
''bagai mana keadaanya dok?" Ucap Shen Yi cepat, saat dokter baru keluar dari IGD,
Ia sudah menunggu cukup lama dan ia sangat khawatir pada sang pujaan yang tiba tiba pingsan, apakah kesalahannya benar benar sudah tak termaafkan lagi?
"Hm keadaannya tidak baik baik saja tuan, jangan biarkan nona Jiang memikirkan hal berat, karena akan berdampak pada mentalnya" Ucap dokter membuang nafasnya pelan
"Apa yang terjadi dengan Fei Fei dokter?" Shen Yi tak mengerti,
Selama ini Jiang Fei terlihat baik baik saja, dan hal buruk telah membuat mentalnya sedikit terusik, ini tak akan menjadi baik jika di biarkan begitu saja
"Apakah anda keluarga dari nona Jiang?"
"Benar, aku adalah..., Kekasihnya" Shen yi berucap dengan sedikit ragu
Mereka memang sepasang kekasih, saat ini hanya sedikit bertengkar dan malah seperti ini
"Mari keruangan saya, beberapa hal yang harus di bicarakan" Sang dokter dengan nada pelan, sebuah keadaan yang harus di jelaskan, karena Shen Yi adalah kekasih dari pasien si dokter berfikir jika ia memiliki hak untuk mengetahui hal ini
Shen Yi dan si dokter terus melangkah menuju ruangan si dokter yang berada tak jauh dari kamar Jiang Fei
Dalam perjalanan ia bahkan tidak fokus, berbagai pemikiran telah menganggu dan mengusiknya
"Silahkan duduk" Sang dokter dengan nada pelan
"Terimakasih dokter" Ucap Shen Yi beranjak duduk
"Baik lah tuan Shen, saya tak akan berbasa basi lagi, nona Jiang mengalami tekanan yang cukup serius, menurut pemeriksaan nona Jiang pernah mengalami kecelakaan hebat dan menggores beberapa saraf pentingnya, hal ini membuat nona Jiang kehilangan ingatannya, meskipun tidak terlalu berbahaya dan tidak menghilangkan banyak kenangan, ia cukup beruntung karena bisa selamat dan lepas Daris situasi ini ia hanya kehilangan beberapa ingatan, seperti segala rasa sakit dan kekecewaannya selama beberapa tahun berdekatan dengan hari kecelakaan"
"Lalu apa yang terjadi padanya, apakah dia akan baik baik saja"
"Semua baik baik saja tuan Shen hanya saja saat ini ingatan itu mencoba menerobos masuk kembali, hal ini membuat beberapa reaksi pada tubuh nona Jiang, jika hal ini di biarkan terus berkelanjutan maka semua akan sangat membahayakan kesehatan jiwanya, ketakutan sudah menganggu mengusiknya selama beberapa waktu ini" Sang dokter, berucap pelan
Sangat wajar jika seseorang memiliki masalahan, namun gais malang ini bahkan menyimpan begitu banyak luka dan benar di hatinya, hal ini membuatnya menjadi lelah dan malah jatuh pingsan tampa pemberi tahuan
Kondisi Jiang fei saat ini tidak boleh di sepelekan, jika tidak Jiang fei tak mungkin bisa selamat, bahkan Shen Yi tau betul ingatan apa yang mencoba menerobos itu,
__ADS_1
"Lakukan yang terbaik dokter" Ucap Shen Yi cepat, ia tak mungkin bisa memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu pada sang pujaan
"Kami akan berusaha sebaik mungkin" Ucap sang dokter dengan nada pelan
Sebagai dokter tentu saja ia memiliki tugas untuk menyembuhkan pasiennya, namun mereka tak bisa melawan takdir yang di tuliskan para dewa
"Baiklah dokter, ku mohon bantu dia dan jangan sampai hal buruk terjadi padanya" Shen Yi menjabat tangan sang dokter dan berjalan menuju ruang rawat Jiang fei
"fei fei, maaf kan aku" Shen Yi berucap dengan nada nan begitu lirih,
Sembari menggengam erat tangan halus itu, ia tak menyangka jika sang pujaan memiliki masalah yang sangat berat hinga menimbulkan tekanan hebat ini,
Tekanan yang bahkan sampai pada titik depresi seperti ini, ia merasa sangat cemas dan kahwatir dengan keadaan Jiang Fei yang bahkan sudah tak sadarkan diri sedari beberapa jam lalu
Setelah melewati berbagai pengobatan dan waktu akhirnya ia membukakan matanya, kepalanya terasa sedikit pusing, ia merasakan sebuah tangan besar menggenggam tangannya, ia beralih menatap sosok pria berpakaian formal berwarna abu-abu itu tertidur di sampingnya
"Au kepala ku sakit sekali" Jiang fei berucap dengan nasa pelan, ia beralih melihat pria yang tengah tertidur ini
"Mengapa cinta sesakit ini, kau memperlakukan ku dengan begitu baik sebelumnya, namun nyatanya itu hanyalah sebuah kenyataan, dan kenyataanya adalah aku adalah pengganti saat kekasih mu pergi, sampai pada saatnya kekasihmu kembali kau akan membuang ku dengan begitu kejam" Batin Jiang fei pelan,
Saat terlelap ia bahkan melihat adegan yang begitu menyakitkan, pertengkaran yang berujung dengan sebuah perpisahan, kilasan kilasan cacian dan hinaan yang di dapati gadis malang itu ia tak ingin memiliki nasib yang sama
Sebelumnya ia menyanjung Han Xiang dan di saat bersamaan juga ia menebar janji dengan gadis malang, jikapun Shen yi akhirnya memilih untuk bertahan dengannya maka itu bukanlah sebuah kemenangan
Karena Shen yi bisa meninggalkan Han Xiang untuknya maka di masa depan Shen yi bisa saja meninggalkan dirinya untuk gadis lain, kehidupan ini penuh drama dan ia tak mau terlibat di dalamnya
Mersa pergerakan perlahan Shen Yi membukakan matanya, hal yang ia dapati adalah Jiang Fei yang menatapnya dengan tatapan yang begitu lembu
"Fei fei " Shen Yi berucap pelan sembari beranjak membenahi posisi duduknya, ia bahkan tersenyum tampa melepaskan tautan tangan mereka
''Lepaskan aku” Jiang fei segera memalingkan muka,
"Maafkan aku, Fei Fei, aku, bersalah" Shen Yi pelan menatap Jiang fei dengan wajah sendu
"Tidak ada hal yang perlu di maafkan dan di jelaskan, kau tak memiliki kesalahan apapun, tinggalkan aku"
__ADS_1
Ia hanya ingin menjalani kehidupan yang tenang tapi mengapa masalah dan penderitaan selalu mengejarnya, ia sudah melupakan
"Fei fei" Suara itu terdengar sedikit tercekat,
Apakah benar benar tidak ada lagi kesempatan untuknya?, kesempatan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu Jiang fei kembali meringis memegang kepalanya yang kembali pusing,
Sungguh menyakitkan saat ingatan itu memaksa untuk masuk, ia melihat beberapa kilasan kesedihan Seornag gadis malang, segala hinaan yang ia dengar benar benar terasa begitu nyata, rasa sakit itu, dan kekecewaan itu ia tak kuat lagi, ia hanya ingin menyerah, dan melupakan semuanya namun?, mengapa bayangan itu seolah tak membiarkanya pergi
"Kau kenapa, apa yang terjadi Fei fei" Shen Yi panik
"Pergii" Teriaknya keras ia tak sanggup, saat ingatan itu memaksa masuk kepalanya, itu sangat menyakitkan
"Pergi, pergi pergi, jangan mendekati ku lagi, aku muak dengan semuanya, aku lelah, aku ingin hidup yang baik, sejak bertemu dengan mu tidak ada hari baik untuk ku, aku lelah dan aku sangat muak dengan semua ini, benar benar muak" Teriaknya dengan kesal
Keberadaan Shen yi hanya akan membuatnya semakin kesakitan, ia tak sanggup ia lelah dan ingin menyerah.
Gang pintu perlahan terbuka zhan li dan yuan nian berdiri di ambang pintu, yuan nian terlihat sangat panik dan segera memeluk saudaranya dengan begitu erat, sang saudara nampak begitu kacau dan sangat ketakutan
"Tinggal kan aku, pergi, pergilah jangan temui aku lagi, kau dan aku, tak pernah ada apapun di antara kita, kau orang memiliki akal bukan?, Lalu mengapa terus menerus menganggu ku," Teriaknya lagi, Shen Yi menatap sang pujaan dengan tatapan sendu
"Kakak ipar, Zhan li, tinggalkan kami" Ucap Yuan Nian, dengan nada pelan
Setelah beberapa minggu keduanya berselisih, hari hari Zhan Li menjadi tak terarah begitupun Yuan nian, ia masih bersikeras untuk memberikan Zhan Li pelajaran
Apapun yang terjadi saudaranya ia tak akan membiarkan orang mengomentarinya, mereka hanya tau apa yang di lihat, kenyataanya adalah Jiang Fei yang menjalani hari hari yang begitu menderita
Jika ada yang berani mencela dan mengomentari Jiang Fei maka ia akan berdiri untuk melawannya, siapapun itu, baik orang besar atau kecil, orang jauh bahkan orang yang paling ia cintai
"Tapi?"
"Kakak" Zhan Li berucap membuat Shen yi menganggukkan kepalanya dan bergerak meninggalkan ruang rawat
Mereka sempat berselisih karena masalah Shen yi dan akhirnya malah berakhir dengan hari hati buruk
"Zhan, bahkan aku tak tau di mana kesalah ku, mengapa harus seperti ini?, Aku bahkan membuat mu berada berada dalam masalah" Shen Yi tercekat,
__ADS_1
Ia tak tau apa yang ia perbuat hingga membuat luka dalam di hati Jiang cheng dan bahkan Jiang fei sangat membencinya dan tak ingin bertemu dengannya
"Bersabar kakak, kau pasti bisa, mari panggilkan dokter" Ucap zhan li pelan, Shen Li mengguk lemah dan memanggil dokter.