Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
40


__ADS_3

Di luar sana Shen Yi  masih tertunduk dalam diam, melihat segala interaksi Jiang Fei dengan Yu jin yang begitu dekat


Ia cemburu dan ia merasa iri, mengapa Jiang Fei sangat memperdulikan Yu jin, sedangkan dirinya?, Yu jin bahkan tak Sudi meski hanya sekedar untuk melihat saja


Ia aku ia memang sibuk akhir akhir ia mengerjakan banyak hal untuk melampiaskan keputusan asannya, ia menyibukkan diri dengan pekerjaan hanya takut jika akhirnya ia malah melakukan hal nekat dan malah membuat Jiang Fei semakin membencinya


Namun demi dewata yang Agung Shen Yi  sangat merindu pada si bungsu jiang itu, lalu pemandangan apa yang ia lihat hari ini?, Shen Yi  tak bisa berbuat apa apa ia hanya bisa diam dan melihat apa yang akan jiang fei lakukan


Hubungan mereka telah membaik beberapa waktu ini, meskipun Jiang Fei menolak ia juga tak tak menghindar dari godaan Shen yi, namun kali ini?


Ia tak bisa mengatakan apapun, saat ia datang Jiang Fei pergi, saat ia membuka suara maka Jiang Fei akan meninggalkannya dengan kejam


"Ah kakak ipar kurasa kau telah membuat fei fei ku kecewa, apa yang kau lakukan hingga membuatnya menjadi seperti ini" Yuan Nian berucap dengan nada nan begitu pelan,


Ia tentu sangat memahami Jiang fei, jika ia tidak berteriak dan kehilangan wajah ketusnya berati Jiang fei sudah berada di ambang kemarahan dan lebih memilih untuk bersikap dingin dan acuh


Ia tak bisa menyalahkan siapapun saat ini, hari itu ia melihat jika Shen yi begitu dekat dengan seorang gadis cantik


Sebagai seorang gadis wajar jika Jiang Fei marah, selama ini Shen yi melakukan segala upaya untuk mendekatinya namun setelahnya dengan mudah menggandeng gadis lain bersamanya


Namun ia juga tak bisa menyalahkan Shen yi, Jiang Fei pun melakukan hal yang sama, melihat interaksi yu jin dan Jiang Fei hari ini, dan itu juga tak bisa di salahkan


"Yuan" Zhan li pelan,


Ia tak ingin kekasihnya selalu menekan Sang kakak bagai mana pun hubungan itu akan terjalin jika keseimbangan perasaan dari kedua belah pihak,

__ADS_1


Namun di sini ia melihat hanya kakaknya yang berjuang sedangkan si bungsu jiang itu sama sekali tak perduli pada kakaknya, bersikap seperti anak kecil yang selalu saja menghindar akan masalah


"Aku berkata jujur Zhan, Fei fei tak akan menunjukan wajah dingin itu jika ia tidak kecewa, kau tau kakak ipar akan lebih baik saat ia marah dan berteriak dari pada ia memasang wajah dingin itu, coba kakak ipar ingat ingan apa yang kakak ipar lakukan sehingga fei fei semarah itu" Yuan nian pelan,


"Fei Fei ku yang malang, kakak ipar, kau sudah berjanji untuk menjaga dan mencintai Fei Fei selamnya, namun kakak ipar kau bahkan sudah menyakitinya saat hubungan belum di mulai"


"Yuan, kakak tidak salah, kakak juga tersiksa, Jiang Fei terlalu kekanak kanakan, hanya Karana hal tak di ketahui ia menjadi begitu tak berperasaan"


"Zhan, kau menyebut saudaraku kekanak kanakan?, Lalu bagai mana jika kau berada dalam posisi itu, kakak ipar tak tau bukan di mana kesalahannya baiklah aku akan mengatakannya"


"Yuan, kakak tidak bermasalah"


"Lalu siapa yang salah?, Apakah Fei Fei?, Sebelumnya kakak ipar datang dan mendekatinya, melakukan segala cara untuk menarik perhatiannya, namun setelah mendapatkan sedikit kau langsung menghancurkannya"


"Adik Yuan, ini memang salah ku, aku yang membuat Fei Fei menjadi tak senag dan mengecewakannya lagi"


"Jiang Fei juga memiliki orang lain, lalu apa salahnya"


"Kau benar Zhan, kakak ipar, kau lah yang berteriak dan membuntutinya setiap waktu, mengatakan pada semua orang bahwa kau sangat mencintainya, namun saat seseorang datang kau berubah haluan dan meninggalkannya begitu saja, beginikah yang kau sebut dengan cinta?" Yuan nian berucap dengan nada ringan


Ia selalu menghormati Shen yi seperti seorang kakak, ia menghormati Shen yi karena ia adalah saudara Zhan Li, namun ia tak akan bisa menerima saat saudara Zhan Li menyakiti saudaranya


Ia memang mencintai Zhan Li, namun jika di bandingkan ia lebih mencintai Jiang Fei, jika Zhan Li membicarakan hal buruk tentang Jiang Fei ia tak akan pernah bisa diam


Jika suatu saat semua semakin gawat maka ia tak akan merasa keberatan jika harus meninggalkan Zhan Li, ia lebih mencintai saudaranya dari pada apapun yang ada di bumi ini.

__ADS_1


Yuan nian sedang kesal dan Shen yi bahkan tak bisa melakukan apapun, ia menyesal benar benar menyesal karena tak menyadari itu, ia selalu peka dengan semua hal, namun ia bahkan tak bisa menyadari jika Jiang Fei merasa sangat tidak nyaman dengan keberadaan Han Xiang


Yuan nian menghela nafas pelan, saat ini Ia bisa berharap jika Shen Yi dapat menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin, hatinya sakit saat melihat saudaranya berada dalam stuasi ini


"Ah adik yuan, ini memang salah ku, aku yang tak pengertian aku yang membuat Fei Fei menjadi tidak nyaman" Shen Yi berucap dengan anda pelan,


Ia tak tau jika Jiang Fei akan begitu terluka karena ini, ia salah karena tidak menyadari apa yang di rasakan Jiang Fei 


"Itulah yang harus kau lakukan kakak ipar, kau akan bekerja keras, karena Jiang Fei buka orang yang akan memaafkan kesalahan orang lain dengan mudah, ia sudah di sakiti dengan sedemikian rupa oleh mu, aku yakin kecelakaan lima tahun lalu juga bukan hal yang sederhana"


"Yuan, kakak sudah mencari dan menjadi frustasi karenanya, kakak tidak bersalah"


"Lalu siapa yang bersalah di sini?, Katakan kakak Zhan, siapa yang salah Apakah Fei Fei?, Apakah gadis malang itu?, Ia telah menderita karena semua permainan dunia yang kejam ini, ia telah kehilangan banyak orang yang ia cintai, saat terjaga ia melupakan semuanya, dan hari harinya di lalui dengan sangat baik, ia menjalani kehidupan yang baik selama beberapa tahun lalu, setelahnya ia kembali ke cina kau datang dan kembali memberikan rasa sakit untuknya, cinta mu sungguh petaka kakak ipar"


"Yuan, kakak juga sudah menjalani kehidupan yang menderita, kesakitan selama bertahun tahun, saat kembali menemukanya di sini apakah ia tak memiliki hak untuk berharap?, Yuan, kota semua tau bagai mana sakitnya setelah kehilangan, tapi Apakah ia tak memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan kedua"


"Kesempatan kedua?, Kesempatan kedua apa yang kau bicarakan Zhan?, Kesempatan seperti apa?, Sebelumnya kakak mu menyakiti adik ku, dan saat ini pun sama, lalu?, Sampai kapan ia memberi kesempatan pada orang lain untuk menyakitinya"


"Yuan, kau" Zhan Li berucap pelan


Zhan li tak terima jika saudaranya di sudutkan, tak ada yang salah dalam hal ini, yang salah hanyalah takdir yang mempermainkan mereka


Yuan nian berkata seolah saudaranya lah yang paling menderita, namun siapa yang tau luka yang menganga di hati kakaknya


"Sudahlah, aku lelah Zhan, aku butuh mengenakan diri, kau dan kakak ipar juga bukan?, Aku ingin sendiri " Yuan nian berucap setelahnya melangkah menuju kamar untuk menenangkan diri

__ADS_1


Semua menjadi serbasalah, ia tak bisa diam melihat saudaranya seperti ini, Jiang Fei sudah menjalani kehidupan yang sulit, saat jatuh cinta pun ia malah menjadi seperti ini.


__ADS_2