
Dengan perasaan kacau ia segera menuju lantai dasar, mungkin ke kantin adalah pilihan yang baik saat ini, ia bisa mendinginkan otaknya dengan cappucino caramel dinginnya
Ia sudah tak sabar lagi, ia sudah tidak kuat dan ia harus mendinginkan otaknya yang sudah mengeluarkan lahar panas yang bisa saja meledak sewaktu waktu, ia sendiri tak tau kenapa ia bisa seperti ini,
Sebelumnya Shen yi memohon agar tidak di tinggalkan ia bahkan berjanji untuk bersama dan tidak akan pernah meninggalkannya?, Uh pria itu sangat pandai berbohong
Lihatlah kenyataan yang ada?, Ucapan pria itu bahkan hanya sebatas bualan dan omong kosong belaka
Shen Yi tak mengejar atau bahkan menghentikannya, ia membuang nafas kesal, pemikiran apa itu?, ia tak butuh hal itu, ia tak berharap akan hal menjijikan seperti itu
Ia bukan lah gadis yang harus di kejar, dalam diam ia hanya bisa merutuki dirinya yang begitu bodoh, ia bahkan dengan mudah percaya dengan perasaan yang di miliki Shen yi padanya
Ia menghela nafas dengan pelan dan duduk di salah satu bangku di sudut ruangan, dan memesan makanan.
Setelah menunggu akhirnya yang ia pesan tiba, Jiang Fei menyesap minuman dingin nya perlahan, setidaknya ini lebih baik dari sebelumnya,
"Fei fei" Suara itu terdengar lirih, Jiang fei mendongak,
Seorang pria muda tertunduk di hadapannya, Jiang fei menatapnya sekilas dan setelahnya melanjutkan acara minum, hal ini membuat pria itu menundukkan kepalanya lebih dalam lagi
"Fei fei maaf, aku tidak bermaksud membuat mu malu, aku tak akan egois lagi dan aku berjanji bahwa aku tidak akan pernah melakukannya lagi, aku berjanji" Yu Jin berucap dengan suara pelan,
Hari ini ia sudah mempermalukan temanya di depan semua orang, hari ini ia sudah mengabaikan perasaan Jiang Fei yang begitu terluka saat melihat Presdir Shen yang datang bersama wanita lain,
Salahkan dirinya yang begitu ceroboh dan berambisi tinggi, hingga tampa sadar melakukan hal yang tak di sukai oleh Jiang Fei
"Hey, Fei fei, kenapa kau diam saja, ia, aku mengaku salah aku minta maaf, aku berjanji atas nama dewa aku tak akan mengulanginya lagi, asal kau tau, kau jauh lebih berharga dari tanda tangan idola ku itu, di bandingkan dengan mu dia tak ada apa apanya bagi ku"
"Fei fei, kau mendengarkan ku bukan, aku salah aku minta maaf, kumohon jangan tujukan wajah seperti ini lagi, aku membenci wajah dingin itu, Fei Fei, kau dengar aku kan?, Ya aku mengaku jika aku telah melakukan kesalahan dan sekarang aku mohon pengampunan mu, aku berjanji" Ucap yu jin mengangkat tiga jarinya bertanda janji pada Tuhan langit dan Bumi, Jiang fei mendongak menatap wajah tertekuk milik temanya ini
"Ada apa, dan kenapa dengan wajah masam mu itu?, Apakah kau tidak lelah berbicara?"
__ADS_1
“Aku bersalah dan aku minta maaf, aku membuat mu kesal dan tak bahagia, aku akan terus berbicara sampai kau memaafkan ku” Yu jin berucap dengan nada lirih,
Jiang fei hanya menatapnya sekilas dan kembali melanjutkan acara minumnya, pria ini, ia adalah orang yang menemani Jiang Fei selama ini, orang yang selalu berada di sisinya dan selalu membuatnya kesal, mana mungkin ia bisa marah
Kesalahan ini adalah milikinya, sejak awal kedatangan ke ruangan itu adalah kesalahan, dan ia tak ingin menyalahkan apapun atas kesalahan yang ia buat
"Apa yang aku lakukan?, Apakah kau ingin tetap berdiri sepanjang hari jika ia silahkan saja?" Jiang fei menaikan satu alisnya,
Mendengar ucapan Jiang Fei membuat wajah Yu Jin seketika berbinar dengan tersenyum lebar dan duduk di hadapan Jiang fei, ia begitu senang karena Jiang Fei sudah tidak kesal padanya
"Kau memaafkan aku?, Benarkah ah?,terimakasih fei fei, aku tau jika kau memang sangat baik, aku tau jika kau sangat menyayangiku dan tidak akan pernah meninggalkan ku" Ucap Yu Jin meraih tangan Jiang Fei menggenggamnya dengan tersenyum lebar,
Syukur lah ia berhasil membujuk singa galak ini, ia mengetahui dan sangat menyadari kesalahan yang ia buat dan ia berinisiatif untuk meminta maaf ia mengakui jika dirinyalah yang terlalu konyol
"Hey tak perlu berlebihan seperti itu, aku akan membawa si bodoh itu pada mu, kau bisa bersamanya seharian, jangan bersikap seolah semua akan berakhir hari ini" Ucap Jiang fei acuh sembari terus menyantap makanannya
"Benarkah?, bagai mana caranya?, kau tidak sedang menipu ku bukan?, Jangan membuat ku berharap Fei Fei, tak Maslaah jika tak bertemu dengannya, kau lebih penting" Ucap yu jin dengan nada pelan
"Aku mau, bahkan sangat mau, tapi jika itu akan membuat mu kesulitan maka kau tak perlu melakukan itu, Yuan nian bukan orang yang bisa di datangi kapan saja, aku tak ingin berharap dan merepotkan mu" Yu Jin berucap dengan nada pelan
"Aku akan mengirimkan alamat pada mu, kau lusa dia akan menemanimu di sana, waktu eklusif yang hanya ada kamu dan dia, jadi kau tak perlu menujukan wajah sedih dan sesal seperti itu, itu membuat ku tak nyaman" Jiang fei
"Apakah kau serius?, Ekslusif?, Hanya aku dan dia?, Kau tidak sedang membohongi ku kan?”
“Aku tak memaksamu untuk percaya, karena kau sangat ingin bertemu dan mendapatkan tandatangannya maka aku akan membuat mu bersamanya seharian, kau bisa melakukan apapun yang kau inginkan”
“Aku sangat mempercayai mu fei fei, terimakasih banyak, kau adalah Dewi yang di kirimkan tuhan pada ku” Yu jin tersenyum lebar sembari memeluk tubuh Jiang fei,
ia sangat senang sampai kelepasan, dan langsung memeluk dan mencium Jiang Fei, tapi tak apa toh tidak akan yang melarang bukan?
"Hey lepaskan aku bodoh, kau ini apakah tau semua orang melihat mu" Ucap Jiang fei berbisik ketus,
__ADS_1
Gadis ini sungguh konyol berkali kali memeluknya secara tiba tiba, bahkan yu jin menciumnya di depan umum
"Aku tak perduli, ah aku sangat senang, Yuan Nian tunggu aku, ah aku sudah tak sabar lagi menanti hari esok, ahh hari yang ini dah tunggu aku" Yu jin tersenyum senyum dan kembali duduk di tempatnya semula
Dari kejauhan seorang pria nampak berlarian mencari keberadaan pria yang tiba tiba meninggalkan lantai 7 tadi, ia adalah Shen Yi yang sedang berusaha mencari keberadaan Jiang fei
"Fei Fei" Ucap Shen Yi pelan
Jiang fei hanya diam dan menarik tangan Yu jin meninggalkan kantin,
Ia masih kesal dengan Shen Yi, mengapa pria ini mengacuhkannya, san setelah ia pergi?, Shen Yi bodoh itu datang dengan wajah memelas benar benar menjijikan
Shen yi selalu mengatakan jika ia sangat mencintainya dan bahkan tak bisa hidup tanpanya, namun?, Ia bahkan tak bisa mengerti dan menghargai perasaanya
"Fei fei" Ucap Shen Yi mencekal tangan Jiang fei dan ia sontak berbalik menatap dingin pria kurang ajar yang menghentikan langkahnya
"Fei fei, aku" Ucapan Shen yi terhenti
"Apa yang akan kau katakan kali ini ha?, penjelasan apa lagi?, tidak sengaja mengacuhkan ku? atau kau tak ingat jika telah mengacuhkan ku?, atau bahkan lupa jika aku ada diantara kalian?, ah sudah lah tak perlu jelaskan apapun, ku fikir kau masih memiliki pendengaran yang cukup baik, lakukan apapun yang kau mau, aku bahkan sangat tak perduli dengan apapun yang kau lakukan, menjauh dari ku dan kembali lah pada kekasih hatimu itu " Ucap Jiang fei dingin dan melepaskan cekalan Shen Yi dengan kasar
"Fei fei" Shen Yi bergerak untuk segera mengejar jiang fei
"Ku bilang tinggalkan aku, aku tak perduli segala hal tentang mu, urus hidup mu sendiri"
"Fei.."
"Shen ge, kenapa pergi tiba tiba?" Ucap Han Xiang Yao dengan nasa pelan menunjukan senyum indahnya,
"Shen Ge, bukankah kita ada rapat?" Ucapnya dan berhasil menghentikan langkah Shen Yi yang akan mengejar jiang fei
"Ah baik lah" Ucap Shen Yi membuang nafas berat, dengan enggan menuju ruang meeting
__ADS_1
"Presdir" Ucap Lan Baqi mengikuti langkah bosnya menuju ruang meeting