Pewaris Untuk Tuan Kejam

Pewaris Untuk Tuan Kejam
Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Hari ini pagi-pagi sekali Irgi  sudah bersiap dengan menggunakan kemeja dan dasinya.


Seperti biasa, sebelum berangkat kerja Irgi akan sarapan bersama kedua adiknya.


Saat itu Sarah setengah menikmati bubur.


"Makan apa dek?" tanya Irgi pada Sarah.


"Makan bubur Mas, Mbak hanya  masak bubur, katanya kita sudah nggak ada beras," Sarah sambil menyendok bubur di mulutnya.


Dinda menghampiri Irgi membawa mangkuk yang berisi dengan seperempat mangkok bubur nasi.


"Kita sudah nggak ada beras lagi ya?" tanya Irgi pada Dinda.


"Iya Mas Ini yang terakhir. Nggak tahu nanti siang mau makan apa?" tanya Dinda.


"Irgi memang jarang membeli beras, karena biasanya ia diberi  beras oleh pemilik toko tempat ia bekerja."


Irgi menatap sedih kedua adiknya itu.


Ia pun mengeluarkan uang di dalam dompetnya sebesar rp10.000.


"Ini kalian beli mie instan saja untuk makan siang, nanti sore Mas akan usahakan uang untuk kalian."


"Iya Mas, terima kasih," ucap Dinda sambil mengambil uang tersebut.


"Ya sudah selesai makan mas antar kalian sekolah."


***


Irgi menatap sepeda motornya, saat ini mereka memang tidak memiliki uang atau harta benda lain yang bisa mereka jual untuk menyambung hidup.


Meski sekarang dirinya sudah bekerja, setidaknya ia akan mendapat gaji bulan depan.


Irgi kembali masuk ke dalam kamarnya mengambil surat-surat motor.


"Aku jual saja motor ini sambil menunggu gajian bulan depan,"ucap Irgi.


"Iya, aku jual saja nanti sore."


"Kalian semua sudah siap?" tanya Irgi pada adik-adiknya.


Sudah Mas!"


"


"Kalau begitu ayo kita berangkat."


Irgi  menghidupkan mesin motornya, kedua adik perempuannya pun naik di atas motor berboncengan dengannya.


"Mungkin ini terakhir kalinya kita menggunakan motor ini,' batin Irgi.


Setelah mengantar adiknya ke sekolah, Irgi langsung menuju kantor Leon.


Setibanya di kantor ,Irgi langsung menunggu di depan ruangan Leon.


"Selamat pagi Tuan,"  ucap Irgi ketika Leon berada di hadapannya.


Leon tersenyum melihat Irgi yang tampak begitu rapi dan tampan, saat itu Irgi semakin mirip dengan wajahnya.


"Bagus saya suka dengan karyawan yang disiplin," ucap Leon.


"Iya terima kasih Tuan."


"Sekarang kita masuk ke ruangan."


"Baik Tuan."


Irgi dan Leon masuk ke dalam ruang kerja.


"Silakan duduk," ucap Leon sambil menyodorkan sebuah berkas kepada Irgi.


Kali ini Leon  sudah mulai bisa bersikap tenang di hadapan Irgi. Meskipun ia agak canggung.


"Irgi nanti sebentar lagi kamu akan ikut bersama saya dalam rapat."


"Baik Tuan."


"Ini berkas yang harus  kamu pelajari, jika ada yang tidak mengerti, kamu boleh tanyakan pada saya," ucap Leon.


"Baik Tuan," ucapnya  sambil meraih berkas tersebut. Irgi kemudian menuju sofa yang ada di ruangan Leon.


Dengan seksama ia membaca proposal yang berikan Leon padanya. Sementara Leon semakin intens mengamati Irgi.


Seseorang OB datang membawakan Irgi minuman.

__ADS_1


"Ini Tuan, minumannya,"


"Oh iya terima kasih."


Karena begitu serius membaca proposal itu, tak terasa Irgi meneguk habis air yang ada di dalam gelas.


"Bagaimana Sudah dibaca semua ?" tanya Leon ketika Irgi meletakkan berkasnya di atas meja.


"Sudah tuan."


"Kalau begitu, ayo kita ke ruangan rapat."


Leon dan Irgi keluar dari ruangan tersebut.


Kemudian ada seseorang mengambil gelas bekas minum Irgi.


Alangkah bahagianya Irgi saat itu bisa berjalan beriringan dengan seorang pemimpin perusahaan.


Leon dan Irgi  masuk ke dalam ruangan rapat.


Pukul 12.00 siang Mereka pun keluar dari ruang rapat tersebut.


"Kita akan makan siang bersama," ucap Leon.


"Makan  siang tuan?"


"Iya, kau makan siang bersamaku."


Meski sungkan, Namun Irgi  tak kuasa untuk menolak ajakan dari bosnya tersebut.


Sementara orang suruhan Leon membawa gelas bekas minum Irgi ke laboratorium untuk di uji tes sampel dna-nya melalui endapan liur dari gelas yang digunakan Irgi sebelumnya.


Seharian sudah Leon dan Irgi bersama dari mulai makan malam hingga melakukan rapat.


Ternyata Leon tak seperti ekspektasi Irgi. Leon adalah seorang sosok yang humble dan pengertian menurut Irgi saat itu.


Waktu menunjukkan pukul 04.00 sore.


Irgi beres merapikan meja kerjanya.


"Irgi, hari ini kau pulang bersamaku, karena aku akan mengajakmu ke suatu tempat."


"Ke mana Tuan?" tanya Irgi dengan perasaan was-was.


"Ayo ikut saja kau itu asisten pribadiku jadi kemanapun aku pergi kau harus mengikutiku."


Karena ini adalah tugas ,terpaksa Irgi mengikuti perintah Leon.


Baru kali ini Irgi masuk ke dalam mobil mewah milik Leon. Ia agak nervous karena di dalam mobil hanya mereka berdua.


Sekitar 15 menit, Mereka pun tiba di tempat tujuan Leon memberhentikan mobilnya.


Irgi heran ketika mobil itu berhenti di depan sebuah showroom mobil.


Dan mobil-mobil yang dipamerkan di sana bukan mobil yang biasa.


"Ayo turun," ajak Leon.


Sekali lagi ia menuruti perintah Leon, mereka masuk ke dalam showroom mobil.


Irgi mengamati mobil-mobil yang dipamerkan di showroom tersebut.


"Silakan kau pilih yang mana," ucap Leon.


Mendengar itu, Irgi langsung menoleh ke arah Leon.


"Silakan kau pilih yang mana mobil yang kau sukai," ucap Leon mempertegas.


"Maksud Tuan!  Tuan bertanya itu kepada saya?" Tanya Irgi.


"Loh memangnya saat ini ada orang lain selain kamu?"tanya Leon sambil menyimpulkan senyumnya.


"Ayo pilih mobil yang mana yang kamu sukai?!"


"Hah!" Irgi masih bingung ia takut salah persepsi.


"Ayo kamu pilih yang mana?"tanya Leon.


Karena Irgi mengira Leon bercanda, Ia pun menunjuk mobil yang paling mahal yang terpajang di showroom itu.


Leon tersenyum melihat Irgi menunjuk salah satu mobil.


"Bagus kau pandai memilih," ucap Leon.


Irgi hanya tersenyum karena mengira Leon masih bercanda.

__ADS_1


Tak lama berselang seseorang datang menghampiri Leon.


"Boleh saya lihat identitasnya tuan? Karena kami butuh mengisi identitas untuk surat-menyurat mobil ini." 


"Beri identitasmu pada dia!" titah Leon pada Irgi.


"Identitas saya tuan?" Irgi kembali dibuat bingung.


Namun karena itu perintah Ia pun merogoh saku celananya dan mengambil dompet.


Irgi kemudian menyerahkan kartu tanda penduduk kepada sales man itu.


Salesman terlihat serius mencatat identitas Irgi, beberapa saat kemudian ia menyerahkan kembali kartu identitas milik Irgi tersebut.


Pria itu kembali ke meja kerjanya kemudian ia kembali lagi menghampiri Irgi dan Leon.


Irgi terus saja mengamati mobil-mobil yang berjejer yang sengaja dipajang.


"Ini Tuan, kunci mobilnya," ucap salesman itu kepada Irgi sambil menunjukkan sebuah anak  kunci.


"Hah kok ke saya?" tanya Irgi bingung dan syok.


"Iya, karena aku mau belikan mobil itu memang untukmu," sahut Leon.


"Apa Tuan? Tuan membelikan mobil ini untuk saya?" tanya Irgi yang semakin tak percaya.


"Iya, memangnya kenapa, asistenku memang selalu aku fasilitas dengan barang-barang mewah agar kinerja kerjanya semakin baik,"kilah  Leon sambil tersenyum.


Irgi masih syok, bahkan ia tak berani mengambil kunci mobil dari tangan salesman itu.


"Ini kuncinya tuan," ucap salesman itu kembali sambil menyodorkan kunci.


Dengan tangan gemetar dan wajah yang pucat Irgi menoleh ke arah Leon yang menggangguk.


"Tuan, apa ini memang fasilitas dari Tuan?" tanya Irgi.


"Iya memang seperti itu, ayolah kita lanjutkan lagi."


Sementara itu Irgi sendiri bingung apa yang harus dilakukannya dengan mobil mewah itu meskipun ia bisa menyetir mobil, Namun pasti akan terasa berbeda jika itu mobil mewah seharga miliaran rupiah.


"Satu lagi," cetus Leon sambil menyerahkan segepok uang cash pada Irgi.


"Ini apalagi Tuan?" tanya Irgi yang dibuat kembali kaget. Sebetulnya dia tak enak hati karena Leon yang begitu baik kepadanya.


"Itu gaji kamu."


"Gaji! bukannya saya baru bekerja hari ini?"


"Memang begitu kalau jadi asisten pribadi saya," ucap Leon memberi alasan.


"Ayo ambil!" Leon menyodorkan uang itu kepada Irgi.


"Wah banyak sekali ,apa sebulan gaji saya sebanyak ini tuan?"tanya Irgi.


Leon tersenyum "Bisa jadi lebih banyak."


"Lebih banyak?!" tanya Irgi syok.


"Iya bisa jadi kau dapat uang bulanan yang lebih banyak dari ini."


"Hebat sekali Terima kasih Tuan," ucap Irgi.


"Sama-sama."


"Baiklah kalau begitu Kau boleh pulang dengan menggunakan mobil itu."


Mendengar itu Irgi nyengir sambil garuk-garuk kepalanya. Ia tak pernah bermimpi bisa memiliki mobil sebagus dan semewah itu.


"Terima kasih Tuan, anda sangat baik, saya tak tahu harus berbuat apa lagi untuk membalas kebaikan anda," ucap Irgi.


Mendengar ucapan tersebut Leon merentangkan tangannya meraih pundak Irgi dan mengusap punggung Irgi.


"Sudahlah, aku ada urusan kau pulanglah bawa mobil itu."


"Baik Tuan, Terima kasih,"ucap Irgi.


***


Setelah kepergian Leon Irgi menuju mobil baru dan mewah miliknya.


"Wah mobil ini keren sekali, bahkan di dalam mimpi pun aku tak pernah membayangkan jika akan memiliki mobil semewah ini," ucap Irgi.


Irgi melirik ke arah saku celananya yang sudah dipenuhi segepok uang.


"Syukurlah, hari ini adik-adikku bisa makan," ucap Irgi sambil tersenyum membawa mobil itu keluar dari showroom.

__ADS_1


bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya terima kasih


 


__ADS_2