
"Irgi, kedatangan kami kemarin untuk membawa kamu agar kamu tinggal bersama kami, itu begitupun adik-adikmu."
"Mommy dan Daddy, akan menganggap adik-adikmu seperti anak mommy dan Daddy seperti saudaramu yang lainnya."
"Kita akan menanggung sekolah mereka hingga mereka melanjutkan perguruan tinggi, jadi kamu nggak perlu khawatir tentang nasib mereka."
"Lagi pula Nessa juga pasti senang,jika Dinda dan Sarah tinggal di rumah dia pasti akan betah dirumah," tutur Yura menambahkan.
Irgi berdiam diri sejenak, Ia pun menoleh ke arah kedua adiknya yang masih menangis memeluknya.
"Sarah, Dinda, kalian dengarkan? Ayo kita ikut mommy, di sana hidup kalian bisa lebih terjamin," ucap Irgi.
"Enggak Mas, kami takut, kami mau tinggal di sini saja."
"Iya Mas, sarah juga takut tinggal di sana, kita tinggal di sini saja."
Leon menarik tangan Sarah kemudian mendudukkan di pangkuannya.
"Sarah, daddy nggak maksa kalian, tapi untuk beberapa hari ini kalian coba dulu menginap di rumah kami, jika kalian betah tinggal di sana, maka kalian akan tetap tinggal di sana, jika tidak betah Dadd, nggak keberatan jika kamu dan Kak Irgi kembali tinggal di rumah ini."
"Apa kalian tidak mau melihat kakak kandung kalian?" Tanya Leon.
Sarah dan Dinda menggeleng secara bersamaan.
"Kakak kami itu, mas Irgi."
Leon tersenyum karena mengerti perasaan kedua anak itu. Memang sulit untuk menerima hal yang baru, apalagi menyangkut perasaan.
Sarah dan Dinda terlanjur menyayangi Irgi, begitupun sebaliknya, akan sulit bagi mereka menerima Nathan, meski Natan adalah kakak kandung dari keduanya.
"Ayo sekarang kalian siap-siap, anggap Daddy dan mommy Kak Irgi, sebagai Daddy dan mommy kalian juga."
Sarah dan Dinda menoleh ke arah Irgi, Mereka bertanya keputusan Irgi.
"Iya Sarah dan Dinda Ayo ikut Mas, jika nanti di rumah Mommy dan Daddy, kalian tidak betah, maka kita akan kembali ke rumah ini dan seperti biasa, Mas akan menjaga kalian di sini."
"Iya Mas," sahut Sarah dan Dinda secara bersamaan Mereka pun menuju kamar untuk membereskan barang-barang.
***
Di dalam mobil Sarah dan Dinda memeluk Irgi, mereka takut jika keluarga baru tidak dapat menerima kehadiran mereka.
Kedua adiknya bersandar pada bahu Irgi, mereka menerka-nerka Bagaimana suasana rumah mereka yang baru nanti.
__ADS_1
Keadaan di dalam mobil begitu hening, karena mereka semua masih larut terbawa suasana.
Mobil Leon berhenti di depan teras rumahnya.
Para penumpang mobil pun keluar satu persatu dari dalam mobil itu dan berkumpul di depan teras.
Leon dan Yura melangkah terlebih dahulu. Namun, langkah mereka tertahan karena melihat Sarah dan Dinda yang terlihat ragu memasuki rumah mereka.
"Dinda,Sarah ayo!"panggil Yura.
Melihat kedua adiknya ketakutan, Irgi merangkul bahu kedua adik perempuannya itu untuk masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah seluruh anggota keluarga sudah hadir menyambut kedatangan mereka.
Ketika Leon dan Yura sampai di ruang tamu, keluarga yang sudah menunggu di sana langsung berdiri.
Nessa berjalan cepat menuju Dinda dan Sarah.
"Kak Nessa ,hiks hiks." Dinda dan Sarah langsung memeluk Nessa.
"Kakak senang kalian di sini," ucap Nessa sambil mengusap kepala Dinda dan Sarah.
Irgi tersenyum ke arah Nessa begitupun sebaliknya.
Kemudian bola mata keduanya mulai berembun.
"Hiks hiks hiks, aku nggak menyangka jika kita saudara kembar, padahal sudah hampir setahun ini kita kuliah di tempat yang sama," ucap Nessa.
"Aku juga nggak menyangka akan jadi seperti ini," jawab Irgi.
Keduanya pun saling mengurai pelukan kemudian saling melempar senyum.
Kali ini giliran Sheon yang datang menghampiri Irgi.
Irgi menatap ke arah Sheon yang berdiri di hadapannya.
"Irgi dia Sheon, kakak pertamamu," ucap Yura.
Sheon melemparkan senyum ramahnya kemudian langsung memeluk Irgi.
Beberapa saat mereka diam hanya saling memeluk dan saling meneteskan air mata,mungkin karena masih sungkan karena tak saling mengenal.
"Selamat datang di rumah kami ,rumah ini adalah rumahmu juga ," ucap Sheon.
__ADS_1
Sheon dan Irgi pun melepas pelukannya.
Kemudian Yura menarik tangan Nathan kemudian menggendongnya menghampiri Irgi.
"Nathan dia irgi Nak, saudaramu, dan Irgi dia adalah Nathan saudaramu, kalian berdua adalah saudara dan sama-sama anak mommy, jadi jangan ada yang merasa mommy akan pilih kasih di antara kalian berdua ya."
Nathan dengan bola mata memerah menatap Irgi, begitu pun Irgi keduanya masih terlihat begitu canggung.
Kemudian Yura mendekatkan tubuhnya pada kedua putranya itu. Yura memeluk Nathan dan Irgi di saat yang bersamaan.
Yura sudah tak bisa berkata-kata lagi ia hanya bisa menangis memeluk kedua putranya itu.
"Mommy, harap kalian tidak akan saling iri dan cemburu, terhadap kelakuan mommy yang mungkin saja berbeda, kalian berdua adalah anak mommy, kalian adalah saudara dan saudara harus saling menjaga dan melindungi,"ucap Yura sambil mengusap dua kepala putranya.
Air mata Nathan semakin deras mengalir, karena mendapat dampak yang paling buruk adalah dirinya atas peristiwa ini , rasanya sampai kapan pun ia tak akan percaya jika dirinya bukan darah daging kedua orang tuanya, apalagi kini Irgi ada di hadapannya, membuatnya semakin sedih, seperti sosok dirinya akan tergantikan oleh Irgi di mata keluarganya itu.
Nathan semakin menjadi-jadi nangisnya dalam pelukan Yura, seakan takut kasih sayang mommynya akan berkurang terhadapnya.
Yura paling mengerti tentang perasaan Nathan. Karena itulah ia memeluk Nathan lebih erat.Beberapa saat Nathan membenamkan wajahnya di ceruk leher Yura kemudian menangis sedih sambil memeluk Yura dengan erat.
Mereka pun membiarkan Nathan larut dalam kesedihannya dan menangis dalam pelukan hangat sang Ibunda tercinta.
Mereka semua yang ada di sana ikut menangis sedih.
"Sudah sayang, gak ada yang berubah kok, kamu tenang saja," bisik Yura sambil mengusap punggung Nathan untuk membujuknya.
Setelah Nathan puas menangis dan keadaannya kembali tenang.
Yura menuntun Nathan menghampiri Dinda dan Sarah.
"Nathan dia adalah adik kandungmu, Ayo peluk mereka," ucap Yura.
Melihat Nathan, Sarah begitu ketakutan. Ia langsung memeluk Irgi dari belakang.
"Sarah nggak boleh gitu, Kak Nathan ini saudaramu juga Ayo peluk dia," ucap Yura sambil menarik Sarah yang memeluk Irgi.
Nathan menghampiri Dinda dan Sarah kemudian ia memeluk keduanya secara bersamaan.
Sarah dan Dinda terlihat sungkan sekali mereka masih canggung karena tak pernah saling mengenal sebelumnya.
Setelah acara perkenalan itu, mereka mengobrol sejenak, kemudian makan siang bersama.
Leon bahkan menambahkan tiga kursi di meja makannya untuk ketiga anggota baru di rumah mereka.
__ADS_1
Meski saat makan mereka lebih banyak diam karena masih canggung atas hadirnya tiga anggota keluarga mereka yang baru.
maaf ya, hari ini up dikit dulu , mohon maaf kalau ada typo nya ya reader 🙏😊