
Hari
yang cerah di Istana. Banyak burung bernyanyi merdu di taman Istana. Dedaunan
berayun pelan seiring mengalirnya angin ketika mengenainya. Semerbak bau bunga
tercium hingga seisi taman.
“Yang
Mulia Putri” seorang pelayan memanggil Xia Mei yang tengah memetik bunga mawar
di taman kesayangannya di Istananya. Siang itu Xia Mei tampak baik meskipun
setelah kejadian sewaktu hari ulang tahunnya.
“Ada
apa?” Xia Mei mencium bau wangi mawar yang ada di tangannya. Mawar merah dengan
kelopaknya yang besar.
“Saya
mendengar berita tentang Nona Gu” pelayan itu tampak tidak tenang. Xia Mei
menyadarinya sehingga bertanya “Apa yang terjadi dengannya?”
“Katanya
Nona Gu terkena racun dari barat. Pelakunya belum di ketahui hingga saat ini.
Berita itu sudah tersebar sangat cepat di dalam Istana. Kemungkinan Kaisar
sebentar lagi akan mendengarnya” jelas pelayan Xia Mei.
“Apa!!?
Bagaimana dengan keadaannya sekarang?” Xia Mei turut cemas mendengar berita
itu. fikirannya langsung dapat menebak kemana arah konspirasi yang kemungkinan
terjadi.
“Nona
Gu dalam keadaan tidak sadar. Dia membutuhkan racun kedua untuk menetralkannya
sesuai sifat dari racun itu”
“Bagaimana
dengan Tuan Muda Wen? Bukankah dia masih di dalam Istana ?” tanya Xia Mei.
“Maafkan
saya Yang Mulia. Saya tidak mengetahui dimana Tuan Muda Wen berada.” Pelayan
itu tampak menyesal karena ketidaktahuannya.
“Sudahlah
lupakan,” Xia Mei mencoba membujuk pelayannya untuk tidak merasa kecewa “aku
akan menemui kakak” lanjutnya kemudian berjalan cepat keluar dari Istananya.
Pelayan itu mengikutinya dengan setia di belakang.
Sementara
itu Xia Lan tengah bersama dengan Wen Yihuai di halaman Istananya tengah
meneguk teh dengan tenang bersama dengan Lan Sifan tanpa terlupakan.
Mereka
tampak tenang dan menikmati teh yang tengah mereka nikmati di hari yang cerah
itu. bersama dengan beberapa hidangan pelengkap memenuhi meja mereka. Beberapa
pelayan muda dan cantik tampak berjajar dengan rapi di sekitar halaman itu
untuk menunggu perintah ataupun hanya sekedar menunggu.
“Apakah
kamu gugup?” Xia Lan memandang jauh ke atas langit biru yang terang dengan beberapa corak putih awan di sana.
“Tidak,
Yang Mulia” Wen Yihuai tampak tenang sembari meneguk tehnya.
Mendengar
__ADS_1
jawaban yang tidak terdengar keraguan di dalamnya, Xia Lan tertawa puas
kemudian berkata “Baguslah. Persiapkanlah dirimu”
“Tentu,
Yang Mulia”
Sementara
itu di ruang kerja Kaisar, tampak seorang Menteri yang memasuki ruangannya. Menteri
itu tampak gusar. Ketika dia menemui Kaisar dengan wajah seperti itu, Kaisar
lantas bertanya “Kenapa? Langsung saja?!”
“Yang
Mulia” Menteri itu memberikan hormatnya sebagai hormatnya sekaligus sebagai
pembuka berita yang dibawanya dengan penuh penyesalan.
“Jangan
berbelit. Langsung saja” ulang sang Kaisar yang semakin tidak nyaman. Untuk sesaat
fikirannya menerka berbagai hal, apalagi terkait dengan kematian Permaisurinya
yang tidak lama terjadi.
“Nona
Gu Xie dari Xihua, dia tengah kritis karena terkena racun dari barat.” Penjelasan
separuhnya terputus oleh perkataan Kaisar yang mengulang kata-katanya “racun dari barat??”
“Benar
Kaisar” sahut sang Menteri membenarkan. Namun dia tidak menambahi dengan
menyebut Donghua sebagai tempat racun itu di temukan “Nona Gu membutuhkan racun
untuk ke dua kalinya agar nyawanya bisa di selamatkan. Terhitung dari hari
kejadiannya, Nona Gu tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk menunggu
terlalu lama”
“Berani
matanya memerah “Siapa pelakunya?”
“Sampai
saat ini, pelakunya belum di ketahui. Setelah saya mendengar rumor ini dari
pelayan yang tengah bertugas, saya segera mencari tahu hingga mengetahui kalau
Putra Mahkota yang menyelamatkannya.” Jelas sang Menteri dengan hati-hati.
Kaisar
tampak berfikir sejenak. Dia bertanya-tanya kenapa Putranya tidak segera
memberikan kabar terkait hal itu kepadanya dengan segera. Apakah dia hendak
menyembunyikan sesuatu yang dia ketahui? Tapi kenapa?
Akhirnya
Kaisar menyerah untuk memikirkannya. Karena terkaan dan tebakan tidak akan
menjawab pertanyaannya dengan akurat. Kaisarpun memutuskan untuk bertanya
secara langsung.”Sampaikan perintahku”
“Baik,
Kaisar” sang Menteri itu memberikan hormat ketika Kaisar mengatakan
perintahnya.
“Panggil
Xia Lan sekaligus dengan Tuan Muda dari Donghua. Mereka perlu memberikan
penjelasan terkait hal ini”
Dengan
sedikit gemetar sang Menteri berkata “Baik, Kaisar”kemudian memberikan hormat
dan meninggalkan ruangan kerja Kaisar dengan perlahan.
__ADS_1
Fikiran
sang Menteri terasa berat, dia berharap kalau tidak akan terjadi sesuatu yang
besar antara Xia Yue, Xia Lan, Xihua dan juga Donghua. Dia tahu kalau hubungan
antara mereka tidak baik antara satu sama lainnya. Dari semua yang terlibat,
Xia Yue lah tujuan konflik dari mereka meskipun belum jelas alasan dasarnya.
Ketika
Istana begitu gempar, Chu Long bersama dengan Chu Chu tampak bersantai berjalan
menuju gerbang keluar Istana. Rencananya hari itu mereka akan meninggalkan
Istanan. Namun siapa sangka di tengah perjalanannya mereka mendengar rumor yang
tidak mengenakan dari mulut para prajurit Istana yang tengah berjaga terkait
apa yang terjadi pada Gu Xie.
“Katanya
Nona Gu Xie dari Xihua tengah kritis karena racun dari barat. Menurutmu apakah
orang Donghua pelaku semua ini? menurutmu Tuan Muda Donghua pelaku semua ini?”
kata salah seorang prajurit kepada prajurit yang lainnya.
“Jangan
asal bicara” sahut prajurit lainnya.
“Ya
karena di hari Ulang Tahun Putri Xia Mei, Tuan Muda Wen satu-satunya yang
datang sebagai wakil dari Donghua” jelas prajurti sebelumnya karena tidak
terima di sebut asal bicara. Dia sendiri sadar dengan apa yang dia bicarakan
adalah hal besar yang bisa saja memicu masalah besar.
Prajurit
lainnya tampak berfikir setelah mendengar penjelasan teman sesama prajuritnya.
“Sudahlah
tidak perlu di fikirkan dan di bahas. Hal itu bukan urusan yang bisa orang
seperti kita untuk ikut campur. Kalian tahu sendiri kalau Donghua dan Xihua
sejak awal memang sudah panas. Apalagi saat ini Pangeran Xia Yue berada di sisi
Xihua. Aku tidak mampu untuk membayangkannya” prajurit lainnya mengakhiri. Dia tidak
ingin mereka mendapat masalah karena membicarakan hal itu. Segala konflik yang
terjadi antara Xihua dan Donghua, mereka tidak ingin membesarkannya.
“Kamu
benar. Sudah-sudah! Ayo kembali bekerja”
Chu
Long dan Chu Chu menguping dengan sempurna hingga akhir. Tatapan mereka saling
bertanya seolah saling bertanya. Kemudian Chu Long mengambil langkah awalnya
dengan mengangkat kedua tangannya seperti melakukan peregangan.
Para
prajurit gerbang yang tidak mengenal mereka berdua pun menghadang mereka untuk
menanyai mereka “Kalian siapa dan hendak kemana?” pertanyaan wajib yang harus
mereka tanyakan kepada setiap orang yang melintasi gerbang. Karena setelah
kejadia kematian Permaisuri, Istana di perketat dari orang-orang yang tidak
dikenal dan mencurigakan.
“Kami?
Kami Cuma mau bertanya kepada kalian?” kata Chu Long dengan gayanya yang
santai. Dia enggan menyebutkan diri mereka sebagai keluarga Chu dari Yehua
apalagi setelah mendengar perselisihan antar sekte yang baru saja mereka
__ADS_1
bicarakan.