Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
24


__ADS_3

Di sisi lain


Shen Yi sudah terlihat rapi dengan pakaian formalnya, saat ini ia sedang berdiri di depan kaca sembari menatap penampilannya yang sungguh sempurna


"Hari ini aku akan bekerja lebih keras, tunggu aku fei fei" Seringai menyebalkan kini sudah terpajang di wajah tampan presdir muda itu,


Ia sudah bekerja keras semalaman memikirkan starategi² untuk menaklukan sang pujaan, lagi pula keduanya masih orang yang sama, hanya saja sudah berubah versi jika dulu jiang fei yang masih remaja dan cenderung manja kini berubah menjadi sosok yang lebih dewasa suka marah marah dan berteriak


"Semangat Shen Yi, fei fei sudah berada di hadapanmu kau hanya perlu sedikit brusaha, kau sudah membuat ku kacau untuk waktu yang lama, dan aku tak akan melepaskan mu kali ini" Ucap Shen Yi masih dengan senyum sumringahnya beranjak meninggalkan kamar,


Untuk segera memulai harinya dengan penuh semangat, yang di cari sudah menunjukan diri, dan saat ini Shen Yi hanya perlu berusaha untuk mendapatkan hati gadis cantik yang sangat ia cintai ini,


Saat ini jiang fei sudah duduk manis di halte bus, menanti datangnya angkutan kota akan membawanya ke perusahaan, dan setelahnya tentu saja ia akan bekerja seperti biasanya, jiang fei menjergit saat melihat pria yang duduk di sampingnya,


Ia mengenal pria ini, pria mesum yang selalu mengambil keuntungan darinya pria yang bahkan tak memiliki urat malu


"Apakah wajahnya tak sakit jika tersenyum sepanjang hari" Ucap jiang fei pelan, ia merasa sangat tak nyaman,


Shen Yi sudah menatapnya sejak tadi dan jangan lewatkan senyuman itu, senyuman yang sangat menyebalkan, Shen Yi jelas mendengar suara itu, ia hanya menambah senyumnya dan menggeleng pelan


“Selamat pagi fei fei”


“Oh tidak tuan muda Shen Yi yang terhormat, Presdir yang terhormat bisakah kau tak menunggu ku, bisakah kau melepaskan aku, kau mengikuti ku seperti ini bahkan sangat tidak layak” Jiang fei kesal,


"Tentu saja tidak, sampai kapanpun aku akan mengejar dan mengikuti mu, Fei Fei" Shen yi tersenyum kecil menikmati kemarahan Jiang Fei


"Anda adalah orang yang sangat terhormat, jika di lanjutkan maka hanya akan merusak reputasi anda tuan Shen"


"Aku bisa kehilangan apapun, dan melepaskan apapun, tapi tidak dengan Fei Fei ku, aku sudah kehilangan mu sekali dan aku tak akan membiarkan kau pergi untuk kedua kalinya" Shen Yi bahkan masih bisa tersenyum saat mengatakan hal menyebalkan seperti itu

__ADS_1


Citranya sebagai seoang Presdir jelas menjadi olokan oleh mereka, namun?  Di satu sisi ia merasa Shen Yi  pantas mendapatkan itu, siapa suruh Shen Yi  menjadi begitu mesum,


Shen Yi  sang tuan muda yang di kenal begitu terhormat ternyata tak lebih dari sosok mesum yang memalukan, Jiang fei menggelengkan kepalanya pelan memikirkan nasibnya yang miris,


Mengapa ia harus bertemu dengan pria sepsis ini, bus berhenti dan jiang fei bergerak pelan untuk masuk, namun lagi lagi ia terusik dengan pria di belakangnya


"Berhenti mengikuti ku bodoh" Bentak Jiang fei kesal karena presdirnya ini selalu mengikuti segala langkahnya ia benar benar sudah tak perduli dengan tatapan orang sekelilingnya,


Ia terlalu kesal pada presdir kurang kerjaan ini+ jika ia akan di pecat jika berlaku tak sopan pada sang presdir, sejak awal pun keduanya bertemu dengan keadaan yang kurang baik, jiang fei hanya ingin sebuah ke ketenangan namun si Presdir kurang belaian ini selalu saja mengusiknya


"Aku hanya ingin ke kantor" Ucap Shen Yi menaikan satu alisnya,


Itu sungguh menyebalkan di mata jiang fei, mahluk ini, menujukan wajah polos saat tau dengan jelas jika ia sedang melakukan hal konyol


"Berhentilah mengikuti saya, saya mohon tuan Shen Yi  yang terhormat, entah bagai mana saya bisa menyinggung anda, saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar besarnya karena telam membuat perkara dengan anda, saya mohon berhentilah menujukan sikap ini, semua hanya akan membuat saya semakin tak nyaman " Ucap Jiang fei putus asa,


"Fei fei ada apa dengan wajah mu apa kau sakit" Ucap Shen Yi memegang gadis di hadapannya ini,


Jiang fei segera menepis tangan itu dengan kasar, apakah tidak cukup jelas?, ia sudah mengakui semua kesalahannya, jadi bisakah Presdir gila ini menjauhinya?


"Presdir Shen" Ucap Jiang fei kesal, bus baru saja berhenti dengan cepat Jiang fei turun untuk segera melarikan diri darimu mahluk ini Shen Yi pun melakukan hal yang sama, namun langkahnya terhenti saat seseorang menghalanginya


“Biaya perjalanan” lagi Shen Yi mengguk pelan mengambil dompet dan memasukan uang kertas di tempat yang sudah di sediakan, saat ini ia hanya ingin segera mengejar jiang fei, namun mahluk ini menghentikannya


“Apakah kau tak mengerti bahasa manusia?, sudah ku katakan berkali kali berhentilah menganggu ku, kau membuatku semakin rishi dan membencimu” ucap jiang fei tampa berniat untuk menutupi rasa kesalnya,


"Wajah mu pucat Fei fei" Ucap Shen Yi pelan, memang wajah jiang fei terlihat lebih pucat dari biasanya


"Aku tidak" Ucap jiang fei berjalan cepat berniat meniggalkan Shen Yi, namun Shen Yi jelas mengejarnya dengan cepat

__ADS_1


"Fei fei kau benar benar sakit, mari ke rumah sakit" Ucap Shen Yi meraih tangan menarik  Jiang fei menuju rumah sakit terdekat, ia tak suka melihat ini, ia tak suka melihat jiang feinya sakit


"Lepaskan bodoh, aku akan terlambat bekerja, apakah kau tuli, aku baik baik saja dan hanya ingin bekerja tampa gangguan" Ucap jiang fei menarik tanganya dengan kasar, bagai mana tidak,


Shen Yi bahkan menyeretnya begitu saja, ia sudah telat bekerja, ia tak berniat untuk menghabiskan hari dengan Presdir gila ini benar benar tak berniat,


Namun Shen Yi dengan penuh semangat menggenggam tanganya dan menyeretnya ke rumah sakit, memastikan jika jiang fei baik baik saja


"Hey bodoh aku akan terlambat karna mu" Jiang Fei mengupay sepanjang perjalanan, kesal? Tentu saja, ia hanya ingin bekerja dengan tenang namun apa ini,


Sejak pertemuan mereka bulan lalu Shen yi selalu mengganggunya ia hanya butuh ketenangan tak lebih dari itu


"Fei fei kau sakit jadi jangan banyak pikiran" Shen Yi mendorong kursi roda yang sudah terpajang tubuh indah jiang fei di sana


"Hey bodoh, jika kau tak disiplin itu hal biasa kau pemilik perusahaan, sedangkan  aku?,  aku hanya seorang karyawan kecil, mengapa kau tak mengerti" Jiang fei kesal,


Bagai mana tidak ia di perlakukan begitu tak manusiawi seperti ini, ia di paksa untuk duduk di kursi roda tak boleh banyak bergerak, hey dia bukan robot ia adalah manusia tulen bukan tiruan apalagi kaleng kaleng


"Maka menikahlah dengan ku, Roseblue akan jadi milik kita" Ucap Shen Yi menujukan senyuman lebarnya, 


Jiang fei benar benar sudah terbakar amarah, namun?  Shen Yi tak mempermasalahkan itu ia masih dengan begitu semangat mendorong kursi roda yang di duduki oleh jiang fei


''Dalam mimpi mu bajingan" teriak Jiang fei kesal ia tak akan sudi menikah dengan Presdir gila ini


"Tak apa untuk saat ini aku bermimpi, tapi suatu saat akan ku pastikan kau menjadi istri ku" Ucap Shen Yi berbisik pelan di telinga Jiang fei


"Dasar bodoh, siapa yang kau sebut istri? " Bentak jiang fei tak terima


"Tentu saja kau" Ucap Shen Yi pelan, jiang fei di bawa masuk ke ruang rawat dan di periksa oleh dokter

__ADS_1


__ADS_2