Pertemuan Kedua

Pertemuan Kedua
23


__ADS_3

Mentari pagi kini kembali bersinar di langit yang cerah, tidur Jiang fei terganggu saat tirai kamarnya di buka paksa oleh mahluk yang selalu menggangunya


Ya siapa lagi jika bukan saudaranya Yuan Nian, mahluk yang selalu mengganggunya seumur hidup dan bahkan mahluk yang paling menyebalkan yang pernah Jiang fei temui di seluruh dunia


"Bagun lah fei fei, sudah siang, apakah kau tak kan pergi bekerja, kau tidak boleh membolos sesuka hati mu" Bisik Yuan Nian dengan nada pelan


Yang di katakan Yuan nian emang benar hanya saja cara mahluk ini mengatakannya yang salah, ia bahkan berbicara tepat di depan wajah Jiang fei dan tentu saja membuat Jiang Fei menjadi kesal setengah mati


"Tak" Tangannya reflek memukul kepala saudaranya, mahluk ini tidak bisa di hentikan hanya dengan kata kata saja, ia harus bertindak untuk menujukan kekesalanya


ia tentu saja sangat terkejut saat sebuah nafas hangat menerpa telinganya itu sungguh mengerikan membuat bulu kuduk jiang fei berdiri seketika


"Jangan menunggu tidurku gadis tengil, aku lelah dan ingin tidur lebih lama" Jiang Fei berucap pelan sembari menarik selimutnya ke atas, ia ingin beristirahat lebih lama


Kejadian semalam membuatnya lelah dan membuatnya sangat malas untuk membuka mata


“Bangunlah kau harus bekerja, apakah kau mau mendapatkan potongan gaji karena pemalas” Yuan Nian mendudukkan diri di samping sang saudara,


ia sangat suka melihat berbagai ekspresi yang di tunjukan Jiang fei, entah itu kesal marah bahkan bahagia, ia sangat menikmati perubahan wajah sang saudara yang bisa terjadi dengan tiba tiba


"Auh kepala ku sakit sekali" Jiang fei berucap sembari memegang kepalnya yang kini nyut nyutan


kepalanya begitu sakit dan bahkan mungkin akan sedikit teler jika di paksa untuk melangkah, semalam ia melewati hal buruk dan di pagi hari ia suah berada di kamar dan di bangunkan oleh mahluk astral bernama Yuan nian ini


"Kau tidak apa apa Fei fei apakah ada yang sakit, maafkan aku, aku tak berniat untuk membuat mu kesakitan, mari kerumah sakit" Ucap Yuan Nian dengan penuh cemas


Semalam Jiang Fei sudah mengalami hal yang mengerikan wajar saja menjadi begitu sensitif saat di pagi hari, hal yang ia syukuri adalah teriakan dari Jiang Fei yang ia dapati pagi ini


Jika ia masih berteriak dan mengatakan hal kasar maka itu akan membuatnya tenang, dan saat Jiang Fei menjadi dia seribu bahasa lah yang membuatnya cemas

__ADS_1


"Aku tak ingin bicara dengan mu, kau adalah mahluk yang paling menyebalkan di dunia ini" Jiang fei menepis tangan Yuan Nian segera mengambil handuk dan menghilang di balik kamar mandi


Yang di katakan Yuan Nian benar, ia baru bekerja selama satu bulan bagai mana mungkin membolos dengan cepat, jika mendapat pemotongan gaji maka itu adalah hal yang sangat bahaya serta sangatlah mengkhawatirkan


"Ayolah fei fei kau jangan merajuk seperti itu, aku hanya menggoda mu, lagi pula di dunia yang luas ini jika bukan aku siapa lagi yang akan menganggu mu?" Ucap Yuan Nian yang masih mengetok ngetok pintu kamar mandi, namun tak ada jawaban dari yang di dalam


"Fei fei, jangan marah begitu, seperti ABG labil yang haus kasih sayang saja, kau ini sudah tua”


“Pergi kau sialan, menyebut ku tua lalu kau apa?, apakah kau seorang leluhur” Jiang fei dengan keras,


Yuan Nian terkekeh pelan mendengarnya setelah berjuang beberapa saat akhirnya jiang fei meresponnya, bukankah ini prestasi di pagi hari?


"Jika kau marah begini aku baru bisa tenang dan dapat meninggalkan mu tampa rasa cemas, berhati hatilah aku akan kembali setelah senja" Ucap Yuan Nian tersenyum lebar dan meninggalkan Jiang fei dengan acara mandinya.


Yuan Nian bergerak perlahan meninggalkan apartemennya, menuju lobby menyambut sang kekasih yang sudah datang menjemputnya


"Apa kau sangat merindukan ku?" Ucap Yuan Nian memeluk tubuh Zhan li dan memberi kecupan selamat pagi pada kekasih tercintanya ini


Sampai kapanpun ia akan sangat merindukan kekasihnya, salahkan Yuan Nian yang tak mau tinggal bersamanya, saat zhan li mengajak maka Yuan Nian akan mengatakan ribuan alasan,


Terkadang Zhan li merasa kesal dengan kehadiran jiang fei, karena jiang fei ia harus berbagi kasih sayang dari Yuan Nian sang kekasih tercinta


"Kau manis sekali, kita hanya berpisah satu malam dan kau sudah seperti kehilangan ku dua tahun saja"


"Selamanya akan merindukan Yuan"


"baiklah, kau semakin pandai mengatakan hal manis dan jujur saja kau tak cocok dengan itu, sekarang mari berangkat" Ucap Yuan Nian menarik tangan Zhan li untuk segera masuk ke mobil


"Kemana kita hari ini, bukankah hari ini tidak ada jadwal pemotretan, tak ada jadwal apapun kan?" Ucap Yuan Nian masih bergelut manja di lengan kekasihnya

__ADS_1


“Kau terlalu banyak menghabiskan waktu dengannya hingga mengabaikan ku” Zhan li pelan


“Hey lihatlah Zhan kecil ini sedang cemburu, dia adalah saudara ku, aku harus menjaga dan melindunginya,”


“Dia sudah besar dan kau selalu bersamanya, selalu sibuk dengannya, kedatanganya membuat ku di abaikan begitu saja


“Baiklah baiklah Zhan kecil ku yang tampan, nanti aku akan menghabiskan waktu dengan mu, sekarang jangan tunjukan wajah menyedihkan itu, hm bagai mana jika aku memberimu kompensasi?”


“Memang begitulah seharunya, kompensasi atas kerugian yang ku alami karena kehadiran saudara mu” Zhan li berucap dengan anda pelan,


Yuan Nian terkekeh pelan menarik Zhan li mendekat ke arahnya dan yah terjadi ciuman panas di pagi hari


“Baiklah apakah zhan kecil ku sudah tak cemburu?” Yuan Nian yang hanya di balas dengan gelengan pelan dari sang kekasih, Yuan Nian tertawa melihat keimutan mahluk kaku ini,


Ia bahkan terlihat tak perduli dengan mahluk sekitar, namun siapa yang menyangka ia akan merajuk saat kekasihnya membagi kasih sayangnya


“Ada apa?, kau terlihat sedikit tak bahagia” Yuan Nian pelan saat ini mobil bahkan sudah mulai menyusuri jalanan, pergi tampa arah hanya untuk mencari orang yan bahkan tak di ketahui rupanya


"Seseorang" Ucap Zhan li dengan wajah datarnya dan terus memperhatikan jalan


"Wow Zhan Siapakah orang beruntung yang sedang kau cari ini? Jangan bilang jika kau akan meninggalkan ku setelah bertemu dengannya " Ucap Yuan Nian memandangi kekasihnya dengan selidik


"Tidak, selalu bersama Yuan Nian" Zhan li menggenggam tangan kekasihnya, dan hal itu sukses membuat Yuan Nian tertawa geli, kekasihnya sangat imut


"Lalu, ada urusan apa kau mencarinya apa aku mengenalnya?" Ucap Yuan Nian pelan sambil memperhatikan jalan, Zhan li menggelengkan kepalanya,


Bahkan ia sendiri pun tak tau siapa yang ingin di carinya ini taka da petunjuk yang jelas ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti saudaranya


"Dia membuat kakak menagis" Ucap zhan li pelan, meski sudah di larang ia akan tetap mencari mahluk lancang yang berani menyakiti kakaknya ini, ia tak akan melepaskannya begitu saja, Zhan li harus membalas rasa sakit yang saudaranya rasakan

__ADS_1


"Wow kakak ipar menagis?, apa yang terjadi?" Ucap Yuan Nian pelan pelan sambil menatap cermin membenahi tatanan rambutnya yang tak rusak sama sekali Zhan li menggeleng pelan, ia pin tak tau kenapa kakaknya menagis yang jelas ia tak suka melihat air mata itu di wajah  kakaknya.


__ADS_2