Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
putra Yang ditukar


__ADS_3

Irgi tengah mendampingi Sarah dan Dinda belajar, kebetulan saat itu hari Minggu jadi mereka bersantai-santai sambil belajar 


"Mas Kalau yang ini bagaimana caranya?" tanya Sarah yang menanyakan rumus matematika.


Brum .


Belum sempat Irgi  menjawab, mereka mendengar suara mobil berhenti di depan rumah mereka.


"Mobil siapa tuh Mas?" tanya Sarah.


"Astaga itu mobil Tuan Leon."


Apa Aku melakukan kesalahan ya sehingga Tuan datang kemari, batin Irgi


"Sebentar ya Mas lihat dulu."


Irgi beranjak dari tempat duduknya kemudian keluar menemui tamunya.


***


Mobil Leon berhenti di depan rumah Irgi.


"Hiks hiks Daddy itu putra kita," tutur Yura sambil membuka seatbeltnya dengan cepat.


Yura seolah tidak sabar untuk menghampiri putranya tersebut.


"Mommy Tenangkan dirimu, kita jelaskan pelan-pelan kepada mereka."


Leon menahan tangan Yura agar istrinya itu tidak terbawa emosi. Karena memang sulit menjelaskan duduk permasalahan mereka selama ini secara singkat.


"Mommy sudah berusaha tenang Daddy, tapi rasanya kulit untuk mengontrol emosi mommy."


"Iya Daddy tau perasaan Mommy, tapi untuk menjelaskan kepada mereka, kita harus pelan-pelan, karena pasti Irgi akan syok selain itu  Irgi juga memiliki saudara yang harus dijaga perasaannya."


"Iya Daddy," Yura menghapus air matanya, kemudian ia coba mengatur nafas agar menjadi lebih tenang dan rileks.


Setelah beberapa saat, Yura sedikit lebih tenang.


Keduanya pun keluar dari mobil secara bersamaan.


Sementara Irgi sudah berada di teras rumahnya , untuk menyambut kedatangan bos dan istrinya.


Dari kejauhan Irgi melihat Nyonya bosnya terlihat sedih. Irgi bertanya-tanya dalam hatinya Apa yang membuat wanita itu sedih, Ia pun mencari cari kesalahan apa yang telah Ia perbuat ,hingga kedua orang itu datang menemuinya dengan raut wajah yang sedih.


Yura merasakan kakinya yang gemetar ketika melangkah kan kakinya menghampiri Irgi.


"Selamat siang tuan dan nyonya Selamat datang di rumah kami," ucap Irgi sambil melemparkan senyum kearah mereka berdua.


Bukannya menjawab ucapan selamat dari Irgi, kedua orang itu malah termenung di hadapannya dengan bola mata yang sayu dan wajah yang sedikit tegang.


Yura menatap putranya itu dengan bulir bening dan tangan yang gemetaran.


Setelah 19 tahun, Ia dipisahkan dengan anaknya. Kini sang putra berada di depan mata kepalanya sendiri.


Melihat Yura yang seperti itu, Irgi semakin bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya.


"Tuan dan nyonya ada yang bisa saya bantu ?*tanya Irgi dengan heran.


Bukannya menjawab, Yura melangkahkan kakinya kemudian langsung memeluk Irgi.

__ADS_1


Hiks hiks hiks tangis Yura pecah ketika ia berhasil mendekao putranya itu.


 Yura  menangis segegukan perasaannya sungguh bercampur baur antara bahagia, sedih, dan terharu karena darah dagingnya tak mengenali dirinya yang telah mengandung.


Karena syok, Irgi hanya diam sambil menatap ke arah Leon.


Begitupun kedua adik Irgi yang diam terpaku menyaksikan Kakak mereka dipeluk oleh seorang wanita dewasa di depan suaminya.


Hiks hiks hiks.


Yura masih tak bisa berkata-kata, ia terus saja menangis sambil memeluk erat putranya itu.


Tak hanya mereka, tetangga Irgi juga heran melihat seorang wanita yang memeluk Irgi dan wanita itu menangis sedih.


Karena istrinya terus memeluk Irgi tanpa bisa berkata-kata, Leon langsung menghampirinya.


"Mommy sudah mommy," ucap Leon sambil menarik tangan Yura agar ia melepaskan pelukannya kepada Irgi yang terlihat begitu syok.


Hiks hiks hiks.


Saking terbawa perasaan, Yura sampai tak bisa berkata-kata Ia hanya menangis segugukan sambil menatap sedih ke arah pria muda yang ada di hadapannya.


"Tuan ada apa ini ?"tanya Irgi karena bingung.


Hik Leon memeluk Yura yang masih saja menangis.


"Mommy,tenangkan dirimu dulu  jika begini, kita tidak bisa berbicara,"bujuk Leon sambil mengusap punggung istrinya.


Irgi semakin bingung dengan perlakuan kedua suami istri itu, bahkan Tuan Leon Sebastian sendiri tidak memarahinya ataupun cemburu Ketika istrinya itu memeluknya.


"Sudah mommy tanangkan dirimu Ayo kita masuk, sebaiknya kita bicara di dalam."


Leon masih merangkul istrinya sambil berjalan menuju kursi ruang tamu yang ada di rumah Irgi.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Irgi ketika mereka sama-sama mendaratkan bokong.


 Leon belum bisa menjawab pertanyaan Irgi tersebut karena keadaan Yura yang masih syok dan menangis.


Itu semakin membuat penasaran Irgi dan kedua adiknya.


Setelah beberapa menit Yura sudah bisa menguasai dirinya dengan menahan emosionalnya.


"Tuan ada apa sebenarnya ini?" tanya Irgi.


 Leon juga bingung bagaimana cara menjelaskan pada Irgi.


"Ini perbandingan profil DNA kita berdua," ucap Leon sambil menyodorkan hasil tes DNA kepada Irgi.


Irgi mengerut kan  dahi.


Ia buka amplop kemudian membaca selembar kertas yang ada di dalamnya.


Bola mata Irgi membulat secara sempurna, ia langsung menatap ke arah Leon dan Yura.


"Maksudnya ini apa Tuan tanya Irgi semakin bingung. Bagaimana Tuhan bisa mengambil sampel DNA ku?"


"Aku mengambil sampel DNA dari endapan liur yang ada di gelasmu yang kau minum ketika pertama kali bekerja."


Irgi syok bukan kepalang, Namun ia belum berani mengambil keputusan, meskipun ia sudah mengerti apa maksud dari semua itu.

__ADS_1


"Irgi kau adalah putra kami, seseorang mungkin menukarmu di rumah sakit, entah sengaja atau tidak," ucap Leon dengan hati-hati.


Jantung Irgi tiba-tiba saja berdetak dengan kencang bola matanya membulat dengan sempurna begitupun dengan kedua adiknya.


"Jadi maksudnya apa Tuan?" tanya Irgi untuk memperjelas.


Kau adalah putra kami Irgi jawab Leon.


Mendengar pernyataan dari Leon Sarah dan Dinda langsung histeris.


"Tidak! Mas Irgi kakak kami!"


Mereka langsung menghambur memeluk Irgi sambil menangis.


"Mas Irgi jangan pergi! Kita mau tinggal sama siapa, kalau mas Irgi pergi hiks hiks." tangis Sarah.


Kita gak siapa-siapa lagi selain mas Irgi timpal Dinda.


Irgi memeluk dan mencium pucuk kepala kedua adiknya. 


"Mas Irgi gak kemana-mana kok," ucap Irgi sambil meneteskan air matanya.


Yura menghentikan tangisnya, ia begitu haru melihat ketiga saudara tersebut.


Bahkan bola mata Leon sampai memerah karena ikut terbawa suasana.


Yura mendekati Sarah.


"Mas Irgi gak kemana-mana Nak, jika mommy bawa mas Irgi, mommy juga pasti bawa kalian untuk tinggal bersama mommy," ucap Yura sambil memeluk mereka semua.


Hiks hiks, Sarah dan Dinda semakin erat memeluk Irgi, seakan takut jika mereka di pisahkan.


"Benar Irgi, kedatangan kami ke sini bukan hanya untuk menyibak kebenaran yang selama ini tertutupi. Tapi juga untuk membawa kamu dan adik-adik mu itu untuk tinggal bersama kami, agar kami lebih tenang," ucap Leon.


Hiks hiks Irgi menangis haru, entah ia harus sedih atau bahagia karena memiliki keluarga yang sebelumnya tak pernah terbayangkan olehnya.


"Dinda,Sarah, mas Irgi akan tetap jadi kakak kalian, harusnya kalian berbahagia karena kak Nessa dan saudara-saudaranya yang lain akan menjadi saudara kalian juga," papar Leon dengan hati-hati.


Mendengar hal itu,Dinda dan Sarah sedikit merenggangkan pelukannya, mereka sedikit lebih tenang.


Sementara Irgi hanya diam, tak tahu harus berbuat apa.


"Irgi, ayo Nak, kita pulang ke rumah kita, saat ini Daddy masih menyelidiki kenapa kau dan Nathan bisa tertukar di rumah sakit."


Yura mendekati Irgi, Sarah pun berpinda tempat agar Yura bisa leluasa bergerak.


"Irgi, peluk Mommy Nak, hiks," pinta Yura sambil menangis.


Tubuh Irgi sedikit berguncang karena menahan tangisannya. Kebahagiaan mulai ia rasakan ketika wanita cantik yang ada di hadapannya ternyata adalah ibu kandungnya.


"Hiks hiks Mommy!" tangis Irgi sambil memeluk Yura.


Kedua ibu dan anak itu pun menangis sejadi-jadinya untuk meluapkan perasaannya mereka.


Leon menghampiri keduanya kemudian dia memeluk Irgi dan mencium pucuk kepala Irgi.


"Daddy!"  tangis Irgi sambil membenarkan wajah di dada bidang Leon.


"Iya putra ku," ucap Leon sambil mencium pucuk kepala Irgi berkali-kali, Leon ikut menangis karena merasa bahagia sudah di pertemuan putranya kandungnya setelah hampir dua puluh tahun terpisah.

__ADS_1


bersambung dulu ya gengs maaf kalau banyak typo, outhor ngantuk berat nih 🙏😭🥰🥰🥰


__ADS_2