
Mentari pagi kembali bersinar cerah di langit nan biru, semua suah kembali seperti keadaan semula, Jiang Fei yang bersemangat untuk menyambut hari yang panjang ini
Hari kemaren di habiskan dengan hal yang sangat tidak menyenangkan, ia berharap hari ini berubah, ia berharap memiliki hari yang baik hari ini
"Fei Fei, kau ini kenapa?, Kau sudah bersikeras bukan menolaknya, dan kau juga tak menginginkannya, jadi jangan ingat pria bajingan itu, dia hanyalah pria bajingan yang kekurangan belaian kau tak boleh jatuh dalam bujuk rayunya"
Jiang Fei berucap pelan
Beberapa bulan ini Shen yi bersikeras untuk mengejarnya, meski sering berteriak dan mengatakan jika dirinya sangat kesal namun kenyataanya ia tak benar benar menolak keberadaan Shen yi di sisinya
Jika benar benar menolak maka semua sudah selesai sedari awal, Jiang Fei bukan gadis yang akan menghabiskan waktu untuk mengatakan omong kosong
"Baiklah Fei Fei, kau ini cantik dan kau berhak mendapatkan pria yang lebih baik darinya, dia hanya pria mesum penggoda ulung, kau hanya sedang ragu karena kegigihannya, kenyataanya kau hanya akan di buang dan di tertawakan saat dia telah mendapatkan mu"
Jiang fei bercap dengan pelan, ia tak boleh goyah, akhir akhir ini hubungan mereka memang sudah mulai membaik, ia tak tau mengapa, ia tak bisa menahan diri dan malah menerima perhatian yang Shen yi berikan padanya
Ini membuatnya takut, ia tak terbiasa dengan sebuah perhatian berlebihan seperti ini dan saat mendapatkan perhatian ia takut ia malah bergantungan dan hingga pada saatnya ia di kecewakan oleh harapan nya sendiri
"Sudah lah, Jiang Fei, kau hanya perlu bekerja dengan baik, jangan pikirkan apapun, kau mengerti?" Jiang Fei berucap sembari merapikan pakaian kerjanya, ia berjalan pelan ke meja makan untuk membuat susu hangat untuk menemani pagi harinya yang cerah ini.
"Selamat pagi Fei Fei"
"Ada apa dengan senyum konyol mu itu?"
"Kau sudah akan pergi bekerja?"
"Aku adalah karyawan dan tentu saja harus pergi bekerja"
"Kau adalah calon nyonya Shen seharunya tak perlu bekerja lagi"
__ADS_1
"Tutup mulut mu sebelum aku membungkam mu dengan sepatu ku ini"
"Aku mengatakan yang sebenarnya, kakak ipar begitu mencintai mu, jika bukan kau lalu siapa lagi"
"Ku katakan tutup mulut mu, aku tak ingin mendengar nama bajingan itu jika kedatangan mu hanya untuk menyebutnya maka kau bisa pergi"
"Kau ini masih sangat keras kepala fei fei, oh ia mana kakak ipar?, Mengapa tidak keluar bersama mu?" Ucap Yuan Nian yang sudah berada di meja makan bersama zhan li
"Mengapa bertanya pada ku?, aku bukan pengasuhnya" jiang fei santai sambil mengunyah roti yang baru di olesi dengan selai kacang kesukaannya
Ia bukan pengasuh Shen yi lalu mengapa ia harus mengetahui semua hal yang di lakukan Shen yi?
"Bukankah semalam kakak ipar bersamamu?, Kalian" Ucap Yuan Nian dan di angguki oleh Zhan li,
Lagi pula ia harus memastikan jika kakaknya baik baik saja, Jiang fei adalah gadis yang sangat kasar, ia tak ingin saudaranya mengalami kesulitan lagi
"Tidak" Ucapnya sembari meraih tas kerja dan berjalan menuju halte agar bus dapat membawanya ke kantor
Jiang Fei begitu keras terhadap dirinya sendiri, ia selalu menjaga dirinya dengan tembok keras dan tak pernah membiarkan apapun menyentuh pertahanannya
Shen Yi bertahan sejauh ini adalah hal yang sangat langka terjadi, jika tidak mengetahui hubungan Jiang Fei dan Shen yi di masa lalu mungkin ia akan berfikir jika Shen yi adalah pria yang sangat beruntung
Hati Jiang Fei sekeras batu nan berada di dalam bara api, siapapun tak bisa mendekatinya, jikapun ada maka mereka tak akan sanggup saat merasakan uap panasnya
"Percaya pada kakak, kakak akan mendapatkan apa yang ia inginkan" Ucap zhan li pelan, sambil mencium pucuk kepala kekasihnya
"Kau fikir berapa lama kakak ipar bisa bertahan?, Dan bagai mana ia membujuk fei Fei, mengembalikan semua ingatan Fei fei" Ucap Yuan Nian lagi,
Walau Shen yi menyayangi saudaranya, namun Yuan Nian juga merasa sedikit kasihan dengan shen yi yang selalu menjadi samsak hidup gadis jiang itu
__ADS_1
"Kakak pasti bisa, kakak sudah cukup lama menunggunya, mereka terlibat cinta di masa lalu, dan hari mereka telah terhubung sedari awal, hanya karena Jiang Fei lupa bukan berati tak ada harapan lagi, saat ini mereka telah bertamu dan bersama hanya tinggal menunggu waktu" Zhan li berucap dengan nada pelan
Ia adalah saksi bisu yang melihat segala kehancuran saudaranya setelah di tinggalkan Jiang Fei saat itu, Shen yi yang begitu baik menjadi kehilangan arah
Masuk ke bar satu dan lainya hanya untuk mencari ketenangan, minum minuman dengan jumlah banyak, ia yang awalnya tak bisa minum bahkan bisa mengalahkan ahli minum saat ini
Rasa sakit membuatnya kehilangan akal hingga menghancurkan diri sendiri, namun saat ini hati yang hancur sudah memiliki kesempatan untuk kembali menyusun puing puing luka
Karena sudah berada di depan mata maka tak akan di lepaskan begitu saja
5 tahun bukanlah waktu yang singkat dalam sebuah penantian, setelah sekian lama akhirnya, keberuntungan kembali berpihak keduanya,
Zhan Li yakin dan percaya jika saudaranya tak akan membiarkan Jiang Fei lepas lagi Zhan Li yakin jika kakaknya akan berusaha dengan keras untuk menumbuhkan cinta di hati Jiang Fei
Entah kehidupan pertama, kedua dan seterusnya mereka akan bersama di ciptakan untuk saling mencintai dan melengkapi kekurangan satu dan yang lainya
Yuan Nian hanya mengguk dengan pelan, saat ini ia hanya bisa percaya dengan apa yang di katakan Zhan Li
Ia mengenal Shen yi dengan baik, meskipun sangat suka minum namun ia bukan orang yang suka bermain main dengan gadis dan perasaan
Ia melihat jika Shen yi tulus pada saudaranya hanya saja ia tak bisa melakukan apapun, jika Jiang Fei bersikeras menolak maka ia hanya bisa membujuk Shen yi untuk menolak
Saat ini mereka ia hanya bisa menjadi penonton, mereka tak bisa berbuat banyak, biarkan Shen yi yang tulus memperjuangkan cintanya dan biarkan jiang fei memahami perasaanya.
Semoga takdir tidak mempermainkannya kali ini
"Ah biarkan mereka mencoba peruntungan takdir" Ucap Yuan Nian pelan
Jiang fei baru saja sampai di terminal yang terletak tak jauh dari apartemen, ia masih duduk sambil menunggu kedatangan bis,
__ADS_1
Setelah penantian oanjang akhinya bus itu datang dan berhenti di halte, dengan langkah pelan jiang fei masuk dan membiarkan bus ini membawanya ke tempatnya bekerja.