
"Shen ge?, dari mana kau?, aku sudah lama menunggu di ruangan mu" Ucap gadis manis tersenyum lembut
Langsung memeluk tangan Shen Yi dan dilihat dari sisi manapun mereka terlihat begitu dekat dan sangat akrab,
Jiang fei tak habis pikir dengan gadis di hadapannya ini, dengan wajah cantik dan tubuh yang mungil, lesung pipit, serta jangan lupakan tutur katanya yang begitu lembut membuat semua orang tipu, gadis seperti ini?, Ia fikir hanya ada di dalam drama dan cerita, tak menyangka jika ia di berikan kesempatan untuk bertemu langsung dengannya
Sekilas saja ia sudah dapat melihat sosok yang berdiri di hadapannya ini adalah orang yang naif dan bermuka dua,
Ah sudahlah biarkan saja, ini sama sekali buka urusannya, mau bermuka dua tiga empat atau lima bukan urusannya, ia bahkan tak ingin perduli dengan si gadis cantik di hadapannya
Jiang fei membuang nafas pelan, ia tak perlu perduli dengan kenaifan, wajah cantik, jiang fei tak perlu memusingkan diri, karena pada kenyataannya gadis cantik ini sangat dekat dengan Presdirnya, ah lupakan, anggap saja semuanya tak pernah terjadi
"Ah maaf kan aku, karna membuat mu menunggu Xiang ” Ucap Shen Yi tersenyum lembut menatap gadis cantik yang selama ini ia sebut sebagai sahabat
Han Xiang Yao adalah anak haram yang baru di akui oleh konglomerat bermarga Han itu, Han Yu Shen adalah salah satu keluarga paling terkenal kota ini, Han Xiang Yao adalah teman sekaligus adik tingkat yang selalu menemani Shen Yi saat ia rapuh,
Kehilangan sang pujaan, Han Xiang selalu menemani Shen Yi saat ia terpuruk, dan kacau karena putus cinta,
Mereka menjalani pendidikan di tempat yang sama, dan tentunya waktu membuat mereka merasa nyaman dan memilih untuk mempererat hubungan yaitu dengan tapi persaudaraan,
Jiang fei hanya memutar bola matanya malas, bisakah Shen Yi membiarkan dia pergi, ia memiliki pekerjaan yang sudah menanti, mengapa ia harus mendengar omong kosong mereka?, Mengapa harus tetap di sini
Sedangkan shen yi membiarkanya berada di tengah tengah pembicaraan mereka, ia hanya ingin kembali keruangan untuk bekerja,
"Shen ge, kau sudah berjanji akan menemani ku untuk melihat lihat dan berkeliling hari ini?, sudah hampir 5 tahun aku meninggalkan kota ini dan semuanya sudah banyak berubah" Ucap Han Xiang itu menatap Shen Yi lembut
"Untuk apa kau menahan ku di sini presdir bodoh, kau ingin mengatakan jika kau sudah tak menginginkan aku?, ah mengapa aku merasa sesak, dan menyakitkan, sudah lah lupakan, aku adalah jiang fei gadis yang bahkan tak pernah memperdulikan sebuah perasaan gadis yang di ciptakan untuk tak memiliki rasa cinta" Batin Jiang fei berdecih dengan kesal, hatinya,
Apa yang ingin Shen yi tujukan padanya?, Apa yang ingin di lakukan Shen yi sehingga menahannya bersama mereka
Sedikit aneh rasanya, melihat orang yang selalu mencari perhatiannya beralih mengabaikan keberadaanya, dan bertindak seolah dunia hanya miliknya dan si gadis mungil yang memiliki senyuman yang sangat menawan ini
"Fei Fei?, kau?, eh kakak ipar? Apa yang kalian lakukan?, Nona Han apa yang kau lakukan di sini" Ucap seorang gadis sambil tersenyum di depan ketiganya
__ADS_1
Saat ini jiang fei hanya ingin pergi dengan cepat, ia tak ingin berada di tengah tengah orang bodoh ini, biarkan ia bekerja dengan baik, ia datang untuk bekerja bukan menonton pertunjukan menjijikan ini, dengan langka kesal jiang fei melepaskan tangan Shen Yi
“Fei fei kau”
“Lakukan saja pekerjaan mu, tak perlu mengurus urusan orang lain” jiang fei berucap dengan nada nan begitu sarkas,
"Fei fei" Yu Jin berjalan dengan cepat mendekati jiang fei yang memasang wajah yang begitu tak bersahabat, dan dengan gerakan pelan ia langsung menarik tangan jiang fei sedikit menjauh
"Hey fei fei kau begitu tidak sopan pada idola ku, apa itu tatapan menyebalkan itu, jika ia tak mau memberi tanda tangan pada ku bagai mana?" Yu Jin berbisik
Jiang fei mendengus pelan, ia hanya ingin kembali ke ruangannya dan bekerja seperti biasa,
Mengapa hari ini sangat di penuhi oleh drama yang di buat Shen yi, disusul oleh Yuan Nian, dan bahkan Yu Jin pun tak mau ketinggalan, apakah ini bisa berakhir, ia muak melihatnya benar benar muak
"Dasar bodoh, aku sama sekali tak perduli, aku hanya ingin kembali, terlalu lama berada di ruangan di penuhi aura negatif seperti ini hanya membuat ku kehabisan tenaga"
"Kau" Yu Jin bahkan sudah benar benar kehilangan kata katanya, sungguh sulit berurusan dengan gadis keras kepala ini,
"Pekerjaan mu sudah selesai kan jika sudah, mari turun, pekerjaan ku yang lain sudah menunggu di bawah sana, aku memiliki hal yang jauh lebih penting dari pada pertujukan kalian ini"
Jiang fei segera menarik tangan yu jin melewati Yuan Nian begitu saja, padahal ia baru saja berjanji tidak meninggalkan Shen Yi lalu apa ini?, hey siapa yang lebih dulu mengacuhkannya, siapa yang lebih dulu mengabaikannya?,
"Tolong lah sekali ini saja, fei fei ku mohon, kali ini saja, aku tak akan pernah mendapatkan kesempatan seperti ini lagi sepanjang hidup ku" Yu Jin merengek sembari menggapai tiang yang berada tak jauh darinya, Jiang fei menatap Yu Jin dengan kesal
"Turun" Ucap Jiang Fei dengan nada dingin,
Menatap pria polos yang memeluk tiang itu, Yu Jin menggeleng kuat, ia harus mendapatkan tandatangan sang idola namun apa yang terjadi pada temannya ini?, mengapa jiang fei begitu mudah mengabaikan janjinya?
"Tidak mau" Yu Jin memeluk tiang dengan erat,
Memasang wajah konyol polos serta menyebalkan andalannya, ini adalah kesempatan dan keberuntungan di seluruh kehidupanya, namun mengapa jiang fei menjadi seperti ini
“Ku katakan turun atau aku akan memukul kepala mu yang bodoh itu”
__ADS_1
“Fei fei, kau sudah berjanji pada ku, aku sudah menantikan hari ini selam beberapa tahun terakhir, Fei Fei kau tak bisa melupakannya begitu saja”
"Berikan kunci ruangan ku" Jiang fei mendengus kesal, hanya Yuan nian apa bagusnya?, Mengapa harus menaati selama bertahun tahun
Pria ini sungguh merepotkan, ia hanya ingin bekerja dengan tenang dan meninggalkan tempat ini,
"Tidak mau, itu juga ruangan ku, aku ingin kau menemani yuan nian lebih lama, aku bahkan tak melihatnya dengan baik" Yu jin
“Lakukan apa pun yang kau inginkan, aku tak perduli, dan kau, jika kau tak turun sekarang maka aku tak akan bicara dengan mu lagi, kau ingat itu dengan jelas” jiang fei berucap dengan nada dingin
Setelahnya ia bergerak meninggalkan ruangan ia tak ingin berada dalam kemarahan dalam waktu lama, ia lelah dan tertekan, saat ini ia hanya ingin meninggalkan ruangan ini sesegera mungkin
"Kakak" Zhan Li menatap wajah kakaknya yang berubah masam,
Shen Yi hanya tersenyum getir
Melihat pertunjukan ini, kesalahan apalagi yang ia lakukan?, mengapa wajah bungsu jiang itu berubah dingin?, mengapa wajah itu kembali menunjukan expresi tak perduli?, dan lagi lagi keberadaanya tak dianggap dan tak di inginkan
Saat Shen Yi sibuk dengan pemikirannya, Yuan Nian masih menikmati pertunjukan yang di buat saudaranya ini,
Lalu siapa pria mungil itu?, sangat imut, menggemaskan, dan yang paling penting saudaranya terlihat sangat dekat dengan gadis ini, lalu bagai mana dengan Shen Yi?,
Apakah jiang fei memang sudah melupakan calon kakak iparnya ini?, Hey bukan kah Shen Yi juga sudah memiliki Han Xiang Yao,?, cukup adil bukan?
"Fei fei kau meninggalkan ku, kau pergi tampa ku” Teriak Yu Jin yang kelabakan
Ia bersalah karena mempermalukan Jiang Fei saat ini, ia bahkan dengan egois menginginkan TTD Yuan nian Tampa memikirkan bagai mana perasaan Jiang Fei saat ini.
Jiang fei hanya diam dan meneruskan langkah untuk segera meninggalkan ruangan ini, ia terlalu engan untuk berteriak, dan marah
Dalam mood buruk seperti ini Jiang fei hanya ingin memukul sesuatu untuk melampiaskan kekesalanya, ia tak mungkin memukul Yu Jin untuk melampiaskan amarah dan kekesalanya, tidak mungkin,
Jiang fei manusia yang memiliki hati dan perasaan ia tak mungkin tega menyakiti temanya ini, hanya saja ia juga tak bisa tetap tinggal
__ADS_1
Hatinya sakit jika melihat kejadian itu, Shen yi menujukan jika dirinya sudah tidak di butuhkan lagi maka ia akan segera pergi