Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
32


__ADS_3

Hari beranjak siang Jiang fei dengan malas berjalan menuju ruangan tempat pemotretan, ia mendapatkan tugas lagi dan bahkan ia tau siapa biang kerok dari semua ini


Huh ini adalah pekerjaan bos kurang kerjaannya, ingatlah Shen yi tak akan melewatkan kesempatan untuk bersama pujaan hatinya ini,


Shen Yi bahkan tak membiarkanya bekerja dengan baik, malah bersikeras membuatnya bekerja di ruang pemotretan hanya untuk bisa mengawasi dan melihat gadis yang sangat ia cintai ini


"Fei Fei, kau jangan menujukan wajah seperti ini"


"Lalu?, Jika bukan seperti ini wajah seperti apa yang harus ku tunjukan?, Menyebalkan sekali" Jiang Fei terus menujukan wajah masam sepanjang perjalanan


"Kau bisa tersenyum dan menujukan wajah ramah mu, jika seperti ini kau membuat orang orang menjadi tidak nyaman"


"Lalu?, Apa yang kau inginkan?"


"Tersenyumlah, aura intimidasi mu ini bahkan membuat satu lift menjadi begitu sesak"


"Huh menyebalkan" Ucapnya menekan lift, 


Untuk segera menuju lantai 7 gedung pemotretan Shen yi menyuruhnya bekerja di lantai atas maka ia hanya bisa mengerjakan sesuai perintah


Meskipun sangat kesal ia tau jika ia hanyalah seorang karyawan, ia akan bekerja dengan baik dan profesional


"Bukankah ini kesempatan yang bagus?, Kau memiliki banyak kesempatan untuk melihat Presdir, dia begitu menyukai mu, bahkan tak ada yang lebih baik selain di cintai oleh orang yang berkuasa" Yu jin dengan nada pelan


Gadis gadis akan selalu silau dengan kemegahan harta, dan lagi Shen yi adalah pria yang sangat baik, sosok yang begitu sempurna


Selain kaya ia juga tak pernah terlibat kasus buruk apapun, lalu?, Mengapa Jiang Fei selalu menolak


"Kesempatan bagus?, Bertemu dengan Presdir gila itu adalah musibah bagi ku, setiap saat tidak ada hal bagus bagi hidupku, hanya ada kekesalan dan amarah yang tak tersampaikan" Jiang Fei berucap dnegan malas


Lantai tujuh terasa begitu jauh, karena tentu saja ia melakukan pekerjaan dengan setengah hati, ia tak bersemangat dan tak suka berada di sini

__ADS_1


"Kau mengerikan sekali, Presdir Shen bahkan memberikan kesempatan yang begitu baik pada mu, dapat menemui idola terkenal adalah hal yang sangat baik"


"Aku adalah staf di bidang ke uangan, setiap harinya aku berkutat dengan komputer dan masalah keuangan kantor, lalu kenapa harus melakukan hal menyebalkan ini, mengapa aku harus melakukan hal menggelikan yang bahkan tak sesuai dengan profesi ku, setiap pekerja di lindungi oleh undang undang tenaga kerjaan, mengapa mereka dengan begitu mudah melakukan hal sesuka hati hanya Karana aku seorang karyawan kecil" Ucapnya dengan nada kesal, seorang staf keuangan beralih profesi?,


"Kau ini selalu saja memiliki mulut yang pedas dan kasar"


"Sedari awal aku sudah mengatakan pada mu, jika kau ingin mundur maka masih ada kesempatan"


"Oh tidak Fei Fei, aku hanya bercanda, kau jangan serius seperti ini, membuat ku takut saja, tapi aku hanya mengatakan kebenaran dan hal baik untuk mu, cobalah untuk tersenyum kau terlihat lebih baik jika tersenyum, dan jangan mengeluh karena mengeluh tak menghasilkan uang, bekerja yang keras" Yu Jin menarik tangan jiang fei keluar dari lift dan segera masuk ke ruangan


"Aku tak ingin melakukan hal yang tak kusukai, dan aku tak ingin menjadi orang lain, beginilah aku, jika tidak bisa menerima maka aku tak perduli"


"Kau ini


Yu jin menghela nafas pelan, saat ini mereka telah berada di depan ruangan pemotretan, seperti biasa yu jin akan membukakan pintu dan masuk bersama Jiang Fei untuk memulai pekerjaan


Krekk


Bagai mana tidak, mereka masih berdiri di depan pintu namun sebuah pertunjukan sudah ada di depan mata


Pertunjukan yang begitu romantis dua orang berlawanan jenis sedang berpelukan mesra yang menyambut kedatangan jiang fei dan yu jin,


Dan orang itu adalah orang yang mengatakan jika dirinya adalah pria yang sangat baik, sopan dan akan terus menginginkannya, namun kenyataanya?, Semua hanyalah omong kosong, semua hanya bualan semata


Ia begitu naif hingga untuk beberapa saat memilih untuk percaya, namun hasilnya lihatlah?


Jiang fei membuang wajah dengan kesal pembual dan penggoda ulung, apakah tidak ada tempat lain untuk bermesraan,


Ia tak perduli tentang apa yang di lakukan oleh kedua orang tak tau malu ini, hal yang ia kesalkan adalah mengapa harus ia yang melihat kejadian itu, huh menyebalkan


"Fei fei" Ucap Shen yi dengan nada lirih dan berjalan pelan untuk mendekati Jiang fei yang berada di hadapannya,

__ADS_1


Namun Jiang Fei bahkan hanya menatapnya dengan tatapan nyalang, apakah Jiang Fei salah faham? dengan kejadian Yang ada di depan matanya


Ia mendekat dan mencoba untuk  menjelaskannya Karana ia tak ingin Jiang fei salah faham,


Hanya saja ia tak tau akan memulai dari mana Shen yi baru saja ingin menggapai tangan sang kekasih, jiang fei sudah lebih dulu menarik tangan Yu jin ke sebuah ruangan yang memang sudah di siapkan


Ia datang untuk bekerja dan menyelesaikan semuanya dengan cepat, ia tidak ingin melihat pertunjukan cinta yang mesra ini, sangat tidak ingin


"Fei fei" Shen yi  berucap dengan nada pelan


namun tak ada jawaban dari Jiang fei, ia memilih untuk meneruskan langkah agar tak menganggu dua mahluk yang sedang bermesraan ini


Mereka datang di waktu yang tidak tepat, karena sudah tidak tepat maka ia tak akan menganggu lebih lama lagi


"Jangan ikuti aku" Jiang Fei berucap dengan nada nan begitu dingin


Pria bodoh ini seperti anak itik yang selalu saja mengekorinya apakah ia tak memiliki pekerjaan lain?, Apakah ia tak memiliki kesibukan lain?


Mendengar teriakan Jiang Fei Shen yi hanya bisa menghentikan langkahnya, Jiang Fei sedang marah?, Apakah marah?, Benar benar marah?


"Maaf kan aku, Shen ge, aku sungguh tak bermaksud membuatnya, ia salah faham aku akan menjelaskan padanya" Ucap sang gadis dengan nada begitu lembut,


Menyenangkan siapapun yang mendengarkannya Shen yi hanya mengguk faham,


“Biarkan aku sendiri yang melihat dan membujuknya, kau bisa melakukan pekerjaan mu” Shen yi berucap dengan nada pelan


ia bukannya tidak tau bagai mana perasaan gadis di hadapannya ini namun? Shen yi bahkan tak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, hatinya sudah di miliki oleh jiang fei dan selamanya akan seperti itu, kali ini ia tidak akan pernah membiarkan siapapun memisahkan mereka


"Tapi Shen ge?, Aku hanya ingin di sini menemani mu"


“Selesaikan pekerjaan mu, jika memerlukan hal lain kau bisa bertanya pada para karyawan yang ada”

__ADS_1


"Baiklah"


__ADS_2