Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Menikah


__ADS_3

Welly berada di dalam penjara tengah menatap makan siangnya.


"Bosan menunya ini ini terus, " ucap Welly sambil menepis piring yang ada di hadapannya.


Welly berdiri dengan menghempas nafas kasarnya "Sampai kapan aku akan berada di sini rasanya aku sudah tidak sabar keluar tapi masa hukumanku masih 15 tahun lebih," ucap Welly sambil menendang piring tersebut.


narapidana yang lain hanya bisa diam melihat Willy, mereka tak berani mengusik si brewokan itu.Welly tampak sangar Karena itulah para narapidana di sana tak berani berkutik di depannya.


"Bersihkan! " titah Welly pada salah satu narapidana yang paling muda di antara mereka.


"Bagaimana caranya aku melarikan diri dari sini Aku tidak tahan makan makanan seperti itu," ucap Welly sambil mengedar pandangannya.


" Welly!" Panggil seorang sipir dengan membawa bungkusan.


"Apa ini ?"tanya Welly.


"Seseorang telah mengirimimu makan siang "


"Dari siapa?"Tanya Willy lagi, ia curiga jika yang mengiriminya Bungkusan itu adalah Reymond.


Karena bisa jadi Reymond menambah racun pada makanannya.


"Dia bilang dari anakmu," ucap kepala sipir sambil menyodorkan bungkusan tersebut


Welly yang memang merasa lapar dan bosan dengan makanan penjara buru-buru menyambar kantong plastik yang berisikan makanan dan kue tersebut


Welly tersenyum, ketika melihat makanan lezat yang ada dihadapannya beberapa cemilan dan beberapa bungkus rokok serta minuman berkarbonasi juga tersedia di sana.


"Wah, sudah lama aku tidak menikmati makanan dan minuman seperti ini," ucap Welly


Welly langsung duduk bersila makanan dan minuman semua yang ada dalam bungkusan itu.


Tak hanya siang harinya, Welly juga dikirim makanan pada sore hari. Begitulah setiap harinya dia selalu makan enak dari kiriman Nadia.


***


Hari ini Nadia dan Zain bermaksud menemui Welly bagaimanapun juga Welly, adalah calon mertuanya.


Mereka pun menghampiri penjara untuk meminta Restu.


"Welly ada yang ingin menemuimu," ucap kepala sipir sambil membuka jeruji besi.


"Siapa?" tanya Willy.


"Kau temui saja orangnya sendiri."


"Kalian," ucap Welly ketika melihat Nadia dan Zen berada di hadapannya.


"Mau apa kalian datang kemari?" tanya masih dengan nada yang masih ketus.


"Kami memohon doa restu dari papa, sebentar lagi aku dan mas Zein akan menikah," ucap Nadia


Welly menyunggingkan senyum sinisnya."Silakan saja, kau menikah apa masih butuh izin dari ku?"sahutnya dengan Ketus


"Papa aku datang kemari karena aku menghormatimu sebagai orang tuaku,Aku meminta izin dan restu darimu agar pernikahan aku dan mas Zen berjalan lancar."

__ADS_1


"Terserah kau saja, aku tak akan perduli," ucapnya sambil membalikkan wajahnya dari Zein.


"Ayah mertua, kau tenang saja selama di penjara aku yang akan menjaga Nadia," ucap Zen.


Welly masih menyombongkan dirinya, enggan menatap ke arah Zen. Nadia melihat sikap Welly terhadap calon suaminya, Nadia semakin geram terhadap papanya itu.


"Sudah lah Pa, percuma bicara pada papa.Direstui atau tidak, aku akan tetap menikah dengan mas Zein," ucap Nadia ia pun berlari keluar dari ruangan tersebut.


"Welly kau melukai putrimu lagi, padahal dia sudah berniat baik, tak bisakah kau menghargainya."


"Jika kau tidak bisa membahagiakan nya kenapa kau tidak membiarkannya bahagia saja," ucap Zein kemudian ia keluar dari ruangan tersebut


Setelah dari penjara, Nadia mengunjungi makam ibunya.


Di depan makam orang tuanya, Nadia menangis haru, karena tak satu pun dari kedua orang tuanya yang hadir saat pernikahannya nanti.


Zen mendekatkan Nadia.


"Sudahlah Sayang, aku juga tak memiliki orang tua. Kau tak akan sendiri lagi," ucap Zain.


"Iya Sayang."


Keduanya pun melangkah meninggalkan pemakaman. Karena pada esok harinya mereka akan melangkah menuju pelaminan.


Hari yang ditunggu itu tiba, juga hari ini Nadia dan Zein akan mengucapkan janji suci pernikahan mereka.


Nadira meneteskan air matanya melihat wajahnya yang canti, ketika mengenakan kebaya pengantin berwarna putih.Saat itu dirinya tengah dirias di depan cermin.


'Andai Mama ada di sini ,pasti Mama ikut merasakan kebahagiaan Nadia, lihat lah ma .Nadia tampak cantik di hari ini ,semoga Mama di sana selalu bahagia seperti Nadia yang selalu merasakan bahagia,' batin Nadia .


"Onty, apa setelah Onty menikah Onty tidak akan tidur bersamaku lagi?"tanya Sheon yang terlihat sedih.


Nadia buru-buru menghapus air matanya.


Nadia mencubit pipi Sheon.


"Mulai sekarang jagoan onty harus tidur sendiri," ucap Nadia.


"Bagaimana kalau aku ikut saja bersama Onty dan uncle Zein, biar aku tidur bersama kalian saja," ucap Sheon.


"Sayangnya kalau kamu tidur bersama uncle, dan Onty,i nanti Onty nggak bisa bikin dedek bayi," sahut Yura sambil tersenyum.


Saat itu Yura juga sedang berhias juga menggenakan kebaya.


"Apa benar seperti itu, Onty ?" tanya Sheon sedih.


"Iya tapi kamu tenang saja, setelah menikah nanti, Onty akan setiap hari datang kemari, ketika uncle Zen bekerja."


"Benar begitu?" tanya Sheon ragu.


"Iya Sayang."


"Asik. terima kasih Onty." Sheon langsung menghambur memeluk Nadia.


"Sama-sama Sayang." Nadia mengusap punggung Sheon.

__ADS_1


Setelah selesai dengan dandanan Nadia dan keluarganya menuju sebuah masjid untuk melaksanakan akad nikah.


Nadia berada di dalam mobil bersama Yura.


Nadia terus menitikkan air matanya merasa haru dan bahagia.


jangan menangis terus Nadia, nanti di kira kau tak bahagia menikah dengan Zen," ucap Yura sambil menghapus sisa air mata Nadia.


"Aku tak menyangka saja jika aku menikah secepat ini," ucap Nadia


"Setidaknya sudah ada yang menjaga kamu Nadia, apalagi aku tahu, jika mas Zein itu orang yang baik."


"Iya, doakan agar pernikahan kami bahagia dan di karuniai anak-anak yang lucu dan pintar," ucap Nadia.


"Tentu saja, saudara ku ," jawab Yura. Mereka pun berpelukan.


***


Di dalam masjid Zen tengah melangsungkan akad nikah.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nadia Saraswati binti bapak Welly dengan mas kawin sebentuk cincin di bayar tunai!" ucap Zein .


"Bagaimana para saksi? tanya wali hakim yang menikahkan mereka.


"Sah !"


Sahut para saksi tersebut.


"Alhamdulillah," ucap Zein.


Setelah akad nikah, Nadia menghampiri suaminya kemudian mencium tangan Zein.


Keduanya kemudian saling memeluk dengan haru.


Leon dan keluarga ikut meneteskan air matanya melihat orang-orang terdekatnya mereka merasakan kebahagiaan.


Leon dan Yura menghampiri kedua pasangan pengantin baru itu untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


"Nadia selamat ya, sekarang kamu sudah resmi menjadi pasangan suami isteri."


"Terima kasih Sheina," ucap Nadia.


***


Setelah acara pernikahan yang di gelar secara meriah. Zein dan Nadia bersiap menuju apartemen, rencananya mereka akan menghabiskan malam pertama di apartemen mereka.


Karena apartemen tersenyum tak jauh berbeda dengan fasilitas hotel berbintang. Mereka akan bebas melakukan apa saja, tak akan ada yang mengganggu mereka.


Yura menghampiri Nadia.


"Nadia selamat menikmati belalai gajah ya," ucap Yura sambil tersenyum.


Glek ...Nadia langsung menelan l


Nadia langsung menoleh ke arah Zein dengan wajah yang sedikit pucat dan jantung yang berdetak dengan kencang.

__ADS_1


Glek...'Semoga punya mas Zein tak seperti milik Leon,' batin Nadia.


__ADS_2