Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Dunia terbaik


__ADS_3

"Jadi Sheon sebentar lagi punya adik mommy?!" tanya Sheon dengan ekspresi wajah yang begitu bahagia.


"Iya Sayang."


Sementara Leon melongo.


"Apakah itu artinya aku yang ngidam?"tanya Leon.


"Iya Sayang ku, terima kasih karena mau menanggung beban berat itu ," ucap Yura dengan nada bercanda.


Haha…gelak tawa memunuhi ruang itu.


"Itu berarti kamu terlalu mencintai istrimu Leon," sahut tuan Melky.


"Iya, kamu beruntung Yura memiliki suami seperti Leon."


"So pasti dong mommy."


"Asik Sheon akan punya adik, Asik !" Seru Sheon sambil berjingkrak.


"Karena itu, setelah mengantar Sheon sekolah, Kita periksa ke dokter kandungan, sekalian periksa keadaan kamu juga sayang."


"Iya."


"Mommy, daddy, adik Sheon perempuan atau laki-laki?" tanya Sheon masih dalam rangka berbahagia.


"Ehm, memangnya Sheon mau adik perempuannya atau laki-laki?"


"Adik perempuan saja, yang cantik seperti Shasa ya. "


"Oke."


"Kalau Opa  dan Oma?" Mau cucu perempuan atau laki-laki?"


"Opa terserah saja. Jika boleh, Opa juga ingin cucu perempuan."


"Oma juga, anak perempuan kalian pasti cantik," cetus Oma.


"Hehe, tentu dong. Siapa dulu Daddynya."


"Kalau daddy , daddy mau anak perempuan atau laki-laki?"tanya Yura sambil menggelayut manja dengan suaminya.


"Daddy terserah, yang penting anak dan mommynya sehat," ucap Leon sambil meraba perut Yura kemudian mencium perutnya.


"Ehm, daddy memang the best," Yura kemudian mencium pipi Leon.


***


Setelah mengantar Sheon, mereka langsung menuju rumah sakit.


"Sayang masih mual ?"tanya Yura sambil merebahkan kepalanya di pundak Leon.


"Gak lagi. Aku justru makin semangat kerja karena sebentar lagi kita akan punya momongan yang akan melengkapi kebahagiaan rumah tangga kita," ucap Leon sambil membelai rambut istrinya, kemudian ia mengecup kening Yura lekat.


Yura tersenyum karena merasa begitu bahagia bisa memiliki suami yang begitu mencintainya.


***


Tiba di rumah sakit, mereka menemui dokter kandungan dan langsung memeriksa.


Yura berbaring dengan tranduser yang bergerak di atas perutnya.


"Usia kehamilannya sudah memasuki sebelas minggu ya ,Bu."


Yura dan Leon melihat jabang bayinya melalui layar monitor. Matanya berkaca-kaca. Setelah Shoeon besar, mereka kembali merindukan kehadiran bayi di rumah itu.


"Semua normal, " kata dokter.


"Syukurlah."


"Sudah selesai."


"Terima kasih dokter."

__ADS_1


"Silahkan duduk dulu .Nanti saya resepkan vitamin untuk pertumbuhan janin."


Mereka pun duduk di tempat mereka masing-masing.


"Ada keluhan?" tanya dokter.


"Gak ada Dok . Hanya saja bukan saya yang mengalami ngidam, karena setiap pagi dia yang selalu muntah-muntah," papar Yura sambil menunjuk ke arah Leon dengan isyarat bibirnya.


"Oh, itu sebenarnya normal, Bu. Nantinya juga akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika mual dan muntahnya mengganggu, saya akan resepkan obat untuk mengurangi rasa mualnya."


"Terimakasih Dokter."


Setelah dari dokter Yura dan Leon memutuskan untuk beristirahat di rumah.


***


Dua hari pasca ke dokter kandungan kondisi Leon mulai membaik. Leon juga jarang muntah.


"Sayang sepertinya kau sudah membaik?" tanya Yura sambil memeluk Leon.


Yura menatap Leon sambil menarik turunkan alisnya.


"Kenapa?"tanya Leon sambil menatap ke arah Yura.


Yura tak menjawab hanya kembali melemparkan senyum nakalnya.


"Sayang sudah lama kau tak menyentuh ku," ucap Yura sambil mengedip-ngedipkan matanya.


Dengan segera Yura membuka kancing piyama suaminya tanpa menunggu persetujuan dari Leon.


Secepat kilat Yura berada di atas tubuh Leon sambil tersenyum membuka satu persatu penutup tubuh nya.


Dengan agresif Yura menyambar bibir Leon kemudian memasukkan senjata milik suaminya itu ke tempat yang semestinya.


Seperti main kuda-kudaan Gerakan Yura begitu fleksibel bergerak tak beraturan.


Oh no… oh Yes..


Glek… Leon menelan salivanya melihat sang istri berubah agresif seperti kuda liar.


"Sayang pelan-pelan," ucap Leon ia takut terjadi sesuatu pada kandungan istrinya itu.


Tapi seakan tak perduli Yura terus saja melanjutkan aksinya sampai ia benar-benar puas.


Setelah selesai Yura langsung merebahkan tubuhnya di samping tubuh Leon dan langsung tertidur.


Leon menatap sedih , " Astaga, habis manis sepah di buang," cetus Leon.


"Aku seperti suami pelampiasan hasratnya saja."


Leon membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah itu membersihkan tubuh Yura yang tertidur pulas.


Setelah keadaan sunyi dan senyap Leon menghampiri meja rias dan….


***


Leon sudah kembali segar, ia sudah beraktivitas seperti biasanya. 


Tanda tanda sindrom cauvade nya pun seperti tak terlihat lagi.


Tentu saja hal itu membuat Yura senang.


Yura membuka lemari pakaiannya dan menemukan pakaian dalamnya yang tak lagi beraturan.


"Siapa yang membongkar ?" guman Yura.


Karena merasa tak terlalu penting ia pun mengabaikan kejadian tersebut.


Setelah berhari-hari kejadian tersebut kembali terulang. Dan itu adalah sebuah hal yang aneh. karena tak pernah terjadi sebelumnya.


"Sayang, kamu ya ? Yang bikin berantakan pakaian dalam aku ?" tanya Yura pada Leon karena penasaran.


"Ah gak lah, ngapain juga. Emang aku kurang kerjaan?"

__ADS_1


"Ehm, tapi kok setiap pagi berantakan terus sih, padahal setiap malam sebelum tidur aku sudah bereskan."


"Tikus kali Sayang. Sudahlah jangan dipikirkan."


"Ya sudah kita pergi Yuk, nanti Sheon bisa terlambat."


Pagi itu Yura tak lagi merisaukan perkara itu, meski masih menjadi buah pikirannya.


***


Malam harinya Yura bermaksud mengintai, apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa laci pakaian dalamnya berantakan setiap pagi, begitupun dengan peralatan make up-nya yang  berserakan di meja rias. Padahal ia selalu merapikan barang-barang tersebut sebelum tidur.


Waktu menunjukkan pukul sebelas malam.


Saat itu Yura menyetel alarm getar yang di genggaman telapak tangannya, kemudian ia menyembunyikan telapak tangan tersebut di bawah bantal.


Alarm tersebut terasa bergetar dan membangunkan Yura . Kebetulan saat itu terdengar suara grasak grusuk di lemarinya.


Dengan perlahan Yura mengintip apa yang terjadi.


"Hah!" Bola mata Yura membulat dengan sempurna ketika melihat apa yang terjadi.


"Astaga ! Sayang !" Bentak Yura.


Seketika Leon kaget dan serba salah.


"Apa yang kau lakukan dengan bra ku itu ?!"tanya Yura setengah menangis .


Pasalnya Leon saat itu tengah mengenakan bra milik Yura, tak hanya itu, bibirnya juga terlihat merah seperti warna lipstik Yura.


Leon ketakutan dan gemetar ketika Yura menghampirinya.


"Apa yang terjadi pada dirimu Sayang ?"tanya Yura sambil mengucek- ngucek matanya karena tak percaya.


Suaminya yang gagah dan perkasa kini berubah seperti Ben*Cong. Dengan menggunakan bra miliki Yura dan lipstik yang belepotan di bibirnya.


" Hi hi ampun Sayang, aku gak tau kenapa aku jadi begini Sejak aku berhenti muntah-muntah, aku malah selalu ingin mengenakan bra dan memakai lipstik," tutur Leon dengan gugup.


"Astaga ! Sayang!  Kenapa kau bisa seperti itu?!" tanya Yura syok sekaligus geli hati.


"Iya Sayang, sumpah aku seperti di luar kendali, aku saja heran mengapa aku jadi begini," ucap Leon setengah menangis.


Yura memeluk suaminya.


"Hiks hiks Leon kembali berubah cengeng. Aku masih normal Sayang, hanya saja aku gak tau kenapa aku begini, mungkin ini bawaan bayi, hiks. "


Leon sedih seperti ingin menangis.


"Iya Sayang aku ngerti kok," ucap Yura sambil mengulum senyumnya.


Rasanya ia ingin tertawa melihat keadaan suaminya,tapi  juga merasa miris, sampai segitunya sang jabang bayi mengerjai Daddynya


"Sayang, kamu jangan beri tau rahasia ini pada siapapun ya," pinta Leon setengah menangis.


Yura menggigit bibirnya agar tawanya tak pecah.


"Iya Sayang, aku tak akan beri tahu pada siapapun," sahutnya.


"I love you sayang. "


"Love you too," ucap Yura sambil menahan tawanya.


"kalau begitu kau tidurlah, aku mau ke kamar mandi . "


Yura mengurai pelukannya kemudian bergegas menghampiri kamar mandi.


Setibanya di kamar mandi ia memutar kran air agar bisa meredam suara tawanya.


haha haha Yura pun tertawa sepuas puasnya.


Astaga ini baru namanya dunia terbalik .


Bersambung dulu gengs.

__ADS_1


__ADS_2