Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
Chapter 80 - "Rumor di Istana"


__ADS_3

Hari


yang cerah di Istana. Banyak burung bernyanyi merdu di taman Istana. Dedaunan


berayun pelan seiring mengalirnya angin ketika mengenainya. Semerbak bau bunga


tercium hingga seisi taman.


“Yang


Mulia Putri” seorang pelayan memanggil Xia Mei yang tengah memetik bunga mawar


di taman kesayangannya di Istananya. Siang itu Xia Mei tampak baik meskipun


setelah kejadian sewaktu hari ulang tahunnya.


“Ada


apa?” Xia Mei mencium bau wangi mawar yang ada di tangannya. Mawar merah dengan


kelopaknya yang besar.


“Saya


mendengar berita tentang Nona Gu” pelayan itu tampak tidak tenang. Xia Mei


menyadarinya sehingga bertanya “Apa yang terjadi dengannya?”


“Katanya


Nona Gu terkena racun dari barat. Pelakunya belum di ketahui hingga saat ini.


Berita itu sudah tersebar sangat cepat di dalam Istana. Kemungkinan Kaisar


sebentar lagi akan mendengarnya” jelas pelayan Xia Mei.


“Apa!!?


Bagaimana dengan keadaannya sekarang?” Xia Mei turut cemas mendengar berita


itu. fikirannya langsung dapat menebak kemana arah konspirasi yang kemungkinan


terjadi.


“Nona


Gu dalam keadaan tidak sadar. Dia membutuhkan racun kedua untuk menetralkannya


sesuai sifat dari racun itu”


“Bagaimana


dengan Tuan Muda Wen? Bukankah dia masih di dalam Istana ?” tanya Xia Mei.


“Maafkan


saya Yang Mulia. Saya tidak mengetahui dimana Tuan Muda Wen berada.” Pelayan


itu tampak menyesal karena ketidaktahuannya.


“Sudahlah


lupakan,” Xia Mei mencoba membujuk pelayannya untuk tidak merasa kecewa “aku


akan menemui kakak” lanjutnya kemudian berjalan cepat keluar dari Istananya.


Pelayan itu mengikutinya dengan setia di belakang.


Sementara


itu Xia Lan tengah bersama dengan Wen Yihuai di halaman Istananya tengah


meneguk teh dengan tenang bersama dengan Lan Sifan tanpa terlupakan.


Mereka


tampak tenang dan menikmati teh yang tengah mereka nikmati di hari yang cerah


itu. bersama dengan beberapa hidangan pelengkap memenuhi meja mereka. Beberapa


pelayan muda dan cantik tampak berjajar dengan rapi di sekitar halaman itu


untuk menunggu perintah ataupun hanya sekedar menunggu.


“Apakah


kamu gugup?” Xia Lan memandang jauh ke atas langit biru yang terang  dengan beberapa corak putih awan di sana.


“Tidak,


Yang Mulia” Wen Yihuai tampak tenang sembari meneguk tehnya.


Mendengar

__ADS_1


jawaban yang tidak terdengar keraguan di dalamnya, Xia Lan tertawa puas


kemudian berkata “Baguslah. Persiapkanlah dirimu”


“Tentu,


Yang Mulia”


Sementara


itu di ruang kerja Kaisar, tampak seorang Menteri yang memasuki ruangannya. Menteri


itu tampak gusar. Ketika dia menemui Kaisar dengan wajah seperti itu, Kaisar


lantas bertanya “Kenapa? Langsung saja?!”


“Yang


Mulia” Menteri itu memberikan hormatnya sebagai hormatnya sekaligus sebagai


pembuka berita yang dibawanya dengan penuh penyesalan.


“Jangan


berbelit. Langsung saja” ulang sang Kaisar yang semakin tidak nyaman. Untuk sesaat


fikirannya menerka berbagai hal, apalagi terkait dengan kematian Permaisurinya


yang tidak lama terjadi.


“Nona


Gu Xie dari Xihua, dia tengah kritis karena terkena racun dari barat.” Penjelasan


separuhnya terputus oleh perkataan Kaisar yang mengulang kata-katanya  “racun dari barat??”


“Benar


Kaisar” sahut sang Menteri membenarkan. Namun dia tidak menambahi dengan


menyebut Donghua sebagai tempat racun itu di temukan “Nona Gu membutuhkan racun


untuk ke dua kalinya agar nyawanya bisa di selamatkan. Terhitung dari hari


kejadiannya, Nona Gu tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk menunggu


terlalu lama”


“Berani


matanya memerah “Siapa pelakunya?”


“Sampai


saat ini, pelakunya belum di ketahui. Setelah saya mendengar rumor ini dari


pelayan yang tengah bertugas, saya segera mencari tahu hingga mengetahui kalau


Putra Mahkota yang menyelamatkannya.” Jelas sang Menteri dengan hati-hati.


Kaisar


tampak berfikir sejenak. Dia bertanya-tanya kenapa Putranya tidak segera


memberikan kabar terkait hal itu kepadanya dengan segera. Apakah dia hendak


menyembunyikan sesuatu yang dia ketahui? Tapi kenapa?


Akhirnya


Kaisar menyerah untuk memikirkannya. Karena terkaan dan tebakan tidak akan


menjawab pertanyaannya dengan akurat. Kaisarpun memutuskan untuk bertanya


secara langsung.”Sampaikan perintahku”


“Baik,


Kaisar” sang Menteri itu memberikan hormat ketika Kaisar mengatakan


perintahnya.


“Panggil


Xia Lan sekaligus dengan Tuan Muda dari Donghua. Mereka perlu memberikan


penjelasan terkait hal ini”


Dengan


sedikit gemetar sang Menteri berkata “Baik, Kaisar”kemudian memberikan hormat


dan meninggalkan ruangan kerja Kaisar dengan perlahan.

__ADS_1


Fikiran


sang Menteri terasa berat, dia berharap kalau tidak akan terjadi sesuatu yang


besar antara Xia Yue, Xia Lan, Xihua dan juga Donghua. Dia tahu kalau hubungan


antara mereka tidak baik antara satu sama lainnya. Dari semua yang terlibat,


Xia Yue lah tujuan konflik dari mereka meskipun belum jelas alasan dasarnya.


Ketika


Istana begitu gempar, Chu Long bersama dengan Chu Chu tampak bersantai berjalan


menuju gerbang keluar Istana. Rencananya hari itu mereka akan meninggalkan


Istanan. Namun siapa sangka di tengah perjalanannya mereka mendengar rumor yang


tidak mengenakan dari mulut para prajurit Istana yang tengah berjaga terkait


apa yang terjadi pada Gu Xie.


“Katanya


Nona Gu Xie dari Xihua tengah kritis karena racun dari barat. Menurutmu apakah


orang Donghua pelaku semua ini? menurutmu Tuan Muda Donghua pelaku semua ini?”


kata salah seorang prajurit kepada prajurit yang lainnya.


“Jangan


asal bicara” sahut prajurit lainnya.


“Ya


karena di hari Ulang Tahun Putri Xia Mei, Tuan Muda Wen satu-satunya yang


datang sebagai wakil dari Donghua” jelas prajurti sebelumnya karena tidak


terima di sebut asal bicara. Dia sendiri sadar dengan apa yang dia bicarakan


adalah hal besar yang bisa saja memicu masalah besar.


Prajurit


lainnya tampak berfikir setelah mendengar penjelasan teman sesama prajuritnya.


“Sudahlah


tidak perlu di fikirkan dan di bahas. Hal itu bukan urusan yang bisa orang


seperti kita untuk ikut campur. Kalian tahu sendiri kalau Donghua dan Xihua


sejak awal memang sudah panas. Apalagi saat ini Pangeran Xia Yue berada di sisi


Xihua. Aku tidak mampu untuk membayangkannya” prajurit lainnya mengakhiri. Dia tidak


ingin mereka mendapat masalah karena membicarakan hal itu. Segala konflik yang


terjadi antara Xihua dan Donghua, mereka tidak ingin membesarkannya.


“Kamu


benar. Sudah-sudah! Ayo kembali bekerja”


Chu


Long dan Chu Chu menguping dengan sempurna hingga akhir. Tatapan mereka saling


bertanya seolah saling bertanya. Kemudian Chu Long mengambil langkah awalnya


dengan mengangkat kedua tangannya seperti melakukan peregangan.


Para


prajurit gerbang yang tidak mengenal mereka berdua pun menghadang mereka untuk


menanyai mereka “Kalian siapa dan hendak kemana?” pertanyaan wajib yang harus


mereka tanyakan kepada setiap orang yang melintasi gerbang. Karena setelah


kejadia kematian Permaisuri, Istana di perketat dari orang-orang yang tidak


dikenal dan mencurigakan.


“Kami?


Kami Cuma mau bertanya kepada kalian?” kata Chu Long dengan gayanya yang


santai. Dia enggan menyebutkan diri mereka sebagai keluarga Chu dari Yehua


apalagi setelah mendengar perselisihan antar sekte yang baru saja mereka

__ADS_1


bicarakan.


__ADS_2