Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
episode 10 Resign


__ADS_3

hari ini terakhir guruh bekerja, tak ada pesan atau telpon darinya, sempat berpapasan saat aku absen ke office, tapi dia hanya senyum.


semua pegawai mall ramai mebicarakan keputusan guruh untuk resign, banyak yang menyayangkan karena posisinya yang sudah menjadi kepala divisi padahal usianya masih sangat muda.


aku bekerja seperti biasanya, hatiku mulai tertata, meski aku tau hari ini aku terakhir bertemu dengannya.


aku duduk di meja lobby utama, sambil melihat beberapa pengunjung yang memasuki mall, tak lama suara meryn mengaggetkan ku


"pak guruh... " teriak meryn pada seorang laki-laki yang melewati meja CS


guruh hanya melempar senyum, Dan menghampiri kami


" kok bapak resign? " tanya meryn manja


aku hanya terdiam berdiri di depannya


"iya meryn saya ada kerjaan baru yang lebih bagus" jelasnya, dia melirik ke arahku Dan tersenyum, tak ada kata yang keluar dari mulutnya, kami hanya berjabatan tangan, lalu dia segera bergegas pergi


••••••••••••••••••••••••••••••


hari ke tiga setelah guruh resign, tak ada seseorang yang ku tunggu kehadirannya lagi, rasanya pekerjaanku begitu membosankan, terkadang aku merindukannya, tak ada kabar berita darinya, entah dimana dia saat ini.

__ADS_1


lobby timur....


aku incharge bersama dinda, hubungan kami masih baik-baik saja, aku selalu bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa


"kangen pak guruh" celetuk dinda


aku hanya melirik ke arahnya...


"telpon dong kalo kangen " ledekku sambil menguatkan hati untuk tersenyum


"ki... tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya" ucapnya berbisik padaku..


" aku lagi deket sama pak guruh" jelasnya...


ku rasa itu sudah bukan rahasia lagi gumamku dalam hati


"terus...... " aku tak mau begitu terbawa emosi dengan curhatannya


"dia pernah cium aku ki... " sontak kata-katanya membuat aku kaget, bak petir di siang bolong, rasa tidak percaya, apa iya guruh seperti itu?


"hmmmmm" aku mencoba mengontrol emosiku.

__ADS_1


"iya ki, waktu itu aku curhat sama dia masalah Glen (mantan dinda), dia meluk aku, terus cium aku" jelasnya sambil tersenyum


hatiku benar di bakar cemburu, rasa ingin berlari meninggalkan dinda, tapi itu tidak mungkin...


"terus sekarang hubungan kalian gimana? " tanyaku mencari tahu


"dari kemarin dia gak ada kabar, mungkin dia sibuk di kantor barunya, setauku disana dia juga jadi kepala divisi" jelasnya


"memang dia dimana? " tanyaku semakin penasaran


" masih di jakarta kok " jelas dinda


dinda terus menceritakan hubungan mereka,aku merasa mulai tak tahan, rasa cemburuku semakin memuncak, tapi ku coba menarik nafas Dan mengontrol keadaan. tak ada yang tahu hubungan kita, jadi bukan salah dinda dengan enteng mebicarakan hubungannya dengan guruh.


sudah saatnya aku pulang, tapi kali ini aku tak langsung pulang ke kosan , aku ingin menenangkan fikiranku, hari ini aku pergi karaoke bersama k. dara Dan meryn,aku tak mau terlarut dalam kesedihanku. kami sangat bergembira, hingga aku lupa dengan masalahku saat ini, perasaanku lepas bersama mereka.


•••••••••••••••••••


hari ini terlewati meski tidak terlalu baik, setelah lelah seharian bekerja, Dan karaoke bersama ka. dara Dan meryn aku tidur dengan nyenyaknya tanpa ku sadari hari sudah pagi.


aku bergegas bersiap-siap untuk bekerja, meski tidak terlalu bersemangat tapi ini tanggung jawabku.

__ADS_1


__ADS_2