
akhirnya terjawab sudah, semua alasan kenapa guruh tiba-tiba menghindar,,,,
dinda..... ya dinda lah semua penyebab kesalahpahaman diantara kita, tapi aku tidakk mau hubungan pertemanan kita berakhir, kuputuskan untuk tidak menanyakan hal apapun pada dinda.
hari minggu kantor libur, guruh mengajakku untuk pergi berlibur, katanya menghilangkan penat dari segala masalah yang sudah kita lewati
ini pertama kali kita pergi berdua lagi dengan status sepasang kekasih.
kumemilah milih pakaian apa yang cocok untukku, semua ku coba satu persatu, hingga aku menjatuhkan pilihanku, pada celana jeans dengan panjang selutut , kaos Dan jacket denim. sangat jauh dari kata feminin.
tin Tin suara mobil terdengar dari luar pagar, aku segera bergegas keluar, Dan benar saja guruh sudah menungguku, melihatku membuka pagar, guruh turun Dan segera membukakan pintu mobil untukku
" silahkan tuan putri" ledekknya dengan meraggakan seorang pangeran yang menjemput putri nya....
"apaan sih pak " ucapku tersipu malu,
setelah memastikan aku sudah aman di dalam mobil, guruh berlari menuju kursi nya.
" kita mau kemana pak? "tanyaku
" masih bapak aja, apa gak ada panggilan yang cocok untuk pacarnya sendiri " Komen nya,
" ups... iya mau kemana kita sayang? "aku mengulang pertanyaanku dengan suara lembut
rasanya masih kaku untuk memanggilnya sayang
" pokoknya hari ini kita seneng-seneng aja, aku akan mengajakmu ke suatu tempat, Dan kamu pasti suka" jelasnya,, sambil fokus pada setirnya
"baiklah, sekarang aku ikut aja " jawabku tersenyum
mobil melaju melewati tol meninggalkan kota jakarta yang padat, sepertinya dia akan membawaku ke puncak.
"kita mau ke puncak ya ? " tanyaku memastikan
__ADS_1
"iya sayang, aku mau ajak kamu ke vila keluargaku, sekalian nengokin villa Disana"
"hmmmmm" aku hanya mmengangguk berarti mengerti
setelah melewati perjalanan tiga jam dari jakarta sampai lah kita di sebuah Rumah bangunannya terbuat dari kayu, semua tertata rapih, tidak terlalu besar tapi sangat indah, di belakang Rumah terdapat kolam renang dan gasebo, meski tak ada yang menempati, ternyata Rumah ini sangat terawat, ada beberapa burung dengan sangkar besar, Dan taman-taman kecil dengan kursi Dan beberapa ayunan.
"ini vila kamu yang? " tanyaku
"tepatnya villa orang tuaku" jawabnya sambil memarkirkan mobil nya
" yuk turun " ajaknya...
kami turun Dan mulai masuk ke dalam Rumah,
"sudah sampai si aden.... " sapa seorang pria separuh baya dari dalam Rumah, sepertinya dia yang menjaga villa ini
"iya mang, sudah di siapkan semua mang? " tanya guruh pada pria itu
" sudah den, ehhh ini pacar aden? " tanya si pria itu sambil menunjuk ke arah ku
"kian, ini mang ujang yang kerja disini " ucapnya memperkenalkan pria itu
"Hallo mang, saya kian..... " sapaku mengulurkan tanganku
" iya neng kian, saya mang ujang, neng sama aden pasti laper, bi nia sudah nyiapin makanan di dapur" jelasnya, sambil mengajak kami ke area meja makan
"assalamualaikum " Salam guruh ketika melihat seorang wanita sedang merapikan beberapa makanan di meja makan
" ehhh aden ganteng sudah sampai, bibi mah gak Denger aden masuk... " ucapnya sambil melangkah menuju kearah guruh, Dan memeluk nya
" gimana mau kedengaran, bibi serius banget , " ledek guruh
" guruh ari eta saha, meuni geulis pisan ?(guruh itu siapa, cantik banget? " tanyanya dengan bahasa Sunda yang aku sendiri gak tau artinya
__ADS_1
aku melirik ke arahh guruh bingung
"ini kian, pacar saya bi..... " jelasnya
" kian.... " ucapku mengulurkan tangannku
"ohh neng kian, saya bi nia, saya yang bekerja disini, dari guruh masih kecil" jelasnya dengan logat Sunda yang kental
" wahh sudah lama juga ya " ucapku
"udah udah kita makan dulu, ngobrol nya nanti aja " ajak mang ujang...
kamipun makan bersama sambil berbincang-bincang setelah selesai, guruh mengajakku ke sebuah tempat dengan pemandangan yang sangat indah, tempat itu berada di lantai 2 ....
memang sangat indah, dari sini terlihat jelas semua kebun Dan taman yang ada di Rumah ini, udaranya yang Segar, suara kicauuan burung menambah suasana semakin indah
" indahkan, ini tempat favorite aku" jelasnya sambil memelukku dari belakang
" iya Indah banget, semua keliatan dari sini, " ucapku menikmati pelukan guruh
" kian aku sayang banget sama kamu" suaranya tepat di telingaku, dia mencium pipiku
"iya sayang aku juga,, jangan pernah pergi lagi dari aku" pintaku, aku menggegam tangan guruh yang berada di perutku..
"gak akan sayang, aku janji" guruh membalikan badannku, saat ini posisi kami berhadapan, wajahnya begitu dekat , hingga aku bisa merasakan nafasnya
deg.... dadaku berdetak begitu cepat, mataku menatap matanya, dia mendekatkann bibirnya kearahku,
"tuhan apakah dia akan mencium ku" gumamku dalam hati
ternyata dia hanya mengecup sedikit bibirku, lalu mencium keningku Dan memelukku dengan erat
" kamu cantik banget hari ini, aku selalu suka dengan gaya kamu yang casual Dan apa ada nya"pujinya sambil terus memelukku
__ADS_1
aku hanya tersenyum dalam dekapannya, rasanya aku menjadi orang paling bahagia saat ini.