Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
episode 8 penjelasan


__ADS_3

sudah seminggu guruh mengabaikanku, entah apa yang membuatnya seperti itu, masih menjadi pertanyaan dalam benakku.


dia kembali bersikap dingin, bahkan lebih dingin dari yang aku kenal, beberapa pesanku sama sekali tidak di balas, telpon kupun tak di angkat.


kebetulan hari ini aku jaga di office, aku harus mengajaknya bicara.


sengaja aku datang lebih awal, Dan ku tahu guruh sudah ada di ruangan ya, setelah absen Dan merapikan meja CS aku segera bergegas masuk ke ruangan, benar saja guruh sudah ada di ruangan ya


tok tok ku ketuk pintu


"masuk " suruhnya


"permisi pak " ucapku sambil membuka pintu


" iya kenapa ki? " tanyanya, tanpa melihat kearahku


" pak jika bapak ada waktu saya tunggu jam 12 di caffe S" pintaku sambil menatapnya, yang asik dengan laptop.


" saya belum tau ki, kerjaan saya masih banyak, kamu ngerti ya"jelasnya, dia sama sekali tak menghiraukan ku yang masih berdiri di depannya, emosiku mulai memuncak ingin rasanya ku pukul meja sekuat mungkin Dan mengatakan " apa salahku? " "kenapa kamu seperti ini?" tapi itu tidak mungkin aku tau batasanku, air mataku tiba-tiba menetes aku tak tahan melihatnya seperti ini.


"baiklah pak" jawabku lirih,


"ki...... " panggilnya saat aku ingin meninggalkan meja kerjanya


aku tak berani berbalik air mataku sudah tak bisa terbendung......


tanpa menghiraukan panggilannya, aku segera pergi meninggalkan ruangannya,


"aku tak mungkin bekerja dengan kondisi seperti ini" gumamku


aku berinisiatif merapikan dandanan Dan rambutku ke toilet.


setelah memastikan semua baik-baik saja, aku bergegas ke meja CS tempatku bertugas, ternyata sudah ada k. dara disana.


"pagi ka" sapaku sambil berusaha tetap tersenyum


" pagi ki, kirain telat.... " jawabnya

__ADS_1


tak lama terdengar dering telpon, kebetulan ka. dara yang mengangkatnya, entah siapa yang menelponnya, tapi matanya melirik kearah ku...


"ki... nih" kk. dara memberikan telponnya padaku


"siapa? " tanyaku pelan...


"pak guruh" jawabnya berbisik


aku mengambil telpon yang di berikan ka. dara


"iya pak.... ada apa? " tanyaku sambil menahan tangis,tapi sepertinya air mata ini tidak bisa di ajak kompromi


"kamu nangis? " tanyanya...


" tidak pak " jelasku menyembunyikan kesedihanku


"jam 12 tunggu aku di caffe s" pintanya


"baik pak" jawabku sambil mengakhiri percakapan Dan segera menutup telponnya


"kenapa ki ? " tanya k. dara heran


" gapapa ka" jelasku sambil melepas pelukanku Dan menghapus air mataku


" kenapa? cerita aja... kamu di marahin pak guruh? kamu bikin kesalahan? " tanya nya


aku hanya menggelengkan kepalaku


"kenapa ki... " tanya ka dara sedikit memaksa...


aku menghapus air mataku, Dan tersenyum menandakan baik-baik Saja, sepertinya ka. darapun tidak ingin terlalu banyak bertanya, men jaga perasaanku.


•••••••••••••••••••••••••••••


jam 12.00


caffe s

__ADS_1


aku duduk menunggu guruh, selang 5 menit dia datang menuju mejaku...


" sudah lama menunggu? " tanyanya sambil duduk di depanku karna kursi kita berhadapan.


"gak kok" jawabku singkat


"kamu mau pesen apa? " tanyanya melihat meja yang masih kosong


"gak usah pak " jawabku, air mataku selalu ingin menangis ketika dia ada di hadapanku, tapi kali ini aku menahannya


"Okk,..... " ucapnya


"pak, saya gak tau apa salah saya? tiba-tiba bapak berubah, bapak mulai menghindari saya, semua pesan saya tidak bapak balas, meski sebenernya semua itu hak bapak," tanpa sengaja keluar semua rasa kesal di hati, air mata ini tak Terbendung....


"ki.... " suaranya agak sedikit berbisik


" bapak tau setiap hari saya berfikir apa ada ucapan atau sikap saya yang menyakiti bapak, awal nya semua baik-baik saja, kita jalan bersama lalu bapak dengan mudahnya bersikap dingin seolah tak terjadi apa-apa " potongku tanpa memberikan kesempatan dia bicara


"bukan gitu maksud saya ki... " dia berusaha menjelaskannya namun Teresa begitu sulit, seperti ada sesuatu yang tak bisa dia bicarakan


"terus maksud bapak apa? " tanyaku,


"saya lagi pusing, lagi banyak kerjaan, tolong ngertiin saya , " jelasnya, bagiku ini hanya alasan klasik..


" ok baiklah saya akan mengerti itu, Dan saya tak akan mengganggu bapak, terima kasih sudah memberikan kebahagiaan ke pada saya di saat kita bersama, aku mau balik lagi ke mall, aku harus in charge" jelasku, rasanya sakit mendengar begitu banyak alasan darinya...


"ki tunggu dulu dong" pintanya menarik tanganku yang langsung berdiri


"ma'af pak saya harus in charge" aku segera pergi meninggalkannya sendiri,ini sakit banget ketika baru saja tumbuh benih cinta , tapi di buat layu..


aku kembali ke mall, Dan melanjutkan pekerjaan ku,


ingin ku ceritakan semua masalahku pada ka. dara atau dinda tapi sepertinya tidak perlu, aku memilih untuk menutup rapat-rapat kedekatanku dengan guruh


setelah jejadian itu, guruh jarang terlihat di kantor, tak ada pesan darinya, tapi ada yang sedikit mengganggu fikiranku... gelagat dinda sedikit aneh, dia sering terlihat di lobby timur menunggu seseorang, Dan aku pernah melihatnya berjalan melewati kosanku,dia juga selalu menceritakan seorang pria yang ciri-cirinya seperti guruh,


entahlah semoga ini hanya fikiranku saja. aku akan melupakan semua hari-hari bersama guruh

__ADS_1


__ADS_2