Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Akhir Yang Tragis


__ADS_3

Flashback.


18 tahun yang lalu.


"Tuan! Sepertinya rencana kita untuk melakukan pengeboman lokasi proyek mereka gagal!"


"Gagal?!" 


"Tapi bagaimana bisa?! Semua rencana sudah dirancang sedemikian rupa! bahkan Aku sudah keluar uang banyak untuk menggagalkan rencana proyek itu, agar kawasan proyek rata dengan tanah dan perusahaan Leon mengalami kerugian bahkan kebangkrutan karena harus membayar santunan kematian dan kecelakaan kerja kepada para buruh-buruhnya yang berjumlah ribuan itu."


"Entahlah Tuan, tapi mereka berhasil menemukan bom-bom yang kita tanam di area proyek sebelum bom itu meledak dengan sendirinya."


"Dan kini polisi masih menyelidiki Siapa yang menanam bom-bom tersebut."


"Sial, perusahaan ku  bangkrut jika mereka tak berhasil mengebom kawasan proyek tersebut."


Raymond menghempaskan nafas kasarnya ia mencoba berpikir jernih.


"Sial! Kalau begitu aku harus cari cara lainnya agar bisa menghancurkan Leon."


"Aku telepon Welly saja, siapa tahu dia berhasil membunuh anak dan istri Leon, jika berhasil, aku akan merasakan kemenangan yang gemilang meski usaha membumihanguskan lokasi proyek itu gagal ".


Reymond kemudian coba menghubungi Welly.


"Halo Welly, bagaimana dengan putrimu yang kau suruh untuk memberi racun  istri dari Leon Sebastian."


"Dia sudah menjalankan tugasnya tuan. Kini Yura berada di rumah sakit mungkin sebentar lagi nyawanya tidak akan selamat," tutur Welly.


"Bagus! Pokoknya Leon harus hancur hancur hancurnya!"


Tuan Remon lalu mengirim beberapa orang untuk mengawasi Rumah Sakit mereka harus mencari tahu keadaan Yura dan anaknya.


Sayangnya mereka mendapatkan kabar buruk, jika Yura dan anaknya selamat meski  harus melahirkan secara prematur.


Reymond pun gelisah karena rencananya kembali gagal.


Awalnya mereka ingin melakukan pembunuhan terhadap bayi Leon. Namun, pekerjaan  itu begitu sulit dan penuh resiko, karena kamar perawatan bayi diawasi CCTV  24 jam sehari penuh.


Kebetulan saat itu Nyonya Elma Kirana juga mengalami pendarahan akibat terjatuh saat berdagang keliling dan ia juga harus di operasi dan harus melahirkan secara prematur, dan Raymond mengetahui hal tersebut karena ia terus memantau keadaan di ruang perawatan bayi baru lahir.


Reymond mencari cara agar bisa menukar bayi Yura dan Nyonya Elma dengan bantuan suster di ruang jaga.


Awalnya ia berniat untuk membunuh bayi laki-laki Leon. Dengan menukar bayi laki-laki tersebut ke nyonya Elma Kirana, ia akan lebih mudah membunuh bayi itu, dari pada jika ia harus membunuh bayi laki-laki ketika di tangan Leon .

__ADS_1


Setelah berhasil di tukar, Reymond menyuruh orang untuk terus mengawasi nyonya Elma Kirana.


Reymond akhirnya berhasil menemukan alamat Nyonya Kirana. Karena itulah ia mendekati Nyonya kita dengan dalil meminjamkan uang  untuk modal usaha.


Tapi ternyata tak juga tak mudah membunuh seorang bayi yang selalu dijaga, berbulan-bulan ia melakukan pengintaian tapi tetap saja ia tak  menghabisi bayi tersebut.


Tiba-tiba saja Reymond terpikir sebuah ide.


"Haha, aku jaga anak lelaki yang bernama Irgi itu, setelah dia dewasa, aku akan memanfaatkan dia untuk menghancurkan Leon,kalau perlu aku seting saja agar Irgi menikahi saudara kembarnya sendiri haha itu membuatku begitu puas,!"


Sejak itulah Reymond mendekati keluarga Elma Kirana agar ia bisa memanfaatkan Irgi suatu saat nanti.


Flashback off.


Reymond berada di ruangannya sedang menghitung uang hasil keuntungan bisnis terbarunya. 


"Wah, semakin menguntungkan! Haha "seru Reymond sambil tertawa.


"Kalau begini terus, aku bisa kaya kembali."


"Oh iya, aku belum dapat kabar dari Irgi.


Tiba-tiba saja ia di kejutan dengan kedatangan beberapa orang pria berseragam menerobos ke dalam ruangannya.


"Ada apa ini?" tanya Reymond.


"Anda kami tahan karena kasus penukaran bayi di rumah sakit!"


"Maksud anda apa?! "


Leon dan Irgi masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Kau sudah menukar bayi ku dengan anak nyonya Elma Kirana! Lalu kau meminta putra kandungku untuk merusak saudara kembarnya sendiri! Kau sungguh biadab Reymond!" Seru Leon.


Bukannya menyesal, Reymond justru tertawa terbahak bahak.


"Haha akhirnya kau tahu juga, tapi setidaknya kau dan putramu itu terpisah dan aku sudah berhasil membuat putramu itu hidup menderita haha!"Tawa ketawa Raymond.


"Dasar biadab! Jika saja aku terbawa emosi mungkin kau sudah kubunuh Reymond! tapi aku bukan orang bodoh yang ingin mengotori tanganku dengan darah manusia licik sepertimu!" Cecar Leon.


"Aku hanya ingin kau menghabiskan masa tuamu dipenjara!  Karena kau juga telah terbukti menanam bom untuk pembunuhan massal para buruh di lokasi proyek ku!"


Mendengar hal itu Reymond seketika melotot bola matanya.Ia tak menyangka kebusukan selama hampir 19 tahun itu terbongkar.

__ADS_1


"Kau terancam penjara seumur hidup saudara Reymond! Kejahatan mu sungguh luar biasa," ucap salah seorang anggota polisi.


Seorang polisi mencengkram 


Leher Reymond sementara yang lainnya  memasang borgol di tangan Raymond.


Reymond hanya pasrah saat dirinya digiring oleh polisi.Tak hanya Reymond, kawanannya juga  ikut di giring ke dalam mobil tahanan.


Matanya berpendar mencoba untuk melarikan diri dari polisi. Tatapannya mulai nanar karena membayangkan ia akan dipenjara seumur hidup bahkan bisa jadi dihukum mati.


Reymond dimasukkan dalam mobil tahanan, bersama dengan beberapa orang kepercayaannya. Namun belum pun sempat pintu mobil  tahanan ditutup! Reymond sudah melompat ke jalanan! Iya langsung berlari ke jalanan saat polisi mencoba untuk menggebrak beberapa orang suruhan Raymond.


"Reymond lari!" teriak salah satu satu polisi yang menyadari Raymond melarikan diri  dari dalam mobil polisi.


"Kejar dia! "Seru salah seorang anggota polisi.


Reymon Terus berlari.


"Peringatan Berhenti! 


Dor polisi berlari mengejar Reymond sambil menembak ke angkasa sebagai tembakan peringatan.


Namun, Raymond tak mengindahkannya.


Polisi kembali menembak ke arah atas untuk peringatan kedua. Jadi kejar-kejar antara polisi dan Raymond.


Raymond Terus berlari meski dengan tangan yang diborgol.


Orang-orang yang lewat tak berani menghentikan Raymond. Polisi terus mengajar Raymond. Pada akhirnya ketika Raymond mencoba untuk menyeberang jalan tugu Raymond langsung disambar mobil.


Bruak ! 


Tubuh Remon terhempas bergelinding di jalan dengan luka di kepala.


Polisi langsung menghampiri Raymond.


Saat itu Raymond masih sadar matanya mengadah ke atas memandang langit.


Entah apa yang diucapkan mulutnya komat-kamit tanpa suara, beberapa detik kemudian Raymond perlahan memejamkan matanya dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Polisi menghampiri Remon kemudian memeriksa keadaannya.


"Dia sudah tewas," ucap polisi yang memeriksa Raymond kepada rekannya.

__ADS_1


Bersambung dulu ya gengs 🙏


__ADS_2