengan baik, fei fei bukan orang yang kejam, ia pasti akan memahami mu, namun untuk saat ini?, aku mohon berikan dia sedikit waktu"
"Aku ragu, ia tak ingin melihat ku, aku memang bersalah telah membuatnya berada di stuasi ini, aku memang bersalah karena membuatnya mengalami segala hal menyakitkan ini, apapun yang terjadi padanya aku tau dengan sangat jelas jika akulah penyebabnya, aku menempatkannya dalam stuasi sulit, aku lah yang menyakitinya, aku lah yang membuat ia menderita" Ucap Shen yi sendu
__ADS_1
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, aku yakin ia memiliki alasan untuk menyimpannya, bersabarlah Jika kalian di takdirkan bersama maka dewa pun tak dapat menghalangi cinta kalian, ku harap kakak memberikan ia sedikit waktu"
"Baik lah tolong jaga dia untuk ku" Ucap shen yi pelan dan pamit undur diri,
Ada beberapa hal yang harus ia selesaikan belum lagi ia harus menemani sang adik angkat untuk menemui Presdir Han grup, Han Zixuan,
"Kau pun bisa kembali Zhan" Ucap yuan nian pelan, yang hanya di balas dengan gelengan pelan dari sang kekasih hati
"Menemani mu" Ucapnya terdengar dingin namun begitu manis setidaknya menurut yuan nian yang jelas tau bagai mana kekasihnya yang kaku ini,
Setelah beberapa tahun menjalin hubungan setidaknya Zhan li jauh lebih layak di sebut sebagai manusia, saat pertemuan pertama bahkan Zhan li adalah satu satunya pria yang berani mengabaikannya,
Hal itu membuatnya merasa tak terima dan sekaligus membuatnya menjadi tertarik dan bertindak sangat agresif hingga pada hari itu keduanya resmi menjadi sepasang kekasih
Yuan nian lah yang mengungkapkan perasaan terlebih dahulu, Zhan li adalah sosok kaku mengarah ke dingin, ia bahkan terlihat sangat tak perduli dengan sekeliling, ia hanya suka bekerja, ia hanya suka melakukan semua hal dengan sempurna,
Sedangkan yuan nian?, ia adalah gadis konyol yang cerewet, dua kepribadian yang bertolak belakang itu akhirnya bersatu di atas nama cinta
"Kembali lah kau pasti lelah, aku akan menjaga fei fei di sini" Ucapnya pelan, ia tak ingin kembali merepotkan sang kekasih,
Zhan li sudah cukup sibuk hari ini, yuan nian jelas tau jika kekasihnya bukan balok kacu ataupun sebongkah es, ia adalah manusia tulen yang butuh waktu untuk beristirahat
"Kau juga lelah" Ucapnya pelan, ia tak ingin pergi, ia tak ingin meninggalkan Yuan Nian sendiri di sini,
"Aku bisa tidur di ruangan Fei fei, kau bisa kembali, bagai manapun kakak ipar membutuhkan teman, jangan sampai kakak ipar melakukan hal yang nekat, kau harus menemaninya dan menguatkannya"
__ADS_1
Zhan li menghela nafas pelan dan mengiyakan keinginan yang kekasih, setelah memberi kecupan selamat tinggal ia berlalu meninggalkan Yuan nian yang masih menunjukan senyuman lebar, sebagai pengantar kepergiannya,