Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
27


__ADS_3

Jiang fei membukakan matanya saat bus sudah berhenti, jiang fei perlahan keluar bus berjalan menuju restoran tempat ia dan Yuan Nian akan bertemu, jiang fei merogoh ponsel di sakunya dan mengetik kata dan langsung dikirimkan pada saudaranya


"Aku sudah sampai kau dimana? "Jiang fei mengirimkan pesan pada saudaranya


"Akan ada pelayan yang akan mengantarkan mu nanti" Hanya itu balasan dari sang saudara,


Itu bukan lah jawabnya yang tepat atas pertanyaannya, Jiang fei membuang nafas pelan, hingga seorang pelayan mendekatinya


"Selamat datang nona, apakah anda nona Jiang?, anda sudah di tunggu oleh nona yuan" Ucap pelayan itu ramah


“Mari ikuti saya” Ucap si pelayan pelan, jiang fei hanya menghela nafas pelan sebari mengikuti langkah sang pelayan hingga langkahnya terhenti di sebuah ruangan VIV, sang pelayan mempersilahkan jiang fei masuk, jiang fei mengguk pelan dan membuka kop pintu, sedangkan si pelayan sudah berlalu begitu saja


"Fei fei" Ucap Yuan Nian memeluk jiang fei yang baru saja akan duduk


"Lepaskan aku" Ucap jiang fei melepaskan diri dari pelukan sang saudara,


Jiang fei perlahan duduk berhadapan dengan dua sejoli mesra itu, setelah mendapat penolakan dari jiang fei Yuan Nian berpindah memeluk tubuh sang kekasihnya, zhan li tentu saja senang  akan hal itu, sedangkan jiang fei hanya membuang muka, apakah mereka bisa tak bermesraan di depan umum sekali saja, setidaknya hargai kehadirannya (jiang fei)


Indra penglihatannya menangkap sosok yang baru saja masuk mendekati meja mereka matanya membulat marah ia berjalan mendekati si pria dan


"Plak" tamparan itu sudah kembali mendarat dan kali ini di pipi kanan dan tangan cantik itu kembali meninggalkan tanda di sana, ia masih kesal dengan kejadian tadi,


Bajingan ini meninggalkannya saat berhasil mengambil keuntungan, sebagai gadis yang telah di lecehkan ia jelas marah, namun anehnya semua terasa lebih baik di banding saat orang lain yang melakukan hal tercela itu,


"Aiyo fei fei apa yang kau lakukan?, kenapa kau menampar kakak ipar" Ucap Yuan Nian menarik jiang fei agar duduk di sampingnya


Ia masih sangat sayang dengan wajah tampan milik calon kakak iparnya yang seketika rusak oleh cap lima jari itu


"Kakak" Ucap zhan li berdiri mendekati kakaknya Shen Yi masih tersenyum cerah, walaupun jiang fei saudara sang kekasih zhan li tak bisa tinggal diam jika sang kakak di perlakuan seperti itu, kakaknya adalah orang yang paling di hormati,


Tak ada yang berani bicara kasar apalagi sampai memukulnya seperti ini, yang lebih membuat hati Zhan li jengkel adalah senyum cerah kakaknya, yang seperti baru saja mendapat hadiah istimewa dari kesayangan


"Tak apa Zhan li mari" Shen Yi hanya menggeleng pelan dan bahkan tak melepaskan senyum cerahnya, Shen Yi beranjak duduk di kursi yang berada di samping jiang fei


"Menjauh dari ku sialan, jangan mendekati ku, aku bahkan tak Sudi melihat mu" Jiang fei kesal, bagai mana tidak sang Presdir akan selalu saja mencari kesempatan agar dapat mencuri ciuman darinya,


"Aiyoo fei fei, ternyata kau mengenal kakak ipar" Yuan Nian tersenyum lebar,

__ADS_1


Sedangkan Zhan li masih memperhatikan kedua pipi kakaknya yang merah itu, ia bahkan tak menyangka jika mahluk yang selama ini di cari berda di sekelilingnya, dan zhan li tetap tak Terima jika kakaknya di perlakukan seperti samsak hidup,


kakaknya sungguh bodoh dan telah di buatkan oleh cinta bahkan ia tak berusaha menghindar sama sekali saat jiang fei menamparnya,


"Aku tidak sudi mengenal bajingan mesum itu" jiang fei tampa berpaling Zhan li makin menekuk alisnya,


Kakaknya yang berbudi luhur itu di sebut bajingan, dan apa itu bahkan Jiang fei menyebut kakaknya adalah orang mesum


Shen Yi lebih pantas di sebut seorang malaikat karena kepribadiannya yang begitu sempurna, namun pria kecil ini dengan begitu tidak sopan ya ngatain sang kakak sebagai bajingan, mesum pula,


Jiang fei membuang nafas kesal dan berdiri dari duduknya, ia tak ingin berlama² berada di ruangan yang sama dengan sang presdir menyebalkan ini, jiang fei meraih tasnya


"Fei fei kau mau kemana?"


Yuan nian memegang tangan jiang fei dengan lembut, sedangkan Shen Yi menatap sendu ke wajah cantik milik pujaan hatinya itu, berbeda lagi dengan zhan li yang memberikan tatapan tak suka pada jiang fei, karena perilaku buruknya pada sang kakak


"Pulang, aku lelah" Ucap jiang fei berlalu begitu saja, ia terlalu enggan berhadapan dengan pria bajingan yang berkali kali mencuri ciuman darinya,


"Fei fei" Namun sang empunya sudah menghilang di balik pintu


"Maafkan saudara ku kakak ipar, ia memang sedikit pemarah namun ia sangat baik hati" Ucap yuan nian dengan rasa bersalah


Bagai mana pun perlakuan jiang fei ia akan tetap berusaha untuk mengambil hati bungsu jiang itu, ia sudah memiliki jiang fei dulu, jadi bukan hal yang sulit bagi Shen Yi untuk kembali menaklukan hati si bungsu Jiang ini


"Kakak?" Ucap Zhan li dengan tatapan penuh tanya, saat jiang fei berlalu,


Zhan li baru mengingat beberapa saat lalu saat ia mengunjungi kamar sang kakak ada begitu banyak poto gadis jiang yang tergantung dan bahkan terpajang berdampingan dengan poto kedua orang tuanya


"Ah tak apa zhan li" Ucap Shen Yi pelan, yuan nian hanya menatap aneh interaksi keduanya


"Tapi kakak cukup lama mencarinya" Ucap zhan li pelan


"Membuatnya jatuh cinta pada ku lagi bukan lah hal yang sulit, aku pernah melakukannya, dan tentu saja untuk yang kedua kalinya tak akan begitu sulit" Ucap Shen Yi tersenyum cerah menatap adiknya


"Bisa jelaskan pada ku, sepertinya saudara ku sedang menjadi topik kali ini" Ucap Yuan Nian dengan mode serius,


Entah kemana perginya raut sumringah sebelum ini, tentu saja, ia tentu tak akan bisa bercanda jika hal ini menyangkut saudaranya, saudara yang terlihat begitu kuat namun nyatanya tak lebih dari sosok gadis rapuh yang memiliki sebuah penyesalan dalam dalam hidupnya,

__ADS_1


Masa lalu yang mungkin saja buruk yang selalu menganggu dan menghantuinya selama ini


"Seperti ini adik Yuan, bukankah aku pernah mengatakan jika aku adalah bagian memori yang telah di lupakan oleh saudara mu? " Ucap Shen Yi pelan,


Yuan nian mengangguk sebagai persetujuan, Shen Yi mulai bercerita tentang beberapa kejadian 5 tahun lalu, yuan nian hanya tersenyum pelan, saudaranya yang keras?, jatuh cinta?, ia sudah bersama jiang fei sejak muda


Bahkan jiang fei tak pernah membiarkan siapapun mengusik atau membahas mengenai sebuah rasa cinta, awalnya yuan nian cemas jika saudaranya itu bengkok, namun?, seiring perjalanan waktu ia dapat melihat jika saudaranya gadis normal


Namun?, belum menemukan orang yang bisa membuat hatinya terkesan, yuan nian bahkan tak pernah nyangka jika mahluk kasar seperti jiang fei mampu menaklukan hati seorang tuan muda pertama Shen?,


"Fei fei, ah kau benar benar, bahkan kau mendahului kakak mu ini?” Ucap yuan nian menggembungkan pipinya kesal, ia bahkan selalu bangga menceritakan jika ia berhasil menaklukan hati salah satu tuan muda shen, namun nyatanya?,


Jiang fei lah yang lebih dahulu menjalin kasih dengan orang yang paling di hormati di kota ini, pesona jiang fei memang tak bisa di ragukan


"Aku hanya berharap agar kakak ipar lebih sabar dalam menghadapinya, sejak saat itu ia menjadi sosok yang sangat tertutup, dan sangat sensitive terhadap segala hal, namun aku tau jika yang ia lakukan hanya untuk melindungi dirinya, setelah kejadian tahun itu ia ia bahkan kembali mengalami hal buruk, sekelompok orang berusaha melecehkannya, beruntung kakak ipar kami datang di waktu yang tepat, hanya saja kejadian itu sudah berhasil membuatnya trauma, ia akan menjadi sangat histeris jika seketika ia di tempatkan pada hal yang membuatnya menjadi tak nyaman, frustasi kehilangan orang tua bahkan belum sembuh namun masalah lain datang begitu saja, aku harap kakak ipar memahami dan dapat menantinya sampai bisa menerima keberadaan mu, jika tidak maka silahkan mencari pasangan lain, ia sudah mengalami banyak kesulitan sejak muda dan aku tak ingin saudaraku lebih menderita dari ini," Ucap Yuan Nian memberikan pengertian pada sang kakak ipar, ia memang tak mempermasalahkan cinta seorang Shen yi,


Hanya saja jika tetap di paksakan maka ini jelas akan berdampak pada saudaranya, ia tak ingin saudaranya kembali dalam posisi sulit


"Kau tenang saja aku tak akan membuatnya mengingat masalalu yang buruk itu, aku akan membuatnya jatuh cinta, namun tidak dengan mengingat segala hal menyakitkan itu," Ucap Shen Yi dengan mantap


"Kakak apa perlu ke rumah sakit?" Ucap zhan li menatap lekat kedua pipi kakaknya yang sudah tercetak tanda merah itu,


Hasil maha karya saudara kekasihnya, siapa lagi jika bukan si bungsu jiang itu, hanya bungsu jiang yang berani memukul seorang Shen yi pengusaha muda yang begitu di kagumi di daratan cina ini


"Ah baiklah Zhan li lanjutkan pekerjaan kalian, aku akan menyusul fei fei" Ucap Shen Yi pamit undur diri,


Zhan li hanya menatap punggung lebar kakaknya yang perlahan menghilang di balik pintu


"Hah aku tak menyangka, ternyata yang kau cari cari selama ini adalah saudara ku sayang" Yuan nian tersenyum sumringah menatap wajah datar milik sang kekasih


"Tapi Zhan ku ingatkan kau jangan coba coba untuk menyakitinya jika berani maka kau akan mendapatkan balasan yang tak akan kau perkirakan dari ku" yuan nian mendekatkan wajahnya ke Zhan li mengacungkan jari telunjuknya sebagai peringatan agar tak mengusik saudaranya


"Kenapa?, dia menganiaya kakak, dia menganiaya kakak dan meninggalkan kakak dengan kejam" Zhan li pelan sambil mencium sang kekasih


"Aku sungguh tak menyangka hal ini, namun sebenci apapun kau dengan saudara ku ingatlah dia orang yang sangat di cintai kakak ipar, kau akan membuat kakak ipar sedih jika bersikeras begitu" Yuan nian menjauhkan wajahnya dari zhan li kembali menyesap minumannya Zhan li hanya diam menunjuk ke pipinya,


Ia tersenyum kecil dan 'cup' ciuman kali ini mendarat di pipi kiri zhan li, bungsu Shen itu menunjuk pipi kanannya, Yuan nian tersenyum lebar, menangkap wajah imut sang kekasih dan Cup cup cup cup cup cup

__ADS_1


"Apa sudah cukup" Ucap Yuan Nian setelah mencium seluruh wajah sang kekasih, Zhan li menggeleng pelan yang hanya di balas tawa sumringah dari yuan nian...


__ADS_2