
Yu jin hanya tersenyum sumringah menatap Jiang fei tak lupa dengan rona merah di pipinya, ia adalah seorang pria bagai mana mungkin ia bisa merona seperti ini
Jiang Fei hanya menatap Yu Jin dengan malas hanya karena suara perutnya yang kelaparan malah menjadi memerah seperti ini, menggelikan sekali
"Hey pria Yu, kenapa pipi mu memerah?, Kau adalah seornag pria dan dengan mudah memerah seperti itu" Jiang fei saat melihat perubahan sikap bahkan wajah Yu Jin
"Ah Fei Fei dengan siapa kau?" Yuan nian berucap dengan pelan
Ia bahkan keluar dari kamar dengan wajah yang begitu mengantuk, ia mendengar jika Jiang Fei sedang berbicara dengan seseorang ia berfikir jika Zhan Li yang datang
Menurut tempramen mereka keduanya tak bisa di biarkan bersama dalam waktu yang lama, karena hanya akan membuat beberapa keributan
Langkahnya terhenti saat melihat jika Jiang Fei berada dengan seorang pria, pria yang tak ia kenal namun ia merasa pernah melihatnya
"Nona Yuan Nian" Ucap Yu Jin sedikit gagu dengan suara lembut yang di buat buat ini sungguh bukan seperti Yu Jin yang Jiang Fei kenal,
Sedangkan Yu jin masih mencoba menghentikan detakan jantungnya tak bisa di ajak kompromi ini, ia bahkan tak menyangka jika Yuan Nian akan lebih wow saat mengenakan baju rumahan seperti ini,
"Kau teman fei fei?, Selamat pagi, kau datang pagi sekali, ah maafkan aku yang tak sopan aku permisi sebentar" Ucap Yuan Nian tersenyum ramah
"Nona kau kau" Yu jin bahkan masih begitu Ling Lung dengan semua ini
Ia merasa pria ini punya hubungan yang baik dengan saudaranya jadi tak ada salahnya bukan bersikap baik pada teman Jiang fei, Yu Jin mengguk pelan
"Hm panggil aku kakak atau Yuan Nian saja, jangan terlalu sopan, kita hampir seusia, kau adalah teman Fei Fei dan itu berarti kita semua adalah teman" Ucap Yuan Nian pelan
Kapan lagi ia menjadi kakak selama ini Jiang fei tak pernah menyebutnya kakak walaupun Yuan Nian lebih tua darinya
"Ah baiklah kak Yuan"
"Baiklah kalian lanjutkan mengobrol aku akan kembali ke kamar"
__ADS_1
"Ah baiklah" Yuan nian bergerak meninggalkan keduanya yang asik mengobrol
"Fei fei apa aku bermimpi" Yu Jin tersenyum sambil mendekati Jiang fei dengan wajah linglung,
Saat ini Yuan nian sudah masuk ke kamar dan ia bebas berekspresi sesukanya di hadapan Jiang fei
Ia terus tersenyum seperti orang gila Jiang fei membuang nafas kesal, bocah ini selalu saja berlebihan dalam berekspresi, pria yang benar benar merepotkan,
Dengan kesal Jiang fei mencubit pipi Yu jin dengan keras membuat pipi yang merah merona itu semakin merah, jiang fei sungguh berbakat jika urusan meninggalkan tanda di pipi seseorang
"Au au fei fei kau mencubit ku sakit sekali" Yu jin memegang pipinya yang memerah jangan remehkan tenaga seorang Jiang fei,
Bahkan ia bisa membuat darah mengalir dalam satu tamparan saja, jika kalian tak percaya maka bertanyalah pada shen yi karena ia lah sudah merasakan sensasi itu sendiri serta paling berpengalaman , dan rasnya ah mantap
"Berarti bukan mimpi" Jiang fei berucap dnegan nada ringan dan melihat lihat ke sekeliling
Poto Poto yuan nian begitu mempesona, ia selalu terkagum kagum saat melihatnya
Yuan Nian baru saja keluar dari kamar dan melangkah untuk mendekat, ia hanya tersenyum memandang interaksi keduanya dalam diam
Pria cantik ini cukup menyenangkan dan yang jelas Jiang fei terlihat sangat perduli pada pria polos ini, Jiang Fei adalah mahluk yang sulit di dekati, pemuda ini memiliki kegigihan hingga bisa menjalin pertemanan yang baik dengan saudaranya ini
"Kau yang terbaik Fei fei, aku sangat menyayangi mu" Ucap yu jin masih memeluk Jiang fei karena terlalu bahagia dan malah mencium pipi Jiang fei,
Tak perlu terkejut pemandangan seperti ini sudah sangat biasa terjadi dan di lihat orang orang sekitar bahkan Yu jin sudah sering mencium Jiang fei saat ia merasa sangat senang seperti saat ini,
Namun jiang fei hanya memberikan dengusan kesalnya, itu sama sekali tak mempan pada dengusan ucapan ketus bahkan teriakan dari si bungsu jiang ini, yu jin adalah pria yang kuat bahkan kuat bertahan dengan sikap kasar jiang fei selama ini
"Turun, kau ini berat sekali, aku adalah seoang gadis dan kau seorang pria, kau sangat suka bergelantungan pada ku" Jiang fei berucap ketus Yu jin perlahan turun dan bersikap sok manis di hadapan Yuan Nian
"Kau adalah gadis yang kuat, kau tak akan mengeluh karena ku, lagi pula tubuh ku tak terlalu berat" Yu Jin tersenyum sumringah
__ADS_1
Dan perlahan turun dari gendongan Jiang Fei, jangan pernah meremehkan kemampuan Jiang Fei, ia adalah gadis yang begitu kuat
"Kalian memiliki hubungan yang sangat baik, bukankah kau teman Fei Fei saat di Roseblu sebelumnya?"
"Benar sekali kakak yuan, hubungan kami sangatlah baik, dan kenalkan aku adalah Yu jin teman terbaik yang Jiang fei punya, tidak ada yang lebih baik dari ku dan kau tau kakak yuan, adik mu ini sungguh galak, sangat menyeramkan saat matah siapapun tak berani mengusiknya ya kecuali aku dan presedir" Ucap yu jin berbisik pelan namun masih bisa di dengar oleh Jiang fei
"Ah aku tak percaya mendapatkan kesempatan seperti ini, kau sungguh membawa keberuntungan Fei fei" Ucap yu jin pelan senang ah tentu saja ia senang,
Ia sudah mengidolakan Yuan Nian sejak dulu di tambah lagi Yuan Nian yang nyatanya baik dan sangat menyenangkan dan sangat ramah kebaikan apa yang kau buat Yu Jin hingga dewa memberi berkah ini pada mu
"Apa yang kau katakan, mari ke dapur, bukankah kau sangat kelaparan" Jiang fei ketus dan memimpin jalan ke dapur
"Kak Yuan, ini adalah hadiah kecil dari ku ku harap kau menyukainya"
"Kau baik sekali, bahkan merepotkan diri membawa barang untuk ku"
"Ini bukan apa apa kak Yuan kau begitu baik hati dan aku tak salah telah mengidolakan mu selama bertahun tahun"
"Terimakasih, aku akan menerima hadiah mu"
"Ku fikir kalian?" Ucap Yuan Nian pelan ,
Yu jin tersenyum kecil sambil menggeleng pelan, meskipun Senang karena akhirnya ada yang melihat jika mereka salah pasangan yang cocok
"Tidak kak Yuan, aku ini adalah pria yang baik dan bagai mana bisa dewa begitu kejam memberikan istri yang galak ini pada ku" Yu jin terkekeh pelan sedangkan ia hanya mendapatkan dengusan kesal
Jiang fei menyiapkan kan makanan di bantu oleh yu jin,
Ia sudah tak seheboh tadi, ia terlihat begitu senang dan banyak bercerita pada Yuan Nian, yu jin menghabiskan harinya di apartemen Yuan Nian mereka sudah banyak menghabiskan waktu bersama mulai dari masak masak,
Nonton drama bersama dan melihat beberapa koleksi benda kesayangan Yuan Nian, sungguh menyenangkan hari yang paling indah sepanjang sejarah kehidupan yu jin
__ADS_1