
hari ini aku lembur sampai jam 7 malam, menemani guruh meeting, setelah memastikan semuanya selesai, aku bersiap untuk pulang, baru saja melangkahkan kakiku
"kreakkk" pintu ruangan terbuka, terlihat guruh keluar ruangan
" kian " panggilnya
" iya pak " jawabku , Dan kembali ke meja kerjaku
"saya perlu bicara.... bisa kamu keruangan saya sebentar" ajaknya..
aku segera mengikuti nya masuk keruangan, aku duduk di sofa panjang samping meja kerjanya
" kenapa pak"tanyaku, dia duduk di sebelahku, mulai memegang tanganku
" ki, kamu masih marah sama saya? " tanyanya, sepertinya arah pembicaraan mulai menjurus pada masa lalu
"ki sebelumnya saya minta maaf, bukan maksud saya meninggalkan kamu begitu aja" jelasnya
" lalu maksud siapa? " tanyaku meledek
" ki saya serius" jelasnya sambil menatapku
" sudahlah pak, saya sudah tidak mau mengingat masa , itu terlalu menyakitkan buat saya, sekarang saya sudah tutup rapat-rapat masa lalu kita" jelasku tak mau banyak bicara
__ADS_1
" Okk aku Akan jelaskan kenapa dulu aku pergi gitu aja, kamu ingat hari itu kamu sedang ngobrol dengan aldo di meja CS? " tanya nya
" iya ingat " jawabku...
" Dan saat itu dinda sedang keruangan saya, saya bertanya pada dinda, kenapa bukan kamu yang mengantarkan kertas nya, padahal di telpon, sudah jelas aku menyuruh dinda agar kamu yang mengantarkan surat izin itu ke meja saya " lanjutnya....
" dinda gak ngomong apa-apa..... " jelasku sedikit heran
" saya gak tau, dinda sampaikan pesan saya atau tidak, yang jelas saya sangat kecewa ketika ternyata dinda yang masuk ruangan saya, saya bertanya pada dinda, kenapa bukan kamu yang mengantarkan surat izin itu, dinda bilang kamu sedang bertemu dengan pujaan hati kamu, saya bingung,,,,, pujaan hati? saya bertanya siapa pujaan hati itu? " jelasnya, ku terdiam Dan hanya mendengarkan penjelasannya
"dinda bilang kamu sedang dekat dengan orang itu, mendengar cerita dinda saya segera keluar ,saya lihat kamu sedang asik ngobrol dengan aldo, disitu saya merasa kamu Hanya memanfaaatkan saya saja, rasanya saya ingin menarikmu , tapi ini kantor, saya gak bisa bersikap seenaknya, " jelasnya, ku lihat wajahnya begitu kesal
" pak saya gak ada hubungan apapun dengan pak aldo, saat itu pak aldo sedang menunggu tamunya, Dan dinda juga tidak bicara apapun setelah menerima telpon" aku mencoba meluruskan kesalahpahaman ini
" lalu kenapa bapak berhubungan dengan dinda? " tanyaku
" dinda.... saya melihat dia tertarik pada saya,, Dan saya dengar dia dekat denganmu, saya mendekatinya karna saya ingin membuat kamu cemburu, tapi hati saya gak bisa, akhirnya saya memutuskan untuk resign " jelasnya
" tapi bapak pernah mencium dindakan? " tanyaku
"cium? itu Hanya kecupan,, saat itu dinda curhat masalah mantan Dan keluaganya, dia menangis di depan saya, saya mencoba memelukny Dan menenangkannya hingga saya tak sadar saya mengecup kepalanya. jelasnya
entahlah jadi semua ini Hanya salah paham,
__ADS_1
"ki... saya sayang sama kamu " ucapnya, hatiku bergetar air mataku tiba-tiba menetes.. kenapa caranya seperti ini?
" pak kenapa sin harus seperti ini? kenapa harus ada salah paham yang berlarut hingga aku merasakan sakit ini " tanyaku kesal, guruh segera memelukku, aku larut dalam pelukannya,, sesekali dia mengecup kepalaku
" bukan kamu saja yang merasa sakit, mmeninggalkan kamu membuat saya memendam rindu yang teramat, setiap hari saya berharap bisa bertemu kamu, tapi saya tak punya nyali , saya fikir kamu sudah dekat dengan aldo" jelasnya sambil terus memelukku
" saya gak ada hubungan sama pak aldo, dia cuman seneng ngobrol, berbagi cerita, itu aja gak lebih" jelasku...
"maaf kian, karna keegoisanku kamu harus merasakan sakit seperti ini" ucapnya sambil mengelus kepalaku
aku merasa nyaman berada di pelukannya, aku tak mau dia melepaskannya,
" pak jangan pergi lagi, saya mohon, saya gak bisa kehilangan bapak" pintaku
"gak sayang, sekarang aku akan selalu disini, maafin aku ya, harusnya dulu aku tanya dulu sama kamu" jawabnya,,, kata sayang yang keluar dari mulutnya sangat menyentuh hatiku...
aku begitu bahagia, aku tak mau kehilangan dia lagi.
"udah ya jangan nangis, aku gak bisa lihat kamu nangis, " ucapnya sambil menghapus air mataku
aku melihatnya tersenyum, dia masih memelukku, menggenggam tanganku Dan sesekali mencium keningku, rasanya aku tidak ingin pulang namun wants sudah menunjukan pukul 8 malam, akhirnya guruh mengantarku pulang.
aku merasa ini adalah keajaiban, tiga tahun berpisah Dan kita bertemu lagi, dengan cinta yang masih kita pendam.
__ADS_1