
Di panas yang terik dua orang yang terlihat dekat baru saja turun dari bus, langkah ringan membawa keduanya menyusuri jalan untuk segera sampai di kantor
"Fei fei?, apa ini ada sangkutan dengan Presdir?" Yu jin pelan
Sahabatnya sudah benar benar berubah sejak hari itu, dan demi apapun ia tak menyukai wajah dingin nan acuh itu, ia ingin melihat temanya berlarut larut dalam kesedihan
"Tidak" Ucapnya dengan singkat
"Baguslah" Ucap yu jin menghela nafas pelan, Jiang Fei dalam mood buruk dan ia tak ingin berbicara
Perihal kesalah fahaman waktu lalu telah di selesaikan, yu jin masih bersikeras mengatakan akan menikahi Jiang Fei dan bertanggung jawab sedangkan jiang Fei?, Ia bersikeras untuk tidak melayani kegilaan yu jin
Sebelumnya yu jin hanya masuk ke kamarnya, dan tertidur, tak ada hal apapun yang terjadi di antara mereka lalu? tanggung jawab seperti apa yang akan Yu Jin berikan padanya?.
Saat ini keduanya berjalan santai sambil sesekali berbincang ringan, ah bukan perbincangan, hanya pembicaraan searah saja, saat Jiang Fei tak membuka suara maka yu jin akan berbicara untuknya
Tak masalah, karena dunia tampa kemarahan Jiang Fei begitu sepi maka ia akan mencari segala cara untuk membuat Jiang Fei marah dan kembali menujukan wajah galak, seperti Jiang Fei yang ia temukan saat interview di perusahaan ini
Pembicaraan searah itu harus terhenti karena deringan ponsel dari tas milik Jiang fei dan dengan gerakan pelan ia mengambil ponselnya dan menyambungkan panggilan tersebut
''Hallo fei fei, bagai mana kabar mu?” Suara di seberang telpon
Suara ponsel memang sedikit keras membuat Yu jin dapat mendengarnya
"Tak perlu berbasa basi, katakan" Ucap Jiang Fei Dingin,
Ia sangat mengenal sosok yang di seberang telpon, seorang tak tau malu yang mencintainya semenjak SMA, semakin keras ia berusaha, semakin membuat Jiang fei menolak
Ia tak ingin cinta menjadi alasan atas atas sakit yang di rasakan kakaknya, saat itu mereka bertemu tampa sengaja, karena orang tua mereka saling mengenal maka ia memilih untuk berhubungan baik dengannya, namun ia harus melepaskannya, ia tak akan mengambil apa tak di ciptakan untuknya
Sedari awal pernikahan antara Jiang Yanli, (kakak kandung jiang fei) dan sang pria sudah di atur oleh kedua orang tuanya, keduanya sudah di jodohkan sejak kecil, pria tak tau malu itu malah mengkhianati kakaknya
Ia tak akan bisa menerima itu, pria yang tak setia, ia tak ingin menjadi alasan atas segala penderitaan yang di alami saudaranya, se cinta apapun ia pada seorang pria maka ia akan meletakan keluarganya di nomor 1 setelahnya barulah cinta antara pria dan wanita
Jika seseorang menyakiti salah satu di antara mereka maka ia tak akan melepaskannya dengan mudah, ia pastikan jika orang itu mendapatkan balasan yang jauh lebih kejam dari perbuatan yang telah ia lakukan
Ia lebih suka menjadi orang jahat, Karana dalam hubungan hanya memiliki dua karakter, yang jahat atau di jahati, maka ia akan memilih untuk menjadi jahat
__ADS_1
Ia bisa mencintai orang lain, namun tak akan bisa melebihi cintanya terhadap keluarga
Ia bisa saja menyayangi dan mengasihi Seornag namun tak akan bisa dibandingkan dengan kasih sayang yang ia berikan untuk dirinya sendiri
Anggap saja jika dirinya egois, namun begitulah caranya hidup, dan bisa bertahan sampai sekarang, hidup ini sulit, jika berada di dalam pilihan maka letakan keluarga di pilihan mu,
"Kau masih tetap sama Fei Fei, setelah bertahun tahun berlalu kau masih begitu membenci ku" Ucapnya sambil terkekeh pelan,
Ternyata singa galaknya tak pernah berubah dari tahun ke tahun tetap saja galak dan bermulut pedas, ah inilah yang membuat ia tak akan pernah mampu melupakan jiang fei
"Ah baik lah, saat ini aku sedang berada di Shanghai, apakah aku bisa bertemu dengan mu?, Kau bisa mengirimkan alamat mu aku akan mendatangi mu" Ia berucap dengan nada pelan
Bertahun tahun berlalu, namun cintanya bahkan tak bisa berubah, di hatinya Jiang Fei tetaplah menjadi penguasa dan pemiliknya
Anggap saja ia egois karena mempertahankan perasaanya pada Jiang Fei di saat ia telah menikahi saudara kandung Jiang fei
"Apa yang kau ingin kan?, Kau hanya perlu mengatakannya dan jangan bertele tele" Jiang fei dengan nada nan begitu ketus
"Tidak ada, aku hanya merindukan mu dan hanya ingin mengatakan beberapa hal"
"Aku sibuk" Ucap jiang fei singkat, ia tak ingin menemui sosok di seberang sana,
"Jika kau tak ingin memberikan alamat mu maka aku tak akan memaksa, aku akan menunggumu di kafe Min Tai, jam 17:00" Ucapnya dengan nada pelan, hal ini hanya bisa di balas dengan helaan nafas dari Jiang fei
"Jika aku ingat" Malas pria ini, ia tak memiliki kepentingan dan tak merasa wajib untuk bertemu dengan pria itu
"Aku akan selalu mengingatkan mu Fei Fei, kau tak perlu cemas" ia berucap dan Jiang fei memutuskan sambungan telpon dan memilih untuk meneruskan langkah menuju Roseblue
"Fei fei" Suara sendu itu berasal dari Shen Yi yang berdiri di dekat jendela, wajahnya terlihat begitu pucat dan sayu,
Jiang fei membuang nafas kesal, hari yang menyebalkan kembali datang, sebelumnya Han Zixuan dan saat ini Shen Yi, apakah ia benar benar tak memiliki hak untuk merasakan sebuah ketenangan?
Tolonglah mengerti, ia sedang tak ingin bertemu siapapun dan tak ingin di ganggu oleh siapapun, ia sudah lelah dengan semua permainan ini
Setelah melakukan kesalahan Shen yi begitu saja ia memperhitungkannya lagi, semua suah selesai bukan?,, Kata maaf susah tak berlaku lagi, sudah kadaluwarsa,
Setelah 1 bulan menghilang begitu saja dan setelahnya datang dengan memasang wajah menyedihkan?, bukankah ia pria yang sangat kejam?, setelah puas bersenang senang dengan kekasih mu,
__ADS_1
Kembali ke jiang fei dengan wajah tertekuk, sungguh Shen Yi adalah mahluk yang tak memiliki hati, dan sangat tak tau malu
Karena sudah membaik maka ia tak akan membiarkan perasaan konyol ini menguasainya, ia tak akan memberikan kesempatan Shen yi untuk mendekatinya lagi,
Hanya ada satu kesempatan dan sudah di sia siakan, karena kesempatan pertama tak di manfaatkan dengan baik maka jangan bermimpi untuk meminta kesempatan kedua
Karena ia bukan gadis yang sebaik itu, ia akan menekan perasaanya, ia adalah gadis yang berfikir berdasarkan logika
Karena di tinggalkan maka tak ada jalan untuk kembali, ia sudah tak ingin perduli dengan apapun yang ada pada Shen yi, tembok bahkan lebih menarik darinya
"Fei fei, aku merindukan mu, aku tak bisa bertahan lebih lama lagi, aku ingin memeluk dan bersama mu setiap hari" Ucapnya lirih,
Ia masih diam di tempatnya sambil memandangi punggung Jiang fei yang kian menjauh,
"Presedir aku tak tau apa masalah mu, lebih baik kau selesai dengan kepala dingin, dan berikan jiang cheng waktu untuk tenang" Ucap Yu jin pelan sambil duduk di mejanya,
Di perusahan ini Shen yi memang seorang pemimpin namun ia bukan orang yang bisa mempermainkan perasaan karyawannya begitu saja
Ia sudah pergi meninggalkan Jiang Fei dengan kekecewaan, setelahnya datang dengan wajah ya g begitu menjijikan, ini terlalu kejam
Ia tak bisa membiarkan temannya jatuh dalam siksa kekecewaan yang tak berujung
"1 bulan adalah waktu yang cukup lama" Shen Yi berucap dengan nada nan begitu lirih,
Ia sudah memberi waktu untuk jiang fei agar bisa tenang, Shen Yi di siksa kerinduan 1 bulan ini, sebenarnya ia tak ke luar negri, ia hanya ingin memberikan jiang fei ruang, ia tak ingin menekan pujaan yang,
Namun 1 bulan adalah waktu yang sangat lama bagi Shen Yi, selama 1 bulan ini hanya Han Xiang yao yang selalu bersamanya mendengarkan keluh kesahnya dan selalu mengerti dia
"Presdir Shen kau ini lucu sekali, kau menghilang selama satu bulan dan membiarkan dirinya berada dalam kekecewaan , setelahnya kau kembali dan mengatakan jika kau hanya sedang memberikan waktu untuknya tanah, kau naif sekali Presdir, kenyataannya adalah kau tidak sedang memberikannya waktu untuk tenang tapi kau sedang mencoba untuk kabur dari masalah yang kau buat, kau suah mengejarnya selama ini namun kau juga sudah memiliki gadis lain, jika kau benar benar tak menginginkannya, maka masih banyak orang yang akan menjaga dan melindunginya dengan segenap jiwa raga"
Yu jin berucap dengan nada pelan
Ia adalah orang yang berada di sisi Jiang Fei selama ini
Ia merasa sakit saat melihat semua penderitaan yang di rasakan oleh Jiang Fei, bagai manapun yu jin adalah pria yang sangat mencintai Jiang Fei
Melihatnya tersiksa seperti ini sangatlah menyiksa
__ADS_1