Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
36


__ADS_3

Hari kini beranjak sore, Jiang fei baru saja menyelesaikan segala pekerjaan nya, setelah duduk di balik kursi selama beberapa jam tentu saja ia merasa sedikit lelah


Ia mengeliat pelan dan meregangkan otot ototnya yang terasa sedikit kaku karena duduk di depan komputer sedari tadi


"Fei Fei" yu jin berucap pelan dan hal ini hanya di balas dengan helaan nafas pelan


Hari yang begitu melelahkan dan menyebalkan, dalam sekejap ia bahkan sudah di tunjukan  bagai mana wajah asli milik pria yang mengaku sebagai orang paling mencintainya


Hari nan begitu panjang dan terasa begitu kosong, sangat asing rasanya selama ini ia selalu menginginkan kehidupan yang tenang tampa ada gangguan dari Shen yi, namun setelah Shen yi menghilang ia merasakan Jika ada sesuatu yang hilang dalam dirinya


Ia tak  terbiasa dengan perubahan yang terlalu tiba tiba ini


Lagi dan lagi ia menghela nafas, huh pikiran apa itu?,  bukankah seperti ini yang ia ingin kan, selama ini ia selalu menginginkan kehidupan yang seperti ini, hidup tenang tampa gangguan Yuan Nian atau pun ah ia bahkan terlalu malas menyebut namanya,


Siapa lagi orang yang memiliki nyali beras hingga berani menggoda dan menjahili Jiang fei selain Yuan Nian dan Yu Jin, ya siapa lagi jika bukan dia (Shen Yi) entah ia pun tak tau hari nan panjang di lalui dengan perasan kosongan yang tak memiliki kejelasan  


Jiang fei membuang nafas kasar, ada apa dengan dirinya saat ini mengapa ia merasa sangat kesal dan bahkan Shen Yi  tak menemuinya untuk meminta maaf ataupun menjelaskan padanya,


"Fei fei ada apa dengan mu, apakah kau masih memikirkan kejadian tadi siang?" Yu jin berucap pelan, ia sudah memperhatikan Jiang Fei sedari tadi dan dalam beberapa saat saja ia sudah tau jika Jiang Fei sedang menyembunyikan sesuatu, lihatlah ia bahkan tak fokus dalam bekerja


Tak ada jawaban dari seberang sana, yu jin menarik nafas kesal dan berdiri di hadapan Jiang fei


"Apa yang kau lakukan?" Ucap Jiang fei ketus,


Ia masih kesal tapi seseorang dengan begitu lancangnya menganggu lamunannya

__ADS_1


"Kau yang kenapa  Fei fei, jangan suka melamun seperti itu, kau membuat ku takut, masalah akan segera selesai, kau jangan sampai menjadi sakit karena hal ini" Ucap fei duduk dihadapan Jiang fei


Jiang Fei melamun lagi, tentu saja membuatnya cemas, selama ini Jiang Fei akan selalu menghormati lawan bicaranya, hal itu di tunjukan dengan tatapan matanya


Ia bahkan menghentikan aktivitas yang ia lakukan jika ingin berbicara agar lebih fokus dan tenang


"Terserah" Jiang fei berucap dengan nada  an begitu ketus memalingkan wajahnya


"Apa yang kau tunggu, mari pulang, hari sudah mulai gelap" Yu jin  menarik tangan Jiang fei menuju halte bus,


Lagi lagi Jiang fei di buat kesal karena dari seberang sana nampak jelas Shen Yi  sedang bersama dengan seseorang, siapa lagi bila bukan gadis Han itu


Pantas saja Shen Yi  tak mencarinya, toh Shen Yi  sudah mendapatkan pengganti?, Eyy apa itu?, bukankah terdengar sedikit tabu?, Shen Yi  melupakan jiang fei karena Han Juang You yang selalu ada di sisinya benarkah itu?


"Hey apa yang kau lihat Fei fei?" Ucap yu jin pelan sambil menatap seberang jalan,


"Kau ini, bisakah kau tak menarik ku?"


"Tentu saja tidak, kau tau akhir akhir ini kau selalu melamun dan aku tak ingin sampai kau tertinggal oleh bus, jangan larut dalam pemikiran mu kau bisa celaka karena itu" Yu Jin menjawab dengan asal, sudah satu minggu berlalu, sejak kejadian hari itu


Jiang fei berubah menjadi diam dan bahkan sering kali tidak fokus dalam bekerja, sebagai seorang teman tentu ia merasa cemas dengan perubahan jiang fei ini,


Perubahan seperti ini membuatnya menjadi sangat tidak nyaman, berbicara pun menjadi begitu canggung saat gadis pemarah ini menjadi diam seribu bahasa


Yang di ajak berbicara malah memilih diam dan membiarkan Yu Jin lanjut ke sesi mengomel rianya, ia tak bisa membiarkan hal ini berjalan begitu lama, ia tak ingin melihat teman sekaligus gadis yang ia cintai malah terpuruk dalam kesedian yang tak berdasar ini

__ADS_1


"Ah pantas saja aku tak melihatnya selama ini" Batin Jiang fei dengan kekehan pelan


Saat ini ia sedang menertawakan dirinya yang malang ini, sebelumnya ia terlalu berharap


Ia mengambil keputusan yang tepat, mengunci hati dengan rapat dan tak akan membiarkan orang masuk, cinta hanya sebuah petaka baginya


Lihatlah kejadian saat ini, ia bahkan baru melonggarkan kewaspadaannya, namun saat di depan pintu saja Shen yi sudah menyakitinya, bagai mana jika sudah berhasil masuk?, Ia akan menghancurkan dan membuat hatinya menjadi porak poranda


Sudah lah tak ada yang bisa di salahkan dalam hal ini, ia hanyalah gadis yang kasar dan Shen yi hanya sedang penasaran dengan sikapnya, umumnya semua pria akan melakukan seperti itu, ia tak terima saat ada orang lain tidak menyukainya di tengah ratusan bahkan ribuan gadis yang berharap padanya


Huh sudah lah, karena ia memilih untuk mundur maka Jiang Fei tak akan memaksanya, beberapa bulan ini Shen yi sudah berusaha dengan baik hingga bahkan sudah berhasil mengetuk pintu hatinya


Ia hanyalah gadis yang bermulut kasar dan sembarangan, mereka tak cocok


"Hey kau melamun lagi Fei fei, kau ini, apakah kau tak mendengar apa yang aku katakan" Yu Jin ketus sambil melipat lengan di dadanya,


Ia sudah menghabiskan tenaga extra untuk menasehati bungsu Jiang ini agar lebih sopan dan tak suka marah marah tapi bahkan ucapan panjang lebarnya tak di dengarkan sama sekali Jiang fei meraih ponselnya, terlalu enggan,


Benar enggan untuk berdebat berteriak apalagi marah marah, ia sedang terfokus pada pikiran liarnya, mengantisipasi segala kemungkinan, bahkan Jiang cheng tak bisa tenang setelah melihat Shen Yi  tadi,


Merasa sedih marah kesal Jiang fei meraih ponselnya dan mengotak atik ponselnya sebentar


"Sudah ku kirim alamat yang ku katakan sebelumnya, datang lah besok pagi jangan sampai telat" Ucap Jiang fei pelan dan bus berhenti Jiang fei segera turun namun yu jin mencekal tanganya


"Fei fei jika kau memiliki masalah maka ceritakan pada ku, jika kau keberatan dengan permintaan ku itu, kau bisa melupakanya, aku tak ingin kau murung seperti ini, kemana sosok Jiang fei yang dulu, singa galak ketus dan suka berteriak" Yu Jin menatap Jiang fei dengan tatapan lekat

__ADS_1


"Bodoh, jangan sampai terlambat, aku pergi" Ucap Jiang fei dan bergerak turun dari bus


"Gadis itu" Yu Jin tersenyum kesal dan kembali duduk membiarkan bus membawanya kembali ke rumah.


__ADS_2