Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
episode 9 dinda


__ADS_3

merasakan sakit yang teramat membuat hari-hariku terasa Jenuh, aku harus berusaha baik-baik saja di depan teman-temanku, begitu pula saat aku bertemu guruh.


cuaca sangat mendung, langit seakan tau hatiku saat ini, aku membaca majalah di meja CS lobby timur, tidak terlalu banyak pengunjung yang datang, sehingga aku bisa sedikit lebih santai.


"siang kian...... mall sepi ya? " tanya meryn sambil duduk di sampingku


"iya ryn, kok kamu incharge di sini, bukan harusnya dinda ya? " tanyaku sambil menaruh majalah yang ku baca tadi.


"iya dinda minta tukeran, katanya dia mau di office, akhir-akhir ini dia lagi deket sama pak guruh" jelas meryn


hatiku bagai di tusuk sembilu, sakit mendengarnya, aku sudah melihat gelagat mencurigakan ketika dinda bercerita tentang pria yang dekat saat ini, tapi aku fikir mungkin bukan guruh.


"ohh ya, tau dari mana kamu ryn? tanyaku penasaran.


" kemarin dia cerita, di jemput pak guruh pulangnya, dia juga cerita kalau di kosan pak guruh ada kucing Lucu" jelas meryn


ternyata guruh sudah mengajakny ke kosan, lalu kenapa aku? kenapa dulu dia dekati aku? rasanya hati ini semakin sakit...


"ohh ya ki, katanya pak guruh juga mau resign" tambah meryn...


"hmmmmmm" sudah cukup aku tak ingin banyak bertanya tentangnya semua malah membuatku sakit hati. mungkin memang dia lebih nyaman bersama dinda.


"kalau gak salah, kemarin dinda bilang minggu depan pak guruh udah gak kerja disini" meryn masih menjelaskan apa yang dinda ceritakan padanya,, sepertinya dinda banyak bicara mengenai guruh....


" ohhh makin banyak dong orang managements yang resign " celettukku mengalihkan pembicaraan


di selang kita bergosip, masalah dinda dan guruh, pak aldo menghampiri meja kami, awalnya dia menanyakan voucher beberapa tenant makanan untuk penukaran point, tapi ternyata dia asik mengobrol dengan kita.


meryn yang harus mengcover ka dara di loby timur, meninggalkan kita berdua, aku fikir pak aldo akan ikut menyusul ternyata dia malah asik mengobrol denganku..

__ADS_1


"ruh..... " teriak pak aldo memanggil guruh yang berjalan kearah parkiran mobil


guruh tidak mmenjawab, dia hanya melambaikan tangannya Dan bergegas keluar mall, sepertinya dia buru-buru.


setelah asik berbincang dari A-z akhirnya pak aldo pamit meninggalkan meja CS, Dan tak lama ira datang untuk mengcoverku, karna waktunya aku pulang


aku berjalan kearah loker untuk mengambil jaketku, Dan bergegas pulang


kreakkk


ku bukan pintu loker ternyata sepi, terdengar dering ponsel yang tergelatak sedang di charger, ku lihat ternyata itu ponsel dinda , sepertinya ada yang menghubungi dia, selang beberapa menit ponselnya berdering lagi, ku lihat namanya Dan ternyata pak guruh.


badanku lemas seketika aku duduk menyadarkan tubuhku di tembok, rasa tidak percaya, mengapa guruh memperlakukanku seperti ini, dia baik padaku memberikan harapan yang ternyata semua palsu, tanpa sadar air mataku terjatuh aku segera mengusapnya, Dan bergegas keluar loker.


mungkinkah sekarang dia sedang dekat dengan dinda? itu yang aku fikiran, apa dia mendekatiku untuk dinda? harusnya aku sadar dari awal, kenapa aku sebodoh ini? aku ingin melupakannya, beberapa hari bersamanya sangat berkesan untukku.


" butuh 1 detik untuk mencintai, tapi butuh 1000 tahun untuk melupakan"


ponselku berbunyi, suarany begitu nyaring hingga membangunkan tidurku, mataku terasa sembab, efek menagis tadi...


ku angkat ponselku, tanpa melihatt siapa yang menghubungiku


percakapan di ponsel


"malam kian..... " sapa seorang pria suaranya sangat aku kenal


" pak guruh..... " suaraku agak menekan karna kaget.....


apa lagi ini? kenapa dia menghubungiku

__ADS_1


"kian minggu depan aku resign, bisa kita bertemu ssebelum itu" ajak nya


apa yang harus aku jawab? gumamku


" ki..... " panggilnya


" iya pak, untuk apa lagi kita ketemu, bukankah bapak sudah menjauh dari saya " tegasku menolak ajakannya


" aku gak menjauh, aku hanya lagi banyak pekerjaan" jelasnya


" ma'af pak, sepertinya tidak usah ada pertemuan lagi, itu terlalu menyakitkan untuk saya, saya sudah dengar kedekatan bapak dengan dinda, saya tidak ingin membuat hati saya semakin sakit.. "jelasku menahan tangis


" maksud nya? " tanyanya seolah tak mengerti


" sudah, tidak perlu ada yang bapak tutupin, bapak mendekati saya untuk dindakan? " tanyaku


"aku gak ngerti kamu ngomong apa, masalah dinda aku biasa saja, sama halnya aku ke Customer service lainnya, tidak ada yang istimewa" jelasnya, tapi hattiku seakan tidak percaya


" ohh baiklah, begitupun saya, tidak adda yang istimewa buat bapak" kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutku


" istimewa? bukannya kamu sudah menjadi seseorang yang istimewa, buat orang lain? " tanyanya membingungkan


" maksud bapak?" tanyaku


" sudah ttidak usah di bahas, kalau kamu gak mau ketemu saya yasudah, saya minta maaf jika saya ada salah, mulai hari rabu saya sudah tidak bekerja, terima kasih " percakapan kami langsung terputus, aku tak mengerti apa maksudnya?


entahlah apa mungkin itu hanya pembelaannya saja?


seharian menangis membuat perutku terasa lapar.. aku bergegas keluar kosan untuk mencari makan, Dan kembali ke kosan untuk istirahat.

__ADS_1


__ADS_2