Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
49


__ADS_3

"Apa kau ingin makan?, apakah ada yang tidak nyaman?" Han Zixuan duduk di samping jiang fei


Jiang Fei selalu menolak selama ini, dan kali ini Jiang Fei berinisiatif memeluknya, ini pertama kalinya setelah keributan besar sebelum pernikahannya dengan Jiang Yanli di masa lalu


Awalnya mereka saling mengenal dekat dan saling mendukung, namun berubah begitu saja saat Han Zixuan menentang perjodohan antara Han Zixuan dan Jiang Yanli


"Apa mau mu? Dan apa tujuan mu ke sini" Jiang fei berucap dengan cepat, ia bahkan menarik tubuhnya mundur


Han Zixuan membuatnya kecewa di masa lalu, dan ia tak ingin mengulang hal yang sama, bagai mana jika Han Zixuan meninggalkan kakaknya hanya untuk memperjuangkannya


Akan sangat tidak baik bukan jika Han zixaun selalu berada di dekatnya, ia harus memikirkan perasaan kakaknya, ia harus memikirkan hati saudaranya


Ia tak akan pernah melakukan hal yang memiliki potensi untuk menyakiti saudaranya,


"Hm sebenarnya aku hanya ingin mengundang mu secara pribadi, namun siapa yang menyangka kedatangan ku malah di sambut dengan kejadian yang seperti ini, Yuan nian tak menjaga mu dengan baik di sini" Han Zixuan pelan


“Aku tak butuh perlindungan darinya, aku bisa menjaga diri ku sendiri dengan baik, ia memilik urusan dan dunianya sendiri, aku bukan bocah yang akan selalu di jaga dan dipelototi setiap saat”


"Perihal undangan mu itu aku tidak ingin datang, aku tak ingin berurusan dengan mu, bukankah sudah  ku katakan sedari awal, jangan pernah dekati aku, jangan pernah temui aku lagi apakah kau begitu sulit?"


“Aku bisa saja untuk menjauhi mu, jangan paksa aku untuk tidak perduli dengan mu, jangan paksa aku untuk berhenti mencintai mu, Fei fei, kau adalah gadis yang sampai saat ini mengisi hati ku”


“Kau gila Han Zixuan, kau adalah suami kakak ku, kau adalah ipar ku, dan jangan pernah memiliki perasaan itu pada ku kau tak pantas"


"Fei Fei, apakah kita tidak bisa seperti dulu lagi?, Apakah kita tidak bisa berteman baik dan bahkan melewati hari yang baik seperti dulu


"Han Zixuan, apakah kau sangat tidak tau malu sudah ku katakan berkali kali, aku tak menyukai mu dan tak akan pernah menyukaimu, saat ini kau hanya memiliki tugas untuk mencintai saudara ku dan keponakan ku dengan baik, jika aku mendengar saudara ku di sakiti oleh mu atau bahkan kau mengkhianatinya  maka aku tak akan segan membunuh mu saat itu juga”


“Fei fei, sampai kapan pun aku tak akan melakukan itu, aku tak akan mengkhianati apa lagi meninggalkan yanli, kecuali jika kau mengatakan untuk meninggalkannya”


“Itu tak akan pernah terjadi”

__ADS_1


"Fei Fei, dulu kita pernah saling menyukai, hanya karena orang tua kau meninggalkan ku, kau mengalah untuk saudara mu"


"Kau dengar aku dengan baik, ku katakan untuk kesekian kalinya, aku akan memberikan apapun yang di inginkan saudara ku dan orang tua ku jika mereka ingin kau menikahi saudara ku maka aku tak akan segan untuk melakukan segala untuk membuat mu bersamanya"


"Yah, aku tau, aku tau kau sangat mencintai saudara mu dan orang tua mu, dan kau bisa melakukan apapun untuk mereka, karena aku mencintai mu maka aku pun akan melakukan hal yang sama, aku tak akan pernah melakukan hal yang membuat mu terluka dan tak bahagia"


"Han Zixuan, kumohon sudahi permainan ini, lelah menghadapinya, apakah tidak ada sedikitpun bagian ku untuk ku merasakan sebuah kebahagiaan?"


"Fei Fei, jangan menangis, aku tak akan menganggu mu, aku sudah belajar mencintai Yanli selama ini, dan sedikit banyaknya aku sudah bisa menerimanya"


"Kau Menag harus mencintainya"


"Kedatangan ku kali ini hanya untuk mengajakmu kembali ke Beijing, kau sudah menetap di luar negri dalam waktu yang begitu lama, Yanli dan A Ling  sangat merindukan mudan ia sangat berharap jika kau datang di hari ulang tahunya”


"A ling?, Apakah A ling masih bisa mengenali ku?"


"Tentu saja, ia selalu menanyakan mu, setelah beberapa waktu ini kau sudah tidak menelponnya, dia sangat merindukan mu"


"Apakah kau ingin melakukan panggilan video dengannya, dia sangat merindukan mu, kau tau ia selalu menyebut menyebutmu dan selalu membangga banggakan mu, ia sangat  mirip seperti ku yang selalu mengidolakan dan memuja mu" Han Zixuan pelan


"Aku tak ingin kakak menjadi khawatir, kakak akan sedih jika melihat ku yang berada di rumah sakit seperti ini" Ucapnya singkat


Tiba tiba ponsel Han Zixuan berdering, dan itu merupakan panggilan video dari jiang yanli dan tentu saja segera di angkat


“A Ling" Han Zixuan menujukan layar ponselnya, hal ini membuat Jiang fei menghela nafas dengan pelan


"Kakak ku memang memiliki naluri yang sangat kuat, segeralah angkat panggilan darinya aku tak ingin kakak ku cemas saat kau tak mengangkat telpon darinya”


“Baiklah” Han Zixuan menggesekkan tombol hijau


"Ayah" Suara bocah lima tahun itu terdengar dari seberang sana

__ADS_1


"Hay A ling, bagai mana kabar mu?, Apakah kau merindukan ayah?" Ucap Han Zixuan pelan


"A ling baik, ibu juga, a Ling tentu saja sangat merindukan ayah, ibu juga, ayah sudah pergi selama beberapa waktu meninggalkan A ling dan ibu sendirian"


"A Ling, coba kau lihat, saat ini ayah bersama siapa?"


Han Zixuan memberikan ponsel pada Jiang Fei, dan tentu saja di ambil dengan senyuman lebar


"Hay A Ling, kau cantik sekali" Jiang Fei berucap dengan nada pelan


"Hay bibi, bibi Fei sangat cantik, bibi Fei sudah lama tidak menelpon apakah bibi Fei sudah tidak cinta A Ling lagi?" Han Xi Ling dari seberang sana


"Terimakasih, kau juga sangat cantik A Ling, akhir akhir ini bibi memang sedikit sibuk, apakah A Ling merindukan bibi?" Ucap jiang fei tersenyum lembut pada keponakannya,


"Tentu saja, A Ling bahkan sangat merindukan bibi"


"Sebesar apa kerinduan yang A Ling miliki?"


"Sebesar laut atau mungkin sebesar tempat ayah bekerja" Xi Ling berucap dengan nada lucu


Hal ini membuat Fei yang terkekeh pelan, keponakannya ini begitu lucu dan menggemaskan, saat Jiang Fei dan Xi Ling sibuk saling menggoda


Han Zixuan hanya menatap Fei feinya dalam diam, ah senyuman lembut itu senyuman yang tak pernah ada untuknya, Han Zixuan hanya membuang nafas pelan


"Fei fei, apa yang terjadi?, apa kau baik baik saja?" Jiang yanli khawatir, tampa sengaja ia melihat infus yang melekat di tangan adiknya, membuatnya merasa begitu khawatir


"Aku tidak apa, kak, bagai mana kabar mu?"


"Kakak baik, A ling juga baik, fei fei jaga kesehatan mu, jangan membuat kakak khawatir, kau sedang di rumah sakit kan?, apa yang terjadi?”


"Aku hanya kecapekan kak, aku akan segera pulang sore ini, kakak jangan khawatir, aku baik baik saja, hal yang terpenting adalah kesehatan mu dan a ling, musim dingin sudah hampir sampai kau harus menjaga kesehatan mu" Jiang fei pelan yang hanya di angguki oleh sang kakak

__ADS_1


__ADS_2